Teks: Yehezkiel 22:30
Salam sejahtera untuk kita semua. Kotbah siang ini berjudul Pria sejati Tuhan dalam keluarga. Kotbah ini secara khusus ditujukan lebih kepada kaum pria. Tidak berarti kaum wanita tidak kebagian..
Tentu saja kebagian, sebab tanpa wanita pria tidak ada apa-apanya. Tanpa wanita pria tidak akan normal..
Kotbah ini juga untuk mengingatkan bahwa tgl 12 November adalah hari ayah. Hari ini jarang diingat. Kita selalu mengingat hari ibu, tapi tidak hari ayah.
Oh, mungkin para pria muda berkata, saya belum akan menjadi seorang suami dan ayah dalam waktu dekat ini. masih lama..
Oh mungkin juga para gadis muda berkata, apa urusan saya dengan pria sebagai suami dan ayah, sayakan akan menjadi seorang istri, tapi itu pun tidak dalam waktu dekat ini..
Saya Cuma mau sampaikan kepada pemuda, persiapkan dirimu dari sekarang untuk menjadi seorang suami dan ayah dimasa depan.
Sebelum kita tiba pada poin pentingnya, mari kita pelajari sejenak siapakah pria itu. Manusia pertama adalah laki-laki. Namanya Adam.
Kenapa dia disebut Adam? Karena dia dibuat dari tanah. TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah..
Kata Ibrani untuk debu adalah aphar, dan kata Ibrani untuk tanah adalah Adamah. Ayub 10:8-9, tangan Tuhan membentuk manusia dari tanah liat dan dapat mengembalikannya menjadi debu; Ayub 33:6, manusia dibentuk dari tanah liat; dan Yesaya 45:9, manusia dibuat dari tanah liat.
Ini menekankan tentang asal-usul manusia yang rendah; manusia diciptakan dari tanah. Kata Ibrani untuk manusia adalah adam, dan kata Ibrani untuk tanah adalah adamah.
Ini adalah permainan kata dalam bahasa Ibrani karena adam dan adamah berasal dari akar kata Ibrani yang sama.
Salah satu cara untuk menunjukkan permainan kata dalam bahasa Ibrani adalah dengan menerjemahkannya sebagai Tuhan membentuk “tanah” dari “tanah”.
Hubungan antara kata adam dan adamah digunakan untuk menunjukkan hubungan antara manusia dan tanah. Manusia diciptakan untuk mengurusi dunia, dan berasal dari Adamah.
Fakta bahwa manusia diciptakan dari tanah menekankan bahwa manusia adalah debu, tanah liat, atau tanah. Menunjukkan nilai manusia yang rendah.
Dan yang membuat nilai manusia menjadi tinggi, karena dia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah.
Kemampuan untuk berekspresi, bahwa manusia memiliki rasa malu dan dapat tersipu malu, bahwa manusia memiliki kemampuan berbicara, dan bahwa manusia dapat berkuasa., intelek; kesadaran diri dan kemampuan untuk bernalar; emosi; kehendak; moralitas; dan spiritualitas.
Adam adalah pria pertama suami pertama dan ayah pertama di dunia. Dia bukan pria sejati yang sempurna setelah kejatuhan. Adam bukan contoh tentang pria sejati.
Dalam membaca kisah pria dalam Alkitab, kita tidak akan menemukan gambaran pria sejati baik diatnara para raja, imam, nabi, prajurit, dan pemimpin yang kita temui, kita merasakan bahwa ada sesuatu yang tidak pernah benar.
Dosa telah merusak gambaran maskulinitas ideal. Satu per satu tokoh Alkitab diperlihatkan terluka, hancur, cacat, rentan terhadap ketidaktaatan dan bahkan kejahatan.
Di Alkitab ada seorang pria yang bagi saya dia bukan tipe pria sejati. Hidupnya sangat menyedihkan. Sebagai seorang suami, dia dibuat pusing oleh para istrinya. Sebagai seorang ayah dia dibuat pusing oleh anak-anaknya.
Tetapi semua berawal dari dirinya sendiri, yang mengawali masa depannya dengan penipuan. Dia adalah Yakub. Dia menipu ayah dan saudaranya. Akibatnya dia lari dari rumah.
Dirumah pamanya dia ditipu paman sendiri. Akibatnya dia harus menikahi Lea dan Rahel. Kedua perempuan ini bersaing siapa yang paling jago melahirkan.
Dia susah mengatur para istrinya. Keduanya memberikan pembantu mereka dikawini oleh Yakub. Dia mau saja. Dia lemah dihadapan para istrinya. Akibatnya dia memiliki 4 orang istri.
Bukan Yakub yang mau mempunyai banyak istri, namun situasi. Dia korban keadaan. Mereka memanfaatkan kelemahan Yakub. Para istri, jangan lemahkan posisi suamimu. Perkuat posisi mereka sebagai suami..
Setelah dia punya anak 13. Susah dia mengatur anak-anaknya setelah dewasa. Anak-anak nya nakal dan jahat. Ruben berhubungan dengan gundik ayahnya Bilha. 11 anaknya yang lain hendak membunuh anak kesayangannya Yusuf.
Mungkin para pria disini lebih baik dari Yakub. Dia bukan contoh yang baik untuk menjadi seorang pria, suami dan ayah.
Walau para pria di Alkitab penuh kelemahan, namun masih ada sifat maskulin dalam diri mereka, yaitu iman yang tak tergoyahkan, keyakinan yang tak tergoyahkan, pelayanan dan pengorbanan yang rendah hati.
Para Nabi dan Bapa hal, 211 menuliskan:
Yakub telah memilih warisan daripada iman. Ia telah mengusahakannya melalui tipu daya dan kepalsuan; tetapi Allah telah mengizinkan dosanya itu melaksanakan hukumannya.
Namun demikian sepanjang pengalaman-pengaiaman pahitnya pada tahun-tahun terakhir dari hidupnya itu, Yakub tidak pernah menyimpang dari maksudnya atau meninggalkan pilihannya..
Ia telah belajar bahwa dengan mengandalkan akal dan tipu daya manusia untuk memperoleh berkat-berkat itu, ia telah berperang melawan Allah.
Semenjak malam pergumulan di tepi sungai Yabok, Yakub telah muncul sebagai seorang manusia yang berbeda.
Percaya kepada diri sendiri telah dibuangkannya. Oleh sebab itu sifat licik pada masa mudanya tidak lagi kelihatan dalam dirinya. Gantinya tipu daya, kehidupannya ditandai oleh kesederhanaan dan kebenaran.
Ia telah mendapat pelajaran tentang bergantung ke Tangan Yang Mahakuasa, dan di tengah-tengah ujian serta kesukaran ia berserah kepada kehendak Allah.
Unsur-unsur daripada tabiatnya yang keji itu telah musnah di dalam dapur api, emas murni telah diolah, hingga iman Ibrahim dan Ishak itu nyata jelas di dalam diri Yakub.
Lebih lanjut:
Dosa Yakub dan rentetan peristiwa-peristiwa yang mengikutinya, telah menimbulkan satu pengaruh yang jahat—satu pengaruh yang menyatakan buah-buahnya yang pahit di dalam sifat dan hidup anak-anaknya.
Apabila anak-anaknya itu menjadi dewasa, mereka memperkembangkan sifat-sifatnya yang salah.
Akibat-akibat daripada poligami nyata di dalam rumah tangga mereka. Kejahatan yang mengerikan itu cenderung untuk mengeringkan mata air kasih, dan pengaruh-pengaruhnya melemahkan ikatan-ikatan yang paling suci.
Kecemburuan dari beberapa ibu telah menggetirkan hubungan kekeluargaan, anak-anak telah bertumbuh dalam sikap pelawan, dan tidak tahan dengan pengawasan dan kehidupan bapa-bapa, telah digelapkan oleh kecemasan dan duka. (PB 212).
Jadi kira para pria dan wanita harus belajar dari pengalaman ini. Betapa pentingnya menjadi pria dan wanita yang hidup dalam kebenaran.
Maka dalam Alkitab hanya ada satu pria sejati yang sempurna, yang harus kita teladani: Yesus Kristus.
Jika kita seorang pria dan ingin menjadi pria sejati, ada 9 komitmen yang boleh kita ikut:
1. Komitmen untuk mengikut Yesus. Pria sejati seorang pengikut Yesus yang setia (Lukas 9:59 “Ikutlah Aku!”
2. Dia berkomitmen untuk mengorbankan segalanya demi pemuridan.
“Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.
3. Berkomitmen taat kepada perkataan Yesus.
Lukas 6:68-69, Jawab Simon Petrus kepada-Nya: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.”
4. Dia berkomitmen pada disiplin spiritual (Doa)
Keesokan harinya, ketika hari masih gelap, Yesus bangun pagi-pagi benar dan pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana. ( Markus 1:35 )
5. Dia berkomitmen untuk tinggal dalam firman kebenaran.
Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya, “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” ( Yohanes 8:31–32 )
6. Dia berkomitmen pada pertumbuhan rohani, terutama buah rohani.
“Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku.” ( Yohanes 15:8 )
7. Dia berkomitmen untuk melaksanakan misi Tuhan.
“Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.” ( Matius 28:19–20 )
8. Dia berkomitmen untuk mencintai orang lain dengan setia.
“Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.” ( Yohanes 13:34–35 )
9. Dia berkomitmen pada persaudaraan dan komunitas.
Marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat. ( Ibrani 10:24–25
Dalam sebuah seminar, seorang wanita membuat pernyataan ini, “Ada yang salah dengan pria saat ini! Saya ingin menikah, tetapi saya telah mencari, dan saya telah mencari pria sejati – pria yang saleh, pria yang dapat saya pertimbangkan untuk memberikan hati saya – dan saya tidak dapat menemukannya. Apa yang terjadi dengan semua pria itu?
Seorang istri berkata kepada seorang dosen, “Pak, kami ingin pria kami menjadi pria sejati.”
Ini adalah pertanyaan yang serius dan pertanyaan yang juga ditanyakan oleh Tuhan.
“Aku mencari di tengah-tengah mereka seorang yang hendak mendirikan tembok atau yang mempertahankan negeri itu di hadapan-Ku, supaya jangan Kumusnahkan, tetapi Aku tidak menemuinya.” (Yehezkiel 22:30)
Arti Pria Sejati di mata Dunia
Otot yang kuat dan besar, Menarik beberapa wanita, Minum minuman beralkohol, Berkuasa dan berpengaruh, Tampan dengan pekerjaan yang berupah besar, Pria sejati itu tangguh dan tidak menangis,
Istri dan anak-anak kita membutuhkan pria sejati, bukan pria pengecut yang mengikuti arus budaya zaman kita yang terus berubah.”
Pria Sejati Tuhan
- Pria sejati tidak meninggalkan istrinya. Lihat Efesus 5:25-32, Markus 10:9, Ayub 31:1
- Pria sejati menghormati istri mereka sebagai ahli waris. Lihat 1 Petrus 3:7
- Pria sejati mengajarkan jalan Tuhan kepada anak-anaknya (baik melalui perkataan maupun tindakan). Lihat Ulangan 6:6-7, Efesus 6:4, Mazmur 78:5-7
- Pria sejati membangun kehidupan pria lain. Lihat Amsal 27:17
- Pria sejati tidak menggunakan kata-katanya untuk merendahkan orang lain. Lihat Efesus 4:29
- Pria sejati tidak membiarkan amarahnya lepas dari dirinya. Lihat Yakobus 1:19-20
- Pria sejati memimpin dengan baik ketika mereka paling mengasihi. Lihat Efesus 5:1-2; Yohanes 13:34-35
- Pria sejati rela berkorban demi Tuhan, keluarga, dan sesama. Lihat Yohanes 15:13
- Pria sejati adalah pelayan. Lihat Markus 10:45
- Pria sejati dapat menunjukkan emosinya (termasuk menangis). Lihat Yohanes 11:35, Matius 21:12, Matius 9:36
Survei yang dilakukan oleh Princeton, New Jersey’s Opinion Research Corporation dan BestLifeOnline.com terhadap lebih dari 1.000 wanita berusia 21-54 tahun.
Apa yang wanita inginkan dari seorang pria adalah kesetiaan dan dapat diandalkan, rasa humor, kemampuan untuk mendengarkan, dan selera gaya.
Wanita lebih menghargai kepribadian daripada daya tarik fisik.
Enam puluh enam (66) persen wanita mengatakan bahwa integritas moral akan “membuat saya bergetar.”
Apa yang dimaksud dengan pria sejati?
- Pria sejati memiliki kekuatan karakter.
- Dia berfokus untuk menjadi versi terbaik dari dirinya dengan mengembangkan karakteristik yang membantunya untuk terus berkembang dan menjadi pria yang lebih baik di setiap tahap baru dalam hidupnya.
- Pria sejati adalah hamba Tuhan yang menunjukkan kehidupan Kristus.
Kualitas pria sejati yang dicari wanita (www.YouBetterPreach.com)
- ia termotivasi.
- Dia menghormati wanita.
- Dia memimpin dengan memberi contoh.
- Dia memahami pentingnya bersikap setia.
- Dia mengurus kewajiban keuangannya.
- Dia menghabiskan waktu bersama anak-anaknya.
- Dia menetapkan tujuan dan mengejarnya.
- Dia tidak membiarkan teman-temannya mempengaruhinya.
- Dia tidak memiliki masalah untuk mengakui ketika dia salah.
Apakah saya seorang pria sejati?
Tuhan memanggil kita untuk menjadi pria sejati.
- Kita memiliki posisi dalam keluarga dan masyarakat yang tidak dapat diisi oleh siapa pun.
- Terlepas dari masa lalu kita, terlepas dari teladan kita atau ketiadaan teladan, terlepas dari usia atau posisi kita, Tuhan ingin menjadikan kita pria sejati. Janganlah kita mengecewakan Dia.
- Tuhan ingin menulis versi revisi dari Yehezkiel 22:30. “Aku mencari di tengah-tengah mereka seorang…[dan] Aku menemuinya.”
Pria sejati adalah suami yang baik bagi istrinya. Pria sejati adalah ayah yang baik bagi anak-anaknya. Pria sejati adalah pemimpin rohani yang baik bagi keluarganya.
Doa:
Tuhan, jadikanlah kami pria-pria Kristen sejati “yang tidak akan dibeli atau dijual, pria-pria yang di dalam jiwanya yang paling dalam adalah benar dan jujur, pria-pria yang tidak takut menyebut dosa dengan nama yang tepat, pria-pria yang hati nuraninya setia pada tugas seperti jarum pada tiang, pria-pria yang akan membela yang benar meskipun langit runtuh.”
Tuhan, jadikanlah kami pria sejati.
Anda boleh lupakan semua pelajaran tadi. Tapi jangan lupakan ini: Jika kita ingin menjadi pria yang AMAN, jadilah pria yang beriman dan apa yang Tuhan firmankan, Sambut dengan Iman.
Pria sejati Tuhan: pria yang aman, iman dan amin.
(Disampaikan pada sabtu 9 dan 16 November 24)




