Mengapa Pendeta Membutuhkan Administrator, dan Administrator Membutuhkan Pendeta?

“Dan Ialah yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus.” Efesus 4:11-12

SEBENARNYA ini bukan dua dunia yang berbeda dalam pelayanan gereja. Walau kita sering melihatnya berbeda dan cenderung memisahkannya.

Dua dunia yang saya maksud adalah, dunia lapangan pelayanan dan dunia administrator kantor daerah/uni.

Di dunia lapangan ada pendeta yang setiap hari berhadapan dengan jemaat lokal. Ia mengunjungi anggota yang sakit, menghibur keluarga yang berduka, membaptiskan jiwa baru, berkhotbah, membina keluarga, dan menghadapi pergumulan nyata di tengah masyarakat, dll..

Di sisi lain ada administrator gereja yang bekerja mengarahkan organisasi, menyusun strategi, menjaga keteraturan pelayanan, mengembangkan program, dan memastikan misi gereja berjalan secara terarah.

Lalu terkadang muncul pandangan yang menurut saya keliru, yaitu..

“Pendeta hanya bekerja di lapangan, administrator hanya bekerja di kantor.”

Atau sebaliknya:

“Administrator hanya membuat kebijakan, aturan-aturan, tetapi tidak memahami pergumulan jemaat dilapangan.”

Pandangan seperti ini sebenarnya berbahaya bagi keutuhan misi gereja. Mengapa? karena memisahkan dua bagian yang sebenarnya satu untuk misi.

Kita harus ingat bahwa gereja bukan milik pendeta. Gereja juga bukan milik administrator. Walau pun mereka memindahkan gembala dan membuat kebijakan..

Kita harus ingat bahwa gereja adalah milik Kristus. Karena itu harus diatur sesuai dengan prinsip Kristus.

Agar berhasil, maka Kristus memberikan berbagai karunia dan tanggung jawab kepada para pengurusnya agar gereja bertumbuh.

Karena itu ada beberapa poin yang perlu kita perhatikan.

I. Gereja adalah Tubuh Kristus, bukan organisasi masyarakat biasa

Untuk menggambarkan gereja sebagai tubuh Kristus, Paulus menggunakan tubuh manusia.

“Dari pada-Nyalah seluruh tubuh, yang rapi tersusun dan diikat menjadi satu oleh pelayanan semua bagiannya, sesuai dengan kadar pekerjaan tiap-tiap anggota, menerima pertumbuhannya dan membangun dirinya dalam kasih.” Efesus 4:16

Dalam tubuh manusia, sudah didesain untuk bekerja dengan fungsi yang berbeda tapis ama tujuannya.

Misalnya, mata tidak dapat menggantikan tangan. Tangan tidak dapat menggantikan kaki.

Jantung tidak dapat menggantikan paru-paru.

Tetapi semua bagian itu bekerja untuk satu tujuan: menjaga kehidupan tubuh agar tetap berfungsi.

Demikian juga dalam gereja. Pendeta memiliki fungsi tertentu. Misalnya, ada pendenta yang bertugas di Administrator untuk melakukan pekerjaan tertentu..

Ada departemen memiliki fungsi tertentu. Misalnya dibagian pemuda, sekolah sabat, anak-anak, dll

Di gereja lokal ada penatua memiliki fungsi tertentu. Ada daikon dan diakones. Ada sekretaris, bendahala, dll..

Perbedaan fungsi bukan berarti perbedaan nilai dan tujuan.

Sebab tangan tidak lebih penting daripada kaki. Mata tidak lebih penting daripada telinga. Semuanya sama-sama penting karena semuanya melayani tubuh yang sama.

II. Mengapa pendeta membutuhkan administrator?

1. Karena pelayanan jemaat membutuhkan arah dan visi bersama

Pendeta jemaat tentu berada paling dekat dengan kebutuhan jemaat, tetapi pelayanan gereja membutuhkan pandangan yang lebih luas.

Disinilah peran administrator berfungsi untuk membantu gereja melihat gambaran yang lebih besar, seperti:

Ke mana gereja sedang bergerak? Apa tantangan pelayanan ke depan? Bagaimana menjangkau wilayah yang belum terjangkau? Bagaimana mengembangkan sumber daya untuk misi?

Sekali pun pendeta jemaat memiliki semangat melayani, tetapi tanpa arah yang jelas dari administrato, maka pelayanan bisa berjalan sendiri-sendiri.

Karena gereja kita bukan otonom berdiri sendiri seperti beberapa gereja karismati dan pantekosta.

Nah, peran administrator membantu menyatukan pelayanan agar bergerak dalam satu visi dan misi.

2. Karena pendeta perlu dukungan agar tidak jalan sendiri

Misalnya Musa, dia pernah mengalami kelelahan karena mencoba memikul semua pekerjaan seorang diri.

Lalu datanglah mertuanya Yitro, dia memberi nasehat dan arahan..

“Tidak baik yang kau lakukan itu. Engkau akan menjadi sangat lelah, baik engkau maupun bangsa yang bersama-sama dengan engkau ini…” Keluaran 18:17-18

Disini kita lihat bahwa, pelayanan gejeja tidak pernah dirancang untuk dilakukan sendirian. Ini adalah pekerjaan tim. Bukan single player.

Maka sebagai administrator yang baik, tugasnya bukan menambah beban pendeta, tetapi membantu pendeta agar pelayanan menjadi lebih efektif.

Ketika administrator mendukung pendeta, yang dikuatkan bukan hanya seorang pelayan, tetapi seluruh jemaat yang digembalakan..

3. Karena administrator membantu kesatuan gereja

Keharmonisak gereja memerlukan koordinasi. Ada konduktor yang memimpin dirigen agar harmoni.

Karena kalau setiap jemaat berjalan menurut pikirannya sendiri, maka kesatuan tubuh Kristus akan terganggu.

Itu sebabnya, administrator membantu menjaga: keseragaman arah pelayanan, hubungan antarjemaat, pelaksanaan misi, tata organisasi, penggunaan sumber daya, dll..

Semua ini tujuannya bukan untuk membatasi pelayanan, tetapi untuk memperkuat pelayanan. Sebab pelayanan yang terkoordinasi dengan baik membawa kemajuan.

III. Mengapa administrator membutuhkan pendenta?

Nah, sekarang kita lihat berikutnya, jika pendeta membutuhkan administrator, demikian juga dengan administrator membutuhkan pendeta jemaat.

Ada beberapa alasan penting. Nanti Anda dapat tambahkan sendiri..

1. Karena pendetalah yang memahami denyut nadi kehidupan jemaat

Dikantor, administrator bekerja dengan melihat data, laporan, dan strategi. Tetapi dilaparan pendeta melihat wajah di balik data dan angka yang dilihat administrator..

Karena di balik laporan baptisan ada seseorang yang mengalami pergumulan berat. Di balik statistik kehadiran ada keluarga yang sedang berjuang.

Di balik penurunan jumlah keanggotaan ada cerita yang perlu didengar. Nah, pendeta membawa suara jemaat ke meja keputusan.

2. Karena program membutuhkan sentuhan pendeta

Sebuah organisasi dapat memiliki program yang sangat baik. Tetapi kalau pendeta tidak punya hati disana, itu tidak banyak membantu. Hanya berakhir sekedar kegiatan saja.

Kita bisa belajar dari Yesus. Dia tidak hanya mengajarkan kebenaran, tetapi dia juga melihat manusia lebih dekat..

“Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.” Matius 9:36

Disinilah peran penting pendeta, mengingatkan jemaat bahwa setiap program harus membawa manusia lebih dekat kepada Kristus.

Apapun program organisasi tanpa sentuhan pendeta, tidak akan efektif.

3. Karena pendeta mengetahui realitas dilapangan

Program yang luar biasa yang datang dari administrator, yang diputuskan untuk dilakukan di gereja, seringkali menghadapi tantangan ketika diterapkan dilapangan..

Karena itu administrator perlu pendeta dan pendeta perlu membantu mereka untuk memahami beberapa hal: apakah itu kebutuhan nyata jemaat, apakah sesuai budaya lokal,

Apakah itu menolong dalam pergumulan keluarga di jemaat. Seperti apa tantangan di masyarakat, dan kesempatan pelayanan.

Maksudnya, program itu sebaiknya tidak satu arah. Tetapi bersama-sama.

Hubungan yang sehat antara pendeta dan administrator terjadi ketika keduanya mau saling mendengar. Tidak hanya sepihak saja.

IV. Bahaya ketika hubungan administrator dan pendeta rusak

Ketika pendeta dan administrator tidak berjalan bersama, beberapa hal dapat terjadi:

1. Muncul sikap saling curiga. Pendeta merasa tidak didukung. Administrator merasa tidak dihargai.

2. Fokus bergeser dari misi kepada masalah internal

Kemudian terjadi konflik. Tenaga yang seharusnya digunakan untuk memenangkan jiwa habis untuk mengurusi konflik.

3. Jemaat menjadi korban

Ketika pemimpin tidak bersatu, maka yang menjadi korban adalah jemaat. Mereka akan kehilangan contoh dan panutan dan itu akan merobek kesatuan.

Karena itu kita perlu merenungkan kembali doa Yesus:

“Supaya mereka semua menjadi satu… supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.” Yohanes 17:21

Kesatuan pemimpin adalah kesaksian bagi dunia. Perpecahan pemimpin merusak pekerjaan itu dan memalukan nama Tuhan.

V. Hubungan yang sehat: Bukan atasan dan bawahan, tetapi mitra dalam misi

Karena itu, hubungan antara pendeta dan administrator bukan pertama-tama hubungan kekuasaan. Atasan dan bawahan.

Administrator tidak boleh melihat dirinya sebagai pimpinan yang memiliki kuasa. Itu sangat buruk dalam pelayanan.

Hubungan mereka sejatinya adalah hubungan pelayanan. Karena sdministrator tidak dipanggil untuk menguasai pendeta.

Dan pendeta tidak dipanggil untuk mengabaikan organisasi. Keduanya dipanggil untuk melayani Kristus.

Karena itu. pendeta hatus membawa hati gembala. Sebaliknya, administrator membawa tanggung jawab pengelolaan.

Pendeta membawa pengalaman lapangan. Administrator membawa perspektif organisasi.

Ketika keduanya bersatu, gereja menjadi lebih kuat dan maju.

Kesimpulan

Pada akhirnya, baik pendeta maupun administrator akan mempertanggungjawabkan pelayanan mereka kepada Sang Kepala Gereja itu, yaitu Yesus Kristus.

“Dan Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat.” Kolose 1:18

Karena itu, gereja tidak membutuhkan pendeta yang melawan administrator. Pendeta yang demikian bisa menjadi penghambat kemajuan misi.

Gereja tidak membutuhkan administrator yang jauh dari pergumulan pendeta. Dia harus dekat dengan gembala. Mendengar mereka.

Gereja membutuhkan hamba-hamba Tuhan (Administrator+Gembala), yang saling menghormati, saling mendukung, dan bersama-sama membangun tubuh Kristus.

Karena ketika pendeta dan administrator berjalan bersama, yang bertumbuh bukan hanya organisasi gereja, tetapi Kerajaan Allah di bumi.

Pertanyaan Refleksi:

  1. Apakah saya melihat pemimpin lain sebagai rekan pelayanan atau sebagai pesaing?
  2. Bagaimana saya dapat membangun hubungan yang lebih sehat dengan pemimpin lain?
  3. Apakah keputusan saya selalu membawa gereja lebih dekat kepada misi Kristus?

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *