Baca 2 Korintus 5:21.
Pendahuluan
“Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.”
Yesus yang tidak mengenal dosa telah dibuat Bapa menjadi dosa karena manusia, supaya dalam Yesus manusia dibenarkan oleh Allah.
Bapa mengadakan pendamaian melalui Yesus. Pendamaian ini mencakup seluruh dunia. Namun pendamaian itu juga berlaku secara individu. Yesus telah mendamaikan manusia dengan Bapa melalui iman.
Salib bukan sekedar symbol pasif, tetapi menjadi realitas yang aktif. Kasih Allah mengubah manusia saat mereka mendengar Injil dan menerima Kristus. Inilah saat pengharapan dimulai.
Ini juga menjadi rahasia yang berabad-abad tersembunyi tetapi sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya (Kolose 1:26). Inilah rahasia tentang penyelamatan yang Yesus lakukan melalui kematian-Nya di kayu salib.
Paulus menyinggung tentang Yesus sebagai Allah dan Yesus sebagai juru damai. Oleh karena Yesus adalah Allah, maka Ia layak untuk menjadi juru damai antara manusia dengan Bapa.
Minggu: Diperdamaikan dari Perbuatan Jahat.
Kolose 1:21,22.
“Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya.”
Manusia hidup jauh dari Tuhan dengan melakukan pebruatan-perbuatan jahat. Namun Bapa ingin mendamaikan manusia dengan diri-Nya melalui kematian Yesus Kristus agar manusia hidup kudus, tidak bercela dan tidak bercacat.
Manusia hidup dalam dosa sejak kejatuhan Adam dan Hawa. Di taman Eden, Tuhan mencari Adam dan Hawa. Tuhan menjanjikan permusuhan antara keturunan perempuan dan keturunan ular (Kejadian 3:15).
Hingga saat ini, Tuhan mencari manusia itu satu per satu seperti seorang gembala mencari domba-dombanya yang hilang. Inilah injil itu, penyelamatan.
Injil memiliki tiga makna:
- Karena manusia tidak berdaya untuk menyelamatkan dirinya sendiri, maka Yesus datang dan mati untuk dosa-dosa manusia.
- Dengan menerima kematian-Nya sebagai bagian manusia melalui iman, pertobatan dan baptisan, manusia dibenarkan dan dibebaskan dari hukuman dosa.
- Kehidupan yang manusia jalani sekarang adalah hasil dari kesatuan kita dengan Kristus, mengalami kuasa penciptaan-Nya kembali dan Dia hidup di dalam manusia.
Ketiga hal tersebut bukanlah terjadi satu persatu tapi bisa terjadi sekaligus begitu seseorang menerima Yesus dan diperbaharui setiap hari ketika manusia menyerahkan diri kepada-Nya.
Senin: Jika Engkau Bertekun dalam Iman.
Baca Kolose 1:23.
Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.
Jemaat Kolose harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang dan tidak digeser dari pengharapan Injil. Paulus telah melihat bukti keteguhan iman jemaat Kolose.
Jemaat Kolose harus mempertahankan iman mereka agar pengharapan itu akan menjadi nyata kelak.
Kata “bertekun” berarti terus-menerus tanpa henti seperti orang Farisi yang terus mendesak Yesus agar memberikan jawaban terkait wanita yang kedapatan berzinah.
Ini juga sama dengan Petrus yang terus-menerus mengetuk pintu ketika dia keluar dari penjara (Kisah 12:16).
Paulus khawatir bahwa jemaat Kolose mungkin mengejar cara-cara keselamatan yang berpusat pada manusia gantinya berpegang teguh pada pengharapan yang ditawarkan oleh Injil.
Kata “teguh” merujuk pada dasar iman dan kasih yang kokoh yang didasarkan pada Firman Allah.
Sementara “tidak bergoncang” mengacu pada struktur yang tidak tergoyahkan menjadi orang Kristen yang tidak dapat “digeser dari pengharapan Injil” (Kolose 1:23).
Paulus menekankan bahwa keselamatan itu harus dipertahankan setelah diterima dari Yesus.
Konsep “sekali diselamatkan tetap diselamatkan” tidaklah berdasarkan konsep Firman Tuhan.
Seseorang harus bertekun dalam imannya, bukan menjadi bebas melanggar perintah Tuhan, tapi tetap bertahan dalam segala macam keadaan.
Selasa: Rencana Kekal Allah.
Baca Kolose 1:24,25.
“Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya, yaitu jemaat. Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan tugas yang dipercayakan Allah kepadaku untuk meneruskan firman-Nya dengan sepenuhnya kepada kamu,”
Paulus bersukacita oleh karena boleh menderita karena jemaat dan menggenapkan dalam dagingnya apa yang kurang pada penderitaan Kristus, untuk tubuh-Nya yaitu jemaat.
Paulus telah menjadi pelayan jemaat sesuai dengan apa yang dipercayakan Allah kepadanya untuk memberitakan firman-Nya.
Meskipun Paulus ada dalam tahanan rumah, sehingga tidak dapat mengunjungi jemaat-jemaat maupun ke rumah-rumah anggota, namun ia bersukacita karena penderitaan itu adalah untuk kepentingan jemaat.
Paulus terbelenggu namun firman Tuhan tidak dapat dibelenggu. Paulus justru menulis beberapa surat dari penjara sehingga banyak buku-buku di Perjanjian Baru adalah hasil tulisan Paulus.
Paulus telah dipercayakan Tuhan untuk menjadi pelayan atau penatalayan jemaat.
Kata “penatalayan” (Kolose 1:25) merujuk pada “cara Allah mengatur segala sesuatu.” Ini mencakup kerasulan Paulus termasuk seluruh ketetapan yang telah Allah buat dalam rencana keselamatan.
Semua pelayanan para nabi dan rasul dirancang untuk menggenapi firman Tuhan. Semuanya berkaitan dengan rencana Ilahi.
Paulus menyadari bahwa pelayanannya hanya sebagai satu bagian kecil dari rencana Tuhan yang jauh lebih besar dan berjangka panjang yang telah mulai dilaksanakan sebelum dunia dijadikan (Matius 13:35; Efesus 1:4).
Rabu: Rahasia Allah Dinyatakan.
Ayat Kolose 1:26,27; Efesus 1:7-10; 3:3-6.
“..yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya. Kepada mereka Allah mau memberitahukan, betapa kaya dan mulianya rahasia itu di antara bangsa-bangsa lain, yaitu: Kristus ada di tengah-tengah kamu, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan!”
Ada rahasia yang tersembunyi selama berabad-abad lamanya namun sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus.
Bapa mau memberitahukan rahasia itu yaitu Kristus ada di Tengah-tengah manusia, Kristus yang adalah pengharapan akan kemuliaan.
“Rahasia Allah” adalah tujuan kekal Allah yang telah ada sebelum dunia dijadikan yang dinyatakan melalui rencana keselamatan.
Rahasia ini telah dinantikan oleh para nabi dan ingin diketahui oleh para malaikat (1 Petrus 1:10-12). Rahasia ini dinyatakan melalui kehidupan, kematian dan kebangkitan Kristus.
Rahasia ini bertujuan untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi.
Ini menjadi fokus doa Kristus dalam Yohanes 17 agar semua menjadi satu sama seperti Dia dan Bapa adalah satu.
Bagaimana ini terjadi diungkapkan dalam Injil. Bapa sungguh mengasihi manusia yang berdosa dan ini akan menjadi pokok pelajaran sepanjang kekekalan.
Kristus telah mati untuk semua orang supaya mereka yang hidup tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan dibangkitkan untuk manusia.
Kristus kini ada di Tengah-tengah manusia (Kolose 1:27). Ini mengacu pada kehadiran-Nya dalam hati melalui iman.
Persatuan rohani dengan Kristus memungkinkan orang percaya untuk memberikan tempat bersama-sama dengan Kristus di sorga (Efesus 2:6) dan mengecap karunia-karunia yang akan datang (Ibrani 6:5). Manusia dipersatukan dengan sorga ketika Kristus hidup dalam dirinya.
Kamis: Kuasa Injil.
Baca Kolose 1:28,29.
Dialah yang kami beritakan, apabila tiap-tiap orang kami nasihati dan tiap-tiap orang kami ajari dalam segala hikmat, untuk memimpin tiap-tiap orang kepada kesempurnaan dalam Kristus. Itulah yang kuusahakan dan kupergumulkan dengan segala tenaga sesuai dengan kuasa-Nya, yang bekerja dengan kuat di dalam aku.
Pusat pemberitaan Paulus adalah Yesus Kristus. Paulus menasehati, mengajar dan memimpin tiap-tiap orang kepada Kristus dan kebenaran-Nya.
Yesus mati di kayu salib agar jemaat berdiri di hadapan-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut tetapi kudus dan tidak bercela.
Tujuan akhirnya adalah tiap-tiap orang dalam jemaat dipimpin kepada kesempurnaan dalam Kristus dan mempersembahkan setiap orang sebagai pribadi yang matang dalam Kristus.
Paulus mengajarkan doktrin dan praktik Kristen serta memperingatkan akan datangnya ajaran sesat. Di sinilah yang dimaksudkan dengan pertumbuhan mencapai kedewasaan. “Dewasa” berarti sempurna dan tanpa cacat.
Melalui proses pertumbuhan rohani seseorang menyadari kedalaman hukum Tuhan dan bahwa tuntutannya “sangat luas” (Mazmur 119:96).
Pertumbuhan rohani dimulai dari pengetahuan akan firman Tuhan yang dipimpin oleh Roh. Ini untuk menangkal ajaran sesat yang menggabungkan kebenaran dengan kepalsuan.
Ajaran sesat biasanya mengandung sebagian kebenaran atau menambahkan atau mengurangi sesuatu dari apa yang Alkitab katakan.
Meragukan apa yang Tuhan katakana atau mempertanyakan apakah kebenaran itu masih berlaku hingga saat ini merupakan cara yang ampuh.
Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan dan melawan ajaran palsu.
Jumat: Kesimpulan.
1. Manusia tidak mempunyai kebenaran sendiri yang dapat memenuhi segala tuntutan hukum Allah. Kristus telah membuat sebuah jalan kelepasan bagi manusia.
Manusia harus menerima Yesus sebagai Juruselamat agar dosa-dosa di masa lampau diampuni dan manusia diangga benar oleh tabiat-Nya.
Sifat Kristus akan menggantikan sifat manusia dan manusia diterima di hadapan Bapa sebagai orang yang seolah-olah tidak pernah berbuat dosa.
2. Kristus mengubah hati manusia karena Dia tinggal dalam hati manusia. Manusia perlu menyerahkan kehendaknya terus-menerus kepada-Nya dan memelihara hubungan dengan Kristus.
Kristus akan tetap bekerja dalam diri manusia dalam kehendak untuk berbuat sesuai dengan kehendak-Nya.
3. Tuhan menghendaki agar setiap jiwa yang mengaku percaya kepada kebenaran memiliki pengetahuan yang mendalam tentang apa itu kebenaran.
4. Bapa mengambil inisiatif pertama dalam mendamaikan manusia dengan diri-Nya. Bapa mengutus Yesus ke dunia untuk membawa manusia kembali kepada-Nya.
Manusia meresponnya dengan bertekun dalam iman dan tidak digeser dari pengharapan Injil.
5. Manusia adalah agen-Nya dalam rencana Ilahi yang jauh lebih besar untuk menyelamatkan manusia.
6. Kuasa Injil menyebabkan manusia menjadi sempurna bagi keselamatan di dalam Kristus.
Ringkasan SS: Pdt. Milton Pardosi
==================
Pertanyaan interaktif Pelajaran Sekoah sabat pekan ini
1. Berdamai dengan Tuhan
- Kolose 1:19-20 Apakah artinya berdamai dengan Allah?
- Bagaimana keadaan kita sebelum kita diperdamaikan dengan Allah? Kolose 1:21
- Apakah hasilnya dalam hidup kita ketika kita diperdamaikan dengan Allah melalui Yesus Kristus? Kolose 1:22
- Peran apa yang harus kita mainkan dalam proses pendamaian ini? Kolose 1:23, 2 Petrus 3:18
- Bagaimana pertumbuhan dalam kasih karunia ini mungkin terjadi? Galatia 2:20, Roma 8:1-11, 2 Korintus 5:17-20 , dll.
- Seperti apa kehidupan Anda sebelum Anda berdamai dengan Tuhan? Bagaimana Tuhan menyelamatkan Anda?
2. Mengalami penderitaan sebagai pengikut Kristus
- Kolose 1:24-25 Penderitaan apa yang dialami Rasul Paulus saat menulis surat yang diilhami ini kepada orang-orang Kristen di Kolose? ( Kolose 4:3, Kisah Para Rasul 28:16 )
- Bagaimana Allah melakukan kebaikan selama masa penderitaan Rasul Paulus? Kisah Para Rasul 28:30-31, 2 Timotius 2:8-10, Roma 8:28 , dll.
- Ceritakan pengalaman Anda saat menderita sebagai pengikut Yesus. Bagaimana Tuhan bekerja dengan baik melalui masa penderitaan ini?
3. Misteri Tuhan terungkap
- Kolose 1:26 Apakah misteri yang dimaksud Rasul Paulus di sini? (lihat ayat 27, 2 Korintus 5:21 )
- Bagaimana surat Rasul Paulus kepada orang Kristen di Efesus membantu kita memahami misteri ini? Efesus 1:7-10, 3:1-7
- Kapan pertama kali Anda memahami misteri Tuhan ini?
- Bagaimana kesadaran Anda akan karunia Kristus yang berharga di dalam diri Anda, yaitu pengharapan akan kemuliaan, telah bertumbuh?
4. Kuasa Injil
- Kolose 1:28 Apa tujuan Rasul Paulus dalam membagikan misteri Allah kepada orang lain?
- Apa artinya menjadi “sempurna di dalam Kristus”?
- Kolose 1:29 Bagaimana Rasul Paulus mengenali bahwa pekerjaan suci ini akan terlaksana?
- Bagikan contoh dari Perjanjian Baru tentang bagaimana Allah bekerja dengan penuh kuasa melalui kesaksian seseorang bagi Kristus.
- Ceritakan pengalaman Anda saat melihat Tuhan bekerja dengan penuh kuasa melalui Anda untuk menyampaikan pesan tentang kasih-Nya yang tak terukur dan tak pernah gagal.




