Teks: Matius 3:1-17, Markus 1:1-11, Lukas 3:1-18
Intro:
Mari kita buka Alkitab kita di Matius 3:1-17.
Pada waktu itu tampillah Yohanes Pembaptis di padang gurun Yudea dan memberitakan: “Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” (1-2).
Siapakah Yohanes Pembaptis ini? Dalam Lukas 1:5-25, 39-80, dilaporkan, Yohanes adalah anak dari pasangan imam Zakaria dan Elisabeth. Mereka berdua sudah lanjut usia.
Kelahiran Yohanes unik, ibunya mandul. Tua. Secara alami tidak mungkin mengandung dan melahirkan anak.
Tetapi karena Tuhan punya rencana, Dia mencari seseorang untuk menggenapi nubuatan di Yesaya 40:3,
“Ada suara yang berseru-seru: “Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!”
Maka Tuhan menggunakan Opa Zakaria dan Oma Elisabeth. Zakaria seorang imam. Elisabet keturunan imam Harun. Malaikat Gabriel kasih tahu Zakaria. Doanya akan dikabulkan.
Rupanya, selama ini mereka berdoa untuk meminta keturunan. Uniknya, Tuhan jawab doa itu dihari tua mereka, disaat rahim Elisabeth sudah tidak lagi normal. Sudah oma-oma.
Dan Tuhan yang kasih nama, kalau anak itu lahir – Yohanes.
Keunikan lainnya muncul. 6 bulan berikutnya, Gabriel memberitahu seorang gadis di Galilea. Belum menikah. Baru tunangan. Tetapi dia diberitahu akan hamil.
Dia adalah Maria, yang masih bersaudara dengan Elisabeth.
Pada saat keduanya sama-sama hamil. Beda 6 bulan. Lalu Maria datang kerumah Elisabet, saat mereka bertemu dan Maria menyapa, seketika bayi di rahim Elisabet melonjak.
Dalam kandungan, sudah ada kemistri antara Yohanes dan Yesus.
Jadi yang satu meminta dan diberikan, yang satu tidak meminta diberikan. Poinnya, jika untuk menggenapi rencana Tuhan, diminta atau tidak, Tuhan akan berikan sesuatu/seseorang utk kita.
Jadi, yang satu wanita tua mandul akan melahirkan, yang satu akan melahirkan di usia muda dan belum menikah.
Ternyata Tuhan membutuhkan dua wanita tua dan muda untuk melahirkan 2 orang pemuda. Yang satu pemuda biasa/manusia dan satu lagi pemuda Ilahi.
Keduanya akan bekerja sama memenuhi rencana Tuhan untuk rencana keselamatan.
Yohanes dan Yesus lahir di propinsi yang sama. Yudea. Besar dikota yang berbeda. Yohanes besar di Yudea. Yesus di Nazaret, Galilea.
Saat mereka bertumbuh dewasa, kemungkinan mereka tidak terlalu sering bertemu. Umur mereka sama. 30 tahun.
Yohanes keturunan imam, muncul lebih dahulu ke permukaan sebagai seorang nabi. Di padang gurun Yudea.
Tempat itu sepi. Gersang. Tanah kapur yang tandus. Batu-batu. Tidak banyak semak. Disini banyak ular berbisa. Tidak ada orang tinggal disana.
Mengapa di padang gurun? Mengapa bukan dipusat kota Yerusalem? Atau kota-kota besar lainnya? Ini aneh. Unik. Tidak normal. Dan kita menemukan banyak ketidaknormalan dalam cerita ini.
Dari kelahirannya yang tidak normal. Cara hidupnya. Tempat tinggalnya. Aneh.
“ Yohanes memakai jubah bulu unta dan ikat pinggang kulit, dan makanannya belalang dan madu hutan.” (4).
Jubuh bulu unta adalah pakaian orang miskin. Kain kasar, ditenun secara kasar. Diikat dengan ikat pinggang kulit, dari kulit domba atau kambing.
Belalang dan madu makanan yang tersedia dihutan. Ada yang mengatakan Belalang itu adalah serangga. Sebagian mengatakan sejenis tanaman bertanduk hitam, yang lain katakan, itu buah-buahan luar musim panas.
Para penulis Yunani dan penerjemah latin, memahami belalang sebagai manakan vegetarian (non hewani).
T. K. Cheyne, seorang ahli Alkitab terkemuka, mengatakan, makanan Yohanes adalah kacang charob.
Kata Ibrani Belalang – chagab, diterjemahkan menjadi akris oleh (Septuaginta, PL bahasa Yunani) LXX dalam Im. 11:22; Bil. 13:33; 2 Taw. 7:13; Pkh. 12:5; Yes. 40:22.
Dalam bahasa Ibrani Mishnaic charub menunjuk pada buah carob. Ellen G. White mencirikan Yohanes sebagai seorang vegetarian (3T 62; CH 72).
Saudara boleh simpulkan sendiri. Entahkah belalang ini serangga atau buah. Tapi poinnya bukan disitu.
Pakaian, makanan, dan gaya hidup Yohanes adalah symbol. Untuk menegur para pemimpin agama. Raja-raja, orang-orang yang merasa puas diri dan memanjakan diri dengan kemewahan duniawi.
Para ahli Taurat, orang Farisi, orang Saduki, dan para imam hidup glamour. Gaya hidup Yohanes juga teguran bagi setiap orang yang ingin hidup dalam kemewahan duniawi..
Yohanes tidak meminta orang-orang untuk hidup dan berpakaian seperti dia. Dia hanya mengingatkan, bahwa, cinta dan kesenangan duniawi membuat orang-orang, tidak mau menukar jalan mereka yang salah dengan jalan Allah.
Yohanes adalah Elia yang akan datang. Dia gambaran nabi Elia. “Seorang yang memakai pakaian bulu, dan ikat pinggang kulit terikat pada pinggangnya.” (2 Raja 1:8).
Artinya peran Yohanes sama seperti Elia sama, menyerukan pertobatan dan membuka jalan bagi kedatangan Mesias
Ketika dia memulai pelayanannya di padang gurun Yudea, itu disengaja. Itu symbol, memanggil orang-orang untuk menjauh dari sistem agama yang korup-rusak-dan mati pada jamannya.
Menjauh dari ritualisme, keduniawian, kemunafikan, kepura-puraan.
Yohanes memanggil mereka menjauh dari Yerusalem dan Yerikho, menjauh dari kota-kota. Dia memanggil mereka untuk datang ke padang gurun. Tempat itu tidak menarik.
Itu sebabnya Yesus mempertanyakan motif orang-orang yang pergi kepadang gurun?
“Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari?
Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja.” Matius 11:7-15
Orang yang tidak serius. Tidak akan mau datang kesana. Hanya mereka yang serus mencari kebenaran yang bersedia datang ketempat yang tidak diharapkan..
Mengapa ke padang gurun? Agar mereka bebas mendengar dan berpikir, merenung. Tidak diganggu oleh pemuka agama yang menyesatkan pikiran mereka.
Agar mereka dapat melihat kebesaran Yohanes dan kebesaran yang lebih besar dari Dia yang dia akan beritakan..
Di padang gurun Yudea, Yohanes bertindak sebagai bentara (herald), juru sebar, pembawa pesan, proklamator.
Pada jaman itu bila seorang raja akan datang, para Bentara akan mengumumkan, bahwa raja akan datang, sambutlah dia..
Yohanes bertindak seperti bentara, mewartakan raja damai akan datang. Karena itu dia menyerukan seruan pertobatan. Agar semua orang membuka hati kepada-Nya. Menerima Dia..
Pesannya tidak bertele-tele, ringkas, menusuk hati. Pesanya dua aspek. Aspek etika dan eskatologi.
“Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!” Bertobatlah kalimat imperative atau perintah. Keharusan. Bukan pilihan ganda. Keputusan. Ya atau tidak. Ambil atau tinggalkan.
Dari kata Metanoeo berarti mengubah pikiran, dari apa yang salah kepada apa yang benar! Berbalik kepada Tuhan dan dari dosa. Lebih dari sekadar penyesalan atau kesedihan.
Perubahan pikiran, menghasilkan perubahan perilaku. Secara sederhana bertobat berarti “mengubah pikiran seseorang dan bertindak berdasarkan perubahan itu.”
Perintah bertobat ini didasarkan pada kerajaan Sorga sudah dekat. Bahwa dia sudah datang sebagai raja atas hati manusia dan dunia ini.
Dan ini paling tidak memiliki 2 fase. Fase pertama adalah kerajaan yang sekarang, yang dibicarakan oleh Yohanes dan Yesus sebagai kerajaan yang sudah dekat (bdk. 4:17).
Fase kedua adalah kerajaan yang akan datang, kedatangan Yesus kedua kali. Dia akan datang sebagai raja atas segala raja dan membawa umat-Nya ke Sorga.
Dan diayat 5, Maka datanglah kepadanya penduduk dari Yerusalem, dari seluruh Yudea dan dari seluruh daerah sekitar Yordan.
Diantara mereka ada yang pelacur, tentara, pemungut cukai, orang-orang yang dianggap berdosa dll..
Kepada mereka Yohanes berkata, “Barangsiapa mempunyai dua helai baju, hendaklah ia membaginya dengan yang tidak punya, dan barangsiapa mempunyai makanan, hendaklah ia berbuat juga demikian.” Lukas 3:11.
Kepada pemungut cukai dia berpesan, “Jangan menagih lebih banyak dari pada yang telah ditentukan bagimu.” (Luk 3:13).
Kepada para tentara dia berpesan, “Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu.” (Luk 3:14).
Panggilan kepada semua orang tidak sama. Kalau pekerjaan itu tidak benar, maka harus berganti profesi. Pelacur harus ganti pekerjaan..
Lalu sambil mengaku dosanya mereka dibaptis oleh Yohanes di sungai Yordan, Mark 1:5.
Dan yang menarik, ketika Yohanes melihat orang farisi dan saduki datang, dia menegur mereka dengan keras, “Hai kamu keturunan ular beludak..” kenapa? Karena motif mereka tidak tulus.
Sebenarnya, baptisan Yohanes aneh bagi orang Yahudi. Orang Yahudi tidak dibaptis.
Ada baptisan, tapi itu untuk orang non Yahudi yang bertobat ke dalam Yudaisme. Mereka disebut kaum proselit.
Maka dengan mereka dibaptis dan mengakui dosa mereka, maka mereka sedang menyakan bahwa mereka tidak lebih baik dari orang non Yahudi.
Bagi orang-orang Yahudi menempatkan diri mereka pada tingkat yang sama dengan orang-orang non-Yahudi satu kehinaan. Itu tidak lazim.
Tetapi kuasa kotbah Yohanes mampu membawa mereka menjadi sama dengan non Yahudi. Mereka dibaptisakan, sebagai upacara penyucian mempersiapkan hati mereka untuk menerima Juruselamat.
Sekarang kita melihat baptisan Yesus. Ayat 13, maka datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptisakan…”
Ketika Yesus datang ke Yordan dan dia menggabung kan dirinya dengan orang-orang berdosa ini untuk dibaptis.
Yesus dibaptis bukan karena dia orang berdosa, dia dibaptis agar dia sama dengan orang berdosa, seolah-olah dia adalah pendosa besar seperti pelacur dan pemungut cukai.
Dia dibaptis untuk mempersembahkan dirinya Sebagai persembahan tanpa dosa. Pada saat upacara korban di bait suci, sebelum korban dipersembahan, dia dibasuh lebih dahulu..
Yesus dibaptis, tanda pembasuhan untuk persiapan Sebagai korban pengganti bagi manusia.
Yesus tidak berdosa tapi dia dibaptis, untuk mengumumkan bahwa kehidupan pribadinya di Nazaret Sebagai anak tukang kayu telah berakhir..
Bahwa misinya untuk menyelamatkan manusia Sekarang dimulai. Bahwa misinya adalah menghapuskan dosa dunia. Bahwa misinya adalah untuk menyenangkan Tuhan.
Dan ketika Yesus datang kepada Yohanes. Dia mencegah Yesus. Dia katakan, “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, dan engkau datang kepadaku?
Mengapa? Dia tahu Yesus tidak memerlukan baptisan pertobatan untuk pengampunan dosa. Yesus tidak memenuhi syarat untuk baptisan karena Dia tidak pernah berdosa.
Selain itu, tidak mungkin orang berdosa membaptis Yesus yang tidak berdosa.
Tetapi Yesus katakan, “Biarlah hal itu terjadi, karena dengan demikianlah kita menggenapkan seluruh kehendak Allah,” dan Yohanes pun menurutinya.
Yohanes katakan kepada orang banyak, aku membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan, tetapi Ia yang datang kemudian dari padaku lebih berkuasa dari padaku dan aku tidak layak melepaskan kasut-Nya. Ia akan membaptis kamu dengan Roh kudus dan Api. (Ayat 11).
Yohanes menunjukkan, baptisannya hanya sebagai persiapan bagi pekerjaan Kristus. Karena banyak orang mengira dia adalah Mesias.
Sekarang kita baca ayat 16-17. Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun keatas Nya. Dan terdengar suara dari Sorga mengatakan” Inilah anaku yang kukasihi, kepada Nya lah Aku berkenan.”
Dalam buku Markus dikatakan langit sobek. Pertanyaanya mengapa sampai langit sobek?
Tuhan Pencipta langit dan bumi bersedia menyamakan dirinya dengan orang berdosa dan memikul dosa orang-orang berdosa dan mati untuk mereka.
Kerendahan hati macam apakah ini! Alam semesta kagum! Itu sebabnya langit sampai sobek..
“Sama seperti tirai Bait Suci terbelah dua ketika Yesus mati untuk melambangkan akses sempurna semua orang kepada Allah..
Demikian pula di sini langit terbelah untuk menunjukkan betapa dekatnya Allah dengan Yesus, dan Yesus dengan Allah.”
Bukanya hanya sobek, ia melihat Roh Allah turun seperti burung merpati dan hinggap di atas-Nya, seperti yang dijanjikan Tuhan (Yohanes 1:33). Yesus diurapi.
Lalu dari langit terdengar suara yang mengatakan: “Inilah anakku yang kukasihi, kepada-Nya lah aku berkenan.”
Orang-orang Yahudi memahami makna kalimat tersebut. (“Inilah Anak-Ku”) berasal dari Mazmur 2:7, di mana Allah menyatakan tentang Mesias-Nya, “Engkaulah Anak-Ku…
(“kepadanya Aku berkenan”) berasal dari Yesaya 42:1..
Suara itu menyatakan persetujuan penuh dan menyeluruh dari Bapa atas misi Kristus untuk mencari dan menyelamatkan yang terhilang.
Suara itu mengumumkan penerimaan Bapa atas Anak sebagai Perantara, Pengganti, dan Penjamin perjanjian baru.
Seluruh Tritunggal ikut ambil bagian dalam baptisan Yesus.
Kembali ke matius 3:2, “Bertobatlah sebab kerajaan sorga sudah dekat!” Tidak banyak orang yang bersedia menyambut kedatangan kerajaan itu.
Saat ini pekabarannya sama, “Bertobatlah sebab kerajaan sorga sudah dekat!” bagi kita ini adalah kerajaan kemuliaan. Kedatangan Yesus kedua kali..mari kita sambut dia..
Pada masa-masa awal gereja… baptisan merupakan pernyataan diri dengan kelompok orang yang disebut Kristen dan dihina serta dibenci.
Menjadi seorang Kristen berarti sesuatu. Mengidentifikasi diri Anda dengan mereka yang disebut Kristen berarti penganiayaan, mungkin kematian..
Itu berarti dikucilkan dari keluarga Anda, dijauhi oleh teman-teman. Dan satu tindakan yang merupakan pernyataan akhir dari identifikasi ini adalah BAPTISAN.
Selama seseorang berkumpul dengan orang-orang Kristen, ia ditoleransi, tetapi ketika ia menyerahkan diri untuk dibaptis, ia menyatakan kepada seluruh dunia, SAYA TERMASUK KELOMPOK YANG DIHINA ITU, dan segera ia dianiaya, dibenci, dan dihina.
Oleh karena itu, dalam baptisan, orang percaya masuk ke dalam persekutuan dengan Yesus. Dan permusuhan dengan dunia. Karena kita mengindentifiasi diri kita Sebagai anak Allah. Murid Yesus.
Tuhan tidak mengubah ulat menjadi kupu-kupu dengan berteriak kepada mereka agar mereka terbang, tetapi dengan mengundang mereka untuk masuk ke dalam kepompong.
Dia juga tidak mengubah orang percaya baru menjadi orang Kristen yang mencerminkan Kristus dengan berteriak memberi perintah kepada mereka.
Dia mengundang mereka ke dalam air baptisan agar mereka dapat muncul sebagai pria dan wanita baru di sisi yang lain.
Bertobatlah: Berbalik, ubah arahmu, ubah pikiran mu. Berubah dari yang salah kepada yang benar, menjauh dari dosa dan menuju kebenaran. Ubah pikiran dan tujuan dari dosa kepada kekudusan.
Alasan kita harus bertobat: agar hati kita siap menerima Yesus menjadi raja di hati kita. Siap menyambut kedatangan-Nya kedua kali. Kita harus putuskan: Ambil atau tinggalkan!
Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap.
Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah (2 Pet 3:10-12).






