SETELAH hampir setahun baru tahu kalau gelang kuning itu emas murni. Saya pikir gelang mainan dari besi yang dicat warna emas.

Gelang itu pun nyaris saya buang. Istri melarang. “ Jangan dibuang, biarin saja buat mainan Deluna..” katanya.

Tidak jadi dibuang. Gelang itu menjadi mainan. Dilempar-lempar. Dibuang dihalaman. Terkadang dibiarkan berhari-hari dihalaman rumah. Kena hujan. Kena panas.

Gelang itu nemunya dijalan. Pagi-pagi saat olahraga. Tergeletak begitu saja dipinggir jalan. Saya tidak pernah lihat emas. Tidak tahu kalau itu emas betulan.

Pikir saya, mungkin sengaja dibuang karena sudah bosan dengan gelang imitasi..

Dulu, saya pernah nemu cincin kuning dijalan. Berkilau. Teman saya bilang itu cincin emas. Jual saja katanya.

Saya percaya saja. Saya pergi ke toko mas. Pas saat itu sedang tidak punya uang. Berharap dapat uang dari cincin itu.

Pegawai toko mas menguji cincin itu. Dua menit dia kembali, “Maaf mas, ini bukan emas, ini imitasi..” katanya.

Saya terima kembali cincin imitasi itu, saya buang kesungai dekat toko mas itu.

Jadi waktu saya nemu kembali gelang kuning berkilau, saya pikir ini imitasi. Tidak berpikir untuk mengujinya. Cuma kelihatan bagus untuk mainan anak-anak.

Suatu kali, saat mainan berserakan dihalaman. Termasuk gelang kuning itu. Seorang ibu melihat gelang kuning itu. Matanya melotot terus memperhatikan.

Lalu dia ambil, “Mengapa emas ini jadikan mainan..?” Katanya. “Itu mainan bu..” jawab saya. “ Ini bukan mainan, ini emas asli..!” sahutnya..

Saya tetap ngotot kalau itu gelang imitasi. Karena ibunya juga ngotot, “ Ya sudah, ibu cek sendiri saja ke toko mas..kalau emas betulan ibu jual saja..” kata saya sambil tertawa..

Satu jam dia pulang dari toko mas, bawa uang hasil penjualan gelang emas. Saya baru yakin itu emas betulan.

Selama ini gelang itu tidak berharga, karena tidak tahu nilainnya. Hanya ketika tahu nilai sesuatu itu akan berharga untuk kita.

Banyak hal yang bernilai disekitar kita, yang sering kita perlakukan seperti tidak bernilai karena tidak menyadari nilainnya. Kita hempaskan. Kita injak. Kita buang begitu saja.

Boleh jadi itu keberadaan seorang istri, suami, anak atau orang tua kita. Diabaikan, dibiarkan. Tidak dihargai, karena merasa tidak ada nilai dan mereka tidak memberi manfaat.

Kita tidak sadar bahwa sebetulnya mereka adalah emas murni. Permata. Bernilai tinggi.

Bagi sebagian orang, agama itu tidak ada nilainya karena tidak memberi benefit kepadanya. Karena itu mereka tidak beragama, tidak ber Tuhan.

Gereja tidak bernilai. Mereka tidak bergereja. Kita melakukan sesuatu, menghargainya karena itu bernilai untuk kita.

Orang-orang mau bayar mahal untuk menikmati sesuatu karena itu bernilai dan berharga bagi mereka. Bagi Tuhan kita sangat berharga. Karena itu Yesus mau mati bagi kita.

Menghargai sesuatu berarti merawatnya secara mendalam, menghargainya, seperti ketika kita habiskan waktu bersama orang kesayangan.

Ada sebuah kisah yang diceritakan tentang seorang pria yang menyukai buku-buku tua. Ia bertemu dengan seorang kenalan yang baru saja membuang sebuah Alkitab yang telah disimpan di loteng rumah leluhurnya selama beberapa generasi.

“Saya tidak bisa membacanya,”katanya. Padahal Alkitab itu adalah salah satu buku pertama yang pernah dicetak.

Satu salinannya baru saja terjual dengan harga lebih dari dua juta dolar!” Tetapi dia tidak menyadari nilainya, sampai dihargai jutaan dollar.

Aakah sebenarnya arti nilai? Dalam hidup terdapat nilai-nilai yang dijadikan sebagai patokan menjalani hidup.

Nilai kehidupan dapat diperoleh melalui pengalaman hidup sendiri, orang lain, ataupun nilai yang telah tumbuh di masyarakat. Nilai-nilai ini juga menjadi keyakinan dalam menentukan pilihan hidup.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), nilai didefinisikan sebagai harga (dalam arti taksiran harga); harga uang (dibandingkan dengan harga uang yang lain), angka kepandaian; biji; banyak sedikitnya isi; kadar; mutu; sifat-sifat (hal-hal) yang penting atau berguna bagi kemanusiaan; sesuatu yang menyempurnakan manusia sesuai dengan hakikatnya.

Menurut Steeman, nilai merupakan sesuatu yang memberi makna dalam hidup, yang memberi acuan, titik tolak dan tujuan hidup.

Nilai menjadi sesuatu yang dijunjung tinggi, yang dapat mewarnai dan menjiwai tindakan seseorang.

Nilai tidak hanya dipandang sekadar keyakinan, nilai selalu menyangkut pola pikir dan tindakan, sehingga ada hubungan yang amat erat antara nilai dan etika.

Nilai adalah keyakinan mendasar yang memotivasi tindakan dan sikap Anda. Memahami nilai-nilai hidup Anda sendiri dapat membantu Anda menentukan apa yang paling penting bagi Anda.

Memahami apa yang Anda hargai dalam hidup juga dapat membantu Anda mengevaluasi apakah Anda mencapai tujuan hidup Anda.

Poin Penting

Nilai-nilai pribadi Anda adalah bagian penting dari diri Anda – dan ingin menjadi siapa.

Dengan menjadi lebih sadar akan faktor-faktor penting dalam hidup Anda, Anda dapat menggunakannya sebagai panduan untuk membuat pilihan terbaik dalam situasi apa pun.

Beberapa keputusan dalam hidup sebenarnya adalah tentang menentukan apa yang paling Anda hargai.

Ketika banyak pilihan tampak masuk akal, Anda dapat mengandalkan nilai-nilai Anda untuk mengarahkan Anda ke arah yang benar.

Jika cara hidup Anda sesuai dengan nilai-nilai Anda, hidup biasanya akan baik. Ketika keberadaan Anda tidak sejalan dengan nilai-nilai pribadi Anda, saat itulah segala sesuatunya terasa… salah dan Anda bisa merasa tidak bahagia.

Nilai-nilai Anda adalah hal-hal yang Anda yakini penting dalam cara Anda hidup dan bekerja.

Mereka (harus) menentukan prioritas Anda, dan, jauh di lubuk hati, mereka mungkin merupakan ukuran yang Anda gunakan untuk mengetahui apakah hidup Anda berjalan sesuai keinginan Anda.

Ketika hal-hal yang Anda lakukan dan cara Anda berperilaku sesuai dengan nilai-nilai Anda, hidup biasanya baik – Anda puas dan puas.

Namun ketika hal ini tidak sejalan dengan nilai-nilai pribadi Anda, saat itulah segalanya terasa… salah. Ini bisa menjadi sumber ketidakbahagiaan yang nyata.

Memahami nilai-nilai Anda dapat sangat membantu. Ketika Anda mengetahui nilai-nilai Anda sendiri, Anda dapat menggunakannya untuk membuat keputusan tentang bagaimana menjalani hidup Anda, dan Anda dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti ini:

Pekerjaan apa yang harus saya kejar?

Haruskah saya menerima promosi ini?

Haruskah saya memulai bisnis saya sendiri?

Haruskah saya berkompromi atau bersikap tegas pada posisi saya?

Haruskah saya mengikuti tradisi, atau menempuh jalur baru?

Jadi, luangkan waktu untuk memahami prioritas sebenarnya dalam hidup Anda, dan Anda akan dapat menentukan arah terbaik untuk Anda dan tujuan hidup Anda.

Kita perlu merenung, memeriksa dan menguji segala sesuatu, sampai kita menyadari nilainya.

Kita perlu menyadari nilai segala sesuatu, seperti Tuhan menilai kita seperti ayat berikut:

“Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat..” Mazmur 8:5-6.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *