Teks: Yosua 21:43-45; 2 Timotius 2:11-13; Yosua 23; Wahyu 14:10, 19; Ulangan 6:5

Kita sudah tiba dipelajaran ke 12 dengan judul “Tuhan itu setia.” Kita akan awali dengan sebuah ilustrasi tentang pidato presiden Amerika, J. F Kennedy.

Pada pidato pelantikannya sebagai presiden pada tanggal 20 januari 1961, yang hanya terdiri dari 1.366 kata. Pendek. Namun sangat berkesan. Meninggalkan jejak yang tak terhapuskan dalam benak rakyat Amerika.

Dalam pidatonya, ia mendorong negaranya untuk fokus pada apa yang menjadi tanggung jawab mereka daripada apa yang menjadi hak istimewa mereka, ia berkata:

“Dengan hati nurani yang baik sebagai satu-satunya pahala yang pasti, dengan sejarah sebagai hakim terakhir atas perbuatan kita, marilah kita maju untuk memimpin negeri yang kita cintai, memohon berkat dan pertolongan-Nya, tetapi mengetahui bahwa di bumi ini pekerjaan Tuhan sesungguhnya haruslah menjadi pekerjaan kita sendiri.”

Seperti John F Kennedy, Ketika Yosua, pemimpin Israel yang sudah lanjut usia, merasa bahwa ajalnya sudah dekat, ia memutuskan untuk berbicara kepada para pemimpin bangsa dan rakyat Israel (Yosua 23 dan 24 ).

Yosua 23 lebih berfokus pada masa depan dan bagaimana menyembah Tuhan: secara eksklusif.

Yosua 24 mengulas perbuatan setia Tuhan di masa lalu, dengan tujuan untuk mendorong keputusan mengenai siapa satu-satunya yang layak disembah: Yahweh.

Minggu ini, kita akan mempelajari pidato pertama Yosua, di mana ia menengok kembali kemenangan-kemenangan Israel, tetapi pada saat yang sama juga menggambarkan jalan menuju kesuksesan Israel di masa depan.

Teks: Yosua 21:43-45

Pelajaran hari ini adalah kilas balik dari pengalaman Israel dimasa lalu, yang perlu mereka ingat.

Bagaimana Tuhan digambarkan atau dilukiskan dalam ayat ini?

Allah itu setia dalam perjanjian-Nya dan itu merupakan puncak dari kitab Yosua dan tema dari seluruh Alkitab.

Apa poin utama dari Yosua 21:43?

Bahwa janji tanah perjanjian telah terpenuhi. Mereka telah membagi dan mendiaminya. Itu dicatat di Kitab Yosua pasal 13-21.

Apa poin utama Yosua 21:44?

Kemenangan yang diraih atas musuh dan kendali yang diperoleh atas negeri itu ((Yosua pasal 1-12 ).

Apa tujuan kilas balik masa lalu?

Untuk melihat kesetiaan Allah. Orang Israel harus selalu ingat bahwa mereka tidak akan pernah dapat mengklaim kemenangan atas musuh-musuh mereka atau tanah itu sebagai warisan mereka—kecuali melalui kesetiaan Allah kepada firman-Nya.

“..seluruh negeri itu diberikan TUHAN..” “.. semua musuhnya diserahkan TUHAN..” “..semuanya terpenuhi..”

Penggunaan kata kol, “semua,” yang berulang sebanyak enam kali dalam tiga ayat ( Yosua 21:43-45), sekali lagi menekankan kebenaran bahwa tanah itu adalah karunia Yahweh..

Karena itu, Israel tidak dapat mengklaim pujian apa pun atas penerimaannya. Tuhanlah yang bersumpah untuk “memberikan” tanah itu dan yang “telah menyerahkan” musuh-musuh mereka ke tangan mereka.

Seluruh keberhasilan Israel harus sepenuhnya dikaitkan dengan inisiatif ilahi dan keandalan Allah. Hal ini juga berlaku untuk keselamatan kita:

“Sebab oleh kasih karunia kamu telah diselamatkan melalui iman. Dan itu bukanlah hasil usahamu sendiri, melainkan karunia Allah, bukan hasil perbuatan, supaya jangan ada seorang pun yang dapat membanggakan diri” ( Efesus 2:8-9 ).

Kesetiaan Allah menepati janji-Nya tidak pernah gagal. Baca 1 Korintus 10:13 , 2 Korintus 1:18-20.

Teks: Yosua 21:43-45; Yosua 23:1-5

Apa yang dapat disimpulkan dari Yosua 21:43-45? keberhasilan selalu terkait dengan ketaatan pada Firman Allah.

Bacalah Yosua 23:1-5 . Apa saja poin-poin utama yang menjadi fokus pengantar Yosua?

  1. Israel menikmati keamanan dinegeri itu.

Menggambarkan situasi damai, bebas dari ancaman dan penindasan eksternal, dan tidak terganggu oleh konflik, kelaparan, atau wabah penyakit.

Keamanan ini kemungkinan berlangsung selama 25 tahun.

  1. Yosua telah tua dan lanjut umur

Yosua telah menjadi sangat tua, dan sekarang berusia 110 tahun ketika ia meninggal. Ia mengingatkan mereka akan hal-hal besar yang telah Allah lakukan bagi mereka di zamannya.

Ia menasihati mereka untuk berani, tekun, dan memperhatikan dengan tulus apa yang tertulis. Juga, dengan sangat hati-hati berusahalah agar penyembahan berhala orang kafir dilupakan, sehingga tidak akan pernah dihidupkan kembali.

Apa persamaan antara bagaimana bangsa Israel menaklukkan Kanaan dan bagaimana orang Kristen masa kini dapat menjalani kehidupan rohani yang penuh kemenangan?

Bacalah ayat-ayat ini untuk mendapat jawaban: Yosua 23:10 , Kolose 2:15 , 2 Korintus 10:3-5 , Efesus 6:11-18 .

Kemenangan bangsa Israel bukan karena kekuatan dan strategi mereka. Demikian pula, kemenangan rohani atas dosa dan godaan diperoleh melalui pengorbanan dan kebangkitan Yesus Kristus..

Tetapi umat Allah harus senantiasa bergantung pada bekal rohani yang disediakan oleh Roh Kudus agar dapat menjalani kehidupan yang penuh kemenangan.

Teks: Yosua 1:7-8

Mengapa Yosua mengambil sikap yang begitu tegas mengenai hubungan Israel dengan bangsa-bangsa di sekitarnya? ( Yosua 23:6-8 , 12 , 13 ).

Karena ideologi dan nilai-nilai mereka dapat merusak rohani dan identitas mereka. Dan itu lebih berbahaya dari kekuatan militer.

Persahabatan mereka dengan bangsa sekitar mereka dapat mendegradasi moral dan iman mereka.

Karena itu mereka dilarang untuk menyebut nama dewa, bersumpah demi nama dewa tersebut, serta menyembah atau bersujud kepadanya berkaitan dengan penyembahan berhala.

Mengapa hal tersebut berbahaya?

Karena budaya di Timur Dekat kuno, nama dewa melambangkan kehadiran dan kekuasaannya. Maka menyebut nama dewa-dewa asing dalam sapaan sehari-hari atau transaksi bisnis berarti mengakui otoritas mereka dan membantu bangsa Israel untuk mencari kekuatan mereka di saat dibutuhkan (bandingkan dengan Hakim 2:1-3 , 11-13 ).

Mengapa perkawinan campur dengan sisa orang Kanaan juga dilarang?

Karena dapat menghilangkan kemurnian rohani Israel. Tujuan peringatan Yosua bukanlah untuk mempromosikan kemurnian ras atau etnis, melainkan untuk menghindari penyembahan berhala, yang dapat menyebabkan keruntuhan rohani Israel.

Salah satu contoh tragis dari perkawinan campur adalah Salomo. Itu sebabnya dalam Perjanjian Baru, orang Kristen diperingatkan untuk tidak mencari hubungan perkawinan dengan orang yang tidak percaya ( 2 Korintus 6:14 ).

Teks: Yosua 23:15-16

Bagaimana seharusnya kita menafsirkan uraian tentang murka Allah dan keadilan pembalasan dalam Kitab Yosua? ( Yosua 23:15-16 )

Murka Tuhan akan datang jika Israel menolak perjanjian Tuhan. Ia menyatakan perang melawan dosa, di mana pun dosa itu ditemukan.

Bagaimana menyesuaikan antara murka Allah dan kasih Allah? Karena Allah itu kasih maka dia murka.

Alkitab menggambarkan Allah sebagai pribadi yang penuh kasih, sabar, tabah, dan siap mengampuni ( Keluaran 34:6 , Mikha 7:18 ).

Namun, dalam konteks dunia yang dipengaruhi oleh dosa, murka Tuhan adalah sikap kekudusan dan kebenaran-Nya ketika dihadapkan dengan dosa dan kejahatan.

Murka-Nya bukanlah reaksi emosional, penuh dendam, dan tak terduga.

Perjanjian Baru mengajarkan bahwa Kristus menjadi dosa bagi kita ( 2 Korintus 5:21 ), dan melalui kematian-Nya, kita telah didamaikan dengan Allah ( Roma 5:10 ).

Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan menghadapi murka Allah ( Yohanes 3:36 , Efesus 2:3 , 1 Tesalonika 1:10 ).

Konsep murka Allah menggambarkan Allah sebagai hakim yang adil atas alam semesta dan Dia yang menegakkan keadilan ( Mazmur 7:11 , Mazmur 50:6 , 2 Timotius 4:8 ).

Bagaimana caranya agar mereka terhindar dari penyembahan berhala dan murka Allah?

Dengan terus-menerus mengingat larangan-larangan dalam perjanjian, tetapi dengan memupuk kesetiaan yang sadar dan konsisten kepada Tuhan.

Bagaimana caranya agar mereka terus menerus menikmati berkat perjanjian?

Mereka harus tetap setia kepada Allah. Dalam bahasa Ibrani kalimat yang ditekankan, “Berhati-hatilah demi keselamatan jiwamu sendiri.”

Dari kata ‘ahabah, “kasih,” dapat merujuk pada berbagai macam kasih sayang manusia, termasuk kasih sayang persahabatan, keintiman seksual, kelembutan keibuan, cinta romantis, dan kesetiaan kepada Allah.

Jika kita memahami kasih kepada Allah sebagai komitmen dan pengabdian yang sadar kepada-Nya, hal itu dapat diperintahkan tanpa melanggar hakikatnya yang sebenarnya..

Allah selalu bermaksud agar ketaatan kepada perintah-Nya muncul dari hubungan pribadi dengan-Nya..

Kasih itu sifatnya timbal balik. Tuhan ingin menjalin hubungan pribadi yang intim dengan setiap orang yang membalas kasih-Nya.

Ayat hafalan:

Dari segala yang baik yang dijanjikan TUHAN kepada kaum Israel, tidak ada yang tidak dipenuhi; semuanya terpenuhi. Yosua 21:45

Pendahuluan

Studi minggu ini mengambil pelajaran dari penyelesaian pembagian Kanaan untuk Israel dan pidato perpisahan Yosua

1. Tuhan menyelesaikan apa yang telah Ia mulai (Minggu)

A. Sekitar 500 tahun setelah Dia menjanjikannya kepada Abraham, Tuhan akhirnya mendirikan Israel di tanah Kanaan.

• Jarak waktu dari panggilan Tuhan kepada Abraham hingga Keluaran adalah 430 tahun ( Kej. 12:1-5; Kel. 12:40, 41 ).

• Ketidaksetiaan Israel menambah 40 tahun pengembaraan lagi ( Bilangan 14 ). Pada waktu itu, Yosua kemungkinan berusia sekitar 30-an tahun ( Yosua 14:7 ).

• Yosua memimpin Israel sejak kematian Musa hingga kematiannya sendiri pada usia 110 tahun ( Yosua 24:29 ).

B. Yosua 21:43-45 , “puncak dari kitab ini dan ringkasan teologisnya,” (Pel, Minggu, par 1) secara ringkas menceritakan sejarah kesetiaan Allah ini.

• Kemuliaan semata-mata milik Allah karena segala sesuatu telah terlaksana sesuai dengan janji-Nya dan kuasa-Nya (berbeda dengan kekurangan berulang dari para mitra manusia-Nya).

• “Penggunaan kata kol, “semua,” yang diulang enam kali dalam tiga ayat sekali lagi menekankan kebenaran bahwa tanah itu adalah karunia Yahweh, dan Israel tidak dapat mengklaim pujian apa pun atas penerimaannya.” Pel, Minggu, par 2

C. Allah yang sama yang menjanjikan dan memberikan Kanaan kepada Israel telah menjanjikan dan akan memberikan Kanaan surgawi bagi kita. ( Yoh. 14:1-3; 1 Tes. 5:23, 24; Fil. 1:6 ).

2. Perjanjian memerlukan pemeliharaan (Senin, selasa, kamis)

A. Setelah sekali lagi menceritakan kemenangan Allah bagi mereka, Yosua menyinggung tanggung jawab Israel untuk menangani penduduk Kanaan yang tersisa ( Yosua 23:1-5 ).

• Tampaknya Tuhan sengaja meninggalkan sebagian penduduk di Kanaan agar Israel dapat berperan aktif dalam mengusir mereka.

• “Kemenangan bukanlah kenyataan yang sudah pasti dan tidak berubah bagi Israel, melainkan kemungkinan yang selalu ada melalui ketergantungan terus-menerus dan kesetiaan pada pertolongan Allah yang tersedia.” Pel, Senin, par 3

B. Yosua dengan tegas mengulangi perlunya Israel untuk menaati hukum Allah—terutama mengenai penyembahan berhala dan perkawinan campur ( Yosua 23:6-13 ).

• Umat Tuhan selalu berada dalam bahaya rohani terbesar bahkan ketika kita menghadapi perlawanan terkecil sekalipun.

• “Bahaya yang dihadapi Israel bukanlah ancaman permusuhan dari negara-negara lain, melainkan risiko persahabatan mereka.” Pel, Selasa, par 2

C. Kunci kemenangan Kristen adalah kasih yang aktif dan disengaja kepada Tuhan dan hukum-Nya ( Yosua 23:8, 11; Ul. 6:5; 10:12, 13; Mazmur 1:1-3; 40:8 ).

3. Murka Tuhan itu adil dan terbatas (Rabu)

A. Pidato perpisahan Yosua diakhiri dengan peringatan keras terhadap murka Allah ( Yosua 23:14-16).

• Sebagaimana Allah telah memberkati Israel, ada pula peringatan yang seimbang tentang kemungkinan murka: “sebagaimana segala kebaikan telah datang kepadamu… demikian pula Tuhan akan mendatangkan segala malapetaka kepadamu.”

• Sudah sewajarnya jika Israel membangkang, mereka diperlakukan seperti orang Kanaan lainnya dan diusir dari tanah itu juga.

B. Murka yang diperingatkan oleh Yosua adalah lambang kehancuran terakhir orang-orang jahat.

• Seperti murka Allah yang diperingatkan oleh Yosau, kehancuran orang-orang jahat di akhir zaman akan adil dan terbatas ( Luk. 12:47, 48; Wahyu 20:12, 13 ).

Kesimpulan

Setan menipu banyak orang dengan teori yang masuk akal bahwa kasih Allah kepada umat-Nya begitu besar sehingga Ia akan memaafkan dosa mereka;

Ia menyatakan bahwa meskipun ancaman firman Allah dimaksudkan untuk melayani tujuan tertentu dalam pemerintahan moral-Nya, ancaman itu tidak akan pernah terpenuhi secara harfiah.

Tetapi dalam semua urusan-Nya dengan makhluk-Nya, Allah telah mempertahankan prinsip-prinsip kebenaran dengan mengungkapkan dosa dalam sifat aslinya—dengan menunjukkan bahwa akibat pastinya adalah penderitaan dan kematian. Pengampunan dosa tanpa syarat tidak pernah ada, dan tidak akan pernah ada.…

Apa yang disebut kemurahan hati yang mengesampingkan keadilan bukanlah kemurahan hati tetapi kelemahan. PP 522 (Pel, Jum’at, Par 1)


Garis besar diskusi agar lebih interaktif

Perhatikan: Bagian ini dapat dibawakan dalam diskusi sekolah sabat, agar lebih interaktir, yaitu dengan memunculkan pertanyaan-pertanyaan agar bisa didiskusikan bersama-sama.

Diskusi sekolah sabat bukan ceramah atau renungan apalagi kotbah. Pemimpin diksusi bukan pembicara tunggal, tetapi sebagai modetaror yang memimpin anggota kelas agar secara interaktif memperbincangkan pelajaran sepanjang minggu itu.

Judul: Tuhan itu setia

1. Kesetiaan TUHAN

a. Yosua 21:43-45 Apa yang membuat Anda terkesan saat membaca kesaksian Yosua ini? (lihat juga Yosua 23:14 )

b. Meskipun setiap janji TUHAN kepada anak-anak Israel digenapi, tidak setiap orang Israel menerima berkat yang dijanjikan. Mengapa? (Achan, Korah, dll.)

c. Siapa yang memilih untuk percaya pada janji-janji TUHAN dan menjadi penerima berkat-Nya? (Yosua, Kaleb, Rahab, dll.)

d. Apa kesaksian Rasul Paulus tentang kesetiaan Allah dalam menepati janji-Nya? 2 Timotius 2:11-13, 2 Korintus 1:18-20

e. Janji-janji Tuhan manakah yang sangat bermakna bagi Anda? Yohanes 3:16-17, Matius 11:28-30, Yohanes 10:27-29, Yohanes 11:25, Yohanes 14:1-3 , dll.

2. Pentingnya kerja sama antar manusia

a. Yosua 23:1-5 Di manakah kamu melihat perlunya kerja sama manusia dalam kemenangan yang telah dijanjikan TUHAN kepada anak-anak Israel?

b. Yosua 23:6-10 Mengapa hubungan yang taat dengan TUHAN sangat penting agar janji-janji-Nya digenapi bagi anak-anak Israel? (lihat juga Ulangan 6:3-5 )

c. Ajaran Yesus manakah yang menekankan pentingnya hubungan ketaatan dengan Tuhan? Lukas 6:46-49, Yohanes 14:15 , dll.

d. Bagikan beberapa mukjizat dalam pelayanan Yesus di mana kerja sama manusia sangat penting. Yohanes 9:7, 11:39, Matius 10:5-8, 14:19-20 , dll.

e. Ceritakan pengalaman Anda saat menyaksikan mukjizat Tuhan ketika Anda menanggapi ajakan-Nya untuk bergabung dalam pekerjaan-Nya.

3. Peringatan terhadap ketidaksetiaan kepada TUHAN

a. Yosua 23:7,12-13 Peringatan apakah yang diberikan Yosua dalam pidato perpisahannya kepada anak-anak Israel?

b. Bagaimana peringatan Yosua berkaitan dengan kehidupan kita saat ini? (lihat 1 Yohanes 2:15-17 )

c. Janji-janji apa dalam Kitab Suci yang menguatkan Anda ketika Anda tergoda untuk tidak setia kepada TUHAN? 1 Korintus 10:13, Yakobus 4:7-10 , dll.

d. Yosua 23:15-16 Bagaimana kamu menjelaskan murka TUHAN jika Ia adalah Allah yang penuh kasih? (lihat juga 1 Yohanes 4:8, 2 Petrus 3:9 , dll.)

  1. Mengasihi TUHAN dengan segenap hatimu

a. Yosua 23:11 Mengapa permohonan sederhana Yosua begitu penting? (lihat juga Yosua 22:5, Ulangan 6:5 )

b. Ajaran Yesus manakah yang memperkuat pentingnya mengasihi Allah dengan sepenuh hati? Matius 22:37-38

c. Bagaimana mungkin mencintai Tuhan dengan sepenuh hati?

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *