Teks: Filipi 1:1-18, 1 Korintus 13:1-8, Yeremia 17:9, Kolose 1:1-12, 1 Petrus 1:4, Mazmur 119:105, Yesaya 30:21

Pendahuluan

Surat-surat Paulus dimulai dengan kata-kata salam dan ucapan syukur. Misalnya dalam surat Kolose 1:2-3,

“Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, menyertai kamu. Kami selalu mengucap syukur kepada Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, setiap kali kami berdoa untuk kamu..”

Pulus mengucap syukur karena banyak hal yang harus disyukuri. Ucapan syukur ini mengakui Allah sebagai seluruh Penyebab segala kebaikan..

Apakah arti bersyukur?

Bersyukur dari kata eucharisteo. Dari eú = baik, bagus dan charizomai artinya memberi, mengabulkan.

Bersyukur berarti menunjukkan rasa syukur, berterima kasih, mengucap syukur. Dan ini tindakan berkelanjutan disertai dengan berdoa.

Itu sebabnya Paulus katakan, “..mengucap syukur dalam segala hal..” ( 1 Tes 5:18 ).

Mengapa kita harus bersyukur?

Karena kita telah mengalami kasih karunia Allah dengan cara yang mendalam dan juga mengalami karunia damai sejahtera dari Allah, yang mencakup keselarasan dengan Allah dan harapan yang mengalir dari kasih Allah.

Untuk apa mengucap syukur?

Untuk menghargai kebaikan. Pengorbanan Kristus kepada kita. Menghargai semua pemberian dari Tuhan.

Tetapi, sebagai manusia, kita membuat banyak kesalahan. Kita sering lupa bersyukur. Namun kita belajar dari kesalahan tersebut.

Minggu ini kita akan merenungkan kata-kata syukur dan doa pembuka Paulus dalam Filipi dan Kolose, yang dapat memperkaya dan memperkuat kehidupan doa kita sendiri.


MINGGU: Persekutuan dalam injil

Untuk mengawali pelajaran hari ini kita harus membaca Filipi 1:3-8. Dalam Ayat tersebut Paulus bersyukur..

Apa yang disyukuri Paulus?

Dia bersyukur untuk jemaat Filipi. Karena dia yang mendirikan jemaat ini. Jadi ia mengingat kasih jemaat Filipi. Dia mengingat dukungan jemaat Filipi..

Jadi waktu dia ingat jemaat ini, itu membawanya kepada ucapan syukur kepada Allah.

Rasul Paulus memiliki hubungan khusus dengan jemaat ini. Persekutuannya dengan mereka sangat manis..

Jadi, ketika ia memikirkan mereka, pekerjaan Injil mereka, dan partisipasi mereka bersamanya dalam pekerjaan Injil di tempat lain, hal itu segera membawanya kepada ucapan syukur kepada Allah.

Bagi Paulus, berkat yang diterima dari Allah mengarahnya kepada ucapan syukur.

Apakah berkat-berkat Allah kepada Anda, terutama berkat-berkat Injil, segera dan secara naluriah membawa Anda kepada ucapan syukur kepada Allah?

Atau apakah kita adalah umat yang tidak bersyukur?

Apa yang ditunjukkan di ayat 3 ketika Paulus katakan, “Aku mengucap syukur kepada Allahku setiap kali aku mengingat kamu.?”

Ini menunjukkan hubungan erat antara Paulus dan jemaat Filipi. Paulus mengingat mereka dalam doa, tetapi itu juga bisa merujuk pada ingatan mereka akan Paulus.

Juga menunjukkan hubungan timbal balik yang erat yang mereka miliki, yang ditunjukkan oleh kata “persekutuan” (Yunani: koinonia ).

Sebagaimana Paulus bersekutu dalam penderitaan Kristus ( Filipi 3:10 ), jemaat Filipi “berbagi” (Yunani: sunkoinōneō ) dalam penderitaan Paulus dan berbagi secara finansial untuk mendukung pelayanan Paulus ( Filipi 4:14-15 ).

Hubungan timbal balik ini, yang “sejak hari pertama sampai sekarang” ( Filipi 1:5 ), mendorongnya untuk mengucap syukur kepada Allah atas mereka dan berdoa untuk mereka “dengan sukacita” ( Filipi 1:4 ).

Apa ditunjukkan dengan kata dalam hukum, “aku dipenjarakan, maupun pada waktu aku membela dan meneguhkan Berita Injil..” (Filipi 1:7?

Menunjukkan bahwa persidangannya akan segera terjadi. Menunjukkan juga bahwa Paulus secara aktif memberitakan Injil kepada para tentara dan pengunjung.

Poinnya, demi injil, Paulus tidak terlalu menghiraukan hidupnya sendiri. Entah ia hidup atau mati, Paulus yakin bahwa Allah akan menyelesaikan “pekerjaan baik” yang telah Ia mulai dalam diri semua orang yang percaya kepada-Nya (Flp. 1: 6).

Apakah demi persekutuan dengan injil kita rela mengorbankan waktu, talenta, tubuh, harta kita?


SENIN: Permohonan Doa Paulus

Doa-doa yang berpusat pada diri sendiri, kebutuhan atau keinginan kita, itu sebagai “doa-doa kecil yang egois,” karena Tuhan memiliki rencana yang lebih besar untuk kita.

Agar lebih jelas kita harus baca doa Paulus di Filipi 1:9-11.

Apa Fokus doa Paulus?

Doa Paulus sepenuhnya berfokus pada orang lain, atas nama seluruh gereja dan untuk kesejahteraannya.

Doa ini pendek, terdiri dari empat puluh tiga kata dalam bahasa Yunani, tetapi merangkum semua keprihatinan Paulus.

Apa saja elemen doa Paulus?

Pertama, agar kasih kasih mereka makin melimpah. Kasih menunjukkan dirinya dalam pengetahuan dan kebijaksanaan/pengertian.

Semakin melimpah kasih itu, semakin tajam pula persepsi moral untuk membedakan apa yang terbaik.

Lebih jauh lagi, kasih ilahi yang mengalir melalui orang percaya diatur oleh pemahaman yang mendalam tentang Firman Tuhan.

Permohonan Paulus kepada Tuhan agar kasih orang-orang kudus senantiasa melimpah. Kasih yang bertumbuh dan matang adalah sesuatu yang harus diusahakan (dan didoakan).

Mengapa kasih itu harus dalam lingkup pengetahuan dan pengertian?

Kasih mutlak berhubungan dengan pengetahuan untuk permulaan, kelanjutan, dan perkembangannya.

Seseorang harus kita kenal sebelum kita dapat mengasihinya. Harus ada pengenalan pribadi dan spiritual dengan hal-hal ilahi sebelum hal-hal itu dapat dinikmati.

Kita harus punya pengetahuan dan pengertian agar dapat mengasihi Tuhan.

Kedua, kemampuan membedakan. Ini adalah kemampuan untuk “memilih apa yang baik” (membedakannya dari apa yang secara moral berbahaya) “dan dengan demikian menjadi murni dan tidak bercela” ( Filipi 1:10)

Rasul menginginkan agar orang-orang kudus ini ” menyetujui hal-hal yang baik “—agar mereka memilihnya, berpegang teguh padanya, menyukainya, dan diatur olehnya.

Untuk itu, kasih mereka harus berlimpah dan terdidik, sehingga mereka dapat memiliki penilaian dan pemahaman yang benar tentang nilai sebenarnya dari berbagai objek yang bersaing untuk hati mereka.

Ketiga, Bersikap tulus. Kata dalam bahasa Yunani berarti “dinilai oleh sinar matahari” dan merujuk pada kemurnian tindakan yang tak ternoda:

“Segala sesuatu yang dilakukan orang Kristen hendaknya setransparan sinar matahari.”

Keempat. Tidak menimbulkan pelanggaran . Ini berarti tidak menjadi batu sandungan, tidak mengatakan atau melakukan apa pun yang akan mempersulit seseorang untuk percaya.

Kelima. Kebenaran melalui Kristus . Paulus membahas hal ini secara panjang lebar dalam surat-suratnya kepada jemaat Roma dan Galatia, dan akan menguraikannya lebih lanjut dalam Filipi 3.

Kita tidak memiliki kebenaran dari diri kita sendiri, melainkan hanya kebenaran yang kita terima melalui Kristus.


SELASA: Penerapan Pengertian Rohani

Apa yang dirasakan jemaat Filipi ketika Paulus dipenjara?

Mereka menjadi sedih. Paulus dibatasi oleh dinding penjara. Akibarnya, pekerjaannya sangat terbatas.

Ia tidak bisa bepergian. Ia tidak bisa berkhotbah. Ia tidak bisa mengunjungi sinagoge dan mengajar orang-orang tentang Yesus sebagai Mesias. Ia tidak bisa lagi membangun jemaat.

Apa yang dilakukan jemaat Filipi kepada Paulus?

Jemaat Filipi mengutus Epafroditus untuk memastikan keadaan rasul itu, untuk menyemangatinya, dan untuk memastikan kebutuhan fisiknya terpenuhi.

Bagaimana Paulus memandang pemenjaraannya? Filipi 1:12-18

Paulus mengingatkan mereka dalam Filipi 1:12 bahwa “apa yang terjadi atasku ini justru telah menyebabkan kemajuan Injil,.”

Penahanan dan pengadilan hanya berfungsi untuk memajukan Injil. Penjara tidak memadamkan injil.

Paulus tidak tahu mengapa Tuhan mengizinkannya dipenjarakan, tetapi ia melihat bagaimana Tuhan menggunakannya untuk kebaikan.

Paulus melihat keadaannya dari sudut pandang yang berbeda. Sebagai hal yang baik. Penjara tidak menghalangi pekerjaannya, tetapi “sebaliknya malah menguntungkan Injil” ( Filipi 1:12 ).

Paulus melihat para penjaga Romawi sebagai jiwa-jiwa potensial dalam kerajaan Allah.

Ia juga melihat bahwa pemenjaraannya telah mendorong orang lain untuk lebih aktif dan lebih giat untuk menyebarkan Injil, dan berani membicarakan tentang Kristus tanpa takut akan konsekuensinya.

Sejauh mana injil meluas saat Paulus dipenjara?

Injil meluas dan menembus hingga ke istana, yang sebelumnya tidak mungkin ditembus.

Bagaimana caranya injil meluas ke istana?

Ketika dipenjara, Paulus dirantai kepada seorang anggota Garda Praetorian , dan orang-orang ini adalah kaum patrician Romawi, anggota rumah tangga Kaisar.

Setiap empat jam, pada penjaga bergantian, satu penjaga akan pergi dan digantikan oleh penjaga baru yang akan dirantai kepada Paulus.

Tentu saja kepada setiap penjaga Paulus menyampaikan injil. Mereka percaya dan pergi ke istana sebagai orang percaya.

Banyak dari mereka memang mengenal Kristus. Injil menembus rumah tangga Kaisar. Kemudian Tertullian menulis bahwa pemerintah Romawi menjadi gelisah ketika ditemukan bahwa orang-orang Kristen menduduki posisi berwenang.

Seberapa efektif penyebaran Injil oleh Paulus?

Penyebaran pengaruh ini berlangsung cepat, luas, dan efektif, sehingga pada akhir surat ini ( Filipi 4:22 ).

Paulus dapat berkata, “Salam kepadamu dari segala orang kudus, khususnya dari mereka yang di istana Kaisar.”

Bagaimana pengaruh pemenjaraan Paulus kepada orang percaya lainnya?

Beberapa pekerja yang setia juga menjadi lebih bersemangat untuk menyebarkan Injil.

Penderitaan Paulus membuat mereka lebih percaya kepada Kristus dan mendorong mereka untuk lebih aktif lagi bagi Tuhan.

Hal itu memberi mereka energi untuk pergi ke tempat-tempat yang sebelumnya mereka takuti; hal itu membuat mereka berbicara dalam situasi-situasi di mana sebelumnya mereka tetap diam; hal itu menyebabkan lebih banyak orang menerima Kristus dan menyebarkan Injil keselamatan.

Pelajaran apa yang telah Anda petik dari pengalaman-pengalaman yang, meskipun jelas buruk, juga membawa beberapa manfaat?

Bahkan dalam kasus-kasus di mana manfaatnya mungkin tidak tampak jelas, bagaimana kita dapat belajar untuk tetap percaya kepada Tuhan?


RABU: Buah Injil

Paulus tidak pernah bertemu dengan jemaat Kolose (Kol 2:1), namun eperti yang dilakukannya kepada jemaat di Filipi, bahwa ia mengucap syukur kepada Allah untuk mereka dan “selalu” berdoa untuk mereka.

Tiga hal apa yang Paulus syukuri kepada Allah dari jemaat Kolose? Kolose 1:3-8

Iman, pengharapan, dan kasih. Ia berterima kasih kepada Bapa untuk hal-hal tersebut, karena seperti yang dikatakan Yakobus, hal-hal itu termasuk di antara karunia-karunia “baik dan sempurna” yang kita terima dari Dia ( Yakobus 1:17).

Ketika kita melihat kasih Allah kepada kita, hal itu menuntun kita kepada iman kepada Kristus (Efesus 2:4-8 ), dan kita menerima pengharapan akan surga.

Petrus menggambarkannya sebagai ” untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kamu.” ( 1 Petrus 1:4 ).

Apa yang membuat injil dipercaya?

Karena didasarkan pada “firman kebenaran.” Firman Allah bekerja “secara efektif” di dalam hati orang-orang yang percaya ( 1 Tesalonika 2:13 ) dan melaksanakan kehendak Allah ( Yesaya 55:11 ).

Jadi, ketika Injil diberitakan, kuasa Allah dinyatakan melalui pekerjaan Roh Kudus di dalam hati para pendengar, dan orang-orang merespons.

Injil itu sendiri menghasilkan buah karena itu adalah “firman hidup” ( Filipi 2:16 ).

Apa yang menakjubkan dari penyebaran injil?

Yang menakjubkan adalah penyebarannya yang begitu singkat. Cepat. Dalam waktu sekitar tiga puluh tahun setelah kematian dan kebangkitan Kristus, Paulus mengatakan bahwa Injil telah tersebar “di seluruh dunia” ( Kol. 1:6 ).

Ia mengatakan bahwa Injil “telah diberitakan kepada setiap makhluk di bawah langit” (Kol. 1:23).

Sistem jalan Romawi yang luas memungkinkan komunikasi dan perjalanan yang cepat, sehingga surat-surat Paulus dapat diedarkan secara luas dan cepat.

Tetapi kuasa Allah yang bekerja melalui firman-Nya-lah yang melahirkan kehidupan rohani dalam diri seseorang ( Yakobus 1:18 , 1 Petrus 1:23 ), menjadikan mereka ciptaan baru di dalam Kristus ( 2 Korintus 5:17 ).

Buah injil adalah orang percaya menerima Yesus. injil tersebar dengan cepat, bukan saja oleh karena infrastruktur yang baik, tapi oleh kuasa Roh Kudus.


KAMIS: Kekuatan Doa

Apakah permintaan spesifik yang kita temukan dalam doa Paulus? Kolose 1: 9-12

Supaya dipenuhi dengan pengetahuan akan kehendak-Nya. Mengetahui kehendak Allah sebagai “hikmat dan pengertian rohani” ( Kolose 1:9).

Bagaimana memperoleh hikmat?

Hikmat datang, pertama-tama, dengan mempercayai Allah sepenuhnya, bersedia melakukan kehendak-Nya ( Yohanes 7:17 ), dan tidak bersandar pada pengertian kita sendiri ( Amsal 3:5 ).

Apa saja sumber utama mempelajari kehendak Allah?

Pertama, Alkitab. “Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku” (Mzm. 119: 105).

Kedua, Roh Nubuat. Sebagaimana dinyatakan melalui tulisan-tulisan Ellen White. Alkitab mendorong kita untuk

“Percayalah kepada TUHAN, Allahmu, dan kamu akan tetap teguh! Percayalah kepada nabi-nabi-Nya, dan kamu akan berhasil!” (2 Taw. 20:20).

Ketiga, 3. Kehendak dan pimpinan Allah juga dapat diketahui, melalui keadaan pemeliharaan Tuhan, dengan memohon kepada-Nya untuk membuka atau menutup pintu (lihat Kol. 4: 3).

Keempat, Roh Kudus. “dan telingamu akan mendengar perkataan ini dari belakangmu, Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya, entah kamu menganan atau mengiri” (Yes. 30: 21).

Apakah doa Paulus kepada Jemaat Kolose?

Pertama, Doa Paulus untuk Kolose adalah agar mereka hidup sesuai kehendak Tuhan.

Paulus menggunakan kata kerja “hidup” atau “telah hidup” tiga kali lagi dalam surat ini saja ( Kol. 2:6 , Kol. 3:7 , Kol. 4:5 ).

Artinya hidup dan bertindak sesuai dengan hukum Allah ( Kel. 18:20 ), yang hanya dimungkinkan melalui pekerjaan Roh Kudus ( Yeh. 36:27 ).

Kedua, agar hidup mereka (dan hidup kita) “sepenuhnya menyenangkan”

• “Berbuah dalam segala pekerjaan yang baik” ( Kol. 1:9-10)

• “..bertambah dalam pengetahuan tentang Allah” ( Kol. 1:10 ) dan,

• ” mengucap syukur” ( Kol. 1:12).

================

3 Poin utama pelajaran sekolah sabat minggu ini

Pendahuluan

“Minggu ini kita akan membahas kata-kata syukur dan doa pembuka Paulus dalam Filipi dan Kolose…” Pel, Sab, paragraf terakhir

1. kita harus bersyukur atas persekutuan Kristen (Minggu, senin)

A. Doa-doa Paulus berfokus pada orang lain, untuk seluruh jemaat dan demi kesejahteraannya. Pel, Senin, par 2

• Paulus memahami kekuatan doa syafaat (berdoa untuk orang lain – Filipi 1:3, 4; Kolose 1:3; bandingkan Filipi 1:8 dengan Lukas 22:32 ).

• Ini bukan berarti Paulus berdoa tanpa henti untuk orang-orang percaya (“setiap kali aku mengingat kamu” – Filipi 1:3 ), tetapi mereka selalu ada di hatinya, karena kepentingannya terkait dengan kepentingan mereka.

• Ini tidak berarti berdoa untuk diri sendiri itu salah atau egois (bandingkan Ibr. 5:7 dengan Luk. 22:41-43 ).

B. Paulus mengungkapkan rasa syukur atas persekutuan Kristen ( Filipi 1:3-5 ).

• Kata Yunani yang diterjemahkan sebagai “persekutuan” adalah kata koinonia , yang berarti sesuatu yang kita miliki bersama dengan orang lain, atau yang kita ikuti bersama. Tujuan bersama kita sebagai orang Kristen membentuk ikatan simpati satu sama lain, dan berbagi dalam sukacita serta tantangan dari tujuan tersebut (lihat 1 Yoh. 1:7 ).

• “[ Filipi 1:3 ] menggarisbawahi hubungan timbal balik yang erat yang mereka miliki… Sebagaimana Paulus bersekutu dalam penderitaan Kristus ( Filipi 3:10 ), orang-orang Filipi ‘berbagi’ (Yunani: sunkoinōneō) dalam penderitaan Paulus dan berbagi secara finansial untuk mendukung pelayanan Paulus ( Filipi 4:14, 15 ).” Qtly, Sun, par 3

• Perjuangan ini bukanlah sekadar kegiatan mengisi waktu luang atau hobi, melainkan sebuah identitas.

2. Kita harus bersyukur atas karunia Tuhan (Selasa)

A. Seperti yang dibahas dalam pelajaran minggu lalu, Paulus memandang pemenjaraannya sebagai sebuah kesempatan.

• Dampak keseluruhan dari pemenjaraannya adalah dorongan bagi kegiatan misionaris gereja ( Filipi 1:12-14 ).

• “[B]eberapa pekerja setia juga menjadi lebih bersemangat untuk menyebarkan Injil…. Hal itu memberi mereka energi untuk pergi ke tempat-tempat yang sebelumnya mereka takuti; hal itu mendorong mereka untuk berbicara dalam situasi-situasi di mana sebelumnya mereka tetap diam; hal itu menyebabkan lebih banyak orang menerima Kristus dan menyebarkan Injil keselamatan.” Qtly, Sel, paragraf terakhir

• “Darah orang Kristen adalah benih.” Tertullian, Apologeticus

B. Allah bahkan mampu mengalihkan rencana ambisius musuh-musuh Paulus menuju kemajuan Injil ( Filipi 1:15-18; lihat juga 2 Korintus 13:8 ).

3. Kita harus bersyukur atas janji-janji Tuhan (Rabu, Kamis)

A. Akhirnya, rasul itu menyatakan rasa syukur atas buah yang dihasilkan oleh “firman kebenaran Injil” di antara orang-orang percaya ( Kol. 1:3-6 ).

• Ia secara khusus menyoroti “kasih mereka kepada semua orang kudus” (ayat 4), dan “kasih mereka dalam Roh” (ayat 8).

B. Oleh karena itu, Paulus berdoa agar orang-orang percaya tidak berpuas diri dengan apa yang telah Allah capai dalam hidup mereka selama ini.

• Ia berdoa agar kasih mereka terus bertumbuh “dalam pengetahuan dan segala pengertian” ( Filipi 1:9 ), sehingga mereka dapat “hidup sesuai dengan kehendak Tuhan” ( Kolose 1:10 ), dan “dipenuhi dengan buah-buah kebenaran” ( Filipi 1:11 ).

• Selain itu, dia meyakinkan mereka akan keberhasilan.

• dengan doanya.

• dengan janji-janji tentang kuasa Allah ( Filipi 1:6; Kolose 1:11 ).

• dengan karya Allah yang “sempurna secara kenabian” ( Kol. 1:13, 14 )

C. Paulus memahami bahwa realitas yang dialaminya saat ini akan menjadi masa depan gereja, dan ia merindukan agar mereka siap menghadapinya.

• Dunia ini bukanlah rumah kita, tetapi kita adalah orang-orang yang tinggal sementara dan berziarah di sini (lihat 1 Petrus 2:11 ).

Kesimpulan

Marilah kita ingat bahwa kehidupan anak-anak Allah di dunia ini adalah kehidupan seorang peziarah. Kita tidak memiliki kebijaksanaan untuk merencanakan hidup kita sendiri…. Kristus dalam hidup-Nya di bumi tidak membuat rencana untuk diri-Nya sendiri. Ia menerima rencana Allah bagi-Nya, dan hari demi hari Bapa menyingkapkan rencana-Nya.

Demikian pula kita harus bergantung kepada Allah, agar hidup kita menjadi perwujudan sederhana dari kehendak-Nya. Saat kita menyerahkan jalan kita kepada-Nya, Ia akan menuntun langkah kita. MH 478, 479 (Pel, Jum’at, par 1, 2)


Garis besar diskusi interaktif

Perhatikan: Bagian ini dapat dibawakan dalam diskusi sekolah sabat, agar lebih interaktir, yaitu dengan memunculkan pertanyaan-pertanyaan agar bisa didiskusikan bersama-sama.

Diskusi sekolah sabat bukan ceramah atau renungan apalagi kotbah. Pemimpin diksusi bukan pembicara tunggal, tetapi sebagai modetaror yang memimpin anggota kelas agar secara interaktif memperbincangkan pelajaran sepanjang minggu itu.

Judul: Alasan untuk bersyukur dan berdoa

I. Ucapan Syukur bagi Jemaat Filipi

• Filipi 1:1-7 Alasan apa yang Anda lihat untuk mengucap syukur kepada Allah dalam komentar pembuka surat Paulus kepada orang Kristen di Filipi?

• Mengapa komentar Paulus yang penuh inspirasi yang tercatat dalam Filipi 1:6 begitu bermakna bagi hidup Anda hari ini?

• Bagaimana kesaksian Paulus yang tercatat dalam Filipi 1:12-18 menunjukkan semangat bersyukur?

• Bagaimana kita dapat belajar untuk lebih bersyukur kepada Tuhan dalam setiap keadaan? 1 Tesalonika 5:18

II. Doa untuk Jemaat Filipi

• Filipi 1:9-11 Apa pendapatmu tentang doa Paulus untuk orang-orang percaya di Filipi?

• Kapan terakhir kali seseorang berdoa seperti itu untuk Anda, alih-alih hanya mengajukan permohonan kecil?

• Mengapa Paulus berdoa dengan sukacita ( Filipi 1:3-4 ) ketika menyampaikan permohonan ini kepada Allah?

• Dalam surat Paulus lainnya, ia mendorong orang Kristen untuk berdoa tanpa henti ( 1 Tesalonika 5:17 ). Bagaimana itu mungkin?

• Bagaimana permintaan Paulus agar kasih semakin melimpah mencerminkan keinginan Yesus bagi semua orang percaya? Yohanes 13:34-35

• Ceritakan pengalaman ketika Tuhan memungkinkan Anda untuk mengasihi seseorang dengan kasih sayang Kristus.

III. Ucapan Syukur bagi Jemaat Kolose

• Kolose 1:1-8 Alasan apa yang Anda lihat untuk mengucap syukur kepada Allah dalam komentar pembuka surat Paulus kepada orang Kristen di Kolose?

• Di bagian mana lagi dalam Kitab Suci kita dapat menemukan penekanan pada pentingnya iman, harapan, dan kasih? 1 Korintus 13:13, 1 Tesalonika 1:2-3, 5:8 , dll.

• Bacalah kembali Kolose 1:5 . Apakah pengharapan yang tersimpan bagi kita di surga?

• Bagaimana mungkin kabar tentang Yesus menyebar begitu cepat? Kolose 1:6,23, Kisah Para Rasul 1:8

• Ceritakan pengalaman ketika Roh Kudus memberdayakan Anda untuk membagikan kebenaran tentang Yesus kepada orang lain.

IV. Doa untuk Jemaat Kolose

• Kolose 1:9-12 Apa pendapat Anda tentang doa Paulus untuk orang Kristen di Kolose?

• Apa saja cara yang Allah gunakan untuk memungkinkan kita “dipenuhi dengan pengetahuan tentang kehendak-Nya”? Kolose 1:9

• Ceritakan pengalaman ketika Tuhan menyatakan kehendak-Nya untuk hidup Anda dengan sangat jelas.

• Pelajaran apa yang dapat kita ambil tentang doa dari teladan Paulus?

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *