Teks: Flp. 2: 1–8; Yer: 17: 9; Flp. 4: 8; 1 Kor. 8: 2; Rm. 8: 3; Ibr. 2: 14-18.

Pendahuluan

Kepingan salju adalah salah satu hal paling rapuh di alam, tetapi lihatlah apa yang dapat mereka lakukan ketika mereka bersatu.

Persatuan adalah kekuatan. Namun sering tidak mudah untuk bersatu. Walau pun sudah diupayakan, namun sering gagal.

Apa yang Paulus inginkan dari jemaat Filili? Ia ingin mereka “sehati sependapat, sejiwa. Apakah dasar untuk bersatu? ajaran dan teladan Yesus.

Darimana asal mula perpecahan?

Berasal dari kesombongan dan haus akan kedudukan dan kekuasaan seorang malaikat di surga.

sebuah sentimen yang menyebar dengan cepat, bahkan dalam lingkungan yang sempurna (lihat Yesaya 14:12-14 ).

Kemudian sentimen itu mendapatkan pijakan di Eden melalui ketidakpuasan serupa terhadap aturan yang telah ditetapkan Allah dan keinginan untuk naik ke tingkatan yang lebih tinggi daripada yang telah dirancang Allah ( Kejadian 3:1-6 ).

Minggu ini kita akan membahas dasar Alkitabiah untuk persatuan dalam gereja, dengan fokus khusus pada kerendahan hati Yesus yang luar biasa, pelajaran yang dapat kita peroleh dari merenungkan Dia, dan bagaimana kita dapat bertumbuh untuk menjadi lebih seperti Dia.

Teks: Filipi 2:1-3

Apa penyebab perpecahan di gereja?

  1. Mencari kepentingan sendiri atau egois.

Egois dari kata, eritheia artinya bekerja untuk upah, biasanya dalam arti buruk yaitu mereka yang hanya mencari keuntungan sendiri.

Keegoisan adalah cinta diri yang berlebihan, yang mendorong seseorang, demi kepuasan atau keuntungan pribadi, untuk mengabaikan hak atau perasaan orang lain.

Ini adalah sifat negatif—yaitu, tidak mempertimbangkan apa yang seharusnya diberikan kepada sesama karena kurangnya keadilan atau kemurahan hati.

Keegoisan bertentangan dengan Kitab Suci, yang memerintahkan kita untuk menghormati hak dan perasaan orang lain, dan melarang kita untuk melanggarnya.

Arti dasar dari eritheia mungkin adalah pekerja upahan. Idenya adalah seorang tentara bayaran, yang melakukan pekerjaannya semata-mata demi uang, tanpa mempedulikan dampak atau kerugian apa pun yang mungkin ditimbulkannya.

Segala sesuatu yang dilakukannya bertujuan untuk melayani dan menyenangkan diri sendiri. Tentu saja ini sesuai dengan penekanan Alkitab bahwa masalah mendasar manusia yang belum diperbarui adalah keterikatannya yang sepenuhnya pada diri sendiri dan tidak memberi tempat bagi Tuhan dalam hidupnya.

Bagaimana Paulus melihat gereja yang tidak bersatu?

Paulus kecewa melihat gereja yang ia dirikan dan sangat cintai dilanda persaingan dan perselisihan. Ia menggunakan bahasa yang sangat keras untuk menggambarkan masalah-masalah tersebut.

Mementingkan diri atau egois termasuk dalam perbuatan daging ( Gal. 5:20 , NKJV) dan, seperti yang ditunjukkan oleh Yakobus, “di mana ada iri hati dan mementingkan diri sendiri , di situ ada kekacauan dan segala kejahatan ” ( Yakobus 3:16 , NKJV).

  1. Puji-pujian yang sia-sia atau kesombongan

Dari kata kenodoxia dari kenos artinya kosong, sia-sia, hampa, tanpa dasar. Digunakan di sini dalam Perjanjian Baru dan secara harfiah berarti “kemuliaan yang sia-sia”, “pujian yang hampa” atau “pendapat yang hampa”, yang pada intinya menggambarkan sesuatu yang memiliki penampilan tetapi tidak memiliki kenyataan.

Kenodoxia menggambarkan orang yang sombong tanpa alasan, tertipu, ambisius untuk reputasinya sendiri, menantang orang lain untuk bersaing, iri pada dirinya sendiri dan bersedia bertarung untuk membuktikan bahwa idenya benar.

Gagasan kenodoksia mencakup pandangan diri yang sangat berlebihan. Ini adalah hasrat akan kemuliaan pribadi yang kosong yang sangat kontras dengan kerendahan hati..

Paulus menggunakan kata yang sangat terkait dalam menasihati orang Galatia: “..dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.” ( Gal. 5:26 ).

Apakah solusi Paulus untuk mementingkan diri dan kesombongan?

  1. Rendah hati.

Kerendahan hati di hadapan Allah dan manusia adalah kebajikan yang perlu diusahakan oleh setiap anak Allah dan yang akan sangat membantu meminimalkan dan menghilangkan ketidakharmonisan dalam tubuh Kristus.

Kerendahan hati dari kata tapeinophrosune. Secara harfiah berarti berpikir atau menilai dengan kerendahan hati dan dengan demikian berbicara tentang kerendahan hati..

Kata ini menunjukkan penghargaan terhadap diri sendiri sebagai kecil atau mengakui kekurangan diri sendiri tetapi pada saat yang sama mengakui kecukupan Tuhan yang maha kuasa!

Kata “tapeinofrosune” (yang berarti rendah hati) digunakan secara eksklusif dengan cara mengejek, paling sering untuk budak.

Kata ini menggambarkan apa yang dianggap rendah, biasa, tidak layak, dan memiliki nilai yang kecil.

Kerendahan hati adalah kebalikan dari kesombongan. Kerendahan hati sejati bukanlah merendahkan diri sendiri, melainkan meninggikan orang lain.

Bagaimana orang Yunani dan Romawi memandang kerendahan hati?

Kerendahan hati dianggap sebagai keburukan oleh para moralis pagan Yunani, tetapi sebagai kebajikan oleh para rasul Kristen.

Dunia Yunani-Romawi menganggap kerendahan hati sebagai sikap merendahkan diri atau hina dan karenanya sangat diremehkan.

Jadi Paulus menentang budayanya yang mengatakan bahwa berada disosial yang rendah, mengalami kemiskinan, atau tidak berdaya secara sosial adalah hal yang memalukan.

  1. Memiliki pikiran dan perasaan yang ada pada Kristus

Pikiran Kristus yang dimaksud adalah semangat kerendahan hati dan penyangkalan diri serta kepedulian terhadap kesejahteraan orang lain.

Anugerah-anugerah ini diilustrasikan dalam tindakan Tuhan, dimana Dia menjadi manusia dan menjadi penebusan pengganti dosa.

Kurangnya persatuan di antara orang-orang kudus di Filipi ini menjadi kesempatan untuk menerangkan Kristologis dan inkarnasi.

Paulus mengatakan bahwa teladan kehidupan Kristen yang yang harus kita ikuti adalah Yesus Kristus.

Kita harus meniru Kristus, karena meskipun Ia adalah Tuhan, Ia menjadi hamba bagi semua orang!..

Poinnya, Paulus menyajikan Yesus sebagai teladan kerendahan hati yang tertinggi. Ia mendesak jemaat Filipi untuk bersikap rendah hati sebagai satu-satunya cara untuk mengamankan persatuan

Ilustrasi:

Ada dua kambing gunung yang kuat dan perkasa yang bertemu di jalan setapak sempit yang menghubungkan dua punggung gunung.

Di satu sisi terdapat jurang sedalam 1.000 kaki; di sisi lain, tebing curam yang menjulang tinggi.

Jalan setapak itu sangat sempit sehingga tidak ada ruang untuk berbalik, dan kambing-kambing itu tidak dapat mundur.

Apa yang akan mereka lakukan? Akhirnya, alih-alih berebut hak untuk lewat, salah satu kambing berlutut dan meratakan tubuhnya sebisa mungkin.

Kambing yang lain kemudian berjalan di atasnya, dan keduanya melanjutkan perjalanan dengan aman.

Poin cerita tersebut, agar kesatuan tercapai maka kerendahan hati dengan saling mendahulukan kepentingan orang lain wajib dilakukan.

Apa penekanan Paulus pada persatuan di Filipi 2:2?

Hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan..

Sehati sepikir secara harfiah berarti “memikirkan hal yang sama”, memiliki pemikiran yang sama. Pemikiran yang benar sangat penting untuk persatuan spiritual.

Kesamaan pikiran menyentuh apa yang kita percayai. Persatuan dimulai dengan pernyataan iman yang sama.

Kita dapat sehati karena kebenaran dalam ( Filipi 2:1 ). Paulus menyerukan persatuan —bukan dengan mengorbankan kebenaran, tetapi karena kebenaran. Dengan kata lain, “hal yang sama” juga harus menjadi “hal yang benar.”

Paulus menyerukan persatuan , bukan keseragaman dalam pemikiran. Ia menginginkan orang-orang kudus memiliki sikap yang sama untuk bekerja bersama dan melayani satu sama lain..

Selanjutnya memiliki kasih yang sama berarti mengasihi orang lain secara setara. Kasih ini didasarkan pada pilihan yang disengaja dan sadar untuk mengupayakan kesejahteraan objeknya.

Apakah langkah yang dianjurkan Paulus untuk persatuan?

Dalam Filipi 2:3-4, disebut kerendahan hati: kerendahan hati, menghargai orang lain lebih dari diri kita sendiri, memperhatikan kepentingan orang lain dan bukan hanya kepentingan kita sendiri.

Mengapa perselisihan terjadi?

Seringkali perselisihan muncul dari kesalahpahaman sederhana yang dapat dihindari hanya dengan mendengarkan secara aktif.

Kita mungkin tidak setuju, tetapi mendengarkan dan berusaha memahami sudut pandang orang lain adalah langkah pertama untuk membina komunikasi dan kepercayaan yang sehat.

Bagaimana mencegah perselisihan?

Jika ada perselisihan di dalam gereja, Roh Kudus dapat menenangkan keadaan dan membawa kita kepada kesatuan, menciptakan keharmonisan.

Dalam pasal yang sama, Paulus berbicara tentang “kesatuan iman dan pengetahuan tentang Anak Allah” ( Ef. 4:13).

Keduanya saling berkaitan. Memiliki iman yang sama, pemahaman yang sama tentang Kitab Suci yang berasal dari mengenal Kristus dan ajaran-Nya, sangat penting agar kesatuan dapat terwujud di antara kita.

Bagaimana pola pikir kita terbentuk?

Pikiran kita seperti komputer, hanya saja jauh lebih unggul. Aliran informasi konstan yang kita terima setiap hari “memprogram” pikiran kita, membentuk pola pikir kita, dan membimbing tindakan kita.

Ketika kita tenggelam dalam media, cara berpikir orang-orang duniawi akan membekas di pikiran kita, dan kita mulai berpikir dengan cara yang sama. Seolah-olah pikiran orang lain telah ditanamkan atau menyatu ke dalam pikiran kita.

Seperti siapa kita harus berpikir?

Kita, seperti Yesus, harus “berpikiran rohani” ( Rm. 8:6 ). “Tidak seorang pun mengetahui hal-hal Allah kecuali Roh Allah,” yang Paulus bedakan dengan “roh dunia” ( 1 Kor. 2:11-12).

Bagaimana cara agar kita memiliki pikiran Kristus? Filipi 2:5

Melalui Roh Kudus melakukan operasi hati pada kita, menggunakan “pedang Roh” ( Ef. 6:17 ), Firman Allah yang “hidup dan berkuasa”, “menembus sampai ke dalam jiwa dan roh, dan sendi dan sumsum, dan merupakan penilai pikiran dan niat hati” ( Ibr. 4:12 ).

Melalui Roh Kudus kita dapat benar-benar mengenal diri kita sendiri karena, secara alami, hati kita menipu kita ( Yer. 17:9 ).

Kata Ibrani untuk “penipu” ( ‘aqov ) merujuk pada tanah bergelombang yang membuat kita tersandung; secara lebih luas, itu berarti pikiran yang berbelit-belit, bengkok, dan sesat.

Kita harus diubahkan oleh “pembaharuan” pikiran kita agar kita dapat “membuktikan apa kehendak Allah yang baik, yang berkenan, dan yang sempurna” ( Rm. 12:2 ).

Apa artinya pikiran Kristus? Hidup tanpa dosa. Taat. Ketaatan Yesus kepada kehendak Bapa selalu sempurna. Tidak pernah ada saat Ia menolak untuk tunduk, meskipun tidak diragukan lagi berkali-kali itu tidak mudah.

Apa yang Paulus katakan di Filipi 2:5-8?

Yesus, setara dengan Allah, yang adalah Allah, tidak hanya mengambil wujud manusia tetapi juga menjadi seorang “hamba” dan kemudian mempersembahkan Diri-Nya sebagai korban untuk dosa-dosa kita!

Bagaimana melakukan ayat diatas?

Dengan memiliki kemauan yang sama untuk merendahkan diri dan mengorbankan diri demi kebaikan orang lain..

Bagaimana seharusnya kita menanggapi apa yang telah Kristus lakukan bagi kita, seperti yang digambarkan dalam Filipi 2:5-8 ?

Menaruh pikiran dan perasaan Kristus. Ia mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Artinya rendah hati.

Berikutnya menjadi pelayan. “Tetapi barangsiapa yang terbesar di antara kamu, dialah yang akan menjadi pelayanmu. Dan barangsiapa yang meninggikan diri akan direndahkan, dan barangsiapa yang merendahkan diri akan ditinggikan” ( Mat. 23:11-12 ).

Hal ini, mencerminkan apa yang Paulus sampaikan kepada kita, dalam Filipi 2:5-8 , untuk kita lakukan juga.

Bagaimana seharusnya kita menanggapi apa yang telah Kristus lakukan bagi kita, seperti yang digambarkan dalam Filipi 2:5-8 ?

Tanggapan apa yang mungkin “memadai” atau layak atas apa yang telah Kristus lakukan bagi kita, mungkin selain berlutut dan menyembah?

Mengapa begitu salah untuk berpikir bahwa perbuatan kita dapat menambah apa yang telah Kristus lakukan bagi kita?

Bagaimana misteri kesalehan digambarkan? Digambarkan dengan keilahian dan inkarnasi.

Paulus sering merujuk pada kerendahan hati Kristus yang luar biasa dalam menjadi manusia. Ini adalah subjek yang bahkan keabadian pun tidak akan cukup untuk menjelaskannya secara tuntas.

Di Roma 8:3 , Ibrani 2:14-18 , dan Ibrani 4:15 . Apa yang menjadi ciri kerendahan hati Yesus dan pengambilan sifat manusia-Nya?

Menjadi manusia-ilahi di dalam rahim Maria. Dia menjadi manusia fana yang tunduk pada kematian. Itulah inti dari apa yang Paulus sebut sebagai “misteri kesalehan” ( 1 Timotius 3:16 ).

Dalam himne indah di Filipi 2, Paulus menguraikan kerendahan hati ini secara lebih lengkap..

• “Berada dalam rupa Allah” ( Filipi 2:6 ). Kata morphē (rupa) merujuk pada sifat ilahi-Nya, bahwa Yesus setara dengan Bapa (bandingkan Yohanes 1:1 ).

• “Mengosongkan Diri-Nya” ( Filipi 2:7 , NASB). Sifat misterius dari Yesus yang mengosongkan Diri-Nya dari hak-hak istimewa ilahi-Nya—sehingga Ia dapat menjadi manusia sejati dan dicobai seperti kita—sungguh menakjubkan.

• “Ia merendahkan diri-Nya” ( Filipi 2:8 ). Dengan mengambil sifat manusia, Yesus beralih dari supremasi universal kepada pelayanan sepenuhnya, kebalikan dari tujuan Lucifer.

• “Kematian, bahkan kematian di kayu salib” ( Filipi 2:8 ). Tidak ada cara mati yang lebih hina daripada cara yang dipilih Yesus, setelah merencanakannya bersama Bapa dalam “perjanjian damai” ( Zakharia 6:13 ), mengilustrasikannya sebelumnya melalui Musa yang mengangkat ular ( Bilangan 21:9 , Yohanes 3:14 ), dan dengan demikian menjadi “dosa bagi kita … supaya kita menjadi kebenaran Allah di dalam Dia” ( 2 Korintus 5:21 ).

1. Persatuan adalah hasil dari kerendahan hati (Minggu, Senin)

A. Rupanya, gereja di Filipi menderita apa yang dialami semua gereja pada suatu saat—perselisihan internal untuk memperebutkan kedudukan dan/atau pengakuan yang mengancam untuk memecah belah gereja ( Filipi 1:27 ).

• Rasul Paulus melanjutkan nasihatnya untuk menghidupi Injil, terutama sebagaimana diwujudkan dalam persatuan gereja ( Filipi 2:2 ).

• Ia menunjukkan berkat-berkat Injil, serta kasih dan penghargaan mereka kepadanya, sebagai pendorong untuk mengupayakan persatuan (ayat 1; lihat juga 5LtMs, Lt 11, 1887, par 12).

B. Untuk mencapai persatuan, Paulus menekankan perlunya kerendahan hati (ayat 3, 4).

• Tanpa kerendahan hati, tidak akan ada persatuan (lihat Yakobus 3:16, 17 ).

• Tidak ada yang akan melemahkan kekuatan gereja seperti kesombongan dan nafsu…. Bersikaplah tegas terhadap kekurangan karakter kita sendiri; cepatlah mengenali kesalahan dan kekeliruan kita sendiri; dan anggaplah kesalahan orang lain lebih kecil daripada kesalahan kita sendiri. 5LtMs, Lt 11, 1887

2. Kristus adalah teladan dan pencipta kerendahan hati (Selasa, Kamis)

A. Kristus yang merendahkan diri untuk menanggalkan kemuliaan dan takhta-Nya, mengambil wujud manusia yang jatuh, dan datang ke bumi ini sebagai hamba dari makhluk-makhluk yang diciptakan-Nya untuk mati karena dosa-dosa mereka (ayat 5-8), disebut sebagai “misteri kesalehan” ( 1 Tim. 3:16 ).

• Kerendahan hati Kristus sangat kontras dengan kesombongan Setan.

• “Dengan mengambil sifat manusia, Yesus beralih dari supremasi universal ke pelayanan sepenuhnya, kebalikan dari tujuan Lucifer.” Pel, Kam, par 6

• Pengorbanannya mendahului salib (lihat Pel, Kam, bagian bawah halaman).

Bagi jiwa Setan yang egois, sungguh tak terbayangkan bahwa ada kebaikan dan kasih sayang yang begitu besar bagi umat manusia yang tertipu sehingga mendorong Pangeran surga untuk meninggalkan rumah-Nya dan datang ke dunia yang tercemar dosa dan dikutuk. Ia mengetahui nilai kekayaan kekal yang tak ternilai yang tidak dimiliki manusia. Ia telah mengalami kepuasan murni, kedamaian, kekudusan yang luhur, dan sukacita murni dari tempat tinggal surgawi…. Ia tidak dapat memahami misteri pengorbanan besar ini demi kebaikan manusia yang jatuh. Konsili 30:29

3. Kerendahan hati adalah sebuah pilihan (Senin – Rabu)

A. Paulus mendesak para pembacanya untuk “membiarkan” pikiran Kristus ada di dalam diri mereka. Jurnal triwulanan ini bertanya, “Bagaimana kita melakukan apa yang diperintahkan teks-teks suci kepada kita…?” (Rabu, paragraf 4).

• “Hendaklah kamu memiliki pola pikir yang sama” (NIV); “Hendaklah kamu memiliki sikap seperti ini” (NASB); “Hendaklah kamu memiliki pikiran seperti ini di antara kamu” (ESV); “Dalam hidupmu, hendaklah kamu berpikir dan bertindak seperti Kristus Yesus” (NCV).

• Melalui kuasa Roh Kudus yang mengubah, kita telah diberi pikiran Kristus ( Rm. 12:2; 1 Kor. 2:15, 16; 1 Yoh. 5:20 ), tetapi kita harus memilih untuk menggunakannya (lihat Rom. 8:5 ; Qtly, Tue, par 2).

B. Memilih pikiran Kristus berarti memilih dengan iman untuk merendahkan diri kita seperti yang dilakukan Kristus, dan mengorbankan diri kita untuk kebaikan orang lain (lihat Yakobus 4:10 ).

• Kita tidak boleh berdoa agar Tuhan merendahkan kita; karena ketika Tuhan memegang kita, Dia akan merendahkan kita dengan cara yang tidak kita sukai. Tetapi kita harus merendahkan diri kita hari demi hari di bawah tangan Tuhan yang perkasa. Kita harus mengerjakan keselamatan kita sendiri dengan takut dan gentar. Sementara Tuhanlah yang bekerja di dalam kita untuk berkehendak dan melakukan kehendak-Nya yang baik, kita harus bekerja sama dengan Dia sementara Dia bekerja melalui kita. RH, 12 Juli 1887

Kesimpulan

Anda mungkin mengerahkan setiap kekuatan dan kemampuan yang telah Allah berikan kepada Anda, dalam upaya untuk memahami kasih dan belas kasihan Bapa surgawi; namun tetap ada ketakterhinggaan di luar itu. Anda mungkin mempelajari kasih itu selama berabad-abad; namun Anda tidak akan pernah sepenuhnya memahami panjang dan lebar, kedalaman dan ketinggian, kasih Allah dalam memberikan Putra-Nya untuk mati bagi dunia. Kekekalan itu sendiri tidak akan pernah sepenuhnya mengungkapkannya. Namun, saat kita mempelajari Alkitab dan merenungkan kehidupan Kristus dan rencana penebusan, tema-tema besar ini akan semakin terbuka bagi pemahaman kita. 5T 740.1 (Qtly, Fri, par 1)

1. Masalah perpecahan

• Filipi 2:1-3a Apa saja penyebab perpecahan di antara orang-orang Kristen di Filipi?

• Apa saja penyebab perpecahan lainnya di gereja Kristen mula-mula? 1 Korintus 1:11-13, Lukas 22:24 , dll.

• Apa saja penyebab utama perpecahan di antara umat Kristen saat ini?

• Ceritakan pengalaman Anda saat tergabung dalam sebuah kelompok yang mengalami perpecahan. Bagaimana perpecahan ini memengaruhi Anda secara pribadi?

• Nasihat apa yang akan Anda berikan kepada seseorang yang terkena dampak negatif dari semangat perpecahan?

2. Penawar perpecahan

• Menurut Rasul Paulus, apa penawar perpecahan? Filipi 2:3-4

• Bagian mana dari penawar ini yang paling membuat Anda terkesan? (memiliki kesamaan pandangan, memiliki cinta yang sama, dll.)

• Bagaimana mungkin semua orang memiliki kasih agape yang sama? Roma 5:5, Lukas 11:13

• Bagaimana roh kerendahan hati dan kasih mencerminkan pikiran Kristus? Filipi 2:5

• Berikan contoh dari Perjanjian Baru tentang seorang pengikut Yesus yang hidupnya merupakan wahyu dari pikiran Kristus.

• Bagaimana kita dapat memiliki pikiran Kristus? 1 Korintus 2:16, Roma 12:2

• Perubahan apa saja yang Anda perhatikan dalam hidup Anda sejak Anda meminta Tuhan untuk memperbarui pikiran Anda?

3. Pengagungan Yesus

• Filipi 2:6-8 Di manakah kita dapat melihat demonstrasi kerendahan hati dan kasih agape yang terbesar?

• Apa yang paling membuat Anda terkesan saat merenungkan kesaksian yang menginspirasi tentang kerendahan hati dan kasih pengorbanan diri Kristus ini?

• Siapa yang telah membantu Anda untuk lebih menghargai kasih pengorbanan diri Yesus?

• Bagaimana Allah Bapa menanggapi demonstrasi kerendahan hati dan kasih agape yang ditunjukkan Kristus?

• Bagaimana pengagungan Yesus mendatangkan kemuliaan bagi Allah Bapa? Filipi 2:9-11, Yohanes 14:8-11

• Bagaimana seharusnya kita menanggapi Yesus, mengingat semua yang telah Dia lakukan untuk kita? Yohanes 20:26-28, Wahyu 5:11-14 , dll.

• Bagaimana kita dapat membantu orang lain untuk melihat wahyu yang lebih jelas tentang kasih Allah yang tak terukur dan tak pernah gagal?

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *