Untuk menyediakan sumber daya dan pelatihan bagi program Sekolah Sabat sehingga para anggota akan diperlengkapi untuk memenangkan jiwa bagi Yesus.

Maksud dan Tujuan Sekolah Sabat

Departemen Sekolah Sabat dan Pelayanan Perorangan didirikan untuk mewartakan Injil abadi kepada semua orang dalam konteks Pekabaran Tiga Malaikat.

Fokus utamanya adalah penginjilan. Tujuannya adalah untuk membantu mempersiapkan pria dan wanita bagi kerajaan kemuliaan.

Kedua departemen bekerja sama dengan departemen gereja lainnya untuk membantu upaya penginjilan mereka

Misi:

Untuk menyediakan sumber daya dan pelatihan bagi program Sekolah Sabat sehingga para anggota akan diperlengkapi untuk memenangkan jiwa bagi Yesus.

Sasaran:

Memuridkan Yesus Kristus bagi orang dewasa, remaja, dan anak-anak di dalam dan/atau di luar gereja.

Menetapkan layanan konsultasi untuk pengembangan kegiatan yang berorientasi pada pertumbuhan gereja.

Tujuan Sekolah Sabat

Sekolah Sabat, program utama pendidikan rohani Gereja, memiliki empat tujuan:

  1. Mempelajari Alkitab,
  2. Persahabatan,
  3. Jangkauan keluar masyarakat,
  4. Penekanan misi sedunia.

Departemen Sekolah Sabat dan Pelayanan Perorangan General Conference membagikan Pedoman Pendalaman Alkitab Sekolah Sabat untuk semua tingkat umur, menye-diakan pengaturan untuk perencanaan Sekolah Sabat dalam konteks bugdaya dari berbagai divisi, menyediakan bahan dan pelatihan bagi para guru Sekolah Sabat, dan mempromosikan persembahan misi sedunia.

“Sekolah Sabat adalah suatu cabang pekerjaan misionaris yang penting. Ini dikatakan bukan hanya karena memberikan pengetahuan Firman Allah kepada orang tua dan yang muda, tetapi karena cabang pekerjaan ini melahirkan cinta akan kebenaran dan menimbulkan ke-inginan mempelajarinya sendiri; teristimewa karena itu mendidik me-reka dalam mengatur liku-liku kehidupan berdasarkan ajaran-ajarannya yang kudus.”—Nasihat tentang Pekerjaan Sekolah Sabat, hlm. 12.

“Sekolah Sabat yang dijalankan dengan benar adalah salah satu alat besar Allah untuk membawa jiwa-jiwa kepada pengetahuan akan kebenaran.”—Nasihat tentang Pekerjaan Sekolah Sabat, hlm. 112.

Pemimpin Umum Sekolah Sabat dan Pengurus Sekolah Sabat Lainnya

Pemimpin umum Sekolah Sabat adalah pengurus utama di Sekolah Sabat. Segera setelah dipilih ia harus mulai merencanakan jalan-nya Sekolah Sabat yang lancar dan efektif.

Pemimpin harus mengetahui rencana Departemen Sekolah Sabat General Conference dan diharapkan untuk menyokong keputusan Komite Sekolah Sabat mengenai jalannya Sekolah Sabat. Jemaat boleh memilih satu atau lebih wakil pemimpin umum Sekolah Sabat.

Sekretaris Sekolah Sabat harus melengkapi laporan triwulanan pada formulir yang sudah disediakan segera setelah Sabat terakhir tiap tri-wulan dan mengirimkannya kepada direktur Sekolah Sabat dan Pela-yanan Perorangan konferens tepat pada waktu yang telah ditentukan.

Sekretaris juga harus menyimpan salinannya sebagai arsip sekretaris, juga memberikan salinan kepada pemimpin umum dan kepada pendeta, dan melaporkannya pada waktu konferensi jemaat.

Sekretaris investasi mempromosikan Rencana Investasi untuk me-nyokong misi, mendorong aktivitas investasi di semua kelas Sekolah Sa bat, dan mengusahakan agar semua anggota mengetahui perkem-bangan program itu.

Direktur Sekolah Alkitab Liburan memimpin dalam mengorganisasi, mempromosikan, dan menjalankan evangelisasi masyarakat melalui Sekolah Alkitab Liburan tiap tahun. Jemaat boleh menyerahkan tang-gung jawab ini kepada koordinator Pelayanan Anak-anak.

Seorang pemimpin musik dapat dipilih oleh Komite Sekolah Sabat untuk memimpin musik dan merencanakan bersama dengan pemimpin kelas tentang penyajian acara kebaktian ini setiap Sabat. Sebagai ekspresi peribadatan, perhatian harus diberikan untuk menyediakan musik atau lagu-lagu yang memuliakan Allah. Para penyanyi dan pemain musik harus dipilih secara berhati-hati sebagaimana memilih para pekerja untuk kelas-kelas Sekolah Sabat lainnya dan harus diukur dengan beberapa standar. (Lihat hlm. 127, 202). Komite Sekolah Sabat boleh memilih pianis dan organis untuk kelas-kelas masing-masing.

Para Pemimpin Kelas Sekolah Sabat

Seorang pemimpin dipilih untuk setiap kelas Sekolah Sabat oleh majelis jemaat. Para wakil, sesuai kebutuhan, dapat ditunjuk oleh Komite Sekolah Sabat.

Informasi lebih jauh tentang kelas-kelas sesuai umur, mulai dari pemula hingga dewa-sa, dibicarakan secara rinci dalam Penuntun Sekolah Sabat yang dapat diperoleh dari Balai Buku Advent atau Departemen Sekolah Sabat kon-ferens, yang memperhatikan orang-orang yang tidak bisa menghadiri Sekolah Sabat.

Guru-guru Sekolah Sabat

Komite Sekolah Sabat memilih guru-guru Sekolah Sabat dan disetujui oleh majelis jemaat. Orang-orang tersebut harus memiliki kesanggupan untuk mengajar dan mau mem-pelajari cara-cara untuk meningkatkan kesanggupan mengajar mereka.

Mereka harus tekun dalam persiapan mereka, hadir secara reguler dan tepat waktu, dan memberikan teladan kepada kelas dalam belajar Pela-jaran Sekolah Sabat setiap hari.

Komite Sekolah Sabat harus melakukan usaha khusus untuk memi-lih para guru untuk anak-anak dan orang muda dari antara anggota-anggota yang memiliki perhatian khusus untuk anak-anak dan orang muda dan yang memiliki kesanggupan untuk memenuhi kebutuhan me-reka.

Semua guru yang terlibat dalam pekerjaan di bagian anak-anak harus memenuhi persyaratan-persyaratan Gereja dan standar yang sah.

Para pemimpin jemaat setempat harus berkonsultasi dengan konferens, yang akan memberikan penjelasan dan nasihat sehubungan dengan pe-doman-pedoman dasar dan sertifikasi apa yang tersedia dan/atau diwa-jibkan. (Lihat Catatan, #7, hlm. 239, 240.

Seluruh guru harus didorong untuk berpartisipasi dalam kursus pelatihan guru yang tersedia melalui Departemen Sekolah Sabat konferens.

Setiap Sekolah Sabat harus mengadakan pertemuan guru-guru setiap pekan. Menyadari bahwa “hanya mereka yang telah membentengi pikiran mereka dengan kebenaran-kebenaran Alkitab yang akan bertahan me-lewati pertentangan besar terakhir” (Alfa dan Omega, jld. 8, hlm. 625), para pemimpin departemen Sekolah Sabat harus mendorong dengan pe-nuh semangat agar anggota sekolah Sabat belajar Firman Allah secara teratur dan sistematis.

Buku Pelajaran Sekolah Sabat dirancang untuk meningkatkan kebiasaan makan firman Tuhan setiap hari. Kebiasaan yang sangat mulia ini telah banyak berperan mempertahankan kesatuan di seluruh Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Semua anggota, sesuai dengan kelompok umurnya, harus mendapatkan bahan pelajaran yang diterbitkan oleh General Conference dan/atau divisi.

Demikian pula, setiap pemimpin dan guru harus mendapatkan penuntun yang cocok bagi masing-masing kelas Sekolah Sabat yang disediakan oleh General Conference dan atau divisi.Para guru harus memiliki waktu sedikitnya 30 menit untuk mengajar kelas mereka.

Tugas-tugas Sekolah Sabat

  1. Mengawasi keseluruhan program sekolah Sabat dari pukul 9:00-10:10 Wib.
  2. Memilih guru-guru sekolah sabat

Komite Sekolah Sabat memilih guru-guru Sekolah Sabat dan disetujui oleh majelis jemaat. Orang-orang tersebut harus memiliki kesanggupan untuk mengajar dan mau mem-pelajari cara-cara untuk meningkatkan kesanggupan mengajar mereka.

Mereka harus tekun dalam persiapan mereka, hadir secara reguler dan tepat waktu, dan memberikan teladan kepada kelas dalam belajar Pela-jaran Sekolah Sabat setiap hari.

  1. Mengadakan pertemuan dengan staff sekolah sabat

Bertemu setiap triwulan dengan semua pemimpin Sekolah Sabat Dewasa dan Anak-anak untuk mengevaluasi efektivitas divisi mereka (program, kelas, dll.).

  1. Mendorong jemaat belajar Alkitab

Para pemimpin departemen Sekolah Sabat harus mendorong dengan pe-nuh semangat agar anggota sekolah Sabat belajar Firman Allah secara teratur dan sistematis. Buku Pelajaran Sekolah Sabat dirancang untuk meningkatkan kebiasaan makan firman Tuhan setiap hari.

Kebiasaan yang sangat mulia ini telah banyak berperan mempertahankan kesatuan di seluruh Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh. Semua anggota, sesuai dengan kelompok umurnya, harus mendapatkan bahan pelajaran yang diterbitkan oleh General Conference dan/atau divisi.

  1. Mendistribusikan pelajaran sekolah sabat

Staff Sekolah sabat setiap triwulan memastikan pendistribusian buku-buku pelajaran sekolah sabat kepada semua anggota jemaat. Melaporkan kepada majelis biloa ada penambahan dan pengurangan bukubuku pelajaran sekolah sabat.

  1. Acara Sekolah sabat

Staff sekolah sabat menyelenggarakan acara sekolah sabat setiap sabat dengan tepat waktu jam 09.00 wib. Membuat acara sekolah sabat yang manarik dan dipersiapkan dengan baik. mendorong anggota untuk hadir tepat waktu setiap jam sekolah sabat.

  1. Menggerakkan UKSS

Staff sekolah sabat menjadi penggerak untuk keaktifan UKSS (unit kerja sekolah sabat), menyediakan buku daftar absensi, dan memantau setiap kegiatan-kegiatan UKSS.

  1. Memberikan nasihat kepada sekretaris SS mengenai pesanan bahan-bahan SS seperti triwulanan, bantuan program, DVD misi, dan lain-lain.
  2. Mendorong pemeliharaan anggota kelas . Mereka akan mendorong setiap peserta kelas untuk memberikan perhatian dan dukungan bagi mereka di kelas mereka. Anggota kelas akan diminta untuk menulis surat, menelepon, atau mengunjungi mereka yang hilang.
  3. Merencanakan program khusus setidaknya sekali setiap kuartal dengan tema Thanksgiving, Natal, Anak-anak SS, dll.

Karunia Rohani yang Sesuai:

Kepemimpinan dan Organisasi

Komitmen Waktu:

pemimpin Sekolah Sabat Dewasa/Asisten perlu mendedikasikan setidaknya 90 menit per minggu untuk mengorganisir program Sekolah Sabat. Pemimpin Sekolah juga akan melayani di Majelis Gereja yang bertemu setiap bulan.

Tugas sekretaris sekolah sabat dan asisten

  1. Membuat laporan triwulanan. Sekretaris akan berkonsultasi dengan pemimpin secara teratur untuk menentukan jumlah bahan yang akan dipesan secara akurat.
  2. Mendistribusikan materi kepada pimpinan dan guru. Merupakan tanggung jawab Sekretaris Sekolah Sabat untuk memastikan bahwa barang-barang ini dipesan sebelum dibutuhkan, diterima, disimpan dengan hati-hati, dan didistribusikan tepat waktu.
  3. Menghadiri pertemuan komite Sekolah Sabat Dewasa dan Anak-anak yang dijadwalkan setiap triwulan.
  4. Mengumpulkan persembahan Sekolah Sabat.
  5. Mencatat kehadiran sekolah Sabat. Setiap guru Sekolah Sabat dan pemimpin bagian hendaknya diberikan sebuah map catatan keanggotaan dan didorong untuk menyimpan daftar orang-orang dalam kelompok. Hal ini menjadi dasar pengisian profil Sekolah Sabat yang merupakan laporan statistik resmi Sekolah Sabat di gereja kita.

Komitmen Waktu:
Dia akan menghabiskan 1 jam per minggu untuk melayani sebagai Sekretaris Sekolah Sabat.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *