Teks: Yosua 24; Kejadian 12:7; Ulangan 17:19; Ulangan 5:6; 1 Raja-raja 11:2, 4, 9; 2 Timotius 4:7-8
Pendahuluan
Kita sudah tiba di pasal terakhir kita Yosua. Sekaligus akhir dari pelajaran triwulan ini. latar belakang dari pasal ini adalah penekanan perbuatan Allah dimasa lalu dan pembaharuan perjanjian, dipimpin oleh pemimpin Israel yang sudah lanjut usia.
Pasal ini memiliki unsur-unsur perjanjian kekuasaan Timur Dekat kuno:
(1) pendahuluan yang mengidentifikasi penguasa, inisiator perjanjian;
(2) prolog sejarah, yang menggambarkan hubungan antara penguasa dan bawahan;
(3) ketentuan perjanjian yang meminta bawahan untuk menunjukkan kesetiaan total kepada penguasa berdasarkan, dan dimotivasi oleh, rasa syukur;
(4) berkat bagi ketaatan dan kutukan bagi pelanggaran perjanjian;
(5) saksi atas janji bawahan;
(6) penyimpanan dokumen untuk dibaca di masa mendatang; dan
(7) ratifikasi perjanjian.
Ketika Yosua sudah lanjut usia, tapi belum terlihat siapa penggantinya.
Apa tujuan pembaruan perjanjian?
Untuk mengingatkan mereka bahwa raja mereka adalah Yahweh sendiri dan bahwa, jika mereka tetap setia kepada-Nya, mereka akan menikmati perlindungan-Nya.
Israel tidak membutuhkan raja manusia. Sebagai bangsa teokratis, mereka harus selalu ingat bahwa satu-satunya raja mereka adalah Tuhan.
Mari kita ambil waktu mempelajari pelajaran minggu ini.
Minggu: Anda ada disana
Teks: Yosua 24:1
Pada pelajaran ini, Yosua mengumpulkan mereka di Sikhem. Teks Yosua 24:1 mengatakan:
Kemudian Yosua mengumpulkan semua suku orang Israel di Sikhem. Dipanggilnya para tua-tua orang Israel, para kepalanya, para hakimnya dan para pengatur pasukannya, lalu mereka berdiri di hadapan Allah.
Mengapa Sikhem menjadi lokasi mengumpulkan Israel?
Sikhem adalah tempat suci bagi para leluhur ( Kej 12:6–7 ; Kej 33:18–20. Letaknya di selatan Gunung Ebal dan di utara Gunung Gerizim.
Alasan mengapa Sikhem, karena merupakan tempat dimulainya perjalanan Yosua di Tanah Perjanjian.
Disini juga ia dan Israel mendirikan tugu peringatan seperti yang dijelaskan dalam Yosua 8:30–35.
Sikhem adalah tempat Abraham membangun mezbah ketika tiba di tanah itu, dan tempat Allah pertama kali memberikan janji tanah itu kepadanya ( Kej. 12:6-7 )
Oleh karena itu, Yosua memiliki alasan yang kuat untuk mengumpulkan bangsa Israel di lokasi ini.
Tentu saja, batu-batu tempat Hukum itu ditulis masih berdiri, pengingat yang jelas akan peristiwa penting itu.
Ditempat ini juga Yosua berbicara kepada mereka untuk terakhir kalinya.
Untuk apa Yosua mengumpulkan mereka di Sikhem?
Untuk memperbarui perjanjian dengan Allah di tempat yang sama di mana janji pertama itu diberikan.
Apa poin utama pesan Yosua kepada mereka? Baca Yosua 24:2-13
Yosua menyampaikan firman Allah dengan kata ganti orang “aku” muncul 17 kali. Ia berfungsi sebagai “juru bicara” Allah, sehingga berfungsi sebagai seorang nabi.
Berikut pesan-pesannya:
Dia mengulas latar belakang nenek moyang mereka Terah, yang dulunya beribadah kepada allah lain.
Kemudian, Aku (Tuhan) mengambil Abraham, anak Terah agar keluar dari Ur Kasdim, pergi ke tanah Kanaan, agar Tuhan dapat membentuk generasi baru disana.
Disana Abraham memiliki keturunan: Ishak, Yakub, Esau. Mereka bertambah banyak.
Keturunan Yakub pergi ke Mesir dan tinggal disana ratusan tahun dan diperbudak Firaun. Tuhan bertindak, mengutus Musa dan Harun untuk membebaskan umat-Nya dari Mesir, dst..
Jadi waktu Yosua menceritakan tentang masa lalu, dia menyebut Allah sebagai subjek utama.
“Aku mengambil,” “Aku memberi,” “Aku mengutus,” “Aku menimpakan malapetaka,” “Aku melakukan,” “Aku membawamu keluar,” “Aku menyelamatkanmu,” dan sebagainya..
Tidak ada penyebutan tentang orang-orang perkasa Israel. Allah-lah yang menciptakan Israel.
Seandainya Allah tidak campur tangan dalam kehidupan Abraham, mereka akan menyembah berhala yang sama.
Intinya, Keberadaan Israel sebagai sebuah bangsa bukanlah jasa leluhurnya, melainkan karya eksklusif kasih karunia Allah.
Fakta bahwa bangsa Israel telah menetap di tanah itu bukanlah alasan untuk bermegah, melainkan alasan mengapa mereka harus melayani Allah.
Mengapa Yosua menceritakan pengalaman masa lalu?
Agar mereka ingat bahwa Allah yang bekerja untuk para leluhur di masa lalu dan Dia juga siap bertindak untuk generasi sekarang.
Senin: Dengan ketulusan dan kebenaran
Teks: Yosua 24:14-15
Apa yang diimbau Yosua kepada bangsa Israel untuk dilakukan?
Pertama, takutlah akan TUHAN dan beribadahlah kepada-Nya dengan tulus ikhlas dan setia. Kedua, menjauhlan allah lain.
Tidak ada yang lebih memengaruhi rasa takut, atau kasih sayang yang penuh hormat kepada Tuhan, selain kesadaran akan kebaikan-Nya.
Selain takut akan Allah, juga melayani Dia dengan tulus ikhlas. Kata tulus sebagai integritas. Kata ini berbicara tentang keadaan utuh dan tak terbagi.
Apa arti takut akan Allah?
Merujuk pada rasa hormat dan kekaguman yang muncul dari pengakuan akan kebesaran, kekudusan, dan ketakterbatasan Allah yang tak terukur di satu sisi, dan kekecilan, keberdosaan, dan keterbatasan kita di sisi lain.
Takut akan Allah adalah kesadaran yang konstan akan besarnya tuntutan-Nya, pengakuan bahwa Dia bukan hanya Bapa surgawi kita tetapi juga Raja Ilahi kita.
Kesadaran seperti itu akan mengarah pada kehidupan ketaatan kepada Allah ( Imamat 19:14 , Imamat 25:17 , Ulangan 17:19 , 2 Raja-raja 17:34 ).
Sementara “takut” menggambarkan sikap batin yang harus menjadi ciri khas orang Israel, hasil praktis dari rasa hormat kepada Allah adalah pelayanan.
Apakah dua hal yang dituntut Tuhan dari Israel?
Ketulusan” dan “dengan kebenaran. Istilah pertama ( tamim ) sebagian besar digunakan sebagai kata sifat untuk menggambarkan kesempurnaan hewan kurban.
Istilah kedua yang menggambarkan pelayanan Israel adalah “kebenaran,” atau “kesetiaan” (Ibrani ‘ emet ). Istilah ini umumnya menyiratkan keteguhan dan kestabilan.
Biasanya merujuk kepada Tuhan, yang karakter-Nya secara intrinsik dicirikan oleh kesetiaan, yang dimanifestasikan terhadap Israel.
Orang yang setia adalah seseorang yang dapat diandalkan dan dipercaya.
Jadi Yosua meminta Israel untuk setia kepada Tuhan, sebagaimana Tuhan setia kepada mereka.
Kehidupan mereka harus mencerminkan rasa syukur kepada Tuhan atas apa yang telah Dia lakukan bagi mereka.
Seperti itulah seharusnya kita berhubungan dengan Yesus.
Apa artinya bagi Anda melayani Tuhan “dengan tulus” dan “dengan jujur”? Apa saja faktor-faktor yang mengganggu dalam hidup Anda yang mencegah pengabdian penuh Anda kepada Tuhan?
Selasa: Bebas melayani
Teks: Yosua 24:16-18; 24:22
Bagaimana Yosua menghormati kebebasan memilih bangsanya?
Yosua tidak ingin mereka melayani Tuhan secara terpaksa. Itu sebabnya dia menggunakan kata kerja “dipilih.” Dalam ayat-ayat lain , baḥar, “memilih,” menggambarkan pemilihan Israel oleh Yahweh.
Israel bebas untuk mengatakan “tidak” kepada Yahweh dan mengatakan “ya” kepada Tuhan dan terus hidup, atau mereka dapat membelakangi-Nya dan berhenti eksis.
Apa tanggapan Israel ketika dihadapkan memilih Yahweh atau allah lain? ( Yosua 24:16-18 )
Tanggapan mereka positif, “Jauhlah dari pada kami meninggalkan TUHAN untuk beribadah kepada allah lain!”
Mereka mengakui bahwa Allah leluhur dan nenek moyang mereka sekarang juga adalah “ Allah kita ” ( Yosua 24:17-18 ), yang siap mereka layani dengan kesetiaan yang tak terbagi.
Apa yang Yosua inginkan dari mereka?
Pertama, keputusan untuk melayani Allah adalah keputusan yang serius. Keputusan itu harus membentuk seluruh bangsa sesuai dengan wahyu Allah.
Berkat dari mengejar tujuan itu jelas, tetapi konsekuensi dari ketidaktaatan juga harus dipahami sepenuhnya.
Pengampunan dosa bukanlah hak asasi manusia yang tidak dapat dicabut, tetapi mukjizat kasih karunia Allah.
Kedua, keputusan bangsa Israel untuk melayani Tuhan haruslah keputusan mereka sendiri, bukan sesuatu yang dipaksakan oleh seorang pemimpin, bahkan Yosua sekalipun.
Ketiga, Israel harus menyadari bahwa manusia tidak dapat melayani Tuhan dengan kekuatan mereka sendiri.
Melayani Tuhan tidak dicapai dengan kepatuhan mekanis terhadap ketentuan perjanjian, tetapi melalui hubungan pribadi dengan Tuhan yang menyelamatkan (bandingkan dengan Keluaran 20:1-2 ; Ulangan 5:6-7 ).
Rabu: Bahaya penyembahan berhala
Teks: Yosua 24:22-24
Mengapa Yosua mengulangi seruannya untuk menyingkirkan berhala-berhala mereka?
Karena ancaman penyembahan berhala nyata dan terbukti menghilangkan kesetiaan mereka kepada Tuhan dan itu merusak identitas mereka.
Karena itu, Yosua memohon kepada umatnya untuk mencondongkan hati mereka kepada Tuhan.
Apa respon mereka?
“Kepada TUHAN, Allah kita, kami akan beribadah, dan firman-Nya akan kami dengarkan.” (24:24) Ungkapan ini menekankan aspek relasional dari ketaatan.
Kemudian Yosua mengikat perjanjian dengan mereka.
Apa maksud perjanjian tersebut?
Perjanjian itu tentang hubungan yang hidup dengan Tuhan, yang tidak dapat sepenuhnya diungkapkan hanya dengan peraturan-peraturan belaka.
Agama Israel tidak pernah dimaksudkan untuk bersifat legalistik; sebaliknya, itu dimaksudkan sebagai percakapan yang terus-menerus dalam iman dan kasih dengan Juruselamat yang kudus dan penuh belas kasihan.
Seberapa sering Anda berjanji kepada Tuhan akan melakukan sesuatu tetapi kemudian Anda tidak melakukannya? Mengapa Anda tidak melakukannya?
Kamis: Mengakhiri dengan baik
Teks: Yosua 24:29-33
Kitab Yosua diakhir dengan kematian Yosua. Kitab ini dimulai dengan kematian Musa, seorang hamba TUHAN, dan diakhiri dengan kematian Yosua, hamba TUHAN yang lain.
Siapakah yang menulis lima ayat terakhir kita Yosua?
Lima ayat terakhir dari Kitab Yosua jelas ditulis oleh seorang juru tulis yang tidak dikenal yang hidup setelah “para tua-tua yang hidup lebih lama dari pada Yosua” ( Yosua 24:31 ).
Kitab Yosua berakhir dengan tiga penguburan. Namun, ini bukanlah catatan yang menyedihkan, melainkan catatan kemenangan, karena ketiga pemimpin ini dikuburkan di Tanah Perjanjian.
Apa yang ingin diceritakan dari penguburan Yosua, Eleazer dan Yusuf?
Dengan menceritakan kembali penguburan Yosua, penguburan Eleazar, dan penguburan tulang-tulang Yusuf, penulis menciptakan kontras antara kehidupan di luar negeri dan permulaan kehidupan di negeri itu. Tidak perlu lagi mengembara.
Kini bangsa itu menguburkan para pemimpinnya di wilayah warisan mereka sendiri, sehingga memiliki rasa kekekalan.
Janji-janji yang diberikan kepada para leluhur telah digenapi. Kesetiaan Yahweh merupakan benang sejarah yang menghubungkan keturunan Israel dengan masa kini dan masa depannya.
Beberapa pertanyaan masa depan Israel setelah kematian Yosua
Akankah Israel setia kepada Tuhan?
Akankah mereka mampu melanjutkan tugas yang belum selesai untuk memiliki seluruh tanah?
Akankah mereka mampu berpegang teguh pada Yahweh dan tidak terjerat dalam penyembahan berhala?
Satu generasi di bawah kepemimpinan Yosua telah setia kepada Tuhan, tetapi akankah generasi berikutnya mempertahankan arah spiritual yang sama yang telah diteladani oleh pemimpin besarnya?
Setiap generasi penerus umat Allah, yang membaca kitab Yosua, harus menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang sama ini.
Keberhasilan mereka bergantung pada sifat jawaban yang mereka berikan dalam kehidupan sehari-hari mereka dan bagaimana jawaban tersebut berkaitan dengan kebenaran yang telah mereka warisi.
Bagaimana generasi setelah Yosua?
Tampaknya, meskipun para sezaman Yosua telah menyembah Yahweh dengan baik, generasi berikutnya benar-benar “gagal total.”
Mereka melupakan nilai dari tugu peringatan batu dalam Yosua 4:20-24 dan karena suatu alasan mereka gagal mengajarkan kebenaran penting tentang Tuhan ini kepada generasi berikutnya.
Dan apa hasilnya? Kita dapat melihatnya di kitab Hakim-Hakim! Kemerosotan rohani. Mereka terancam hilang sebagai sebuah bangsa.
Dalam Mazmur 78 kita melihat prinsip yang sangat penting ini tentang “meneruskan tongkat estafet” kepada generasi berikutnya.
Poin penting untuk didiskusikan
Ayat hafalan:
Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah; .. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” Yosua 24:15
Pendahuluan pelajaran
Pelajaran minggu ini mengkaji kata-kata terakhir Yosua, dampaknya terhadap Israel, dan implikasinya bagi kita yang hidup di zaman akhir ini
1. Janji Tuhan berarti bagiku (Minggu)
A. Untuk pidato terakhirnya, Yosua mengumpulkan semua suku di Sikhem ( Yosua 24:1 ).
• Di sinilah, setelah tiba di Kanaan, Abraham membangun mezbah pertamanya, dan Tuhan menjanjikan tanah itu kepadanya dan keturunannya ( Kejadian 12:6, 7 ).
B. Pesan Yosua adalah seruan Allah kepada umat-Nya, Israel (lihat ayat 2).
• Meskipun generasi sekarang tidak hadir selama banyak peristiwa yang diceritakan, Tuhan menyertakan mereka seolah-olah mereka ada di sana (lihat Ibr. 7:9, 10 ).
• “Para leluhur dan generasi ini di Sikhem diperlakukan sebagai satu kesatuan…. Pelajaran dari masa lalu harus dihayati oleh setiap generasi baru. Tuhan yang bekerja untuk para leluhur di masa lalu siap bertindak untuk generasi sekarang.” Pel, Minggu, paragraf terakhir.
Dalam janji dan peringatan-Nya, Yesus merujuk kepada saya. Allah begitu mengasihi dunia, sehingga Ia memberikan Anak-Nya yang tunggal, agar saya, dengan percaya kepada-Nya, tidak binasa, melainkan mempunyai hidup kekal.
Pengalaman-pengalaman yang diceritakan dalam firman Allah harus menjadi pengalaman saya. Doa dan janji, perintah dan peringatan, adalah milik saya….
Ketika iman menerima dan mengasimilasi prinsip-prinsip kebenaran, prinsip-prinsip itu menjadi bagian dari keberadaan dan kekuatan pendorong kehidupan.
Firman Allah, yang diterima ke dalam jiwa, membentuk pikiran, dan masuk ke dalam pengembangan karakter. DA 390.5
2. Ketika Tuhan memberi kita pilihan, hal itu menjadi mungkin (Senin-Rabu)
A. Setelah menyampaikan firman Tuhan, Yosua mengajak para pendengarnya untuk “melayani Tuhan dengan tulus dan jujur” (ayat 14).
• Pelajaran ini menyajikan hal-hal tersebut sebagai sifat-sifat Tuhan, namun dalam konteksnya, pelajaran ini menggambarkan apa yang dituntut dari manusia.
• “Yosua sekarang meminta Israel untuk menunjukkan kesetiaan yang sama kepada Allah seperti yang telah Allah tunjukkan kepada umat-Nya…. Ini bukan sekadar kepatuhan lahiriah terhadap tuntutan-Nya, tetapi apa yang muncul dari konsistensi batiniah hati yang tak terpecah.” Pel, Senin, paragraf terakhir.
B. Hal ini di luar kemampuan manusia untuk melakukannya (lihat ayat 19). Ketika Tuhan memberi kita pilihan, Dia memungkinkan kita untuk merespons.
• Meskipun tanggapan Israel “benar-benar positif,” Yosua ingin mereka sepenuhnya menyadari apa yang tidak disadari oleh generasi sebelumnya – bahwa hanya Allah yang dapat memberdayakan ketaatan yang setia.
Sebelum terjadi reformasi permanen, umat itu harus dipimpin untuk merasakan ketidakmampuan mereka sendiri untuk taat kepada Allah…. Hanya melalui iman kepada Kristus mereka dapat memperoleh pengampunan dosa dan menerima kekuatan untuk menaati hukum Allah.
Mereka harus berhenti mengandalkan usaha mereka sendiri untuk keselamatan, mereka harus sepenuhnya percaya pada jasa Juruselamat yang dijanjikan, jika mereka ingin diterima oleh Allah. PP 524.1
• Inilah sebabnya mengapa pemberitaan Injil dimulai dengan seruan untuk bertobat ( Mat. 3:7; 4:2; Mrk. 1:15 ).
C. Yosua melanjutkan dengan mendesak umat itu untuk meninggalkan penyembahan berhala yang telah menyusup ke dalam kehidupan mereka (ayat 20-24).
• “Ancaman penyembahan berhala bukanlah ancaman teoretis…. Hati manusia yang berdosa tidak memiliki kecenderungan alami untuk tunduk dan mendengarkan suara Tuhan. Dibutuhkan keputusan sadar dari pihak kita untuk mengarahkannya kepada pemenuhan kehendak Tuhan.” Pel, Rabu, par 1
(Joshua) sangat ingin melihat reformasi menyeluruh di antara bangsa Ibrani. Dia tahu bahwa kecuali umat itu mengambil sikap tegas untuk melayani Tuhan dengan segenap hati mereka, mereka akan terus memisahkan diri semakin jauh dari Dia…. Sementara sebagian dari bangsa Ibrani adalah penyembah rohani, banyak yang hanya formalis; tidak ada semangat atau kesungguhan yang menjadi ciri pelayanan mereka. Beberapa adalah penyembah berhala dalam hati, yang akan malu mengakui diri mereka sendiri sebagai demikian. ST 19 Mei 1881 (Qtly, Jum, par 1)
3. Tuhan tahu apa Dia lakukan (Kamis)
A. Kisah Yosua mengakhiri pengembaraan bangsa itu, dan menjadi saksi penggenapan janji-janji Allah kepada mereka sebagai suatu bangsa (ayat 28).
• “Bangsa itu menguburkan para pemimpinnya di wilayah warisan mereka sendiri, sehingga memiliki rasa keabadian.” Qtly, Kam, par 1
B. Namun, warisan Yosua adalah warisan yang menjadi teladan bagi setiap pemimpin dalam perjuangan Allah –
• “Israel melayani TUHAN sepanjang zaman Yosua dan sepanjang zaman para penatua yang hidup lebih lama dari Yosua, yang telah mengetahui segala perbuatan TUHAN yang telah dilakukan-Nya bagi Israel” ( Yosua 24:31 ).
Kesimpulan
Kesaksian paling mulia tentang karakternya sebagai pemimpin publik adalah sejarah generasi yang telah menikmati hasil jerih payahnya: “Israel melayani Tuhan…” PP 524.4
======================
Garis besar diskusi agar lebih interaktif
Perhatikan: Bagian ini dapat dibawakan dalam diskusi sekolah sabat, agar lebih interaktir, yaitu dengan memunculkan pertanyaan-pertanyaan agar bisa didiskusikan bersama-sama.
Diskusi sekolah sabat bukan ceramah atau renungan apalagi kotbah. Pemimpin diksusi bukan pembicara tunggal, tetapi sebagai modetaror yang memimpin anggota kelas agar secara interaktif memperbincangkan pelajaran sepanjang minggu itu.
Judul: Pilih hari ini
1. Berkumpul di Sikhem
a. Yosua 24:1 Mengapa Sikhem merupakan lokasi yang tepat untuk memperbarui perjanjian mereka dengan TUHAN? (lihat Kejadian 12:6-7 )
b. Yosua 24:2-13 Bagaimana Yosua dapat menceritakan pesan yang begitu rinci dari TUHAN? (lihat 2 Petrus 1:19-21 )
c. Bagaimana Anda akan meringkas pesan dari TUHAN ini dengan kata-kata Anda sendiri?
d. Mengapa penting untuk mengingat jalan yang telah ditempuh Tuhan bagi kita di masa lalu?
2. Daya tarik Yosua
a. Yosua 24:14-15 Permohonan apa yang disampaikan Yosua kepada anak-anak Israel?
b. Apa artinya “takut akan TUHAN”? Dukung jawaban Anda dengan ayat-ayat Alkitab. ( Mazmur 34:2-8, Amsal 9:10, 10:27 , dll.)
c. Mengapa Yosua perlu meminta anak-anak Israel untuk membuang dewa-dewa leluhur mereka? (contoh leluhur mereka Rahel — Kejadian 31:34 )
d. Apa saja berhala leluhur kita yang mungkin masih kita pegang teguh dan perlu dibuang?
e. Apa artinya melayani TUHAN “dengan tulus dan jujur”?
f. Bacalah Yosua 24:15 lagi. Mengapa penting bagi seorang pemimpin untuk memberikan teladan yang saleh bagi orang-orang yang berada di bawah pengawasannya?
g. Bagaimana Anda dapat menjadi teladan yang saleh bagi orang-orang di sekitar Anda, terutama bagi mereka yang memandang Anda sebagai pemimpin mereka? Galatia 2:20, 1 Korintus 11:1, Filipi 4:13 , dll.
3. Tanggapan Israel
a. Yosua 24:16-18 Bagaimana tanggapan anak-anak Israel terhadap seruan Yosua?
b. Yosua 24:19-21 Apa pendapatmu tentang reaksi Yosua terhadap tanggapan mereka?
c. Apa alasan Yosua menanggapi seperti itu? Keluaran 19:8, 24:3,7 , dst.
d. Yosua 24:22-24 Mengapa Yosua perlu mengulangi seruan untuk membuang berhala-berhala mereka dan apa pendapat Anda tentang tanggapan orang-orang tersebut?
e. Bandingkan tanggapan mereka dengan tanggapan orang-orang Kristen baru di Efesus. Kisah Para Rasul 19:18-19
f. Mengapa menyerahkan hati kita kepada TUHAN, Allah kita, adalah satu-satunya pertahanan yang pasti terhadap penyembahan berhala? Yakobus 4:7-8
g. Apa tanggapan Anda terhadap pelajaran yang telah Anda pelajari dari kisah Yosua?










Mantap.. thanks