Pelayanan Kasih
Karena mereka yang melayani dengan baik beroleh kedudukan yang baik sehingga dalam iman kepada Kristus Yesus mereka dapat bersaksi dengan leluasa. 1 Timotius 3:13
Pentingnya Diakenes
Para diakenes termasuk staf resmi pada jemaat Kristen mula-mula. “Aku meminta perhatianmu terhadap Febe, saudari kita yang mela-yani jemaat di Kengkrea, supaya kamu menyambut dia dalam Tuhan, sebagaimana seharusnya bagi orang-orang kudus, dan berikanlah kepa-danya bantuan bila diperlukannya. Sebab ia sendiri telah memberikan bantuan kepada banyak orang, juga kepadaku sendiri” (Roma 16:1, 2).
Para diakenes harus dipilih berdasarkan penyerahan mereka dan ke-cakapan-kecakapan lainnya yang melayakkan mereka untuk tugas ja-batan itu.
Komite Diakenes—Jika satu jemaat memilih beberapa diakenes, maka harus dibentuk komite diakenes yang dipimpin oleh ketua diake-nes dan yang lainnya sebagai sekretaris.
Komite ini berwenang untuk memberi tugas pada masing-masing diakenes, dan bekerja sama seca-ra erat dengan komite diaken terutama dalam menyambut anggota dan tamu dan dalam mengunjungi rumah-rumah. (Lihat hlm. 76-79). Juga menyediakan pelatihan di mana para diakenes baru diajar untuk mela-kukan tugas-tugas mereka.
Tugas-tugas Diakenes
A. Membantu dalam Acara-acara dan Pertemuan-pertemuan Jemaat
- Para diakenes biasanya bertanggung jawab untuk menyambut anggota-anggota dan para tamu sementara mereka memasuki gereja dan bila perlu, membantu mereka untuk mendapatkan tempat duduk. Mereka juga siap untuk bekerja sama dengan pendeta dan ketua-ketua agar pertemuan-pertemuan di jemaat berlangsung lancar.
- Memeriksa semua perlengkapan/ persiapan ibadah, seperti: Ruangan tempat kebaktian, Pengeras suara, buku-buku lagu dan alkitab, tempat parkir, halaman gereja, ruang potluck, toilet, ruang cuci piring, ruang anak-anak, mengatur suhu ruangan (AC), amplop persembahan/persepuluhan dll.
- Mengatur dan melayani jalannya potluck.
- Setelah kebaktian selesai daikon-diakones yang bertugas memeriksa setiap ruangan (ruangan kebaktian, ruang makan, halaman gereja dll) untuk mengambil sampah dan membuang pada tempatnya. (Baik menghimbau jemaat untuk membuang sampah pada tempatnya).
- Membantun mengumpulkan persembahan dan menghitung setelah kebaktian.
B. Melawat Anggota-anggota
- Di banyak jemaat, perlawatan diatur dengan membagi anggota-anggota berdasarkan distrik-distrik, dan menunjuk seorang diaken untuk setiap distrik, dengan harapan agar ia akan melawat setiap rumah tangga sekurang-kurangnya sekali satu triwulan.
- Melawat yang sakit, berdukacita, tamu, anggota baru, dll
C. Membantu di Upacara Baptisan
- Para diakenes memastikan bahwa para calon wanita diperhatikan baik sebelum dan sesudah baptisan.
- Mereka juga memberikan nasihat dan pertolongan yang dibutuhkan dalam hal pakaian yang cocok untuk baptisan. Jubah dari bahan yang cocok harus disediakan. Bila memakai jubah, para diakenes harus memperhatikan apakah jubah-jubah itu dicuci dan disimpan dengan baik untuk digunakan lagi berikutnya. (Lihat hlm. 65).
D. Mengatur untuk Upacara Perjamuan Kudus
- Para diakenes dan diaken mengatur segala sesuatu yang diperlukan untuk acara ini, seperti melihat apakah taplak meja, handuk, dan sebagainya, yang digunakan dalam acara ini telah dicuci dan disimpan dengan baik. (Lihat hlm. 168).
- Sebelum upacara perjamuan kudus mulai, para diakenes mengatur meja perjamuan termasuk: menyediakan anggur dan roti, mengatur meja, menuangkan anggur, menempatkan piring roti tidak beragi, dan menutup meja dengan taplak khusus untuk perjamuan.
- Para diakenes membantu dalam upacara pembasuhan kaki, memberikan pertolongan khusus kepada para tamu wanita dan anggota-anggota baru.
E. Memperhatikan Orang Sakit dan Orang Miskin
Para diakenes bekerja sama dengan para diaken harus melaksanakan tugas mereka memperhatikan orang sakit, orang yang membutuhkan pertolongan, dan orang malang. (Lihat hlm. 79).
F. Menjaga dan Memelihara Harta Milik Gereja
Dalam beberapa gereja, di mana tanggung jawab untuk menjaga dan memelihara harta milik gereja tidak ditugaskan kepada sebuah komite bangunan, maka para diaken dan diakenes harus bertanggung jawab atasnya. (Lihat Ca-tatan, #3, hlm. 238).
Karunia Rohani yang Sesuai
Menolong atau Melayani – Kemampuan untuk tanpa egois memenuhi kebutuhan orang lain melalui bantuan praktis.
Administrasi – Kemampuan untuk mengatur dan mengelola, bekerja dengan dan melalui orang lain untuk mencapai tujuan.
Kemurahan – Kemampuan untuk merasakan simpati terhadap mereka yang membutuhkan dan mewujudkan simpati ini dalam cara praktis dengan semangat ceria.
Kepala Diakon /Diakones memiliki karunia kepemimpinan – Kemampuan untuk membantu orang lain menetapkan tujuan dan mengomunikasikan tujuan ini kepada orang lain. Diaken/Diakones akan bekerja sama secara harmonis.
Komitmen Waktu:
Termasuk tugas Sabat, sebagian besar diaken dan diakenes perlu merencanakan dua jam per minggu untuk melaksanakan tugas mereka. Tambahan 1-2 jam per bulan diperlukan untuk kunjungan dan proyek-proyek khusus.
Kepala diakenes adalah anggota majelis dan akan berpartisipasi secara teratur dalam pertemuan bulanan untuk memberikan masukan dan nasihat mengenai masalah gereja.