DUA kali keguguran tak membuatnya kapok untuk hamil lagi. “Masih mau hamil lagi?” tanya saya kepada istri. “Ya..” Jawabnya.
“Tidak takut keguguran lagi?” Tanya saya. “Saya tidak takut, saya percaya ini akan berhasil..” Jawabnya dengan tatapan mata penuh harap dan yakin..
Saya sebenarnya yang kuatir. Kasihan melihatnya keguguran dua kali. Keguguran kedua sangat parah. Mengerikan.
Tengah malam saat semua orang sudah tidur, perutnya tiba-tiba mulas. Rasa ingin kekamar mandi.
Saat jongkok, tiba-tiba gumpalan darah mengucur deras. Panik. Teriak penuh ketakutan. Terbangun, bergergas untuk melihat apa yang terjadi?
Penuh dengan darah. Dia duduk lemas. Wajah pucat pasi. Keguguran lagi. kedua kalinya. Diusia kehamilan 3 bulan.
Membersihkan semua darah yang ada disana. Memapah kembali ke kamar. Darah belum berhenti keluar. Seprei Kasur menjadi merah.
Tengah malam itu, saya tinggalkan dia sendirian di rumah. Tancap gas pergi mencari apotik membeli pembalut. Berharap menemukan apotik 24 jam.
Pikran tidak tenang, kuatir terjadi sesuatu. Dengan harap-harap cemas, mengitari kota yang sepi mencari apotik. Belum ada google map waktu itu, atau sudah ada saya lupa..
Setengah jam belum menemukan. Tidak ada orang yang bisa ditanya. Semakin cemas. Tangan mulai gemetar sambil terus menarik gas sepeda motor.
Pikiran semakin kacau. Memutuskan untuk pulang saja. Saat pulang, dari jauh, diujung jalan terbaca oleh saya lampu neon box sebuah apotik 24.
Sedikit lega. Menemukan yang dicari. Bayar pembalut dikasir. Tancap gas. Kecemasan masih terus melanda sepanjang jalan.
Tiba dirumah. Berlari menuju kamar. Ingin segera melihat kadaanya. Bagaimana keadaanya?
“Kenapa lama..?” tanyanya. Lega, sambil menghela nafas, dia masih baik-baik saja..
Tak lama kemudian, dia nampak bingung dan linglung. “Aku tidak bisa mendengar apa-apa..!” Teriaknya. Wajahnya pucat dan kaku..
Saya tepuk-tepuk wajahnya. Panggil-panggil namanya, berharap kambali pendengarannya. Sebab seketika seperti hilang pendengaran dan kesadaran. Puji Tuhan, tidak lama kembali normal.
Pendarahan masih terus berlangsung. Jam dinding menunjukkan pukul 04.00 wib. Tidak sabar untuk segera pagi. Keadaannya semakin lemah. Darah banyak keluar.
Tidak ada gunanya berlama-lama lagi. segera meluncur membawa kerumah sakit. UGD menanti. Ditangani. Sedikit terlambat memang. Tapi belum benar-benar terlambat. Masih ada waktu sedikit.
Tapi dia bisa benar-benar lewat bila waktu yang sedikit itu disia-siakan. Terlambat, tapi masih ada kesempatan. Dia selamat…
Dua hari nginap dirumah sakit. Boleh pulang. Sudah sehat.
“Gimana, masih mau hamil lagi..?” tanya saya. “ Kalau dipikir susah dan sakitnya, saya tidak mau lagi.” Jawabnya..
“ Tapi membayangkan indahnya memiliki anak, saya akan tanggung sakitnya..” jawabnya lagi..
“Karena ini keguguran berulang, sebaiknya kita tundah dulu..” Kata saya. Saya coba terangkan bahwa pasti ada penyebab terhadap masalah ini. Ini yang perlu kita ketahui..
Dokter anjurkan cek darah. Cek Torch: Tokso, Rubella, CMV, Herpes. Positif virus CMV. Kata dokter, Virus ini bisa dari kotoran kucing atau makanan mentah.
Tepat sekali. Disekitar rumah, banyak kucing berkeliaran dan buang kotoran sembarangan. Lalat menjadi mediator pembawa virus kerumah.
Virus ini akan menyebabkan keguguran berulang pada wanita yang sedang hamil. Atau menyebabkan kelainan pada janin dalam rahim.
Rencana memiliki anak ditunda dulu, sampai waktu yang tidak ditentukan. Intinya sampai sembuh dulu baru di program lagi. Tetapi tidak tahu bagaimana cara mengobati.
Dokter katakan virus ini tidak akan hilang dari tubuh. Ada sih obat antivirus. Tapi tidak ada jaminan berhasil sepenuihnya.
Tidak ada jaminan! Istri jadi takut hamil lagi. Hampir pasrah. “Tidak punya anak tidak apa-apa.” Katanya. “Tidak ada yang mustahil. Jangan menyerah..” Jawab saya, memberi motivasi..
“Tuhan pasti memberi..” Saya katakan dengan yakin, dengan memegang kedua pundaknya, menatap matanya.
Matanya berlinang. “Tapi kapan?” Tanyanya. “Sabaar..” kata saya. Abraham menunggu 25 tahun untuk kelahiran Ishak.
Tuhan pasti menepati janjinya. Jika pun tidak. Tuhan tahu yang terbaik. Kita hanya perlu bergantung kepada-Nya.
Dalam Yeremia 32:17 dikatakan,
“Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya, Engkaulah yang telah menjadikan langit dan bumi dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan lengan-Mu yang terentang. Tiada suatu apapun yang mustahil untuk-Mu!”
Yesus juga mengatakan, “Bagi manusia hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah.” Markus 10:27.
Ayat-ayat ini sangat menguatkan. Keyakinan kepada janji Tuhan menentramkan hati. Bahwa bagi Tuhan tidak ada yang mustahil.
Kita mempunyai Tuhan yang Maha Kuasa. Tuhan yang tidak terbatas. Ditengah keterbatasan kita, Dia dapat mewujudkan yang kita tidak dapat wujudkan.
Jadi, kita hanya perlu belajar bersabar, menunggu Tuhan dan membiarkan Dia melaksanakannya dengan caranya dan waktunya Tuhan.
Pengkotbah katakan,
“Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir.” Pengkotbah 3:11.
Waktu Tuhan memang tidak sama dengan waktu kita. Tapi jika kita fokus pada janji-Nya, meminta kekuatan untuk sabar menunggu, dan percaya bahwa Dia tahu yang terbaik, kita akan menyadari bahwa semua yang kita alami saat ini adalah bagian dari rencana yang lebih besar.





