Ellen G. White and Hidup di pedesaan.
Tulisan Ellen G White mengenai hidup di pedesaan pertama kali muncul pada tahun 1870. Pernyataan awalnya tentang kehidupan pedesaan menekankan aspek positif dari kehidupan pedesaan: lebih sedikit godaan, lingkungan yang lebih aman untuk keluarga, dll.
Pernyataan itu ditujukan kepada suami istri yang berinisial E. Brother and Sister E. Ellen White melihat anak mereka sangat nakal. Dia menggambarkan anak itu “sulit diatur, terlalu aktif/emosional, dan jahat.”
Jadi melihat kenakalan anak yang seperti itu maka Ellen White memberikan nasehat kepada orang tuanya, Tuan dan nyonya E.
Kepada orang tua dari anak-anak ini saya akan mengatakan: Anda telah membawa anak-anak ke dunia hanya menjadi kutukan bagi masyarakat. Mereka sulit diatur, emosi, suka bertengkar, dan ganas. Pengaruh mereka terhadap orang lain merusak. Mereka mencerminkan karakter ayah mereka. Sifatnya yang tergesa-gesa dan penuh kekerasan tercermin dalam diri mereka. Orang tua ini seharusnya sudah lama pindah ke desa, sehingga memisahkan diri mereka sendiri dan anak-anak dimana mereka tidak dapat memberikan manfaatkan kepada masyarakat, tetapi hanya akan merugikan.
Kerja keras atas pertanian akan terbukti menjadi berkah bagi anak-anak ini, dengan tetap bekerja, mereka akan kuat dan tahan, dan kesempatan mereka untuk untuk merusak tubuh mereka sendiri akan sangat sedikit.
Bekerja adalah berkat besar bagi semua anak, terutama bagi orang yang pikirannya secara alami cenderung pada kejahatan dan kebejatan moral. (Ellen G. White, Testimonies for the Church (Mountain View, CA: Pacific Press Publishing Assoc., 1946), 2:402-403)
Ingat tadi, suasana hidup dan alam berpikir Ellen White adalah kehidupan Desa.
Selanjutnya tahun 1882, Ellen White menulis mengenai amaran untuk gereja dan dibacakan disatu perkemahan. Tulisannya terdiri dari 3 paragraf.
- Dia menyebutkan lingkungan yang tidak bersahabat dengan kehidupan rohani.
- Dia menggambarkan perpindahan orang dari desa ke kota.
- Dia menunjukkan pengaruh jahat kehidupan kota, dan
- Dia menunjukkan dosa kesombongan, kemakmuran, dan kemalasan kita Sodom.
Kesombongan dan pemanjaan diri, ketidaksopanan dan kejahatan, yang mengelilingi kita dan memiliki pengaruh terhadap kita. . . . Dalam memilih lingkungan, mereka hanya sedikit yang menjadikan kemakmuran spiritual mereka sebagai pertimbangan pertama.
Orang tua berkumpul dengan keluarga mereka ke kota karena mereka menyukainya lebih mudah untuk mendapatkan penghidupan di sana daripada di dalam di desa. Anak-anak yang tidak ada kegiatan Ketika mereka tidak bersekolah, sehingga mendapatkan pendidikan jalanan dari teman-teman mereka yang jahat dan mereka memperoleh kebiasaan buruk dan pemborosan. Orang tua melihat semua ini; tetapi akan membutuhkan pengorbanan untuk memperbaiki kesalahan mereka, dan mereka tetap di tempat mereka sampai Setan mendapatkan kendali penuh atas anak-anak mereka. Lebih baik mengorbankan sesuatu dari setiap pertimbangan duniawi daripada membahayakan jiwa yang berharga dalam pemeliharaan anda. . . .
Alih-alih kota yang ramai, carilah tempat yang tenang di mana Anda anak-anak akan, sejauh mungkin, terlindung dari godaan, dan di sana melatih dan mendidik mereka untuk hal yang berguna. . . . Semua orang yang akan lolos dari azab Sodom harus menghindari jalan yang membawa penghakiman Tuhan atas kota yang jahat. (Ellen G. White, Testimonies for the Church. 5: 232-233).
Ini adalah pernyataan Ellen White yang paling luas dalam menekankan tanggung jawab orang tua untuk memilih lokasi pendidikan anak-anaknya.
Kemudian dari tahun 1897, sebagian besar pernyataan Ellen White tentang kehidupan pedesaan lebih tegas dan eskatologis. Sentimen anti-urbannya/kota meledak dengan hebat.
Perhatikan perubahan mendadak ini dalam kutipan berikut yang ditulis pada tahun 1897.
Tuhan memberikan peringatan kepada penduduk bumi, seperti pada kebakaran Chicago dan kebakaran di Melbourne, London, dan kota New York. Ketika tangan penahan Tuhan dicabut, penghancur memulai pekerjaannya. Kemudian di kota-kota kita bencana terbesar akan datang.
Tidak lama lagi akan ada perubahan mendadak dalam urusan Tuhan. Tuhan sedang bersiap untuk mengunjungi bumi, karena kedurhakaan manusia membengkak menjadi proporsi yang mengerikan. (Ellen G. White, Manuscript 127).
Latar belakang pernyataan ini datang dari bencana kebakaran yang terjadi di Chicago. Pada tanggal 8 Oktober 1871, kebakaran terjadi di sebuah gudang di sisi barat daya Chicago, Illinois.
Selama lebih dari 24 jam, api membakar jantung kota Chicago, menewaskan 300 orang dan membuat sepertiga penduduk kota kehilangan tempat tinggal. (https://www.nationalgeographic.org/article/chicago-fire-1871-and-great-rebuilding/. Diakses tanggal 26 Jan 22).
Kemudian tahun 1903 dia menulis
“Waktunya telah tiba, ketika Tuhan membukakan jalan, keluarga harus pindah dari kota. Anak-anak harus dibawa ke desa. Orang tua harus mendapatkan tempat yang sesuai dengan kemampuan mereka.
Pindah dari kota sekarang menjadi “keharusan” untuk persiapan krisis terakhir yang diharapkan segera oleh Ellen G. White.
Bencana, konflik, dan penghakiman Tuhan yang akan datang atas kota-kota jahat adalah alasan utama dalam pernyataan selanjutnya tentang hidup didesa hingga akhir. “Ada alasan mengapa kita tidak boleh membangun di kota-kota. Di kota-kota ini, Penghakiman Tuhan akan segera jatuh. (Ellen G. White, to Manager of Sanitarium and Food Factory, 1902, Letter 58).
“Serikat-serikat buruh akan menjadi salah satu agen yang akan membawa ke bumi masa kesusahan yang belum pernah terjadi sejak dunia dimulai.”(Ellen G. White to George I. Bulter, 1903, Letter 200)
“Waktunya sudah dekat,” tulisnya pada tahun 1910, “ketika kota-kota besar akan hanyut, dan semua harus diperingatkan akan kedatangan in penghakiman ini.”
Pada tahun 1906 ia menjelaskan dengan jelas sumber pesannya: “Keluar dari kota-kota; keluar dari kota! Ini adalah pesan yang Tuhan telah berikan kepada saya. ” (Ellen G. White, Life Sketches of Ellen G. White (Mountain View, CA: Pacific Press Pub. Assn., 1943), 409)
Jadi pesan-pesan Ellen White mengenai perkotaan berasal dari pengamatannya tentang kondisi perkotaan pada jaman dia hidup juga dari inspirasi Ilahi.
Pada jaman dia hidup itu, Penduduk kota Amerika tinggal di tepi gunung berapi sosial. (Glaab and Brown, A History of Urban America. 231.)
Pada musim panas tahun 1877, Amerika Serikat mengalami pecahnya kerusuhan buruh yang begitu meluas dan keras sehingga beberapa orang berpikir bahwa revolusi Amerika yang baru akan segera terjadi.
Ada seratus ribu buruh ambil bagian dalam pemogokan dan demonstrasi. Dan dalam kerusuhan itu ada 100 orang yang tewas. Itu diawali oleh pemotongan gaji 10% oleh perusahaan kereta api Baltimore & Ohio Railroad. (https://www.washingtonpost.com/news/retropolis/wp/2017/09/03/labor-days-radical-roots-how-a-worker-revolt-on-the-bo-railroad-almost-became-a-revolution/) Diakses tanggal 29 jan 2021, Pukul 06.07).
Sembilan tahun kemudian Pada tanggal 4 Mei 1886, terjadi konflik sosial yang serupa diHaymarket Square Chicago. Waktu itu terjadi protes/demo di tempat tersebut.
Lalu polisi datang untuk membubarkan, kemudian saat itu seseorang melemparkan bom kearah pasukan polisi yang hendak membubarkan demo tersebut. Sejak saat itu kata “Haymarket” menjadi symbol konflik sosial yang mencengkram bangsa.
Pengeboman itu mengantarkan pada periode represi politik yang intens yang “menciptakan suasana ketakutan dan kebencian yang berlangsung selama beberapa dekade,”
Pada bulan Juli 1892, terjadi perselisihan antara Carnegie Steel dan Asosiasi gabungan Pekerja Besi dan Baja yang meledak menjadi kekerasan di pabrik baja milik Andrew Carnegie di Homestead, Pennsylvania.
Dan ini menjadi salah satu konflik manajemen tenaga kerja paling mematikan dalam sejarah negara itu, sekitar 12 orang tewas ketika pekerja yang mogok menyerang 300 detektif Pinkerton yang disewa oleh manajemen pabrik sebagai penjaga keamanan. (https://www.history.com/topics/industrial-revolution/homestead-strike. Diakses, tanggal 29 Jan 22. Pukul 06.23).
Kemudian terjadi Konflik perburuhan yang paling terkenal dan meluas pada saat terjadi depresi ekonomi, yang diperparah dengan kerusuhan sosial. Pemogokan Pullman dimulai pada 11 Mei 1894, dengan pemogokan oleh pekerja pabrik Pullman Palace Car Company setelah negosiasi mengenai penurunan upah gagal. ( http://www.encyclopedia.chicagohistory.org/pages/1029.html. Diakses tanggal 29 Jan 22. Pukul 06.32).
Semua kejadian ini menunjukkan bahwa masyarakat perkotaan rentan. Jadi karena itu Ellen White pada masa dia hidup menganjurkan untuk tinggalkan kota dan hidup dipedesaan. Jadi inilah yang menjadi sumber inspirasi pekabaran kehidupan pedesaan EG. White.
Apakah di kota Yogya atau ditempat lain pernah ada demo menewaskan 100 orang?
Apa yang disampaikan Ellen White, situasional pada jamannya, karena memang dia adalah pendukung kehidupan desa. Cara berpikir Ellen White adalah Desa.
Dan membaca kutipan Ellen White atau pun ayat dalam Alkitab, harus dilihat apakah kutipan atau ayat itu kebenaran universal, untuk semua orang sepanjang jaman atau bersifat lokal hanya untuk periode tertentu?
Selanjutnya kita akan lihat bagaimana respon para pemimpin gereja saat itu tentang seruan meninggalkan kota? Link berikut ini.



