Teks: Efesus 3:1; 2 Korintus 4:7-12; Kisah Para Rasul 9:16; Filemon 15, 16; Kolose 4:9; Filipi 1:1-3; Kolose 1:1-2.
Pendahuluan
Seorang pendeta Advent, yang dipenjara atas tuduhan palsu, menghabiskan hampir dua tahun di balik jeruji besi.
Meskipun awalnya sangat bingung, ia menyadari bahwa penjara adalah ladang misi yang diberikan Tuhan kepadanya.
Ketika sesama tahanan mengetahui bahwa ia adalah seorang pendeta, mereka memintanya untuk berkhotbah.
Ia melakukannya, dan juga membagikan literatur. Ia bahkan membaptis para tahanan dan memimpin kebaktian perjamuan kudus.
“Terkadang sulit melayani di penjara, tetapi ada juga sukacita, terutama ketika Anda melihat doa-doa dijawab dan kehidupan diubah.” Katanya.
Paulus menulis surat Filipi dan Kolose dari penjara (lihat Filipi 1:7 , Kolose 4:3 ).
Bahkan, di Filipi Paulus dan Silas dituduh secara tidak adil, lalu sipir penjara “memasukkan kaki mereka ke dalam belenggu” ( Kisah Para Rasul 16:24 ).
Pada tengah malam, mereka “berdoa dan menyanyikan himne kepada Allah, dan para tahanan mendengarkan mereka” ( Kisah Para Rasul 16:25 ).
Sungguh mereka tahu bagaimana “bersukacita selalu.”
Minggu ini mari kita gunakan waktu kita untuk melihat apa yang dihadapi Paulus. Dia melihat tujuan yang lebih besar di balik apa yang terjadi padanya..
Kita pun dapat belajar darinya ketika kita menghadapi cobaan kita sendiri.
Minggu: Paulus, Tahanan Yesus Kristus
Mengapa Filipi dan Kolose disebut surat-surat penjara?
Karena ditulis ketika Paulus berada di penjara di Roma, sekitar tahun 60-62 M. Surat Efesus dan Filemon juga ditulis dari penjara.
Bagaimana Paulus menggambarkan alasan dia di penjara?
Dalam Efesus 3:1, dia dipenjara karena kasih Kristus, yang dia beritakan kepada orang-orang yang tidak mengenal Allah. Dan dia siap untuk itu.
Paulus menggambarkan dirinya sebagai utusan, tapi dipenjara (Ef 6:20). Ia telah melakukan perjalanan misionaris, membangun gereja-gereja dan melatih para pekerja untuk Tuhan.
Mungkin kalau dia tidak dipenjara, akan lebih banyak hal yang dia bisa kerjakan. Namun justru dari penjara dia bisa menuliskan banyak surat kepada jemaat-jemaat, seperti Timotius dan 5 kitab lainnya..
Dimanakah Paulus ketika dipenjara?
Pertama, ada praetorium. Ini dapat merujuk pada kediaman resmi gubernur provinsi, seperti yang ada di Yerusalem, tempat Yesus diperiksa oleh Pilatus (Mat. 27:27 , Yoh. 18:33 ) dan di Kaisarea (Kis. 23:35).
Kedua, di Roma. Petunjuknya ketika Paulus menyampaikan salam dari orang-orang percaya di “rumah tangga Kaisar” ( Filipi 4:22 ). Menunjukkan bahwa Paulus adalah seorang tahanan di Roma.
Bagimana memanfaatkan situasi sulit untuk mendatangkan kebaikan?
Jangan larut dalam kesedihan. Dari pada sibuk menggerutu dan mengomel, lebih baik gunakan waktu untuk melakukan sesuatu. Sering, pada saat-saat tersulit, ilham surgawi banyak muncul.
Banyak karya yang dihasilkan pada masa-masa sulit dan terbatas.
Jadi Paulus disebut tahanan Yesus Kristus, bukan tahanan Roma, karena dia mengabdikan hidupnya untuk melayani Yesus. Menderita. Penjara. Dan dengan banyak pencobaan lainnya.
Senin: Paulus dalam belenggu
Teks: 2 Korintus 6:5 , 2 Korintus 11:23 , 2 Korintus 7:5
Bagaimana Paulus memberi keterangan tentang keadaanya?
Di Makedonia, dia menyebut beberapa kali dipenjara. Bisa dibaca di ayat-ayat ini, 2 Korintus 6:5 , 2 Korintus 11:23 , 2 Korintus 7:5.
Pertama di Filipi Kis 16:16-24. Selanjutnya di Yerusalem sebentar, lalu dipindahkan ke Kaisarea.
Paulus juga menyebut dirinya dibelenggu (Fil 10, 13). Disana dia menjadi tanahan rumah di Roma. Dirantai bersama seorang prajurit elit Romawi.
Orang yang dibelenggu secara fisik dipasung. Biasanya dikaki. Dirantai atau dijepit dengan balok kayu. Jaman sekarang dilakukan untuk orang gila yang membahayakan.
Bagaimana Paulus merespon pencobaan yang dialaminya?
Dalam 2 Korintus 4:7-12 dia mengatakan bahwa kekuatan mereka menanggung penderitaan berasal dari Tuhan. Dia menggambarkan seperti bejana tanah liat.
Bejana tanah liat gambaran kiasan dari tubuh, yang menekankan kelemahan dan kerapuhan. Berikut dia menggambarkan bagaimana rapunya dia dalam penderitaan..
Ditindas, namun tidak terjepit..habis akal, namun tidak putus asa..dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian..dihempaskan, namun tidak binasa..
Dia memperluas symbol bejana tanah liat yang rapuh. Pengalamannya yang terus-menerus menderita luar biasa, namun Allah memelihara untuk bertahan.
Dalam Roma 8:35 , Paulus mencatat penderitaannya dalam tujuh bagian: kesengsaraan, kesusahan, penganiayaan, kelaparan, ketelanjangan, bahaya, dan pedang.
Mungkin, rangkaian tujuh cobaan ini menunjukkan kelengkapan dalam arti bahwa itu mewakili totalitas semua penderitaan yang dialami Paulus.
Bagi Paulus penderitaannya bukti dari panggilan Allah. Kemudian dalam ayat 9-10,
“Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami. Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini.”
Paulus menafsirkan penderitaannya demi Kristus sebagai kelanjutan dari penderitaan dan kematian Yesus, semacam pengulangan penyaliban..
Dia memandang tubuhnya sendiri (yang menderita) sebagai wahana yang menggambarkan Yesus yang disalibkan kepada dunia.
Jadi, penekanannya adalah pada kasih karunia Allah yang menyelamatkannya. Ia menderita, bingung, dianiaya, dan dijatuhkan, tetapi tidak pernah hancur, tidak pernah benar-benar putus asa, tidak pernah ditinggalkan, tidak pernah terpuruk.
Fokus Paulus adalah keselamatan orang-orang yang belum mengenal Yesus.
Bagaimana Paulus melihat kesusahan hidupnya karena injil?
Paulus melihat sisi yang lebih cerah, dan itu memberinya keberanian untuk bertahan di bawah tekanan. Meskipun Setan mengerahkan segala upayanya, Paulus tahu bahwa dia tidak ditinggalkan.
Sumber daya rohani apa yang dimiliki Paulus untuk membantunya menghadapi kesulitan-kesulitan ini?
Di 2 Korintus 6:3-7 disebutkan:
- Memiliki integritas
- Sabar menderita
- Berjaga-jaga dan berpuasa
- Murah hati
- Kasih
- Tidak munafik
- Adil
- Dipercaya, jujur.
Mereka yang memiliki sumber daya rohani diatas akan bertahan menghadapi kesulitan karena kebenaran.
Selasa: Paulus di Filipi
Bagaimana prosesnya sampai Paulus tiba di Filipi?
Dalam perjalanan kedua, Roh Kudus melarang Paulus melanjutkan perjalanan melintasi Asia Kecil ( Kisah Para Rasul 16:6 )
Karena Roh Kudus ada misi lain di Makedonia, yang perlu mereka lakukan. Dan itu diperlihatkan kepada Paulsu dalam penglihatan..
“..ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya: “Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!”
Maka mereka segera menuju pelabuhan terdekat dengan Makedonia dan berlayar dari Troas melintasi Laut Aegea ke Neapolis, di benua Eropa.
Tetapi alih-alih menginjili di sana, Paulus, Silas, Timotius, dan Lukas, yang bergabung dengan mereka di Troas, menuju ke Filipi.
Yang jelas dari teks tersebut adalah bahwa Allah ingin Injil pergi ke Barat, dan bukan kembali ke Timur.
Jika Paulus berbalik dan menelusuri kembali langkahnya melalui Asia Kecil menuju Suriah dan Timur, Kekristenan mungkin akan tetap menjadi agama timur.
Namun, Kekristenan akan dibawa melampaui Asia, ke Barat, ke Eropa.
Iman itu tidak dimaksudkan untuk tetap menjadi sekte Yudaisme. Iman itu akan bergerak ke lingkungan spiritual dan budaya yang sama sekali baru dengan hasil yang tidak dapat dibayangkan.
Iman itu akan bergerak ke wilayah barat Makedonia, kemudian Yunani dan Roma, dan dari sana akan berkembang pesat di seluruh dunia Romawi.
Kita tidak tahu bagaimana Roh Kudus mencegah Paulus dan Lukas pergi ke Timur, namun mereka mulai berdoa lebih sungguh-sungguh mengenai keputusan mereka, dan Tuhan menuntun mereka ke Barat dan, pada akhirnya, kepada kita.
Mengapa Tuhan melakukan ini berada di luar pemahaman kita. Tetapi mungkin budaya Yunani dan Roma akan memfasilitasi perluasan gereja lebih daripada kota-kota di Timur.
Tentu saja, hal itu membawa dunia non-Yahudi ke dalam gereja. Dan kemudian beberapa abad kemudian Konstantinus akan menjadikan Bizantium—Istanbul—sebagai pusat kerajaan Kristen yang akan bertahan selama seribu tahun.
Mengapa Paulus menjadikan kota Filipi sebagai pusat penginjilannya?
Ada beberapa alasan:
- Karena Filipi adalah “kota utama di wilayah Makedonia itu” ( Kisah Para Rasul 16:12 ).
- Kota ini juga merupakan salah satu kota yang paling dihormati di Kekaisaran Romawi, sehingga diberi status Ius Italicum —sebutan tertinggi yang dapat diberikan kepada sebuah kota.
- Warganya memiliki hak istimewa yang sama seolah-olah kota itu terletak di Italia, termasuk pembebasan dari pajak tanah dan pajak kepala..
- Siapa pun yang lahir di kota itu secara otomatis menjadi warga negara Romawi.
- Kota ini juga merupakan persinggahan penting di sepanjang Via Egnatia , yang merupakan jalan darat utama yang menghubungkan Roma dengan Timur.
Jadi dengan menjadikan Filipi sebagai pusat pelayanan mereka, memungkinkan mereka untuk membawa Injil ke banyak kota terdekat lainnya, termasuk Amfipolis, Apollonia, Tesalonika, dan Berea (lihat Kisah Para Rasul 17:1 , 10 ).
Apakah bahasa resmi di Filipi?
Bahasa resmi di Filipi pada abad pertama adalah bahasa Latin, yang dibuktikan dengan banyaknya prasasti berbahasa Latin.
Dalam Filipi 4:15 , Paulus bahkan menyebut mereka dengan nama yang terdengar seperti bahasa Latin, Philippēsioi , tampaknya sebagai pengakuan atas status khusus mereka di Romawi.
Selain bahasa latin, bahasa Yunani juga digunakan sebagai bahasa pasar dan kota-kota di sekitarnya, dan merupakan sarana penyebaran Injil.
Lukas menggambarkan bagaimana Paulus dan timnya bergabung dengan orang-orang untuk berdoa di tepi sungai, di mana Lydia dan keluarganya bertobat ( Kisah Para Rasul 16:13-15 ).
Sebagai seorang pedagang (“penjual kain ungu”), ia akan menjadi salah satu pendukung keuangan utama pelayanan Paulus di Filipi.
Waktu yang dihabiskan Paulus dan Silas di penjara di sana menyebabkan pertobatan seluruh keluarga lain—yaitu keluarga sipir penjara.
Kesimpulannya, Roh Kudus mengetahui bahwa Filipi akan menjadi pijakan yang ideal untuk penyebaran Injil ke seluruh Eropa, meskipun akan ada penganiayaan.
Betapapun jahatnya penganiayaan itu, dalam keadaan tertentu, penganiayaan dapat memungkinkan Injil menjangkau orang-orang yang mungkin tidak akan terjangkau jika tidak ada penganiayaan.
Poinnya, kesulitan yang ditemui dalam penginjilan, Tuhan akan gunakan untuk mencapai tujuan-Nya, pertobatan jiwa-jiwa..
Rabu: Paulus dan Kolose
Siapa yang menulis kita Kolose?
Paulus diidentifikasi sebagai penulis di awal surat. Bukti untuk kepenulisan Paulus berasal dari kesamaan yang erat antara kitab ini dengan Filemon, yang secara universal diterima sebagai karya Paulus.
Keduanya ditulis (sekitar tahun 60–62 M) ketika Paulus menjadi tahanan di Roma (4:3, 10, 18; Filemon 9–10, 13, 23); ditambah nama-nama orang yang sama (Timotius, Aristarkus, Arkhipus, Markus, Epafras, Lukas, Onesimus, dan Demas) muncul dalam kedua surat tersebut..
Menunjukkan bahwa keduanya ditulis oleh penulis yang sama pada waktu yang hampir bersamaan.
Apakah Paulus pernah ke Kolose?
Tidak ada catatan bahwa Paulus pernah mengunjungi Kolose.
Lalu bagaimana injil sampai disana?
Pertama, Epafras, penduduk Kolose ( Kol. 4:12 ), yang membawa Injil ke kota itu ( Kol. 1:7 ).
Kemungkinan besar, itu terjadi pada pertengahan tahun 50-an, ketika Paulus berada di Efesus yang berdekatan dan “semua orang yang tinggal di Asia mendengar firman Tuhan Yesus” ( Kisah Para Rasul 19:10 ; bandingkan Kisah Para Rasul 20:31 ).
Kemudian Epafras memulai gereja di Kolose ketika ia kembali ke rumah.
Mengapa Paulus menulis surat ke Kolose?
Beberapa tahun setelah gereja Kolose didirikan, muncul sebuah ajaran sesat yang berbahaya, yang mengandung unsur-unsur Gnostisisme.
Epaphras sangat prihatin dengan ajaran sesat ini sehingga ia melakukan perjalanan jauh dari Kolose ke Roma (4:12–13), tempat Paulus dipenjara.
Ia menulis surat ini untuk memperingatkan jemaat Kolose terhadap ajaran sesat yang mereka hadapi.
Paulus mengirim surat itu kepada mereka melalui Tikhikus, yang menemani budak pelarian Onesimus saat ia kembali kepada tuannya, Filemon, anggota jemaat Kolose (4:7–9).
Epafras tetap tinggal di Roma (lihat Filemon 23), mungkin untuk menerima instruksi lebih lanjut dari Paulus.
Seberapa luas penyebaran injil di Kolose?
Kitab Wahyu menjadi saksi betapa luasnya penyebaran Injil di wilayah ini ( Wahyu 1:4 ). Termasuk penyebarannya ke Kolose.
Itu adalah hasil dari pekerjaan orang-orang yang bertobat melalui Paulus, yang pertama kali mendengar kabar tersebut di Efesus, kota terpenting di Asia Kecil dan pelabuhan utama.
Epafras mendengar khotbah Paulus di Efesus dan, menjadi salah satu rekan kerjanya, ia membawa Injil kembali ke kota asalnya di Kolose.
Seperti apa tantangan di Kolose?
Kota itu sendiri, sekitar sembilan mil (15 kilometer) di tenggara Laodicea. “..kota itu memiliki populasi Yahudi yang cukup besar dengan “sebanyak sepuluh ribu orang Yahudi tinggal di daerah Frigia itu.”
Koin yang dicetak di Kolose menunjukkan bahwa orang-orang di sana, seperti di banyak kota Romawi, menyembah berbagai dewa.
Praktik-praktik pagan dan pengaruh budaya yang kuat jelas menghadirkan tantangan yang luar biasa bagi orang Kristen di sana..
Selain menginjili kota itu, tantangan untuk tetap setia pada iman Injil yang murni begitu menantang.
Tokoh Kristen terkemuka lainnya di Kolose adalah Filemon, yang mungkin bertobat sekitar waktu yang sama dengan Epafras.
Siapkah Filemon dan apa hubungannya dengan Onesimus?
Filemon yang bertobat dalam pelayanan Paulus, seorang yang kaya. Memiliki rumah yang cukup besar (ayat 2).
Filemon juga memiliki setidaknya satu budak, seorang pria bernama Onesimus (secara harfiah, nama umum untuk budak).
Onesimus bukanlah orang percaya. Suatu kali ia mencuri uang dari Filemon dan melarikan diri (ayat 18).
Seperti ribuan budak pelarian lainnya, Onesimus melarikan diri ke Roma, berusaha untuk menyembunyikan diri di tengah populasi budak yang padat dan tidak mencolok di ibu kota Kekaisaran.
Onesimus bertemu Paulus di Roma dan menjadi seorang Kristen. Paulus menyayangi budak pelarian itu (ayat 12, 16) dan ingin mempertahankan Onesimus di Roma (ayat 13), di mana ia memberikan pelayanan yang berharga kepada Paulus selama masa penahanannya (ayat 11).
Tetapi dengan mencuri dan melarikan diri dari Filemon, Onesimus telah melanggar hukum Romawi dan menipu tuannya.
Paulus tahu bahwa masalah-masalah itu harus ditangani dan memutuskan untuk mengirim Onesimus kembali ke Kolose.
Karena sangat berbahaya kalau Onesimus melakukan perjalanan sendirian (karena bahaya para penangkap budak)..
Jadi Paulus mengirimnya kembali bersama Tikhikus, yang sedang kembali ke Kolose dengan surat kepada jemaat di Kolose (Kol. 4:7-9).
Bersama Onesimus, Paulus mengirimkan surat pribadi yang indah ini kepada Filemon, mendesaknya untuk mengampuni Onesimus dan menyambutnya kembali untuk melayani sebagai saudara seiman dalam Kristus (ayat 15-17).
Demikianlah hubungan Paulus dan Kolose. Walau dia tidak secara langsung membuka gereja disana, namun orang-orang yang mendirikan gereja disana adalah buah pelayanannya.
Pertobatan satu orang, dapat memperluas injil ditempat lainnya. Jangan anggap remeh pertobatan satu jiwa.
Kamis: Gereja-gereja Filipi dan Kolose
Teks: Filipi 1:1-3 dan Kolose 1:1-2
Bagaimana jemaat-jemaat di Filipi dan Kolose digambarkan?
Mereka digambarkan sebagai “orang kudus”; artinya, melalui baptisan mereka telah dipisahkan sebagai umat pilihan Allah, sama seperti umat Israel, melalui praktik sunat ( Kel. 19:5-6 ; bandingkan 1 Pet. 2:9-10 ), telah dipisahkan sebagai “bangsa yang kudus.”
Dalam Filipi, mereka disebut “para penilik jemaat dan diaken.” (Fil 1:1). Di Kolose disebut, “saudara-saudara yang setia dalam Kristus” ( Kolose 1:2 ).
Ketika Perjanjian Baru berbicara tentang “saudara-saudara yang setia,” mereka memiliki pelayanan khusus di gereja..
Disini kita lihat, Paulus juga menyapa para pemimpin gereja, yang menunjukkan bahwa organisasi gereja sudah terbentuk saat itu.
Apa yang penting yang ingin disampaikan dari gambaran Filipi dan Kolose?
Bahwa melatih rekan kerja seperti Timotius dan Epafras serta menyediakan kepemimpinan bagi gereja-gereja lokal merupakan prioritas bagi Paulus, untuk kemajuan Injil.
Dengan kata lain, ada pendekatan strategis untuk menjangkau dan mempertahankan jemaat.
Bagaimana gereja Advent mengikuti model gereja perjanjian baru?
Para pionir Advent kita mengikuti model organisasi gereja Perjanjian Baru seperti yang ditunjukkan oleh banyak artikel Review and Herald dari tahun 1850-an.
Bahkan, James White berkata, “Tata tertib ilahi Perjanjian Baru sudah cukup untuk mengatur gereja Kristus. Jika dibutuhkan lebih banyak, itu pasti telah diberikan melalui ilham.”
Jauh sebelum Paulus menulis kepada jemaat-jemaat ini, para rasul telah mulai mengangkat para pejabat gereja di Yerusalem (lihat Kisah Para Rasul 6:1-6 , Kisah Para Rasul 11:30 ), yang “akan menjadi model bagi organisasi gereja-gereja di setiap tempat lain di mana para pembawa pesan kebenaran harus memenangkan orang-orang yang bertobat kepada Injil.” — Ellen G. White, Kisah Para Rasul , hlm. 91
Bagaimana Paulus menulis surat-suratnya?
Terkadang menggunakan asisten sastra dalam penyusunan surat-suratnya. Seperti Timotius sebagai salah satu pengirim. Misalnya, 2 Korintus 1:1 , Filemon 1.
Ketika Paulus menggunakan kata “saya” dan bukan “kami” menunjukkan bahwa otoritasnya juga berada di balik surat-surat ini.
Poin-poin penting pelajaran 1: Dianiaya tetapi tidak ditinggalkan
Pendahuluan
Pelajaran minggu ini membahas komitmen Paulus terhadap pelayanan misionaris bahkan di bawah penganiayaan dan pendekatan strategisnya terhadap pekerjaan penginjilan.
1. Bagi Paulus, penjara adalah mimbar (Minggu, senin)
A. Meskipun tidak satu pun dari “surat-surat Paulus dari penjara” (Filipi, Kolose, Efesus, dan Filemon) menyebutkan di mana ia dipenjara, bukti-bukti mengarah ke Roma.
• Paulus menyebutkan “praetorium” ( Filipi 1:13 ) dalam konteks “seluruh pengawal istana,” yang kemungkinan berarti lebih dari sekadar kediaman pejabat Romawi di wilayah terpencil, tetapi ribuan tentara yang ditempatkan di Roma.
• Paulus juga menyebutkan orang-orang percaya “di rumah tangga Kaisar,” yang secara tegas menyiratkan hubungan pribadi dengan orang-orang yang melayani di markas besar kekaisaran di Roma.
B. Paulus adalah “seorang utusan yang dipenjara” ( Ef 6:20 ).
• Paulus dipenjara atau menghadapi bahaya serupa berkali-kali (lihat 2 Korintus 11:23-28 ), namun ia menerima semua bahaya ini sebagai bagian dari pelayanannya dan bahkan bersukacita karena ia dapat menderita demi Kristus (lihat 2 Korintus 6:3-10 ).
C. Oleh karena itu, Paulus menganggap dirinya bukan sebagai orang yang dianiaya secara tidak adil, melainkan hanya sebagai “tahanan Kristus Yesus demi kamu, orang-orang bukan Yahudi” ( Ef. 3:1; lihat juga Fil. 1 ).
2. Penginjilan yang sukses membutuhkan strategi yang bijaksana (Selasa)
A. Paulus membangun jemaat di Filipi karena dia taat kepada penglihatan yang mengarahkannya untuk “datang ke Makedonia” ( Kis. 16:9 ).
• Ada banyak kota lain di Makedonia di mana Paulus dapat memulai pekerjaannya, tetapi ia memilih Filipi dengan sengaja.
B. Dalam kegiatan penginjilannya, Paulus selalu berpikir strategis. Filipi adalah ‘kota utama di wilayah Makedonia itu’ ( Kis. 16:12 ).… Membangun kehadiran Kristen yang penting di sana memungkinkan mereka untuk membawa Injil ke banyak kota terdekat lainnya, termasuk Amfipolis, Apollonia, Tesalonika, dan Berea (lihat Kis. 17:1, 10 ).” Qtly, Sel, par 2
• Selain itu, pertobatan orang-orang berpengaruh seperti Lydia, seorang pengusaha wanita terkemuka (lihat Kis. 16:13-15 ), memberikan stabilitas dan dukungan bagi pekerjaan Injil di wilayah tersebut (untuk informasi lebih lanjut tentang strategi Paulus, lihat Teachers Ed, hlm. 15, 16).
C. Para pendeta dan pemimpin gereja saat ini hendaknya mendekati pekerjaan penginjilan dengan pola pikir strategis yang sama.
3. Gereja didirikan untuk pelayanan (Rabu, Kamis)
A. Salah satu kunci keberhasilan penginjilan Paulus adalah komitmennya untuk mengorganisir gereja-gereja dan melatih para anggotanya untuk memenangkan jiwa-jiwa.
• Sungguh luar biasa, Paulus mungkin bahkan belum pernah mengunjungi Kolose, tetapi itu tetaplah buah dari kerja kerasnya!
B. “Kita tidak memiliki catatan bahwa Paulus pernah mengunjungi Kolose, yang sekali lagi memberi tahu kita sesuatu tentang efektivitas strategi penginjilannya.
Pertama, Epafras, penduduk Kolose ( Kol. 4:12 ), yang membawa Injil ke kota itu ( Kol. 1:7 ). Tetapi bagaimana ia bertobat?
Kemungkinan besar, itu terjadi pada pertengahan tahun 50-an, ketika Paulus berada di Efesus yang berdekatan dan ‘semua orang yang tinggal di Asia mendengar firman Tuhan Yesus’ ( Kis. 19:10; bandingkan Kis. 20:31 ).” Pel, Rabu, par 1.
C. Surat Filipi ditulis untuk “orang-orang kudus” dan “penatua dan diaken” ( Filipi 1:1 ); demikian pula suratnya kepada jemaat Kolose ditujukan “kepada orang-orang kudus dan saudara-saudara yang setia” ( Kolose 1:1, 2 ).
• “Ketika Perjanjian Baru berbicara tentang “saudara-saudara yang setia,” mereka memiliki pelayanan khusus di dalam gereja (lihat Ef. 6:21, Kol. 4:7, 1 Pet. 5:12 ). Jadi, tampaknya Paulus tidak hanya berbicara kepada anggota gereja tetapi juga kepada para pemimpin gereja di kota-kota ini” (ayat 7, 8).” Pel, Kam, par 2
• Organisasi gereja di Yerusalem dimaksudkan sebagai model untuk organisasi gereja di setiap tempat lain. Kemudian dalam sejarah gereja mula-mula, ketika di berbagai bagian dunia banyak kelompok orang percaya telah dibentuk menjadi gereja-gereja, organisasi gereja disempurnakan lebih lanjut, sehingga ketertiban dan tindakan yang harmonis dapat dipertahankan. Setiap anggota dinasihati untuk bertindak dengan baik sesuai perannya. Masing-masing harus menggunakan talenta yang dipercayakan kepadanya dengan bijaksana. AA 91.1
Kesimpulan
Ia [Allah] menuntut agar ketertiban dan sistem dipatuhi dalam penyelenggaraan urusan gereja saat ini, sama seperti di masa lalu. Ia menginginkan pekerjaan-Nya dilakukan dengan teliti dan tepat agar Ia dapat membubuhkan cap persetujuan-Nya di atasnya. Orang Kristen harus bersatu dengan orang Kristen lainnya, gereja dengan gereja lainnya, instrumen manusia bekerja sama dengan instrumen ilahi, setiap lembaga tunduk kepada Roh Kudus, dan semuanya bersatu dalam memberikan kabar baik tentang kasih karunia Allah kepada dunia. AA 96.1
Garis besar diskusi agar lebih interaktif
Perhatikan: Bagian ini dapat dibawakan dalam diskusi sekolah sabat, agar lebih interaktir, yaitu dengan memunculkan pertanyaan-pertanyaan agar bisa didiskusikan bersama-sama.
Diskusi sekolah sabat bukan ceramah atau renungan apalagi kotbah. Pemimpin diksusi bukan pembicara tunggal, tetapi sebagai modetaror yang memimpin anggota kelas agar secara interaktif memperbincangkan pelajaran sepanjang minggu itu.
Judul: Dianiaya tapi tidak ditinggalkan
A. Paulus, seorang tahanan di Roma
- Kisah Para Rasul 28:16,30 Berapa lama Rasul Paulus ditahan di bawah tahanan rumah di Roma?
- Surat-surat apa yang diilhami yang ditulis Paulus saat dipenjara di Roma? Filipi 1:1-7, Kolose 1:1-2, 4:2-3 (dua surat yang diilhami ini akan menjadi fokus studi kita dalam seri ini)
- Surat-surat inspiratif apa lagi yang ditulis Paulus selama penahanan pertamanya di Roma? (Efesus, Filemon)
- Mengapa Paulus menyebut dirinya sebagai “tahanan Yesus Kristus” dan bukan “tahanan Roma”? Efesus 3:1, Filemon ayat 1
- Bagaimana Paulus menggunakan waktunya di penjara sebagai “duta yang dirantai”? Efesus 6:20, Filipi 1:12-13
- Kesulitan apa lagi yang dialami Paulus yang mempersiapkannya untuk masa pemenjaraan di Roma ini? 2 Korintus 4:7-12
- Apa yang dapat kita pelajari dari Paulus tentang cara menghadapi kesulitan dan penganiayaan? 2 Korintus 6:3-7
- Mengapa janji TUHAN yang tercatat dalam Ibrani 13:5 bermakna bagi hidup Anda hari ini?
B. Kunjungan pertama Paulus ke Filipi
- Campur tangan ajaib apa yang terjadi pada perjalanan misionaris kedua Paulus yang menyebabkan kunjungan pertamanya ke Filipi? Kisah Para Rasul 16:6-12
- Apa yang istimewa dari kota Filipi?
- Siapakah yang Paulus temui tak lama setelah kedatangannya di Filipi? Kisah Para Rasul 16:13-15
- Penderitaan apa yang dialami Paulus dan temannya Silas di Filipi? Kisah Para Rasul 16:22-23 (lihat Kisah Para Rasul 9:16)
C. Paulus dan kota Kolose
- Kapan Rasul Paulus mengunjungi Kolose?
- Di manakah letak Colossae?
- Siapakah yang pertama kali menyampaikan pesan Injil kepada warga Kolose? Kolose 1:1-8, 4:12-13
- Dari mana Epaphras mengetahui tentang Yesus? Kisah Para Rasul 19:1,8-10 (mungkin saat mengunjungi Efesus)
D. Surat-surat inspiratif dari penjara
- Apa arti kata “diilhami”? 2 Timotius 3:16, 2 Petrus 1:20-21, 3:14-15
- Siapakah yang menyampaikan surat Paulus kepada orang-orang percaya di Filipi? Filipi 2:25, 4:18
- Apa yang kita ketahui tentang dua sahabat Paulus yang menyampaikan suratnya kepada orang-orang percaya di Kolose? Kolose 4:7-9 (lihat Filemon ayat 16)
- Bagaimana pendapat Anda tentang cara Paulus memulai surat-surat ini? Filipi 1:1-3, Kolose 1:1-2









