Teks: 1 Kor. 10:1-13; Mat. 2:15; Yos. 1:1-3; Kis. 3:22-26; Ibr. 3:7—4:11; 2 Kor. 10:3-5
PNDAHULUAN
Kita Sudah tiba dipelajaran yang ke sepuluh dengan judul “Yosua yang Sejati.” Pada pelajaran ini kita akan melihat lebih dekat siapa itu Yosua yang sejati.
Ketika membaca kitab Yosua ada sesuatu yang melampaui dirinya sendiri. Artinya ada Yosua yang lain, yang lebih tinggi, lebih besar, yang lebih mulia dan lebih utama dari dirinya sendiri..
Agar lebih mudah dipahami kita ambil contoh: Tanah Kanaan, sebuah simbol harapan kekal kita di bumi yang baru..
Ibadah di tempat kudus di bumi menunjuk kepada realitas yang lebih agung.
Alkitab menyebu Yesus sebagai realitas yang lebih agung dalam Ibrani 9:11
Tetapi Kristus telah datang sebagai Imam Besar untuk hal-hal yang baik yang akan datang: Ia telah melintasi kemah yang lebih besar dan yang lebih sempurna, yang bukan dibuat oleh tangan manusia, — artinya yang tidak termasuk ciptaan ini, —
Dan Yosua disebut sebagai gambaran dari Yesus atau realitas dari Yesus. karena itu maka muncul tiga pertanyaan.
- Bagaimana Yosua menunjuk pada penggenapan di masa depan?
- Bagaimana kita bisa yakin bahwa penafsiran kitab Yosua tersebut sah?
- Apa saja prinsip-prinsip Alkitab yang mengendalikan penerapan Kitab Yosua pada realitas Perjanjian Baru dan peristiwa-peristiwa akhir zaman?
Ketiga pertanyaan ini kita akan pelajari satu minggu ini dalam empat topik pembahasan:
- Kita akan membahas prinsip-prinsip penafsiran Alkitab terkait tipologi.
- Kita akan mempelajari bagaimana Alkitab sendiri memuat indikator tipologi dan
- Kita akan pelajari Bagaimana kehidupan Yosua menggambarkan pelayanan Mesias dan
- Bagaimana kita akan menunjukkan simbolisme yang digenapi dalam gereja, serta dalam penyempurnaan sejarah manusia.
Karena itu, mari gunaka waktu 10-15 menit saja untuk mempelajari pelajaran minggu ini.
MINGGU: TIPOLOGI ALKITAB
Teks: Roma 5:14, 1 Korintus 10:1-13, Ibrani 8:5 , dan Ibrani 9:23 .
Apa yang dimaksud dengan tipologi?
Tipologi adalah konsep teologis yang memandang unsur-unsur Perjanjian Lama sebagai prafigurasi atau bayangan dari unsur-unsur dalam Perjanjian Baru.
Metode interpretatif ini memandang peristiwa, tokoh, atau lembaga tertentu dalam Perjanjian Lama sebagai “tipe” yang menemukan penggenapan akhirnya dalam “antitipe” Perjanjian Baru.
Istilah “tipe” (bahasa Yunani typos ) atau “antitipe” (bahasa Yunani antitypos ) untuk merujuk kepada cara penulis Perjanjian Baru mendefinisikan hubungan antara teks atau peristiwa Perjanjian Lama, dan maknanya pada zamannya sendiri, atau di masa depan.
Jadi singkanya tipe itu adalah bayangan atau gambaran rohani. Kemudian penggenapannya disebut antitipe.
Contoh tipologi
Rasul Paulus menyinggung tipologi dalam tulisan-tulisannya, seperti dalam Roma 5:14 , di mana ia menyebut Adam sebagai “contoh dari Dia yang akan datang.”
Demikian pula, dalam 1 Korintus 10:11 , Paulus menulis, “Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba.”
Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa peristiwa dan tokoh dalam Perjanjian Lama berfungsi sebagai contoh dan bayangan yang instruktif bagi orang percaya Perjanjian Baru.
Adam dan Kristus : Adam sering dianggap sebagai gambaran Kristus. Ketidaktaatan Adam mendatangkan dosa dan kematian ke dunia, sementara ketaatan Kristus mendatangkan kebenaran dan hidup. Seperti yang ditulis Paulus dalam 1 Korintus 15:22.
Anak Domba Paskah : Anak Domba Paskah dalam Keluaran 12 merupakan gambaran Kristus, Anak Domba Allah.
Darah Anak Domba, yang melindungi bangsa Israel dari malaikat maut, menggambarkan kematian Yesus sebagai kurban, yang darahnya menebus orang percaya.
Yohanes Pembaptis mengidentifikasi Yesus sebagai Anak Domba Allah dalam Yohanes 1:29 : “Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia!”
Ular Tembaga : Dalam Bilangan 21 , ular tembaga yang diangkat oleh Musa di padang gurun merupakan gambaran penyaliban Kristus.
Yesus sendiri menghubungkan hal ini dalam Yohanes 3:14-15 : “Sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian pula Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya beroleh hidup yang kekal di dalam Dia.”
Melkisedek : Sosok misterius Melkisedek, raja Salem dan imam Allah Yang Mahatinggi, dianggap sebagai gambaran imamat Kristus yang kekal.
Penulis Kitab Ibrani menguraikan tipologi ini dalam Ibrani 7:17, dengan mengutip Mazmur 110:4: “Engkau adalah imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek.”
Siapa yang menguji tipe atau bayangan sebelum di genapi sebagai antitipe?
Penting untuk dipahami bahwa para penulis Perjanjian Baru tidak secara acak mengaitkan makna tipologis pada beberapa teks Perjanjian Lama untuk menegaskan suatu maksud.
Suatu tipe Perjanjian Lama selalu divalidasi dalam tulisan-tulisan para nabi sebelum memperoleh penggenapan antitipikalnya dalam Perjanjian Baru.
Contoh:
Daud diperjanjian lama, kemudian dia digambarkan di perjanjian baru.
Dalam Mazmur 22:1 , 14-18, Daud digambarkan sebagai orang yang menderita dan ditinggal Tuhan. Ia mengatakan, “Allahku, Allahku, mengapa Engkau meninggalkan aku?”
Tentang jubahnya dia berkata, “Mereka membagi-bagi pakaianku di antara mereka, dan mereka membuang undi atas jubahku.”
Kemudian dalam Yeremia 23:5, Daud digambarkan dengan cara yang baru sebagai raja bijaksana dan adil.
“Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan menumbuhkan Tunas adil bagi Daud. Ia akan memerintah sebagai raja yang bijaksana dan akan melakukan keadilan dan kebenaran di negeri.”
Selanjutnya Daud mendapatkan penggenapananya di Yohanes 19:24..
Karena itu mereka berkata seorang kepada yang lain: “Janganlah kita membaginya menjadi beberapa potong, tetapi baiklah kita membuang undi untuk menentukan siapa yang mendapatnya.” Demikianlah hendaknya supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci:
“Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka dan mereka membuang undi atas jubah-Ku.” Hal itu telah dilakukan prajurit-prajurit itu.
Bagaimana cara kita menemukan kunci tipe dan antitipe?
Dengan menelaah teks-teks ini, mempelajari, menyelidiki, mengkaji, atau memeriksa sesuatu secara mendalam..
Maka kita menemukan bahwa Perjanjian Lama sendiri menyediakan kunci untuk mengidentifikasi dan menerapkan tipe-tipe dalam Kitab Suci.
Artinya, para penulis Perjanjian Baru, yang Kitab Sucinya adalah Perjanjian Lama, diilhami oleh Roh Kudus untuk menggunakan tipe-tipe Perjanjian Lama guna mengungkapkan “kebenaran masa kini” (2 Pet. 1:12), terutama tentang Yesus dan pelayanan-Nya.
SENIN: TIPE DAN ANTITIPE
Pada pelajaran kemarin, kita sudah pelajari apa itu tipe dan antitipe. Sekarang kita akan mempelajari aturan dan prinsip bagaimana menerapkan tipologi.
Apakah tiga fase antitipikal?
Para penafsir Alkitab tidak dapat sembarangan menentukan apa yang merupakan tipe Alkitab, atau bagaimana tipe tersebut digenapi dalam Perjanjian Baru dan seterusnya.
Ada tiga fase dimana suatu tipe atau bayangan digenapi antitipe.
(1) dalam kehidupan Kristus (penggenapan Kristologis),
(2) dalam pengalaman gereja (penggenapan eklesiologis), dan
(3) pada akhir zaman (penggenapan eskatologis).
Kita dapat menemukan tipe dan antitipe ini di seluruh Alkitab, dan ini sangat membantu dalam menunjukkan kepada para pembaca cara memahami Alkitab dan kebenaran apa yang diajarkan Firman Tuhan tentang Yesus, keselamatan, dan harapan utama yang kita miliki.
Perhatikan gambaran-gambaran Perjanjian Lama berikut: Israel, Keluaran, dan Bait Suci. Bagaimana masing-masing gambaran tersebut digenapi dalam tiga fase antitipikal:
Israel
Tahap Kristologis ( Mat. 2:15 ): Yesus disebut Anak / milik Allah
Tahap eklesiologis ( Gal. 6:16 ): Gereja sebagai milik Allah
Tahap eskatologis ( Wahyu 7:4-8 , 14 ): Umat Allah akan dimeteraikan dari 12 suku Israel
Keluaran
Tahap Kristologis ( Mat. 2:19-21 ): Yesus dibawa keluar dari Mesir
Tahap eklesiologis ( 2 Kor. 6:17 ): Gereja dipanggil keluar
Tahap eskatologis ( Wahyu 18:4 ): Umat Allah keluar dari Babel rohani di akhir zaman
Tempat Suci
Tahap Kristologis ( Yohanes 1:14 , Yohanes 2:21 , Mat. 26:61 ): Yesus sebagai bait Allah
Tahap eklesiologis ( 1 Kor. 3:16-17 ; 2 Kor. 6:16 ): Gereja/umat Tuhan sebagai bait Allah
Tahap eskatologis ( Wahyu 3:12 , Wahyu 11:19 , Wahyu 21:3 , Wahyu 21:22 ): Menjadi soko guru di bait Allah di dunia baru.
Apakah Alkitab itu selaras?
Karena Kitab Suci memiliki satu Pengarang ilahi, berbagai bagian Kitab Suci konsisten satu sama lain. . . . Semua doktrin Alkitab akan saling berkaitan; penafsiran setiap bagian akan selaras dengan keseluruhan ajaran Kitab Suci tentang suatu pokok tertentu.—Raoul Dederen, ed., Handbook of Seventh-day Adventist Theology (Hagerstown, MD: Review and Herald Publishing Association, 2000), hlm. 65.
SELASA: YOSUA SANG TIPE
Teks: Kel. 3:1-2 ; Yos. 1:1-3 ; Bil. 13:1-2 ; Yos. 2:1 ; Kel. 3:5 ; Yos. 5:15 .
Setelah mempelajari tipe dan antitipe secara umum, sekarang kita lebih mengerucut kepada Yosua sebagai tipe.
Bagaimana Yosua ditampilkan sebagai Musa baru di generasi kedua?
• Seperti Musa, ia diutus melalui perjumpaan pribadi dengan Tuhan.
• Seperti Musa, dibawah pimpinan Yosua, Israel dikenal dan ditakuti bangsa lain.
• Seperti Musa memimpin Israel menyeberangi Laut Merah, Yosua memimpin Israel menyeberangi Sungai Yordan.
• Seperti Musa melakukan sunat dan paskah sesaat sebelum keluar dari Mesir, Yosua juga melakukan sunat dan paskah sesaat sebelum berperang melawan Yeriko.
• Seperti jaman Musa, Manna mulai turun dan berakhir pada jaman Yosua.
• Sepeti Musa yang melepas sandalnya dihadirat Tuhan, Yosua juga melepaskan sandalnya dihadirat Tuhan.
• Keduanya sama-sama mengulurkan tanganya tanda kemenangan Israel
• Musa memberikan instruksi untuk pembagian tanah dan lembaga kota-kota perlindungan. Yosua memenuhi instruksi tersebut.
• Keduanya memberikan pidato perpisahan kepada bangsa itu dan memperbarui perjanjian bagi umat itu di akhir pelayanan mereka.
Siapakah yang menggenapi nubuat Musa tentang seorang nabi seperti dirinya?
Berdasarkan ayat-ayat ini: Ulangan 18:15-19 , Ulangan 34:10-12 , Yohanes 1:21 , Kisah Para Rasul 3:22-26 , dan Kisah Para Rasul 7:37, Yosua merupakan penggenapan dari nubuat Musa.
Namun, nubuat yang disampaikan Musa ini ( Ul 18:15-19), tidak digenapi dalam arti yang hakiki atau sebenarnya.
Nah dalam arti yang hakiki atau sebenarnya, nubuat tersebut digenapi oleh Mesias.
Berikut beberapa alasanya:
• Ia mengenal Bapa secara intim ( Yohanes 1:14 , 18 );
• Ia benar dan menyatakan Allah dengan jujur ( Lukas 10:22 , Yohanes 14:6 , Matius 22:16 ).
• Allah sungguh-sungguh menaruh firman-Nya dalam mulut-Nya ( Yohanes 14:24 ).
Jadi, baik kehidupan Musa maupun kehidupan Yosua menjadi gambaran dari Mesias yang akan datang, yaitu Yesus.
Seberapa sentralkah Yesus dalam perjalanan Anda bersama Tuhan? Mengapa Yesus, dan apa yang telah Dia lakukan bagi Anda, harus menjadi fondasi seluruh pengalaman Kristen Anda?
RABU: YOSUA YANG SEJATI, SANG ANTITIPE
Bagaimana kita melihat kisah Yosua?
Kita harus melihatnya melalui prisma tipologi. Artinya melihat dari berbagai dimensi atau sisi.
Pertama, perang yang dipimpin Yosua bagian penting dari sejarah Israel.
Tujuan perang tersebut untuk menempatkan Israel ditanah perjanjian. Tempat menikmati warisan dengan damai untuk membangun masyarakat baru berdasarkan prinsip hukum Allah.
Kedua, para penulis PL seperti Yesaya pekerjaan Mesias mencakup pembagian tanah tandus (Yes 49:8), istilah tersebut sering muncul dalam kita Yosua.
Ketiga, Sebagaimana tugas Yosua sebelumnya adalah membagi tanah kepada orang Israel, demikian pula Mesias, yang digambarkan sebagai Yosua yang baru, memberikan warisan rohani kepada Israel yang baru.
Bagaimana Perjanjian Baru menegaskan bahwa Yosua, Musa yang baru, adalah gambaran Yesus Kristus?
Dalam perjanjian baru banyak aspek pelayanan Yesus dalam konteks Yosua sbb:
- Yosua masuk tanah Kanaan setelah 40 tahun perjalanan dipadang gurun. Demikian juga Yesus, memasuki pelayanan-Nya di bumi setelah 40 hari di padang gurun ( Mat. 4:1-11 , Luk. 4:1-13 ) dan pelayanan-Nya di surga setelah 40 hari di padang gurun bumi ini ( Kis. 1:3 , 9-11 ; Ibr. 1:2 ).
- Yosua menyeberang sungai Yordan untuk masuk tanah Kanaan. Demikian juga dengan Yesus, dibaptis di sungai Yordan untuk memulai pelayanannya sebagai Mesias.
- Sebagaimana Yosua diperkenalkan sebagai prajurit Ilahi. Yesus diperkenalkan sebagai Prajurit Ilahi yang akan—melalui kehidupan ketaatan yang setia, bahkan sampai mati—memimpin peperangan Yahweh melawan kekuatan jahat.
Kehidupan dan kematian-Nya di kayu salib mendatangkan pengusiran Setan, memimpin penaklukan atas musuh-musuh rohani kita, menawarkan istirahat rohani kepada umat-Nya, dan memberikan warisan bagi orang-orang tebusan ( Ef. 4:8 , Ibr. 1:4 , Ibr. 9:15 ).
Jadi Yosua di perjanjian baru adalah Yesus Kristus. Dia adalah Yosua yang sebenarnya, yang menyelamatkan kita dari dosa dan akan memberikan istirahat kepada kita di dunia baru.
KAMIS: YOSUA DAN KITA
Teks: 1 Tim. 1:18 , 2 Tim. 4:7 , Ef. 6:10-12 , 2 Kor. 10:3-5 , dan Kisah Para Rasul 20:32 .
Bagaimana Yosua menggambarkan pelayanan Yesus?
Yosua, sebagai sebuah gambaran, menunjuk melampaui pelayanan Yesus Kristus dan itu ditunjukkan penggenapannya dalam kehidupan gereja yaitu tubuh Kristus.
Misalnya, peperangan Israel dibawah pimpinan Yosua, menggambarkan pergumulan atau peperangan rohani gereja.
Dalam 1 Tim 1:18 mengatakan itu perjuangan rohani. 2 Tim 4:8, itu disebut sebagai pertandingan rohani.
Bagaimana para penulis Perjanjian Baru mengakui penggenapan eklesiologis (gereja) dari tipologi Yosua?
Gereja, terlibat dalam peperangan rohani melawan kuasa jahat; meskipun demikian, mereka menikmati sisa kasih karunia Allah ( Ibr. 4:9-11 ) dan berkat warisan rohani mereka.
Kapan penggenapan akhir tipologi Yosua? Baca 1 Pet. 1:4 , Kol. 3:24 , Why. 20:9 , Why. 21:3 .
Penggenapan tipologi Yosua yang final dan lengkap akan tercapai pada kedatangan Yesus Kristus yang kedua kali (aspek apokaliptik/eskatologis).
Bagaimana kehidupan Yosua mencerminkan karakter Allah?
Itu terlihat dari aspek-aspek dalam hidupnya yang mengambil dan menggambarkan kegiatan dan pribadi Sang Mesias.
Bagaimana caranya agar kita mencerminkan karakter Yesus?
Dengan merenungkan karakter Kristus ( 2 Korintus 3:18 ). Semakin kita merenungkan Yesus, semakin kita mencerminkan keindahan karakter-Nya.
Hal ini sangat mendasar bagi apa yang seharusnya dihasilkan dari perjalanan kita sehari-hari bersama Kristus.
Inilah sebabnya mengapa waktu dalam Firman, setiap hari, sangat penting. Inilah sebabnya juga, kita harus meluangkan waktu untuk merenungkan kehidupan dan karakter serta ajaran Yesus. Dengan memandang, ya, kita memang berubah.
RINGKASAN DAN TOPIK YANG AKAN DIPERBINCANGKAN
Ayat hafalan:
“Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, di mana zaman akhir telah tiba.” 1 Korintus 10:11
Pengantar belajar
Pelajaran minggu ini mengeksplorasi konsep tipologi Alkitab dan bagaimana Yosua adalah tipe Kristus.
1. TIPOLOGI ADALAH KERANGKA INTERPRETASI YANG SAH SECARA ALKITAB (MINGGU)
A. “Tipologi adalah penafsiran spesifik terhadap orang, peristiwa, atau lembaga yang merupakan gambaran awal dari Yesus atau realitas lain yang terkandung dalam Injil.” Pel Minggu, par 2
B. Alkitab secara eksplisit menggunakan konstruksi tipe/antitipe.
• Konsep tipologi—dan bahkan kata Yunani untuk tipe/antitipe (typos/antitypos)—digunakan dalam Kitab Suci (lihat Rm. 5:14; Ibr. 8:5, 9:23 ).
Hal ini serupa dengan bagaimana Alkitab menyatakan historisisme sebagai pendekatan yang benar untuk menafsirkan nubuat.
C. Korelasi tipe/antitipe merupakan bagian dari rencana mahatahu Tuhan ( 1 Kor. 10:1-4, 11 ).
• “Tipe Alkitab dibentuk berdasarkan rancangan ilahi yang telah ada secara konkret, atau konseptual, dalam pikiran Tuhan, dan berfungsi untuk membentuk salinan-salinan (antitipe) di masa depan.” Pel Minggu, par 2
Daud adalah contoh utama tipologi Alkitab (bandingkan Maz. 22:1, 14-18 dengan Yoh. 19:24
D. Kitab Suci menafsirkan tipologinya sendiri.
• “Sangat penting untuk memahami bahwa para penulis Perjanjian Baru tidak secara acak memberikan makna tipologis kepada beberapa teks Perjanjian Lama untuk menyampaikan suatu maksud… Perjanjian Lama sendiri menyediakan kunci untuk mengidentifikasi dan menerapkan tipe-tipe dalam Kitab Suci.” Pel Minggu, par 4, 5
Alkitab menerangkan bagaimana Adam, pengorbanan-pengorbanan dan upacara-upacara di Bait Suci, Batu Karang, Daud, dan sebagainya semuanya merupakan gambaran awal dari Kristus ( Yoh. 5:39, 40 ).
2. TIPE DAPAT MEMILIKI BEBERAPA ANTITIPE (SENIN)
A. Para penulis PB menerapkan tipe-tipe PL dalam tiga cara:
• Penggenapan Kristologis dalam kehidupan dan pelayanan Yesus.
• Pemenuhan eklesiologis dalam pengalaman gereja.
• Penggenapan eskatologis pada akhir zaman.
B. Israel, Keluaran, dan Bait Suci masing-masing merupakan realitas sejarah yang juga merupakan tipe dengan penggenapannya dalam kehidupan Kristus, pengalaman gereja, dan dalam peristiwa akhir zaman (lihat garis besar pada Pel, Sen).
3. YOSUA MENGGAMBARKAN KRISTUS DAN GEREJANYA (SELASA, RABU, KAMIS)
A. Yosua, sebagai suatu tipe, memiliki penggenapan Kristologis.
• Masuknya Yosua ke Kanaan setelah 40 tahun mengembara di padang gurun merupakan gambaran awal dari pelayanan umum Kristus yang dimulai setelah 40 hari di padang gurun pencobaan dan juga merupakan awal dari pelayanan surgawi-Nya setelah 40 hari bersama para pengikut-Nya setelah kebangkitan-Nya.
• Yesaya menggunakan gambaran tentang pembagian Tanah Perjanjian sebagai warisan yang historis (di bawah pemerintahan Yosua) sebagai tipe pelayanan Kristus sebagai Mesias ( Yes. 49:8 ).
B. Yosua, sebagai suatu tipe, juga memiliki penggenapan eklesiologis/eskatologis.
• Perang-perang historis yang dipimpin Yosua dalam merebut Kanaan merupakan gambaran pertempuran rohani yang dihadapi orang Kristen ketika mereka mencari Kanaan Surgawi ( 2 Tim 4:7; 2 Kor 10:3-6; Kis 20:32 ).
• Warisan terakhir akan diberikan kepada umat Allah yang setia ketika Kristus kembali ( 1 Pet 1:3-5; Kol 3:23, 24 ).
KESIMPULAN
Misi Kristus tidak dipahami oleh orang-orang pada zaman-Nya… Tradisi, pepatah, dan peraturan manusia menyembunyikan dari mereka pelajaran yang ingin disampaikan Tuhan. Pepatah dan tradisi ini menjadi penghalang bagi pemahaman dan praktik agama sejati mereka. Dan ketika Realitas datang, dalam pribadi Kristus, mereka tidak menyadari di dalam Dia pemenuhan semua gambaran mereka, hakikat semua bayangan mereka. Mereka menolak antitipe, dan berpegang teguh pada gambaran dan upacara mereka yang sia-sia.” KOL 34, 35 (Pel, Sab, par 2)
GARIS BESAR UNTUK DISKUSI SEKOLAH SABAT AGAR LEBIH INTERAKTIF
Perhatikan: Bagian ini dapat dibawakan dalam diskusi sekolah sabat, agar lebih interaktir, yaitu dengan memunculkan pertanyaan-pertanyaan agar bisa didiskusikan bersama-sama.
Diskusi sekolah sabat bukan ceramah atau renungan apalagi kotbah. Pemimpin diksusi bukan pembicara tunggal, tetapi sebagai modetaror yang memimpin anggota kelas agar secara interaktif memperbincangkan pelajaran sepanjang minggu itu.
JUDUL: YOSUA YANG SEJATI
Fokus pelajaran ini: Bagaimana kehidupan dan pelayanan Yosua menunjuk ke depan pada pelayanan Mesias?
A. Tipe dan Antitipe
• Apa yang dapat kita pelajari tentang tipe (tupos dalam bahasa Yunani) dan antitipe (antitupos) dari Roma 5:14-21
• Jika diselamatkan dari banjir global dalam bahtera atau diselamatkan melalui air Laut Merah merupakan sebuah gambaran, apa antitipenya? 1 Petrus 3:21-22, 1 Korintus 10:1-2
• Jika Batu Karang yang darinya air hidup mengalir bagi bangsa Israel di padang gurun merupakan sebuah gambaran, apa atau siapakah antitipenya? Keluaran 17:3-6, 1 Korintus 10:4, Yohanes 7:37
• Jika Bait Suci duniawi merupakan sebuah gambaran, apa antitipenya? Keluaran 25:8-9, Ibrani 8:1-5
• Jika Harun, Imam Besar, adalah sebuah tipe, siapakah antitipenya? Ibrani 5:1-5, 7:25
• Bagaimana Raja Daud digambarkan dalam Kitab Suci Ibrani sebagai gambaran Mesias yang akan datang? Mazmur 22:1, 14-18 , Matius 27:45-46, Yohanes 19:24, 20:27
• Bagaimana ajaran Yesus membantu kita memahami pentingnya tipe dan antitipe dalam Kitab Suci? Yohanes 5:39-40, Lukas 24:27, 44-45
• Tipe apa lagi yang Anda lihat dalam Kitab Suci Ibrani yang menunjuk kepada Yesus sang Mesias?
B. Yosua dan Antitipe
• Apa arti nama baru yang diberikan Musa untuk nama Hosea? Bilangan 13:16
• Apa yang dapat kita pelajari tentang Yosua dari kesaksian-kesaksian terilham berikut? Yosua 1:1-3, 5, 5:13-15, Bilangan 32:11-12, Yosua 24:14-15
• Bagaimana pelayanan Yosua, yang memimpin umatnya ke Tanah Perjanjian, menggambarkan pelayanan Yesus? Yohanes 14:1-6 , dst.
• Mengapa Mesias diberi nama Yesus, bukan nama lain? Matius 1:18-21
• Apa yang Yesus capai yang tidak dapat dicapai Yosua? Ibrani 4:8-10, Matius 11:28-20
• Kisah-kisah apa dalam Injil yang mengingatkan kita bahwa Yesus dapat menyelamatkan kita dari dosa dan memberikan ketenangan bagi jiwa kita? Lukas 19:1-10, Markus 5:1-20, Lukas 23:39-43 , dst.
• Apa kesaksian pribadi Anda tentang pengalaman ketenangan jiwa melalui hubungan dengan Yesus sebagai Juruselamat dan Tuhan Anda?
• Bayangkan saat Tuhan memberi Anda kesempatan untuk membagikan kabar baik tentang Yesus. Apa yang Anda pelajari dari pengalaman itu?









