Teks: Filipi 1:19-30, 1 Korintus 4:14-16, 2 Korintus 10:3-6, Yohanes 17:17-19, Mikha 6:8, Kisah Para Rasul 14:22
Pendahuluan
Apakah kematian bagian hidup kita?
Kematian bukan bagian kehidupan. Itu bohong. Yang benar adalah kematian adalah musuh kehidupan. Itu bukan bagian hidup kita.
Itu sebabnya Paulus katakan, “.. supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan dia, yaitu Iblis, yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut..”
Apa yang penting bagi Paulus?
Paulus siap mati untuk kristus. Karena itu, hal terpenting baginya saat itu adalah, baik dengan hidup atau matinya sendiri, untuk menghormati Kristus dan memberitakan Injil kepada sebanyak mungkin orang.
Mungkin itulah salah satu alasan kita memiliki begitu banyak surat yang menyandang namanya. Melalui tulisannya, ia dapat menjangkau banyak orang dan tempat, termasuk tempat-tempat yang belum pernah ia kunjungi sendiri.
Bagaimana kita menjalani hidup yang singkat ini?
Hidup ini singkat, dan sangat penting untuk memberikan dampak sebesar mungkin bagi kerajaan Allah dalam rentang tahun yang Allah berikan kepada kita.
Sebagian besar dampak itu berkaitan dengan upaya kita untuk mendorong “kesatuan iman.” Seperti yang akan kita lihat mulai minggu ini, tema ini merupakan salah satu alasan penting mengapa Paulus menulis surat kepada jemaat di Filipi.
Minggu: Kristus akan dimuliakan
Teks: Filipi 1:19-20
Apa harapan Paulus mengenai hasil persidangannya?
Ada dua harapan Paulus menurut Filipi 1:19-20. Pertama, Bahwa dia sama sekali tidak akan dipermalukan. Kedua, bahwa apa pun yang terjadi padanya secara pribadi, dia akan “menang!”
Bagaimana Paulus merinci penderitaannya?
Dalam 2 Korintus 11:23-27, dia merinci beberapa bentuk penderitaannya:
- Banyak berjerih lelah. Dari kata Kopos, menggambarkan pengerahan fisik atau mental yang melelahkan dan juga dapat merujuk pada masalah, kesulitan.
- Sering dipenjara. Pemenjaraan Paulus yang tercatat di Filipi. Pemenjaraan dalam bentuk jamak menunjukkan bahwa ada banyak pemenjaraan lain (jauh lebih banyak) yang tidak tercatat dalam Kitab Suci!
- Didera atau dipukuli diluar batas. Misalnya waktu Paulus di Filipi, dia dipukuli dan dimasukkan penjara.
- Kerap kali dalam bahaya maut. Dalam buku kisah, banyak dicatat bahaya kematian yang sering dia hadapi. Misalnya di Damaskus ( Kisah 9:23), Antiokhia Pisidia ( Kisah 13: 50), Ikonium (Kisah 14:5–6 ), Listra ( Kisah 14 : 19), Filipi ( Kisah 16:19–40), Tesalonika ( Kisah 17:5–9), dan Berea ( Kisah 17:13) .
- Lima kali aku disesah orang Yahudi, setiap kali empat puluh kurang satu pukulan. Secara hafariah, “empat puluh cambukan dikurangi satu.”
Ini merujuk pada hukuman yang diberikan oleh pengadilan Sinagoge. Pukulan-pukulan itu mungkin diberikan dengan tongkat.
Dan diberikan di depan umum. Jenis hukuman ini dipraktikkan di Asyur dan Mesir, serta di Israel.
Para rabi kemudian mengkodifikasi bahwa jumlah pukulan harus dikurangi satu dari empat puluh pukulan (jumlah maksimum, bdk. Josephus, Antiq. 4:8:21, 23).
Mereka menetapkan bahwa pukulan sebanyak itu harus dilakukan di punggung dan di bagian depan, bahu kiri dan kanan (bdk. Makabe 3:10 dst.)
- Tiga kali aku didera. Ini merujuk pada jenis hukuman peradilan Romawi, kemungkinan besar diberikan secara terbuka oleh pengadilan kota.
- Satu kali aku dilempari dengan batu. Ini kemungkinan besar merujuk pada peristiwa sebelumnya di Lystra dalam Kisah 14:19.
- Tiga kali mengalami karam kapal. Kecelakaan kapal yang tercatat sekali dalam Kisah 27:1-44. Yang lain tidak dicatat.
- Sehari semalam aku terkatung-katung di tengah laut.
- Sering diancam bahaya banjir. Sungai yang meluap hingga mencapai tingkat banjir selalu menimbulkan bahaya. Paulus sering menghadapinya. Kemungkinan yang dimaksud sungai Yordan.
- Bahaya penyamun. Jalan berbatu dari Yerusalem ke Yerikho adalah salah satu dari sekian banyak jalan yang dianggap sangat berbahaya.
Orang-orang Korintus juga pasti mengetahui bahaya dari para perampok, karena jalan yang membentang dari kota mereka ke Athena dikenal sebagai tempat persembunyian para perampok, terutama di daerah-daerah terpencil.
Tidak ada catatan Paulus pernah di rampok penyamun, namun dalam perjalanannya, resiko penyamun sangat nyata.
- Bahaya dari pihak orang-orang Yahudi dan dari pihak orang-orang bukan Yahudi. Mengacu pada sesama orang Yahudi yang terus-menerus “mengejar” Paulus.
Bahkan bangsa -bangsa bukan Yahudi pun mengganggu Paulus..
- Bahaya di kota, bahaya di padang gurun, bahaya di tengah laut, dan bahaya dari pihak saudara-saudara palsu.
Artinya, kemana pun ia pergi, ia berada dalam bahaya. Paulus menggambarkan bahaya di Damsyik dalam 2 Korintus 11:32 ( bdk. Kisah 9:24 ).
Paulus berada dalam bahaya di kota dalam Kisah 17:5. Intinya, Pelayanan Paulus identik dengan bahaya.
- Banyak berjerih lelah dan bekerja berat.
- Kerap kali aku tidak tidur. Menggambarkan keadaan tetap terjaga karena seseorang tidak dapat tidur.
- Aku lapar dan dahaga. Kelaparan adalah kondisi kekurangan makanan.
- Kerap kali aku berpuasa. Dalam konteks ini, mungkin bukan puasa ritual, tetapi benar-benar tidak memiliki makanan yang cukup.
- Kedinginan dan tanpa pakaian. Konteksnya mengacu pada kurangnya pakaian untuk menjaga suhu tubuh tetap normal. Apakah dia menderita hipotermia? kemungkinan besar mengalaminya.
Namun, semua penderitaan diatas bukan hal yang memenuhi pikiran Paulus. Apa yang ada dalam pikirannya adalah memelihara semua jemaat-jemaat (28).
Bagaimana hubungan Paulus dengan gereja-gereja yang ia dirikan dan orang-orang yang ia menangkan bagi Kristus?
Hubungan Paulus dengan mereka seperti bapa dan anak (1 Kor 4:14-16, 2 Tes 1:11, Gal 4:19, Fil 10).
Apa yang Paulus lakukan untuk mereka?
Paulus rela “berkorban dan mengorbankan diri” demi sesama orang percaya ( 2 Korintus 12:15 ). Namun apa yang dilakukan Paulus tidak sering tidak dia terima imbal baliknya..
Karena, semakin tindakan seseorang menyerupai tindakan Yesus, semakin sedikit mereka dicintai atau dihargai oleh sebagian orang.
“Semua orang yang ingin hidup saleh dalam Kristus Yesus akan menderita penganiayaan” ( 2 Timotius 3:12 ).
Tetapi kesetiaan orang Kristen tetap menjadi cara yang paling ampuh untuk memuliakan Allah dan mengungkapkan kebenaran Injil.
Perhatikan bagaimana kamu hidup dan bagaimana kamu memperlakukan orang lain, terutama orang-orang yang tidak memperlakukanmu dengan baik. Kesaksian macam apa yang kamu berikan tentang Yesus?
Senin: Mati adalah keuntungan
Kita semua terlibat dalam peperangan rohani. Pertentangan kosmik. Kita akan mengalaminya sampai hari kita meninggal.
Apa dasar dari peperangan rohani yang kita lakukan, dan apa senjata kita?
Peperangan rohani didasarkan pada kuasa Allah. Menaklukkannya kepada Kristus. Menghukum setiap kedurhakaan.
Senjata kita yang paling ampuh, jika digunakan dengan bijaksana, adalah “Firman Allah” yang dipegang oleh Roh Kudus ( Efesus 6:17), karena hanya Allah yang dapat menyampaikan kebenaran ke dalam hati seseorang. Kita hanyalah alat yang digunakan Allah untuk mencapai tujuan-Nya.
Apa artinya hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan di Filipi 1:21-22?
Kristus adalah segalanya baginya, ia hidup hanya untuk melayani Kristus, ia tidak memiliki konsep hidup di luar Kristus. Tujuannya Kristus, orientasinya Kristus ..”
Bahwa hidup dalam Kristus adalah ungkapan yang “mencerminkan apa yang Paulus anggap sebagai summum bonum (kebaikan tertinggi) dalam hidupnya. Kristus adalah raison d’etre Paulus—alasan keberadaannya.
Jika Anda ingin menjadi seperti Paulus dan memiliki kepuasan sejati, jadikan Kristus sebagai kasih dalam hidup Anda, bukan harta benda.
Jadi ayat tersebut menunjukkan apa yang menjadi prioritas Paulus: Dia mengutamakan Kristus ( Filipi 1:19-21 ). Dia menempatkan orang lain di urutan kedua ( Filipi 1:22-25 ). Dia menempatkan Diri-Nya di urutan terakhir ( Filipi 1:26 ).
Arti hidup bagi banyak orang..
“Bagiku, hidup itu uang,… dan mati itu meninggalkan semuanya.”
“Bagiku, hidup adalah kemasyhuran,…dan mati berarti dilupakan.”
“Bagiku, hidup adalah kekuatan,… dan mati berarti kehilangan segalanya.”
“Bagiku, hidup adalah tentang harta benda,… dan mati berarti tidak membawa satu pun dari harta benda itu bersamaku.”
Mati untuk orang yang tidak percaya berarti melepaskan semua harta benda Anda, tetapi mati untuk orang yang beriman berarti mendapatkan harta benda terbesar Anda!
Mengapa kita begitu mudah dan sering tergoda oleh kesenangan duniawi yang sementara ini?
Apa artinya hidup bagi Paulus?
“..jika aku harus hidup di dunia ini, itu berarti bagiku bekerja memberi buah.” Fil 1:22).
Pekerjaan yang berbuah adalah pekerjaan Tuhan, yang selalu diberkati oleh Roh Kudus. Ketika “firman kebenaran, Injil” diberitakan dengan setia, maka firman itu akan “terus-menerus berbuah dan bertambah” ( Kol. 1:5-6)
Kitab Suci menjelaskan 3 jenis umum buah rohani …
1) Buah sikap rohani – Seperti yang dijelaskan dalam Galatia 5:22-23 . Setiap orang percaya menunjukkan semua aspek buah ini sampai taraf tertentu, meskipun seringkali satu atau beberapa sifat akan lebih dominan.
Buah sikap rohani ini mendahului buah perbuatan rohani yang dijelaskan di bawah ini. Jika sikap rohani hadir, buah perbuatan baik pasti akan menyusul.
2) Buah tindakan rohani – Kolose 1:10. Dalam surat Kolose, Paulus menggambarkan orang percaya yang dipenuhi atau dikendalikan oleh pengetahuan tentang kehendak Allah dalam segala hikmat dan pengertian rohani, sehingga hidup layak di hadapan Tuhan, menyenangkan Dia, dan menghasilkan buah dalam setiap pekerjaan baik.
3) Orang yang baru bertobat – 1 Korintus 16:15 ; Roma 16:15 di mana kata “bertobat” secara harfiah berarti ” buah sulung “)
Apa yang seharusnya kita perjuangkan?
Sebagai orang Kristen, kita seharusnya tidak terlalu memperjuangkan hak-hak kita, melainkan apa yang benar.
Bukan “kekuatanlah yang menentukan kebenaran,” tetapi “kebenaranlah yang menentukan kekuatan.”
Ketaatan kepada kehendak Allah adalah mulia; bahkan, itu adalah satu-satunya cara untuk meraih kemenangan dalam peperangan yang kita hadapi. Yesus, tentu saja, adalah teladan utama ketaatan kepada kehendak Allah, seperti yang akan Paulus kemukakan dalam Filipi 2 .
Selasa: Percaya Diri
Teks: Filipi 1:23-24
Apa maksud Paulus di Filipi 1:23-24, ketika ia mengatakan bahwa “pergi dan berada bersama Kristus” adalah “jauh lebih baik”?
Bagian ini telah banyak disalahpahami sepanjang zaman. Paulus membahas perbedaan antara hidup dan mati. Orang Kristen hidup untuk Kristus dan bahkan mungkin mati untuk Dia.
Maka ini adalah keuntungan. Karena kesaksian kita menjadi jauh lebih kuat dan persuasif ( Filipi 1:21). Tidak diragukan lagi seseorang percaya ketika bersedia mati karena kepercayaan itu.
Jadi “Kepergian” Paulus dari kehidupan sekarang untuk bersama Kristus berarti bersama Dia dalam penderitaan dan kematian (2 Tim. 4:6) untuk “mencapai kebangkitan dari antara orang mati” ( Filipi 3:11 ). Jadi ayat itu tidak bermaksud bahwa ketika Paulus mati dia pergi kepada Yesus..
Paulus memahami bahwa kematian itu seperti tidur. Dalam sekejap mata, pada saat kebangkitan, ia akan melihat Yesus, yang akan membawanya, bersama semua umat Allah, ke tempat yang telah Yesus persiapkan bagi semua orang yang mengasihi-Nya ( Yohanes 14:3 , 1 Korintus 2:9 ).
Meskipun bersedia mati untuk Kristus, Paulus tahu bahwa akan lebih baik bagi jemaat Filipi jika ia “tetap tinggal di dunia karena kamu..” ( Filipi 1:24 ).
Menariknya, bagi orang Kristen, apakah lebih baik hidup untuk Kristus atau mati untuk Dia bukanlah hal yang mudah untuk dijawab.
Paulus “terjebak di antara keduanya” ( Filipi 1:23 ), antara tetap hidup atau beristirahat di dalam kubur.
Betapapun tak seorang pun ingin mati, pernahkah Anda berpikir bahwa saat Anda meninggal, hal berikutnya yang akan Anda ketahui adalah kedatangan kembali Kristus?
Bagaimana pemikiran itu dapat membantu Anda memahami pemikiran Paulus di sini?
Rabu: Tetap Teguh dalam Persatuan
Apakah doa terakhir Yesus kepada murid-murid-Nya?
Doa agar mereka bersatu. Yesus memandang melampaui salib kepada persatuan kembali dengan Bapa-Nya dan persatuan kembali dengan kita:
“Bapa, Aku ingin agar mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku juga tinggal di tempat Aku berada, supaya mereka melihat kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku” ( Yohanes 17:24 ).
Mengapa Yesus berdoa untuk persatuan?
Karena konsekuensi buruk dari perpecahan. Perpecahan menghambat kemajuan injil.
Jadi, Yesus menekankan kesatuan kita dengan Dia dan Bapa agar “dunia percaya” dan agar “dunia tahu bahwa Engkau telah mengutus Aku” ( Yohanes 17:21 , 23
Apa yang penting dalam persatuan gereja?
- Hidup berpadanan dengan injil. Paulus menyarankan bahwa kita orang Kristen adalah warga surga, dan selama kita berada di bumi, kita harus berperilaku seperti warga surga.
Filipi adalah koloni Romawi, dan warganya sebenarnya adalah warga Romawi, yang dilindungi oleh hukum Romawi.
Gereja Yesus Kristus adalah koloni surga di bumi! Dan kita harus berperilaku seperti warga surga.
Masyarakat Romawi sangat sadar akan komunitas, di mana individu tunduk kepada negara.
Orang-orang melihat ini sebagai hak istimewa dan berhati-hati untuk tidak melakukan apa pun yang akan mencemarkan nama baik kewarganegaraan mereka
Demikian pula, Paulus memberi tahu kita bahwa selama kita hidup di sini, kebiasaan kita harus mencerminkan surga, ” dengan cara yang layak bagi Injil Kristus .”
Idenya adalah bahwa cara hidup kita harus sama beratnya dengan Injil yang kita ikrarkan. Cara kita berpakaian, cara kita berbicara, dan cara kita bertindak harus selaras dengan kesetiaan utama kita.
Jemaat Filipi tahu persis apa yang Paulus katakan: mereka adalah warga negara surga. Karena itu, mereka harus…
• Menjaga hubungan erat dengan surga
• Berbicara dengan bahasa surga yang bersih dan murni
• Menyandang gelar surga, Kristen, dan melakukannya dengan bangga
• Memberikan kesaksian tentang adat istiadat surga
• Menjalankan urusan surga
• Berpakaian sebagai warga surga
• Tidak membiarkan pengaruh duniawi masuk sama sekali
• Hidup dan berperilaku sebagai koloni surgawi di lingkungan yang tercemar dan sekarat
- Teguh berdiri dalam satu roh. Roh Kudus mempersatukan orang Kristen menjadi satu tubuh.
Karena pertengkaran, perselisihan, dan mementingkan diri sendiri menghalangi dan merusak kesaksian Injil.
Satu roh berarti bahwa semua anggota gereja harus dilahirkan kembali oleh Roh Kristus. Semua anggota harus memiliki roh yang diperbarui dari sumber yang sama, dari Pribadi yang sama.
Mereka semua harus berkomitmen kepada Tuhan Yesus Kristus. Mereka semua harus memiliki hati yang diberikan kepada-Nya.
Sebuah gereja terpecah karena perselisihan tentang penempatan bangku piano. Hal ini menyebabkan dua faksi berbeda bergantian di gereja, memindahkan bangku tersebut masuk dan keluar sesuai dengan siapa yang menempati gedung pada saat itu!
Tidak ada yang lebih merusak kesaksian Injil selain perpecahan di antara umat Allah yang disebabkan oleh kepentingan diri sendiri, keluhan-keluhan kecil, dan kesalahpahaman.
Berdiri teguh dalam satu roh, dengan satu pikiran, berarti menghadapi perlawanan secara bersatu. Persatuan sangat penting di rumah, dalam bisnis, dan di Gereja.
Kita harus berdiri teguh dan jujur dalam kesatuan yang sempurna.
- Sehati sejiwa. Satu jiwa/pikiran berarti bahwa semua anggota harus tertuju pada tujuan yang sama; mereka semua harus fokus pada tujuan Yesus Kristus
Satu “jiwa” menunjukkan bahwa persatuan harus meluas hingga ke watak batin.
Apakah akar dari perpecahan gereja?
Seringkali perpecahan di gereja pada akhirnya berakar dari kesombongan. “Karena kesombongan dan ambisi duniawi telah dipelihara, roh Kristus telah pergi, dan persaingan, perselisihan, dan pertikaian telah masuk untuk mengalihkan perhatian dan melemahkan gereja.” — Testimonies for the Church , vol. 5, hlm. 240, 241 .
Betapa pentingnya bagi kita masing-masing untuk mempelajari kerendahan hati dan kelembutan yang Yesus teladani bagi kita! Gereja kita akan sangat berbeda, bukan?
Kamis: Bersatu dan Tak Kenal Takut
Apa strategi setan agar tidak bersatu?
Strategi Setan adalah memecah belah dan menaklukkan. Perpecahan itu mematikan. Yesus berkata, “Jika sebuah rumah terpecah melawan dirinya sendiri, rumah itu tidak dapat berdiri” ( Markus 3:25 ). Ini adalah prinsip sederhana yang Setan senangi jika kita lupakan.
Apa kunci penting untuk persatuan?
Firman Allah sebagai salah satu kunci terpenting untuk persatuan ( Yohanes 17:17 , 19).
Apa yang membuat kita tidak akan berhasil?
Jika pekabaran, misi dan persatuan hilang, kita tidak akan berhasil. Jika kita memiliki ketiganya, tidak ada yang perlu ditakutkan.
Kita tidak perlu “sekali pun takut” oleh perlawanan ( Filipi 1:28 , NKJV). Setan adalah musuh yang telah dikalahkan.
Sekalipun kita dihukum mati karena iman kita, tidak ada yang dapat membahayakan kita jika kita “menjadi pengikut apa yang baik” ( 1 Petrus 3:13 )
Rangkuman:
Kehidupan di dunia yang jatuh ini memang sulit, bahkan bagi kita yang “terbaik”. Ayub adalah orang yang saleh; Alkitab mengatakan bahwa ia “tidak bercela dan jujur, dan takut akan Allah dan menjauhi kejahatan” ( Ayub 1:1 ).
Namun, dalam semalam, malapetaka menimpa dia dan keluarganya. Siapa yang belum belajar, baik melalui pengalaman pribadi maupun dengan melihat apa yang terjadi pada orang lain, bahwa kehidupan di sini tampaknya dijalani di atas jurang, dan kita tidak pernah tahu kapan kita akan jatuh? Penderitaan, sampai batas tertentu, adalah bagian dari kita semua.
Namun pada akhirnya, lebih baik menderita demi Kristus daripada demi apa pun.
Harapan dan penghiburan apa yang seharusnya kita, sebagai orang Kristen, miliki di tengah penderitaan kita?
3 Poin-poin penting pelajaran sepekan ini
Pendahuluan
Minggu ini kita akan menelaah ajaran Paulus tentang persatuan dan pola pikir yang seharusnya kita miliki ketika menghadapi penderitaan atau bahkan kematian demi Kristus.
I. Meneladani pola pikir Paulus (Minggu, senin, selasa)
A. Paulus hidup untuk memuliakan Kristus.
o Ia penuh keyakinan, menyatakan bahwa “dalam segala hal aku tidak akan dipermalukan, tetapi… Kristus akan dimuliakan di dalam tubuhku, baik melalui hidup maupun melalui kematian” ( Filipi 1:20; lihat juga Galatia 1:22-24 dan 2 Tesalonika 1:11, 12 ).
B. Bagi Paulus, hidup terus atau kematian sama-sama merupakan kemenangan.
o Seandainya nyawa Paulus diselamatkan, ia akan terus memenangkan jiwa-jiwa dan membimbing orang-orang percaya yang baru.
o Paulus memiliki perhatian layaknya seorang ayah terhadap orang-orang yang telah ia menangkan bagi Kristus ( 1 Kor. 4:14-16; 1 Tes. 2:10, 11; Gal. 4:19; File. 1:10 ).
o Di atas semua kesulitan yang ia alami, beban harian Paulus adalah “kepeduliannya yang mendalam terhadap semua jemaat” ( 2 Korintus 11:28 ).
o “Jika aku tetap hidup di dunia, itu berarti buah dari jerih payahku… tetapi lebih perlu bagimu untuk tetap hidup dalam dunia” ( Filipi 1:22, 24 ).
C. Sebaliknya, jika hidup Paulus dipersingkat, ia akan beristirahat dari pekerjaannya dengan keyakinan penuh akan kehidupan kekal bersama Kristus.
o Paulus menjelaskan bagaimana ia mempunyai “keinginan tulus untuk pergi dan berada bersama Kristus, yang jauh lebih baik” ( Filipi 1:23 ).
o Inilah sebabnya ia dapat berkata, “Hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan” ( Filipi 1:21 ).
II. Pengalaman menghadapi realitas kematian (Selasa)
A. Paulus mengetahui dan mengajarkan kebenaran tentang keadaan orang mati.
o Harapan Paulus terletak pada kebangkitan tubuh (lihat Filipi 3:10, 11 ).
o Ia menggambarkan tiga keadaan keberadaan – mengenakan kemah/tubuh yang ada di bumi, “telanjang” dalam kematian, atau “mengenakan pakaian lebih lanjut” dengan “tempat kediaman kita yang berasal dari surga” pada kedatangan Kristus yang kedua (lihat 2 Korintus 5:1-4; 1 Korintus 15:51-53; 1 Tesalonika 4:13-18 ).
o “Demikianlah kita akan selalu bersama Tuhan” ( 1 Tesalonika 4:17 ).
B. Pemahaman Paulus tentang realitas kematian memberinya keyakinan tentang pengalaman kematian.
o Keinginan Paulus untuk “pergi dan bersama Kristus” adalah pernyataan tentang pengalaman kematian, bukan tentang realitas kematian.
o Karena perjalanan waktu sama sekali tidak diketahui oleh orang mati, kesadaran mereka selanjutnya akan tampak terjadi secara instan.
o Paulus “tidak diragukan lagi menyadari bahwa ia akan menutup matanya dalam kematian dan bahwa hal berikutnya yang akan ia ketahui, dalam sekejap mata, adalah melihat Yesus, yang akan membawanya, bersama semua umat Allah, ke tempat yang telah Yesus persiapkan bagi semua orang yang mengasihi Dia ( Yohanes 14:3, 1 Korintus 2:9 ).” Pel, Sel, par 5
III. Firman Allah adalah dasar persatuan kita (Rabu, kamis)
A. Yesus dan Paulus sama-sama memiliki beban agar gereja Allah dipersatukan (lihat Yoh. 17:20 21; Fil. 1:27 ).
o Persatuan umat Kristen didasarkan pada Firman Tuhan ( Yoh. 17:17, 19 ).
o “Karena persatuan sangat penting untuk memenuhi misi kita menyebarkan pesan yang diberikan Tuhan ini, dan doa Yesus dalam Yohanes 17 menyoroti “kebenaran” Firman Tuhan sebagai salah satu kunci terpenting untuk persatuan, pesan kita tidak dapat dipisahkan dari misi atau persatuan kita. Ketiganya berdiri atau jatuh bersama-sama.” Pel, Kam, par 1
B. Persatuan ini akan mencapai puncaknya di hari-hari terakhir ( Ef. 4:13-15 ).
o “Kita diyakinkan bahwa para penjaga akan saling memahami, ketika Tuhan akan memulihkan Sion. Juga, bahwa pada akhir zaman orang-orang bijak akan mengerti. Ketika ini digenapi, akan ada kesatuan iman dengan semua orang yang dianggap bijak oleh Allah; karena mereka yang benar-benar mengerti dengan benar, pasti akan mengerti dengan cara yang sama.” RF Cottrell, “Pendahuluan,” dalam Ellen G. White, Tulisan-tulisan Awal, hlm. 140 (Pel, Jum’at, par 2)
Kesimpulan
“Hidup ini singkat, dan sangat penting untuk memberikan dampak sebesar mungkin bagi kerajaan Allah dalam rentang tahun yang Allah berikan kepada kita. Sebagian besar dari dampak itu berkaitan dengan upaya kita untuk mendorong “kesatuan iman.” Pel, Sab, par 3
Garis Besar Pelajaran Interaktif
Judul: Kehidupan dan kematian
A. Keinginan agar Kristus dimuliakan
o Apa yang diinginkan Rasul Paulus terjadi selama masa penahanannya di Roma? Filipi 1:19-20
o Kesulitan-kesulitan apa saja yang telah dialami Rasul Paulus sebagai pengikut Kristus? 2 Korintus 11:23-27
o Apa saja cara-cara Kristus dimuliakan selama Paulus dipenjara di Roma? Filipi 1:12-13,14, Filemon 10 , dll.
o Apa saja cara agar Kristus dapat dimuliakan dalam hidup kita saat ini, bahkan di masa-masa cobaan dan kesulitan?
B. Kebebasan dari rasa takut akan kematian
o Filipi 1:21 Apa maksud Rasul Paulus ketika ia berkata, “mati adalah keuntungan”?
o Mengapa Setan memandang kematian sebagai salah satu senjata terbesarnya? Yohanes 8:44, Ibrani 2:14 , dll.
o Janji-janji Yesus manakah yang mengingatkan kita bahwa kita tidak perlu takut akan kematian? Lukas 11:32, Yohanes 11:25, 6:39-40
C. Keinginan untuk pergi dan bersama Kristus
o Filipi 1:22-24 Apa artinya bagi Rasul Paulus untuk pergi dan bersama Kristus?
o Bagaimana ajaran Paulus yang diilhami kepada orang Kristen di Tesalonika membantu kita memahami apa yang terjadi ketika kita mati? 1 Tesalonika 4:13-18
o Apa pikiran sadar selanjutnya bagi orang Kristen yang tertidur dalam kematian? Yohanes 11:11-14, 38-43, 6:28-29
o Mengapa lamanya waktu kita tidur di dalam kubur tidak berarti bagi orang Kristen?
D. Hidup untuk Kristus setiap hari
o Filipi 1:24-26 Mengapa Rasul Paulus merasa puas untuk “tetap tinggal dalam daging”?
o Filipi 1:27 Bagaimana seruan Paulus kepada orang Kristen di Filipi berkaitan dengan kehidupan kita dewasa ini?
o Apa perbedaan antara menjalani hidup yang “layak bagi Injil” dan menjalani hidup agar kita layak menerima keselamatan?
o Rasul Paulus mengantisipasi bahwa orang-orang percaya di Filipi akan mengalami penganiayaan. ( Filipi 1:29 ) Apakah penganiayaan tidak dapat dihindari bagi pengikut Yesus? 2 Timotius 3:12, Matius 5:10
o Bagaimana kita dapat mempertahankan sukacita di dalam Tuhan bahkan ketika kita mengalami penganiayaan? Lukas 6:22-23
o Pelajaran apa yang dapat kita ambil dari para pengikut Yesus yang telah mengalami penganiayaan? Stefanus, Petrus, Paulus, dan lain-lain.










