MISI:
“Membangun Jembatan Harapan”
TUJUAN DEPARTEMEN KOMUNIKASI
Departemen Komunikasi bertindak sebagai fasilitator Administrasi dan seluruh departemen Gereja dalam memberikan kesaksian kepada masyarakat; serta membantu menyampaikan pekabarannya kepada umum baik secara internal dan eksternal.
Untuk melakukan hal ini, departemen ini akan menggunakan semua media yang tersedia, dan menghasilkan konten yang relevan dengan demografi tertentu dalam masyarakat masing-masing.
MISI: “Membangun Jembatan Harapan”
TUJUAN: Tujuan kita adalah untuk secara agresif, namun penuh kasih dan rendah hati membagikan pesan Tiga Malaikat dalam Wahyu 14 sedemikian rupa sehingga jiwa-jiwa akan tertarik kepada Yesus Kristus, dan memilih untuk mengikuti-Nya.
Dampak yang diinginkan dalam misi dan aktivitas kita adalah menciptakan citra yang baik tentang gereja, misinya, kehidupan dan aktivitasnya, serta memberikan kesaksian agar banyak orang dapat mengikuti Kristus dan menjadi anggota gereja-Nya.
Departemen komunikasi memiliki tiga kelompok utama orang untuk dilayani:
Anggota gereja, departemen komunikasi konferens, dan yang paling penting, Masyarakat.
- Anggota Gereja
Anggota gereja perlu mengetahui apa yang terjadi di gereja kita. Kelompok ini mencakup mereka yang hadir setiap minggu, sesekali, jarang, tertutup, dan anggota tidak aktif.
- Departemen Komunikasi Konferens
Sebagai bagian dari jaringan global komunikator Advent, departemen ini membantu Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh tetap terhubung. Hal ini dicapai dengan mengirimkan artikel dan foto ke direktur komunikasi konferens. Ini adalah salah satu cara untuk berbagi berita dengan anggota di seluruh dunia dan mencatat sejarah gereja.
- Masyarakat
Kelompok ini mencakup orang-orang yang pengalamannya dengan Gereja Advent berkisar dari positif hingga negatif, pengetahuan mereka dari luas hingga tidak ada sama sekali. Departemen ini mencari cara untuk meningkatkan kesadaran akan Gereja Advent dan membangun jembatan dengan orang-orang dari masyarakat. Acara seperti VBS, serial penginjilan, atau program bantuan keuangan adalah beberapa peluang utama untuk mendatangkan pengunjung ke dalam gereja kita.
PERANAN KOMUNIKASI JEMAAT
Pelayanan komunikasi memerlukan dukungan setiap anggota awam, pekerja Gereja, dan lembaga Gereja.
Departemen komunikasi mempromosikan penggunaan program hubungan masyarakat yang baik dan semua teknik komunikasi modern, teknologi yang sesuai, dan media komunikasi dalam penyampaian Injil yang kekal.
Ini memerlukan dipilihnya seorang sekretaris komunikasi di setiap jemaat dan suatu komite komunikasi jika diperlukan.
“Kita harus menggunakan setiap cara yang memungkinkan untuk membawakan terang kepada banyak orang. Biarlah media massa digu-nakan dan biarlah setiap agen periklanan digunakan untuk membawa perhatian pada pekerjaan itu.”—Testimonies, jld. 6, hlm. 36.
“Banyak cara akan digunakan untuk menjangkau hati. Beberapa dari metode yang digunakan dalam pekerjaan ini berbeda dari metode yang digunakan di waktu lampau….”—Evangelism, hlm. 105.
Sekretaris Komunikasi
Sekretaris komunikasi jemaat harus memiliki kesanggupan untuk menemui orang-orang dan mewakili Gereja dengan benar, pertimbangan yang sehat, pengaturan yang baik, kete-rampilan menulis yang efektif, dan kerelaan untuk mengemban tugas-tugas.
Sekretaris komunikasi mengumpulkan dan menyampaikan berita ke media setempat, bekerja sama dengan direktur komunikasi konferens, dan menyampaikan laporan berkala kepada konferensi jemaat. Depar-temen komunikasi konferens menyediakan petunjuk yang tepat dan menolong para sekretaris komunikasi.
Pendeta, yang terutama bertanggung jawab untuk program komuni-kasi di jemaatnya, akan bekerja sama erat dengan sekretaris komunikasi atau komite komunikasi dalam kapasitas sebagai penasihat.
Setiap departemen atau organisasi dapat menunjuk seseorang untuk mempersiapkan informasi tentang peristiwa-peristiwa yang layak di-beritakan dan disampaikan kepada sekretaris komunikasi.
Komite Komunikasi
Di jemaat yang besar mungkin lebih cocok bila komite komunikasi menangani banyak aspek hubungan masyara-kat dan program komunikasi jemaat. Jemaat memilih komite tersebut, dan sekretaris komunikasi melayani sebagai ketuanya.
Anggota-ang-gota komite ini boleh diberi tanggung jawab komunikasi khusus seperti bekerja dengan pers, dengan para produser media dan personil radio dan televisi (personil online), dan dengan media komunikasi internal jemaat. Jika ada lembaga Gereja terdekat, anggota dari staf hubungan ma syarakat atau komunikasi lembaga itu harus diundang untuk duduk bersama komite tersebut.
URAIAN TUGAS-TUGAS KOMUNIKASI
- Menyampaikan informasi-informasi yang perlu diketahui jemaat, bekerja sama dengan berbagai departemen
- Memberitakan rencana dan kegiatan jemaat melalui media yang ada: Warta Jemaat, Media Sosial: FB, Instagram, Youtube, WA dll
- Memproduksi konten rohani untuk kebutuhan rohani jemaat dan orang lain, dalam bentuk audio, video dan tulisan, dengan bekerja sama dengan berbagai departemen.
- Memproduksi konten penginjilan, baik dalam bentuk audio, video dan tulisan.
- Memaksimalkan penggunaan sarana media sosial jemaa: FB, Instagram, Youtube, Tiktok, untuk tujuan pembinaan rohani dan penginjilan.
- Mengatur petugas operator dan multimedia
- Membuat poster, info ibadah dan menginformasikan.
- Membuat dokumentasi dan arsip kegiatan jemaat.
Karunia Rohani yang sesuai:
• Menulis
• Organisasi
• Multimedia
• Fotografi
• Media Sosial
• Jurnalis
• Penyiaran
• Public Speaking