Shalom saudara/I dalam Tuhan. Sangat indah siang ini, kita duduk bersama beribadah memuji Tuhan. Kita duduk bersama karena kasih Tuhan yang mempersatukan kita.

Sabat ini saya akan bicara tentang Kasih dalam 1 Korintus 13. Dimana isinya adalah penjelasan Paulus tentang apa itu kasih dan bagaimana kasih itu bekerja baik dalam hidup kita.

Sementara saya menyampaikan materi ini, saya masih pada posisi belajar dan bertumbuh dalam mengasihi. Posisi saya sama dengan saudara, tidak lebih baik dari Anda.

Mari kita baca ayat 1-3..

“Sekalipun aku dapat berkata-kata dengan semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang gemerincing.

Sekalipun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan; dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna.

Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikit pun tidak ada faedahnya bagiku.”

Latar belakang Paulus menulis satu pasal penuh tentang cinta, karena jemaat Korintus kurang dalam mengasihi. Apa saja bisa menjadi sumber pertengkaran diantara mereka.

Mulai dari tokoh-tokoh rohani unggulan mereka. Karena itu terbentuk gol Paulus. Apolos. Kefas. Yesus. hingga persoalan ibadah, penggunaan karunia rohani, dll.

Karena mereka gampang pecah seperti kaca tipis, maka perlu ada alat anti pecah. Perekat, yaitu kasih. Itu sebabnya Paulus menulis cukup panjang bicara tentang Kasih.

Bagi Paulus, kasih adalah hal yang utama karena kasih telah dinyatakan secara konkret dalam kematian Yesus Kristus untuk menebus dosa-dosa dunia.

Kasih bagi Paulus bukanlah sebuah ide, Kasih adalah tingkah laku. Kasih tidak ditempatkan di atas karunia-karunia,

Bagi Paulus, yang penting bukanlah karunia-karunia, tetapi lebih penting lagi adalah kasih.

Itu sebabnya dikalimat pembuka dia menggunakan klausa Jika/sekalipun dengan menggunakan kalimat kiasan/metafora.

Misalnya, saya menguasai semua bahasa didunia, bahkan bahasa malaikat, tanpa kasih itu kosong. Tak berguna.

Jika pun saya memiliki karunia bernubuat dan tahu semua rahasia, memiliki seluruh pengetahuan. Memiliki iman yang sempurna memindahkan gunung, tanpa kasih, karunia dan iman itu tidak berguna.

Jika pun saya membagi-bagi semua milikku, rela dibakar, tidak berguna tanpa kasih. Memangnya kita bisa memberi tanpa kasih? Memberi karena kewajiban bukan kasih.

Jadi poinnya, apa pun karunia rohani yang kita miliki, tanpa kasih itu tidak berguna.

Ketika Paulus menuliskan tentang kasih, Kasih yang dimaksud adalah kasih agape. Kasih yang tanpa syarat, rela berkorban dan kasih milik Allah (1Yoh 4:8,16). Kasih yang ditunjukkan oleh Allah (Yoh 3:16,1Yoh 4:9)

Kasih Agape adalah komitmen yang penuh perhatian dan rela berkorban yang ditunjukkan dengan mencari kebaikan tertinggi bagi orang yang dikasihi.

Agape dalam karya klasik Yunani berbicara tentang kasih yang muncul dari hati seseorang karena betapa berharganya objek yang dicintai.

Agape adalah kasih yang ditunjukkan di Kalvari. Jadi, agape adalah kasih Allah, dan merupakan kasih yang Allah miliki.

Kasih agapē dalam Alkitab bukanlah emosi, melainkan kecenderungan hati untuk mencari kesejahteraan dan memenuhi kebutuhan orang lain.

“Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya,” kata Yesus ( Yohanes 15:13 ).

Agape adalah kasih yang memberi . Tidak ada yang namanya menerima. Kasih ini sama sekali tidak mementingkan diri sendiri.

Kasih ini mengupayakan kebaikan tertinggi bagi orang lain, apa pun biayanya, yang ditunjukkan dengan sangat jelas melalui pengorbanan Kristus bagi kita.

Tidak peduli kita baik atau tidak. Kita mengasihi Tuhan atau tidak, menurut atau tidak, Tuhan terus mencintai kita. Beda dengan kita, kita hanya mencintai orang yang baik sama saya.

Jadi apa yang utama dalam hidup adalah kasih agape. Inilah yang penting dari semua ilmu yang harus kita pelajari. Bagaimana saya mengasihi dengan kasih agape.

2 Sifat Kasih

Untuk lebih jelas apa itu kasih Paulus menjabarkan diayat selanjutnya. Dia mendaftar 2 sifat kasih yang pertama: Kasih itu sabar; kasih itu murah hati.

Kasih = Sabar (Alat Pertahanan) – Kemampuan untuk menahan perasaan atau menanggung kesalahan dan kekhilafan yang dilakukan orang lain tanpa membalas dendam.

Kasih itu Sabar menggambarkan orang yang telah dizalimi, yang memiliki kekuatan untuk membalas dendam, tetapi memilih untuk tidak menggunakan kekuatan itu.

Orang yang menunjukkan kesabaran adalah orang yang mampu menghadapi gangguan atau ketidaknyamanan tanpa mengeluh dan tidak kehilangan kesabaran saat diprovokasi tetapi sebaliknya terus bertahan.

Kasih = Murah Hati (Alat menyerang) – Menyediakan sesuatu yang bermanfaat bagi seseorang sebagai tindakan kebaikan. Memberikan layanan yang ramah dan baik kepada orang lain.

Yesus memerintahkan murid-muridnya untuk mengasihi musuh-musuh mereka, dengan cara menunjukkan kebaikan kepada mereka, dengan menyatakan…

“Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu..”

“Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil..” Matius 5:40-41.

8 Perbuatan Negatif yang Kasih tidak Lakukan

Selanjuitnya Paulus menyebutkan 8 hal negative yang tidak dilakukan kasih:

Kasih = Tidak Cemburu – Senang atas keberhasilan orang lain, bahkan jika keberhasilan mereka merugikan dirinya sendiri.

Jika kita membenci keberhasilan dan prestasi orang lain dan kita menyerang mereka dengan kata-kata yang merusak atau sindiran yang berbahaya, kita sedang dalam masalah.

Kasih = Tidak memegahkan diri dan Sombong – Kasih tidak memegahkan diri artinya tidak memamerkan kepada orang lain keunggulan yang kita miliki.

Memegahkan diri adalah mencoba membuat orang lain iri dengan apa yang kita miliki. Kecemburuan merendahkan orang lain; membanggakan diri meninggikan diri sendiri.

Kasih = Tidak melakukan yang tidak sopan– Kasih tidak melakukan kesalahan dalam memperlakukan orang lain. Kasih tidak ceroboh. Kasih mengatakan hal yang tepat pada waktu yang tepat, dengan cara yang penuh kasih.

Kasih = Tidak mencari Keuntungan sendiri – Adalah tidak ada keinginan untuk mendapatkan keuntungan sendiri atau egois.

Kasih = Tidak pemarah – Orang yang tidak memicu orang lain supaya kesal atau tersinggung atau marah.

Kasih = Tidak menyimpan kesalahan orang lain – Kasih tidak mencatat kejahatan, ia tidak menyimpan dendam, dan tidak menyimpan kedengkian, meskipun ada banyak kesempatan untuk melakukannya.

Kasih = Tidak bersukacita karena ketidakadilan – Kasih tidak bersukacita karena ketidakbenaran. Kasih berduka atas dosa-dosa yang dilakukan manusia terhadap satu sama lain.

Kasih tidak senang mendengar orang lain dituduh berdosa, dan ketika dibuktikan bahwa mereka telah melakukannya. Kasih tidak senang dengan laporan itu.

Kasih = Menutupi/menanggung Segala Sesuatu – artinya melindungi orang lain dari paparan, ejekan, atau bahaya. Tidak membesar-besarkan dosa dan tidak mengumbar atau memviralkan dosa itu.

Bahkan ketika suatu dosa dilakukan, kasih berusaha memperbaikinya dengan tidak menyakiti dan melukai orang yang bersalah.

5 hal yang positif yang dilakukan cinta

Kasih = Percaya segala sesuatu – Kasih melihat yang terbaik dalam diri orang lain dan memilih untuk mempercayai yang terbaik tentang mereka bukan yang terburuk!

Kasih = Mengharapkan Segala Sesuatu – Mengharapkan segala sesuatu di ayat ini berbicara tentang arah kasih yang terus-menerus menuju harapan. Berharap bahwa semuanya akan berakhir dengan baik dan Bahagia.

Kasih = Sabar menanggung segala sesuatu – Merupakan kemampuan untuk menanggung setiap kesulitan dan setiap penderitaan dengan teguh menghadapi keadaan yang tidak menyenangkan.

Menanggung segala serangan yang datang. Semua kesulitan, pencobaan, penganiayaan, dan luka-luka yang ditimbulkan oleh manusia dan Iblis.

Kasih = Tidak berkesudahan – Sepanjang masa yang akan datang, kasih akan terus berlanjut dalam arti kita akan tetap mengasihi Tuhan dan sesama

Kasih = Yang Terbesar dari segala sesuatu – Kekekalan kasih dibandingkan dengan karunia-karunia rohani yang bersifat sementara. kasih lebih dari sekadar iman dan harapan, namun karena kasih adalah hakikat karakter Allah:

Karena yang terbesar dari semuanya adalah kasih maka sangat wajar bila Paulus mengatakan untuk mengejar kasih.

“Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, ..” 1 Korintus 14:1

Mengejar dari kata dioko artinya mengikuti atau menekan dengan keras, secara harfiah mengejar seperti yang dilakukan terhadap musuh yang melarikan diri.

Seperti singa yang mengejar mangsanya, dia fokus kepada satu dari ratusan mangsa yang berlari dan menangkapnya.

Kita tidak boleh membiarkan kasih lepas dari pandangan kita. Namun, mengejar kasih saja tidak cukup.

Kita perlu memiliki saluran yang melaluinya kasih itu dapat mengalir dan memberi manfaat bagi kehidupan orang lain.

Saluran itu adalah karunia-karunia yang diberikan Allah kepada anak-anak-Nya. Jadi, Paulus menghubungkan mengejar kasih dengan “Usaha memperoleh karunia-karunia rohani.”

Itu sebabnya, kasih adalah dasar dari karunia-karunia rohani. Sebab karunia rohani akan berfungsi dengan baik bila dilakukan atas dasar kasih.

Sebagai sebuah gereja, jika kita menjadikan Kasih sebagai tujuan utama kita, kita akan menemukan bahwa kapasitas kita untuk melayani orang-orang di sekitar kita tumbuh setiap tahunnya.

Jadi poinnya, prioritas utama kita adalah mengejar kasih, selanjutnya mengusahakan untuk mendapatkan karunia-karunia rohani terutama karunia bernubuat.

Bila kita mengejar kasih dan mendapatkannya, kekurangan, kelemahan, tidak akan menjadi persoalan bagi kita.

Saat kita potluck, makanan kurang, kita tidak kebagian, tidak jadi masalah. Kita sabar menahan lapar. Kalau masalah potluck masih jadi masalah, mari kita mengejar kasih itu.

Bila kita mengejar kasih, kata-kata kita untuk menghibur dan mendorong, bukan melemahkan dan melukai perasaan seseorang..

Kapan terakhir kali saudara melontarkan kata-kata yang melukai, baik dengan sengaja atau spontanitas?

Bila kita mengejar kasih, kita akan menanggung kata-kata kasar orang lain dengan sabar. Dan murah hati kepada mereka.

Kapan terakhir kali saudara menerima kata-kata yang melukai perasaan Anda? Sabar.

Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.” 1 Korintus 13:13

Jadi inti utama dari pasal 13 ini adalah kekekalan kasih dibandingkan dengan karunia-karunia rohani yang bersifat sementara.

Mengapa kasih yang terbesar? Karena hanya kasih yang membawa ke masa depan. Iman dan harapan semata-mata untuk zaman sekarang ini.

Ketika iman telah menjadi penglihatan, iman tidak akan dibutuhkan lagi; dan ketika harapan telah terwujud, maka harapan tidak akan diperlukan lagi..

Iman tanpa Kasih itu dingin, dan harapan tanpa Kasih itu suram. Kasih adalah api yang menyalakan iman dan cahaya yang mengubah harapan menjadi kepastian.

Penyair Archibald MacLeish mengatakan bahwa “cinta, seperti cahaya, tumbuh lebih berharga saat gelap.” Inilah yang ia sebut “kebijaksanaan terakhir di sore hari.”

Hal yang sama berlaku untuk cinta kita satu sama lain; cinta memang dapat tumbuh lebih berharga seiring bertambahnya usia.

Tidak peduli usia atau status kita dalam hidup, kita semua dapat berusaha untuk mengasihi orang lain sebagaimana Tuhan mengasihi mereka.

Kita mungkin mencapai hal-hal besar dalam hidup kita—mendapatkan ketenaran dan kekayaan—tetapi hal yang terbesar adalah mengasihi.

Kita mengasihi karena Dia terlebih dahulu mengasihi kita,

Dia memberi agar kita bisa memberi;

Dia mati agar kita bisa hidup

“Demikianlah tinggal ketiga hal ini, yaitu iman, pengharapan dan kasih, dan yang paling besar di antaranya ialah kasih.”

Kiranya kasih kita bertumbuh dari hari ke hari. Tuhan memberkati.

(Pdt. Deddy Panjaitan. Dikotbahkan Sabtu, tanggal 21 September 2024)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *