Teks: Matius 5:14-16
Intro:

Seorang bernama Woodrow Wilson, mantan presiden AS ke 28, menceritakan pengalamannya pada waktu dia berada ditempat pangkas rambut.

Dia bercerita, Ketika saya duduk dikursi tukang cukur, seseorang yang mempunyai kepribadian kuat masuk keruangan cukur, dan dia duduk disebelah saya untuk memotong ramputnya..

Kemudian pria itu mulai berbicara, dan pria yang memotong rambutnya sangat tertarik dengan setiap kalimat yang diucapkan.

Saya pun mendengar kata-kata pria itu dan saya menyimak kata-katannya, beberapa saat dia berbicara, saya merasa seperti sedang berada ditempat kebaktian dan sedang mengikuti kebaktian di gereja bukan ditempat cukur..

Saya sengaja berlama-lama disana. Saya melihat orang-orang yang ada disana, mereka diam, tenang dan menyimak setiap kata-kata pria itu..mereka tidak tau siapa nama orang itu.. tapi mereka tahu ada sesuatu yang menggugah pikiran mereka..

Dan saya pun meninggalkan tempat cukur rambut itu seolah saya meninggalkan ruang kebaktian..dan pria yang berbicara ditempat cukur itu adalah D. L Moody, dia pendeta, tokoh kebangunan rohani di Amerika Serikat, pada abad ke-19.

Apa yang dilakukan Moody adalah pengaruh..

Mari kita buka Alkitab kita di Matius 5:13-16, disini Yesus berbicara tentang pengaruh. Pengaruh orang percaya atas dunia untuk Tuhan dan kebaikan.

Matius 5:13-16, adalah bagian dari kotbah diatas bukit. Kotbah diatas bukit, dibagian pertama, pengantar, ayat 1-16. Ayat 1-2 latar belakang. Ayat 3-12 berkat kerajaan Allah. 13-16, indentitas dan missi murid-murid Yesus.

Dalam doa-Nya, Yesus berkata, “Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat. Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia.” Yoh 17:15-16.

Yohanes menulis, “Janganlah kamu mengasihi dunia atau dunia segala yang ada di dunia” (1 Yohanes 2:15).

Dari teks ini kita menarik satu kebenaran, “ Kita bukan dari dunia, tapi kita ada di dunia, untuk memberikan pengaruh..”

Pengaruh pertama adalah memberikan rasa, seperti garam, karena dunia ini sudah rusak. kedua adalah menerangi seperti lampu, karena dunia ini gelap..

Saat Yesus berbicara tenang garam dan terang, Dia sedang melihat kerusakan, perpecahan dalam setiap segi kehidupan orang. Dan hal yang paling mereka perlukan adalah garam agar kerusakan tidak terjadi lagi.

Dia melihat mereka juga terbungkus dalam kegelapan, duduk dalam kegelapan, meraba-raba di tengah kabut, mereka membutuhkan terang.

Alkitab melihat dunia ini rusak dan membusuk. Dunia sedang gelap dan semakin gelap. Paulus katakan, “sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan.” 2 Tim 3:13

  • Revolusi seks, jaman nafsu makan, LGBT, pernikahan sejenis, Pernikahan Lembaga manusia, dll
  • 2 Tim 3:1-6, Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar: Cinta diri, hamba uang, membual, sombong, fitnah, berontak orang tua, tidak tau terimakasih, tidak peduli agama, tidak ada kasih, suka ribut, menjelekkan orang, tidak mengekang diri, garang, tidak suka kebaikan, agama formalias, pelakor, selingkuh, pebinor..

Kalau kita belajar sejarah manusia, kita akan temukan dua saja yaitu manusia saling menipu dan tertipu..

Manusia meningkat dalam bisang sains, medis, sejarah, pendidikan, psikologi, teknologi, pengetahuan sampai tingkat yang mengherankan..tetapi itu tidak mengubah sifat dasar manusia, Pengetahuan meningkat pesat, namun akhlaknya semakin merosot.

Keyakinannya telah meningkat, tetapi ketenangan pikirannya telah berkurang. Prestasinya telah meningkat, namun tujuan dan maknanya telah hilang.

Bukannya meningkatkan kualitas moral dan rohani, penemuan-penemuan dan pencapaian-pencapaian manusia justru menjadi jalan bagi manusia untuk mengungkapkan dan mengembangkan kebobrokan mereka dengan lebih cepat dan lebih merusak.

Manusia modern telah menemukan lebih banyak cara untuk merusak dan menghancurkan dirinya sendiri.

Orang-orang pada abad 17-19 hidup dalam utopia, dengan semakin majunya peradaban, maka dunia akan lebih baik. tetapi pada abad 20-21, parang dimana-mana, penyakit semakin bertambah dan mengerikan, kerusakan pada alam dan manusia terjadi dimana-mana..harapan akan dunia lebih baik sirna pada abad ini..

Dunia kita saat ini seperti jaman nuh, “kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata” Kej 6:5. Maka pada saat seperti inilah Allah memanggil kita untuk menjadi terang..

Yesus katakan, kamu adalah terang dunia.. Kata terang sendiri berasa dari kata phos dari pháo artinya bersinar.

Terang adalah apa yang membuat kita dapat melihat. Terang sejalan dengan penglihatan. Terang itu menerangi, mengekspos, membimbing, dan mengarahkan. Terang memberi kehidupan (untuk tumbuhan dan hewan).

Lawan dari terang adalah gelap atau kegelapan yang berbicara tentang ketidakjelasan, delusi, kebingungan, kamuflase, kesuraman, bayangan, senja dan kematian.

Yesus mengatakan, kamu adalah terang DUNIA. Kata dunia berasal dari kosmos berarti mengatur dengan teratur (kata bahasa Inggris “kosmetik”!) dalam konteks ini mengacu pada manusia pada umumnya.

Kosmos juga mengacu pada dunia dalam pengertian spiritual dari sistem yang berpusat pada manusia dan diarahkan oleh Setan (1Yoh 5:19, Yoh 12:31)

Kosmos sering digunakan dalam PB untuk menggambarkan sistem nilai yang berpusat pada diri sendiri, tidak bertuhan dan adat istiadat umat manusia yang jatuh.

Tujuan “dunia” adalah humanistik, pemuliaan manusia, kemuliaan diri, pemenuhan diri, pemanjaan diri, kepuasan diri, dan setiap bentuk pelayanan diri lainnya (bdk. deskripsi Paulus tentang akhir zaman – 2Tim 3: 1-4 catatan 2 Ti 3:1-2; 3:3-4).

Ketika Yesus katakan, kamu adalah terang dunia. Bagi kita saat Ini, sulit untuk memahami pentingnya pernyataan Yesus, karena kita memiliki lampu di mana-mana di malam hari dan seluruh kota terang oleh cahaya lampu-lampu.

Berbeda dengan keadaan Palestina kuno jaman Yesus. Kalau seseorang bepergian di malam hari, tidak ada lampu jalan raya. Mereka bergantung pada cahaya lampu lampu di jendela rumah di kota untuk membantu perjalanannya.

Yesus mengatakan bahwa kota yang terletak diatas gunung tidak mungkin tersembunyi. Kota atau polis (Yun) mengacu pada kota yang dikelilingi tembok. Artinya kota itu terlihat jelas dan semua orang dapat melihatnya.

Pada masa itu banyak sekali desa yang dibangun di atas bukit. Ketika malam tiba, cahaya di rumah-rumah di atas bukit tidak dapat disembunyikan. Dari jarak yang sangat jauh orang tahu lokasi desa berikutnya karena cahaya dari puncak bukit itu.

Melaui ilustrasi ini, Yesus sedang menekankan bahwa terang kita tidak boleh disembunykan, tapi harus terlihat bahwa kita memiliki hubungan yang nyata dengan Yesus Kristus.

Sifat terang adalah memancar. Ia tidak bisa memilih selain bersinar. Sifat kita orang percaya adalah bersinar, dan harus terlihat oleh orang-orang. Yesus melanjutkan dengan pelita dalam rumah..

“Lagipula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah gantang, melainkan di atas kaki dian sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu.” Matius 5:15.

Karena tujuan terang adalah untuk menerangi dan mengekspos sekitarnya, maka terang harus disingkapkan sebelum digunakan.

Jika disembunyikan di bawah keranjang, itu tidak berguna, karena tidak tidak dapat menerangi sekelilingnya. Sama seperti kota yang terletak di atas bukit, terlihat oleh semua orang. Maka jika terang tidak terlihat, maka itu bertentangan dengan sifat terang itu yaitu harus terlihat.

Maka ketika seorang Kristen menyembunyikan terangnya, dia melawan dirinya sendiri dan Roh Kudus karena tidak pernah membiarkan terangnya bersinar di hadapan manusia.

Sebelumya di ayat 13, Yesus mengatakan mengenai garam dunia. Garam dan terang memiliki perbedaan dalam kegunaan.

Garam dibutuhkan karena dunia ini membusuk dan hambar dan jika Kekristenan kita juga membusuk dan hambar, itu tidak akan ada gunanya.

Terang dibutuhkan karena dunia berada dalam kegelapan, dan jika Kekristenan kita meniru kegelapan, kita tidak punya apa-apa untuk ditunjukkan kepada dunia.

Yesus menyimpulkan bahwa terang kita harus bercahaya, “Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.” (16).

Sama seperti fungsi lampu dirumah adalah untuk menerangi rumah, demikian juga orang percaya harus memberikan penerangan bagi semua yang mereka temui di dunia yang gelap secara rohani ini.

Disini, Yesus tidak sedang memberikan anjuran, tetapi perintah untuk menjadi terang. “Hendaknya terangmu bercahaya di depan orang..”

Bersinar bukanlah pilihan tetapi keharusan bagi orang percaya yang ingin menerangi jalan sehingga orang lain dapat melihat jalan raya yang menuju Kerajaan Surga.

Tujuan lampu dibuat untuk menerangi. Tujuan orang percaya dipanggil untuk menerangi dunia secara rohani.

Tujuan terang bersinar didepan orang adalah supaya mereka dapat melihat perbuatan kita yang baik dan memuliakan Bapa Sorgawi.

Kata perbuatan baik, bukan saja menekankan kualitas, tetapi juga daya Tarik penampilan yang indah. Hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, artinya mereka melihat perbuatan baik kita, keindahan yang telah Tuhan kerjakan di dalam kita.

Melihat perbuatan baik yang kita lakukan berarti melihat Kristus di dalam kita. Hendaklah terangmu bercahaya, Ini bukanlah sesuatu yang kita hasilkan, namun sesuatu yang kita ijinkan Tuhan lakukan melalui kita. Itu adalah terang Tuhan..

Pilihannya adalah apakah kita akan menyembunyikannya atau membiarkannya bersinar.

Tujuan terang kita bersinar, supaya mereka meliha perbuata kita yang baik, bukanlah untuk menarik perhatian atau pujian bagi diri kita sendiri, melainkan bagi Allah.

Supaya orang lain dapat melihat Tuhan agar mereka boleh memuliakan Bapa [kita] yang di surga.

Segala sesuatu yang kita lakukan membuat orang lain memuji, bahwa Tuhanlah yang menjadi sumber segala kebaikan.

Ketika apa yang kita lakukan membuat orang lebih tertarik pada kita daripada pada Tuhan, maka apa yang mereka lihat bukanlah cahaya Tuhan..

Yesus katakan “Kamu adalah terang dunia” itu tidak terjadi secara kebetulan..

“Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” Yoh 8:12.

Rahasia menjadi terang dunia adalah mengikut Yesus sebagai terang dunia. Kita akan mempunyai terang..itu sebabnya Yesus katakan, kamulah terang dunia..

Sebelum orang-orang ingin mendengar apa yang kita katakan, mereka ingin melihat apa yang kita lakukan..

Ilusrasi:

Seorang pemuda di Jerman bernama Wolfgang, dia bekerja diproyek pembangunan Gedung.. Sebagai orang percaya yang antusias, Wolfgang selalu membaca Alkitabnya saat makan siang. Meskipun rekan sekerjanya mencemooh, dia tidak berhenti membaca setiap hari.

Dia hanya berdoa agar ada cara untuk menunjukkan kasih Kristus kepada mereka. Ketika para pekerja pulang pada malam hari, mereka selalu meninggalkan sepatu bot mereka yang berlumpur. Wolfgang mulai begadang sepulang kerja untuk membersihkan sepatu bot mereka.

Orang-orang itu awalnya bingung tetapi kemudian menyadari bahwa Wolfgang adalah satu-satunya di antara mereka yang mau melakukan pelayanan sederhana ini.

Semenjak saat itu, mereka berhenti membulli. Mereka tidak hanya menghormatinya, tetapi kadang-kadang mereka bahkan memintanya untuk membacakan Alkitab kepada mereka.

Kita tidak tahu apakah dampak dari perbuaan Wolfgang, Tapi kita tahu ini: Ketika rekan sekerjanya melihat perbuatan baiknya, mereka mulai mendengarkan Tuhannya.

Kehidupan seorang Kristen adalah sebuah jendela yang melaluinya orang lain dapat melihat Yesus.

Terangi Dunia mu, Bersinar Melalui Warna mu..dunia kita adalah tempat dimana kita berada..kosan, kampus, dll..

Apa yang telah kita lakukan ditempat-tempat ini..?

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *