Di bagian ini akan menjelaskan pemikiran Ellen G. White dan pemikiran lainnya tentang kehidupan pedesaan dibandingkan dengan kehidupan kota.

Saat dia berkata “Bawa keluargamu jauh dari kota, adalah pesan saya,” (Ellen G. White to Brethren, 1902, Letter 182). Perhatian utamanya kepada Kesehatan fisik, pikiran, jiwa. Maka dia berikan contoh dalam ALkitab, Adam dan hawa, Ishak dan Yakub, Elia, Yohanes pembaptis, Yesus.

Apa yang dimaksud kota atau desa? Orang memiliki pendapat yang berbeda tentang arti kota atau desa seperti yang disebutkan oleh Ellen G. White.

Struktur Perkotaan

Pengertian Kota Kota berasal dari bahasa Sangsekerta, yaitu “kotta” yang dalam ungkapan lain disebut sebagai kita atau kuta.

Klasifikasi kota menurut jumlah penduduk.

  1. Kawasan perkotaan kecil, yaitu kawasan perkotaan dengan jumlah penduduk yang dilayani sebesar 10.000 hingga 100.000 jiwa;
  2. Kawasan perkotaan sedang, yaitu kawasan perkotaan dengan jumlah penduduk yang dilayani sebesar 100.001 hingga 500.000 jiwa;
  3. Kawasan perkotaan besar, yaitu kawasan perkotaan dengan jumlah penduduk yang dilayani lebih besar dari 500.000 jiwa;
  4. Kawasan perkotaan metropolitan, yaitu kawasan perkotaan dengan jumlah penduduk yang dilayani lebih besar dari 1.000.000 jiwa.

Kota di Indonesia dengan jumlah penduduk diatas 1 juta. (Sensus 2010)

Bagaimana dengan kita tempat kita tinggal Yogyakarta? atau di kota ditempat Anda tinggal?

Perbedaan Antara Desa dan Kota

Definisi

Desa: Desa adalah perwujudan atau kesatuan goegrafi,sosial, ekonomi, politik dan kultur yang terdapat ditempat itu (suatu daerah).

Kota: Kota adalah suatu pemukiman yang cukup besar, padat dan permanen, dihuni oleh orang-orang yang heterogen kedudukan sosialnya.

Wilayah

Desa: Wilayah desa cenderung lebih luas di banding kota.

Kota: Wilayah kota cenderung lebih sempit di banding desa.

Kepadatan Penduduk

Desa: Desa mempunyai jumlah penduduk yang lebih sedikit.

Kota: Kota mempunyai jumlah penduduk yang lebih banyak dan beragam.

Karakteristik Penduduk

Desa: Masyarakat di desa lebih mengutamakan kebersamaan, dan gotong royong.

Kota: Masyarakat kota lebih individualis dan juga realis.

Lingkungan

Desa: Lingkungan pedesaan lebih terasa menyatu dengan alam, tidak tercemar polusi, udaranya sangat bersih, sinar matahari yang cukup dan lain-lain.

Kota: Lingkungan kehidupan perkotaan yang rata-rata dilapisi beton serta aspal, gedung-gedung yang menjulang sangat tinggi serta pemukimaan penduduk yang padat.

Mata pencaharian

Desa: Masyarakat desa kebanyakan bermata pencaharian dibidang agraris atau nelayan.

Kota: Masyarakat kota memiliki mata pencaharian yang lebih variatif.

Infrastruktur

Desa: Infrastruktur di desa biasanya lebih tertinggal di bandingkan infrastruktur kota.

Kota: Infrastruktur di kota biasanya lebih baik.

Transportasi

Desa: Di desa dominan menggunakan alat transportasi yang belum modern.

Kota: Di kota menggunakan alat transportasi modern.

Bahasa

Desa: Penduduk desa berbicara dalam bahasa lokal mereka.

Kota: Penduduk kota berbicara dalam bahasa lokal dan nasional

Kesimpulan

Desa dan kota umumnya memiliki perbedaan yang sangat segnifikan. Mulai dari segi geografis, ekonomi, status sosial, sampai kebudayaannya. Tetapi ternyata juga memiliki hubungan sosial yang tinggi. Hal ini di bukatikan dari hubungan dalam pemenuhan kebutuhan hidup mereka.

Desa dan kota bersifat ketergantungan, karena diantara mereka saling membutuhkan. Kota tergantung pada desa dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan bahan pangan seperti beras, sayur-mayur, daging dan ikan.

Sementara desa membutuhkan produk-produk industri perkotaan untuk kelangsungan hidup. Seperti alat transportasi, perkembangan teknologi, sarana kesehatan, guru pengajar atau pendidik dan sebagainya.

Jadi itulah perbandingan desa dan kota. Tidak semua hal tentang kota dan desa itu buruk. Tinggal di desa sama baiknya dengan tinggal di kota. Tergantung bagaimana cara kita hidup.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *