“Gereja adalah tempat saya bertumbuh. Tetapi Kristus adalah alasan saya untuk bertahan.”
DALAM perjalanan iman ini salah satu pertanyaan sederhana yang saya renungkan yaitu: Apa sebenarnya yang membuat seseorang tetap setia kepada sebuah gereja?
Apakah karena tradisi keluarga turun temurun dari kakek buyut kita? Atau apakah karena sudah sejak kecil berada di gereja ini?
Apakah karena lingkungan kita orang-orang Advent? Teman-teman kita banyak disana?
Atau karena kita bekerja diperusahaan orang Advent? Atau pimpinan kita orang Advent?
Apakah karena organisasi gereja ini memiliki sejarah yang panjang, yang berkaitan dengan akhir nubuatan 2300 petang dan pagi?
Semua itu mungkin memiliki pengaruh, sehingga kita masih digereja ini..
Tetapi semakin lama saya melayani sebagai pendeta, saya semakin memahami satu hal yaitu:
Alasan terbesar masih tetap setia bukanlah karena organisasinya. Alasan terbesarnya adalah karena saya menemukan Kristus di dalam perjalanan iman saya.
Jadi, saya tetap Advent bukan hanya karena organisaasinya, tetapi karena melalui gereja ini saya semakin mengenal Yesus lebih baik..
Gereja Penting, Tetapi Gereja Bukan Pusatnya
Kadang orang salah memahami hubungan antara iman dan gereja. Ada orang yang menjadikan gereja sebagai tujuan akhirnya.
Dia puas dan bangga menjadi anggota gereja. Dan memang kita harus bangga.
Tapi memiliki identitas gereja saja tidak cukup. Karena keanggotaan gereja tidak otomatis membuat seseorang dekat dengan Tuhan.
Alkitab menunjukkan bahwa pusat kehidupan rohani kita bukanlah organisasi. Pusatnya adalah Kristus.
Paulus menuliskan bahwa Yesus yang utama:
“Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia. Ia juga adalah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.” (Kolose 1:17-18)
Perhatikan kata Paulus. Kristus adalah kepala jemaat. Bukan manusia. Bukan pemimpin gereja. Bukan sistem organisasi. Bukan tradisi.
Kristuslah pusatnya.
Bukan berarti gereja dari segi organisasi tidak perlu. Tentu saja sangat penting. Karena gereja yang mengajarkan kebenaran Alkitab akan membawa kita untuk mengenal Yesus lebih baik..
Gereja membawa saya kepada Kristus
Dan sejauh yang saya ketahui, gereja ini mengajarkan seluruh kebenaran Alkitab. Karena itu lah, saya mencintai Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh.
Saya bersyukur untuk gereja ini. Melalui gereja ini saya belajar membuka Alkitab. Saya belajar tentang kasih karunia.
Saya belajar tentang Sabat sebagai hari perhentian. Saya belajar tentang panggilan untuk melayani. Saya belajar tentang pengharapan kedatangan Yesus yang kedua kali, dll
Tetapi semua itu bukan tujuan akhir. Semuanya adalah jalan yang membawa saya semakin dekat kepada Kristus.
Seperti seseorang yang menggunakan jalan untuk mencapai sebuah kota. Kita menghargai jalan itu. kita melalui jalan itu. Tetapi kita tidak berhenti di jalan.
Tujuan kita adalah sampai kepada tempat yang dituju, yaitu Kristus. Demikian juga dengan gereja.
Gereja adalah alat yang Tuhan gunakan untuk membawa kita kepada Yesus. Karena itu jalannya harus benar, agar tiba pada tujuan yang benar.
Maka hanya gereja yang benar, yang dapat mengajarkan Yesus yang benar dengan segala perintahnya.
Bahaya bila gereja menggantikan Kristus
Nah, sekarang mari kita kembangkan lebih jauh. Ada bahaya yang bisa terjadi dalam kehidupan beragama.
Misalnya, seseorang bisa mencintai gerejanya, tetapi dia kehilangan hubungan dengan Kristus, yang adalah kepala gereja.
Seseorang bisa hafal 28 doktrin, tetapi lupa bagaimana caranya mengasihi sesama. Seseorang bisa aktif dalam pelayanan, tetapi hatinya jauh dari Tuhan.
Tentu kita masih ingat dalam Matius 23. Dalam satu pasal itu, disana Yesus menegur dengan karas orang-orang yang sangat religius pada zaman-Nya.
Mereka mengenal Kitab Suci dengan baik. Paham hukum taurat. Bahkan mereka mengakui penurut hukum yang baik..
Mereka memiliki tradisi keagamaan yang luar biasa. Tetapi apa kata Yesus kepada mereka?
“Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa oleh-Nya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku, namun kamu tidak mau datang kepada-Ku untuk memperoleh hidup itu.” (Yohanes 5:39-40)
Intinya, mereka orang beragama. Tetapi jauh dari Tuhan agama tersebut. Akibatnya, mereka kehilangan hubungan dengan Yesus.
Saya tidak ingin hanya menjadi Advent
Karena itu, saya tidak ingin hanya dikenal sebagai seseorang yang memiliki identitas Advent. Saya ingin dikenal sebagai seseorang yang mengenal Yesus.
Tentu kita semua memiliki kerinduan yang sama. Mengenal Yesus. Lagi pula, pada akhirnya pertanyaan terbesarnya bukan:
“Dari gereja mana kita berasal?” Tetapi, apakah kita mengenal Kristus?”
Yesus sendiri berkata:
“Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.” (Yohanes 17:3)
Jadi hidup kekal adalah mengenal Yesus. Bukan sekedar mengetahui informasi atau pengetahuan tentang Dia.
Pelajaran dari pelayanan
Selama bertahun-tahun melayani jemaat, saya telah bertemu dengan banyak orang diberbagai tempat.
Saya bertemu orang yang sangat aktif dalam gereja. Pelayanan mereka luar biasa..Tetapi ada juga orang yang hidupnya sederhana yang mungkin tidak banyak terlihat tampil.
Namun, mereka itu memiliki hubungan yang sangat erat dengan Tuhan.
Mereka tidak banyak berbicara tentang agama. Tetapi kehidupan mereka menunjukkan kasih Kristus.
Mereka mengampuni, melayani, tekun dalam berdoa, setia ketika menghadapi kesulitan.
Dari mereka saya belajar, orang yang paling dekat dengan Tuhan bukan selalu orang yang paling banyak berbicara tentang Tuhan.
Tetapi orang yang dalam keheningan, mereka membiarkan Tuhan mengubah hidupnya.
Mengapa saya tetap Advent?
Karena disini saya menemukan persekutuan yang membantu saya bertumbuh dalam Kristus.
Disini juga saya menemukan orang-orang yang mengajarkan saya bagaimana mencintai Alkitab.
Disini juga saya menemukan sebuah misi pekabaran tiga malaikat, yang harus diberitakan kepada dunia.
Karena saya percaya Tuhan memanggil saya dan kita semua untuk menjadi bagian dari pekerjaan ini.
Tetapi di atas semuanya itu, saya tetap Advent karena saya ingin terus mengikuti Kristus.
Jika suatu hari identitas saya sebagai Advent hanya formalitas, tanpa hubungan dengan Yesus, maka saya telah kehilangan arti sebagai orang Advent.
Tetapi jika identitas itu membawa saya semakin dekat kepada Kristus, semakin mengasihi sesama, dan semakin setia dalam pelayanan, maka itu adalah sebuah anugerah.
Penutup
Saya mencintai gereja ini karena saya bertumbuh dalam iman disini. Saya menghargai organisasi gereja Advent, karena menjadi jalan untuk menemukan Yesus.
Saya menghormati para pemimpin gereja ini, karena mereka mengajar, berdoa dan menuntun saya kepada Yesus juruslamat.
Saya bersyukur untuk warisan iman yang saya terima dari orang tua saya di gereja Advent. Tanpa mereka saya tidak akan berada di gereja ini.
Namun saya selalu ingin mengingat satu hal:
Gereja bukan Juruselamat saya. Kristuslah Juruselamat saya.
Gereja bukan pusat iman saya. Tetapi Kristuslah pusatnya. Karena gereja tanpa Kristus hanya menjadi organisasi manusia.
Tetapi gereja yang berpusat pada Kristus menjadi tubuh-Nya yang hidup. Paulus berkata: “Ia adalah kepala tubuh, yaitu jemaat.” (Kolose 1:18)
Biarlah kita tidak hanya menjadi orang yang aktif dalam pelayanan gereja. Lebih dari pada itu, kita menjadi pengikut Kristus yang sejati.
Karena pada akhirnya, bukan nama organisasi yang menyelamatkan kita, tetapi nama Yesus.
Karena itu mari kita mengarahkan padangan kita kepada Yesus.
Yesus pasti datang segera!


