Teks: Matius 3:1-16, Markus 1:1-11, Lukas 3:1-20
Intro:
Salam sejahtera untuk kita semua, hari ini adalah baptisan untuk sdri. Rere, Diffie dan Jordan, maka saya akan berkotbah tentang baptisan Yesus.
Kisah tentang baptisan Yesus terdapat di Matius 3, Markus 1 dan Lukas 3. Membaca baptisan Yesus dari sudut pandang ketiga injil ini membuat kisah baptisan Yesus menjadi lebih jelas.
Dalam perikop ini paling tidak ada tiga golongan yang datang untuk dibaptis pertama adalah golonga orang banyak, golongan orang farisi dan saduki dan Yesus.
Matius 3:1-6 adalah baptisan orang banyak
Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!”
Sesungguhnya dialah yang dimaksudkan nabi Yesaya ketika ia berkata: “Ada suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya.”
Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan.
Maka datanglah kepadanya penduduk dari Yerusalem, dari seluruh Yudea dan dari seluruh daerah sekitar Yordan.
Lalu sambil mengaku dosanya mereka dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan.
Yohanes pembaptis tampil sebagai pembuka jalan bagi Yesus, dia memperkenalkan kepada orang banyak tentang Mesias yang akan datang.
Kehadiran Yohanes sebagai pembuka jalan bagi Yesus menarik perhatian banyak orang masa itu.
Sebab dia berbeda dari para pemimpin agama lain yang egois, tamak, dan ingin dipuji. Tetapi Yohanes muncul didalam kesederhanaan hidup bahkan penampilannya unik, pakaiannya dari jubah bulu unta, ikat pinggang kulit dan makanannya lalang dan madu.
Maka dikatakan, penduduk dari Yerusalem, seluruh provinsi Yudea dan sekitar Yordan datang untuk melihat dan mendengar pekabaran Yohanes. Dan setelah mereka mendengar pekabaran Yohanes, mereka mengaku dosa dan dibaptis.
Kita tidak tau dosa apa mereka, mungkin sebagian ada yang pelacur, ada pencuri, ada penipu, ada pembunuh, pezinah, perampok, pembohong, dan mereka semua mengaku dosa dan mereka dibaptis.
Maka pertanyaannya adalah pekabaran apa yang membuat mereka mau mengaku dosa dan dibaptisan? Pekabaran yang disampaikan adalah panggilan kepada pertobatan,
“Bertobatlah sebab kerajaan Sorga sudah dekat!” pada jaman Yohanes kerajaan sorga yang dimaksud adalah kedatangan Yesus sebagai Mesias, yang akan mati untuk menebus dosa-dosa manusia.
Jadi mereka yang dibaptis adalah orang-orang berdosa yang mau bertobat dari dosa-dosa mereka.
Dikatakan, sambil mengaku dosanya..DOSA adalah pelanggaran hukum Tuhan. Dosa adalah suatu hubungan yang terputus dengan dengan Tuhan, perbuatan jahat, hati yang jahat.
Dosa adalah suatu kecongkakan, sifat mementingkan diri, pemusatan pada diri sendiri, pembenaran diri dll.
Sambil mengaku dosanya mereka dibaptis. Jadi orang yang dibaptis adalah orang yang berdosa, yang mengakui dosanya.
Bukan hanya mengakui dosa, tetapi mereka meninggalkan dosa itu alias bertobat beralih dari kehidupan yang lama kepada kehidupan yang baru.
Maka orang yang menipu tidak menipu lagi, yang mencuri tidak mencuri lagi, yang berzinah tidak berzinah lagi, keinginan untuk berbuat yang jahat tidak lagi timbul dalam hati, cara hidup berubah, cara pandang terhadap kebenaran juga berubah. Paulus menggambarkan tentang hidup menurut daging dalam Galatian 5:19-21.
- Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
- penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
- kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu–seperti yang telah kubuat dahulu–bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
Jadi, Yohanes memanggil mereka untuk bertobat dari semua keinginan daging manusia, untuk beralih kepada hidup menurut ke-inginan Roh, Galatian 5:22-23,
“Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.”
Maka langkah kepada hidup baru adalah: Mengaku dosa-bertobat-dibaptiskan-menjadi manusia baru.
Di dalam kisah ini kita melihat penulis buku matius secara spesifik menyebut mereka yang dibaptis diantaranya adalah orang farisi, orang saduki, pemungut cukai, tentara-tentara. Kalimat yang digunakan adalah “Ia melihat banyak orang farisi dan saduki datang untuk dibaptis.
Orang farisi dan orang saduki adalah pemuka agama orang Israel..Dan ketika mereka datang untuk dibaptis, “Yohanes justru berkata hai kamu keturunan ular beludar..” Yohanes mengatakan demikian sebab mereka merasa bisa selamat hanya karena mereka menuruti hukum taurat.
Yohanes mengatakan kepada mereka, jangan bangga memiliki bapa seperti Abraham kalau hidup mu tidak sesuai dengan iman Abraham. Jangan bangga sebagai orang Kristen kalau cara kita hidup tidak sama dengan kehidupan Yesus.
Yohanes mau menekankan bahwa orang yang bertobat akan kelihatan hasilnya dari buah-buah kehidupannya. Itu sebabnya dia katakan, “Hasilkanlah buah yang sesuai dengan pertobatan..”
Kemudian mereka mengatakan apa yang harus kami buat? Yohanes menjawab “Kalau punya 2 baju dan makanan bagikan kepada orang yang tidak mempunyainya..”
jadi Yohanes mengajar mereka untuk berbagi. Sebab orang farisi dan saduki dikenal sebagai orang yang bisa ngajar tapi ga bisa lakoni. Mereka suru orang untuk memberi mereka sendiri tidak melakukannya..
Pemungut cukai juga datang dibaptis dan bertanya, kami harus buat apa? Jangan menagih lebih banyak dari apa yang ditentukan bagimu..
Kemudian para tentara juga datang untuk dibaptis dan bertanya. Kami harus buat apa? Yohanes katakan, jangan merampas, jangan memeras, cukuplah dengan gajimu..
Jadi saudara lihat bahwa mereka yang dibaptis adalah orang-orang berdosa. Orang farisi dan saduki mereka berdosa karena mereka tidak mempraktekkan apa yang mereka ketahui.
Mereka beragama hanya formalitas dan bagi Yohanes ini adalah dosa dan harus bertobat. Dan mereka tidak perlu mundur sebagai farisi dan saduki, tetapi mereka harus berubah menjadi farisi dan saduki yang baik.
Pemungut cukai, tidak perlu mengganti pekerjaan mereka. Mereka hanya perlu merubah cara kerja mereka dengan memungut pajak dengan jujur, tidak mengambil keuntungan dengan cara yang illegal, seperti memeras..
Para tentara juga, mereka tidak perlu ganti profesi, tetapi mereka hanya perlu merubah sifat mereka yang suka merampas dan memeras dengan senjata yang mereka miliki..
Tetapi panggilan kepada semua orang tentu tidak sama. Kalau pekerjaan itu tidak benar, maka harus berganti profesi. Pelacur tentu harus ganti pekerjaan..jadi disini panggilan kepada semua orang adalah untuk mengakui dosa, bertobat dan dibaptiskan..
Sekarang kita melihat baptisan Yesus. Ayat 13, maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptisakan…” Kita, melihat pemandangan ini, maka ini adalah sesuatu yang tidak biasa. Kenapa? orang-orang yang datang untuk dibaptiskan adalah orang-orang berdosa.
Para pemungut cukai, pelacur, tentara-tentara..dan ketika Yesus datang ke Yordan dan dia menggabung kan dirinya dengan orang-orang berdosa ini untuk dibaptis, dia sedang menyamakan dirinya dengan orang berdosa, para pelacur, pemungut cukai dll..
Betapa rendah hatinya Yesus. Dia yang suci, tidak berdosa, dia adalah Tuhan yang menjelma menjadi manusia mau dibaptiskan sama seperti orang berdosa, betapa rendah hatinya Yesus. Dia tidak gengsi, atau merasa diri suci seperti orang farisi.
Maka sebagai orang berdosa, kita tidak perlu gengsi dan berpura-pura jadi orang baik, ada banyak orang tidak mau dibaptis karena takut reputasinya rusak, sebab kalau dia dibaptis, maka orang akan bertanya dosa apa dia..
Yesus dibaptis bukan karena dia orang berdosa, dia dibaptis untuk supaya dia sama dengan orang berdosa, seolah-olah dia adalah pendosa besar seperti pelacur dan pemungut cukai.
Dia dibaptis untuk memberikan teladan kepada manusia berdosa, bahwa kalau Yesus yang tidak berdosa dibaptis, apalagi kita orang berdosa ini..
Dan ketika Yesus datang kepada Yohanes. Yohanes mencegah Yesus. Dia katakan, “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan engkau datang kepadaku? Yohanes tau bahwa Yesus adalah mesias, dia tidak berdosa, dia adalah juruslamat yang dinubuatkan dalam kitab perjanjian lama..
Yohanes merasa tidak layak membaptis Yesus, karena dia berpikir tidak mungkin orang berdosa seperti dirinya membaptis Yesus yang tidak berdosa. Itu sebabnya dia mencegah..
Tetapi Yesus katakan Yesus menjawab Yohanes, “Biarlah hal itu terjadi, karena dengan demikianlah kita menggenapkan seluruh kehendak Allah,” dan Yohanes pun menurutinya.
Dan apa peristiwa ini tentunya disaksikan oleh orang banyak yang sedang berdiri di sungai Yordan. Dan mereka bertanya-tanya siapa orang ini sampai Yohanes enggan untuk membaptiskan Dia..
Yohanes katakan aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptis kamu dengan Roh kudus dan Api. (Ayat 11).
Sekarang kit abaca ayat 16-17. Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun keatas Nya. Dan terdengar suara dari Sorga mengatakan” Inilah anaku yang kukasihi, kepada Nya lah Aku berkenan.”
Langit terbuka. Dalam buku Markus dikatakan langit sobek. Pertanyaanya mengapa sampai langit sobek? Tadi kita sudah membaca ceritanya bahwa mereka yang dibaptis adalah orang-orang berdosa, seperti para pemungut cukai.
Mereka adalah para koruptor, pencuri tukang paras pada jamanya. Para tentara yang menggunakan senjatanya untuk memeras dan merampas harta orang lain.
Dan mereka semua datang kepada Yohanes dan berkata apa yang harus kami perbuat? Yohanes katakan mereka harus berubah, bertobat. Tidak lagi memeras, mencuri atau merampas orang lain.
Jadi baptisan adalah berubah cara pandang, cara hidup. Dari kehidupan lama kepada kehidupan yang baru. Cara-cara lama harus ditinggalkan, beralih kepada cara hidup yang baru. Jadi kalau orang sudah dibaptis, tetapi cara hidupnya masih tetap sama, maka itu adalah baptisan yang cacat.
Baptisan adalah tanda pertobatan. Jadi bertobat dulu baru dibaptis. Kenapa orang setelah dibaptis hidupnya tidak berubah? Karena tidak bertobat, orang masih melanggar hukum Allah.
Maka dalam hal ini baptisan tidak punya makna sama sekali bagi orang itu. Maka di gereja kita menghasilkan orang-orang yang dibaptis yang tidak bertobat.
Jadi apa yang harus kita perbuat? Sama seperti pertanyaan orang banyak dan pemungut cukai dan tentara-tentara itu.
Yohanes katakan, jangan lagi memeras, jangan ambil yang bukan hakmu, bagikan apa yang kamu punya kepada orang yang tidak punya.
Saudara lihat..berubah cara pandang dan cara hidup. Maka kepada calon baptisan sabat ini, cara hidupmu yang lama harus berubah kepda cara hidup yang baru.
Itulah sebabnya kenapa langit sobek ketika Yesus dibaptis adalah karena dia menyamakan dirinya dengan orang berdosa dan mau dibaptis dan ini bukan perkara yang mudah.
Saudara mau menyamakan diri dengan para pelacur duduk makan bersama dengan mereka di sunan kuning misalnya..
Jangankan duduk bersama mereka, lewat dari lokasi itu pun saudara pasti enggan..kenapa? saudara takut dianggap sebagai pelacur, atau kalau saudara laki-laki takut dituduh sudah menggunakan jasa para pelacur (itu tergantung motif kesana ngapain).
Jadi tidak mudah duduk bersama dengan sampah masyarakat seperti pelacur dan pemungut cukai.
Tetapi Yesus melakukannya, dia berbaris bersama dengan para sampah masyarakat dan dibaptiskan. Dia Raja sorga, Tuhan Pencipta langit dan bumi bersedia menyamakan dirinya dengan orang berdosa dan dibaptis bersama dengan mereka.
Kerendahan hati macam apakah ini! Alam semesta kagum! Itu sebabnya langit sampai sobek..begitu Yesus keluar dari air, karena kerendahan hatinya yang mau berdiri dibarisan orang berdosa dan dibaptis dan bukanya hanya sobek, dari langit terdengar suara yang mengatakan:
“Inilah anakku yang kukasihi, kepada-Nya lah aku berkenan.”
Yesus tidak hanya menyamakan diri-Nya dengan orang berdosa, tetapi dia juga memikul dosa orang-orang berdosa dan mati untuk mereka.
Kembali ke matius 3:2, kotbah Yohanes pembaptis, dia serukan, “bertobatlah sebab kerajaan sorga sudah dekat!” pada jaman Yohanes pembaptis, kerajaan sorga sudah dekat bahkan sudah ada ditengah-tengah mereka. Tetapi tidak banyak orang yang bersedia menyambut kedatangan kerajaan sorga itu.
Sekarang pada jaman kita, dimana kita sadar jaman kita adalah jaman akhir. Tidak lama lagi dunia akan kiamat, maka pekabarannya masih tetap sama dengan Zaman Yohanes yaitu “Bertobatlah sebab kerajaan sorga sudah dekat!”
kedatangan Yesus sudah dekat, maka semua orang dipanggil untuk bertobat, apa yang harus kita perbuat?
Yang berzinah jangan berzinah lagi, yang malas kegereja jangan malas lagi, para pedagang timbanganmu jangan menipu lagi, yang suka mabuk jangan mabuk lagi, yang suka melanggar hukum kesehatan jgn melanggar lagi, yang suka gossip jangan gossip lagi dll. Bahkan jika pekerjaan kita melanggar hukum dan etika, maka saudara harus ganti profesi..
Ayat 12, alat penampi sudah ditangan-Nya. Ia akan membersihkan tempat pengirikan-Nya dan mengumpulkan gandum-Nya kedalam lumbung. Tetapi debu jerami itu akan dibakar-Nya dalam api yang tidak terpadamkan..
Disini Yohanes sedang memandang kepada dua masa, yaitu masa sekarang dan masa yang akan datang. Dimasa depan kedatangan Yesus bukan lagi menjelma sebagai manusia yang akan mati menebus dosa.
dimasa depan Dia akan datang sebagai Raja segala Raja, dan kedatangan-Nya digambarkan sebagai penampi. Dia akan memisahkan antara gandum dan jerami. Gandum akan dikumpulkan kedalam lumbung, sementara jerami akan dibakar dalam api.
Gandum melambangkan orang-orang yang peraya dan setia sampai akhir, jerami lambang orang-orang yang jahat yang tidak bertobat. Keduanya akan menerima upah yang berbeda, orang benar akan masuk hidup kekal, orang jahat akan binasa kekal.
Maka sementara kita memandang kepada masa yang akan datang, yaitu kedatangan Yesus kedua kali, tetapi sementara kita memandang akan masa itu, kita perlu memandang akan hidup kita masa sekarang ini. Sudah sejauh mana perjalanan hidup saya dengan Tuhan.
Masing-masing harus menyelidiki diri. Dan ketika kita menemukan diri kita sekarang ini jauh dari TUhan dan masih hidup dalam berbagai perbuatan dosa, baik yang kelihatan maupun yang tersembunyi, kita harus mengakui dosa itu, meninggalkan dosa itu atau bertobat dan hidup baru.
Dan bagi kita yang sudah dibaptis, tetapi kita masih hidup dalam perbuatan dosa, kita hanya perlu memperbaharui janji baptisan kita kepada Yesus, bertobat dan hidup baru. Tuhan memberkati
(Deddy panjaitan, disampaikan di kebaktian Sabat Baptisan di Lor Sambi Kaliurang)
