Pendahuluan

Ayat hafalan pelajaran ini sering di gunakan sebagai dalil untuk menentang sabat..

“Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat.” Kolose 2:16

Membaca ayat itu perlu lebih cermat. Ayat tersebut ditulis bukan tentang perintah keempat, melainkan sebagai tanggapan terhadap kesalahan yang diajarkan oleh beberapa guru palsu di gereja.

Apa saja kesalahan-kesalahan itu?

Pertama, ajaran sesat itu digambarkan sebagai “filsafat,” “tradisi manusia,” “prinsip-prinsip dasar dunia,” dan “bukan menurut Kristus” ( Kol. 2:8).

Hal itu juga mencakup sunat dan perayaan hari raya Yahudi ( Kol. 2:11 , 16 ), serta ritual kesucian Yahudi dan peraturan yang berkaitan dengan makanan ( Kol. 2:16 , 21 ).

Hal itu juga mencakup penyembahan malaikat atau upaya untuk meniru penyembahan malaikat ( Kol. 2:18 ).

Kedua, hal itu didasarkan pada “perintah dan ajaran manusia” dan mungkin melibatkan praktik-praktik asketis ( Kolose 2:22-23 ).

Para guru palsu ini jelas religius dan tulus, tetapi mereka juga salah memahami Injil.

Dan kita akan melihat mengapa Kolose 2;16 tidak ada hubungannya dengan pemeliharaan Sabat hari ketujuh.


Minggu: Kebijaksanaan dan Pengetahuan Tuhan

“Di manakah hikmat dapat ditemukan? Dan di manakah tempat pengertian?” ( Ayub 28:12 )

Di dalam Kristus, “di dalam Dia tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan” ( Kolose 2:3)

Jika kita memiliki Kristus, kita memiliki segalanya, bahkan “kepastian penuh akan pengertian” tujuan hidup ( Kolose 2:2).

Melalui Dia, misteri Allah, yang mencakup seluruh rencana keselamatan, telah dinyatakan.

Apa tujuan Paulus menulis surat ini? Kolose 2:1-7

1. Agar mereka tahu beratnya perjuangan Paulus untuk mereka

2. Agar mereka terhibur dan bersatu, supaya mereka mengenal rahasia Allah, yaitu Kristus. “sebab di dalam Dialah tersembunyi segala harta hikmat dan pengetahuan.” (3)

Paulus “berbicara tentang misteri itu, dan di sini ia memujinya sebagai sesuatu yang layak untuk dipahami lebih dalam dan lebih jauh.

Kata tersembunyi dari kata apokruphos dari apokrupto = menyembunyikan dari apó = dari, jauh + krupto = menyembunyikan, menutupi) yang berarti tersembunyi atau disembunyikan.

Kata ini hanya digunakan secara metaforis dalam Perjanjian Baru. Apokruphos berarti tersembunyi dari pandangan umum, dan karena itu rahasia.

Nah, kaum Gnostik percaya bahwa sejumlah besar pengetahuan yang rumit diperlukan untuk keselamatan.

Pengetahuan itu mereka catat dalam buku-buku mereka yang mereka sebut apokruphos karena buku-buku itu tertutup bagi orang awam.

Melalui kata ‘tersembunyi’ Paulus mengatakan, Kalian kaum Gnostik menyembunyikan kebijaksanaan kalian dari orang awam;..

kami pun memiliki pengetahuan kami, tetapi pengetahuan itu tidak tersembunyi dalam buku-buku yang tidak dapat dipahami;

Pengetahuan itu tersembunyi di dalam Kristus dan karena itu terbuka bagi semua orang di mana pun.

Kebenaran Kekristenan bukanlah rahasia yang tersembunyi tetapi rahasia yang diungkapkan. Terungkap dalam Kristus.

Segala yang kita butuhkan ada di dalam Kristus. Seandainya saja kita bisa memahami itu! Dialah sumber segala pengetahuan.

3. Agar mereka mengenali ajaran palsu supaya tidak tertipu.

4. Agar mereka tetap dalam Kristus

5. Agar mereka berakar dalam Kristus.

Keinginan Paulus bukan hanya untuk membantu orang-orang percaya di Kolose mengenali ajaran-ajaran palsu, tetapi juga untuk “menyatukan” (sumbibasthentes) mereka dalam kasih Kristen.

Apa hasil dari pengajaran yang benar?

Sebagai hasil dari pengajaran yang benar yang diterima orang Kolose dari rekan-rekan Paulus, mereka memiliki “keteguhan” iman.

Keteguhan iman ini tidak dapat digoyahkan karena didasarkan pada landasan Alkitab yang kokoh yang, jika dipatuhi, akan membantu melindungi mereka dari kesalahan-kesalahan yang disebarkan oleh para pengajar palsu.

Apakah kebijaksanaan dan pengetahuan Tuhan?

Kebijaksanaan (sophia ) adalah kemampuan untuk menilai dengan benar dan mengikuti tindakan terbaik, berdasarkan pengetahuan dan pemahaman.

Penggunaan kata sophia oleh Paulus dalam surat Kolose – Kol. 1:9 ; Kol. 1:28 ; Kol. 2:3 ; Kol. 2:23 ; Kol. 3:16 ; Kol. 4:5

Kebijaksanaan adalah kemampuan, dalam situasi konkret, untuk menerapkan pengetahuan dengan sebaik-baiknya.

Dalam Perjanjian Lama, karya penciptaan dikaitkan dengan kebijaksanaan Allah ( Mzm. 104:24)

Ayub 28:23 dst. dan Amsal 8:22 dst. mempersonifikasikan kebijaksanaan yang dengannya Allah menciptakan segala sesuatu.

Perjanjian Baru mengagungkan kebijaksanaan Allah yang dinyatakan dalam:

Kebodohan salib ( 1 Kor. 1:18-25 )

Dalam gereja ( Ef. 3:10 ), dan

Dalam karya pemeliharaan Allah bagi Israel dan bangsa-bangsa bukan Yahudi ( Rm. 11:33 )

Apakah itu hikmat?

Hikmat Alkitabiah dapat didefinisikan sebagai keterampilan untuk hidup.

Rencana Allah untuk menebus kita menghancurkan hikmat orang-orang bijak duniawi ( 1 Korintus 1:19 ).

Hikmat manusia tidak pernah dapat memahami rencana keselamatan Allah ( 1 Korintus 1:21)

Hikmat manusia sama sekali tidak memadai untuk menerima keselamatan Allah ( 1 Korintus 3:18-19 ).

Hikmat rohani hanya diberikan oleh Roh Kudus. Dalam Perjanjian Lama, Salomo mencontohkan hikmat ini ( Mat. 12:42 ).

Ketika Yesus datang, hikmat-Nya juga melampaui hikmat orang-orang yang paling bijak di antara manusia ( Mat. 13:54 ).

Hikmat ini terlihat dalam diri Tuhan Yesus, bahkan ketika Ia masih kecil ( Luk. 2:40 , 52 ). Ketika pemimpin dibutuhkan di gereja Yerusalem, para rasul mulai memilih orang-orang yang memiliki hikmat rohani ini ( Kis. 6:3 ).

Perbedaan antara pengetahuan dan kebijaksanaan

Pengetahuan adalah pemahaman tentang kebenaran, sedangkan kebijaksanaan adalah kemampuan untuk menerapkan kebenaran yang telah dipelajari.

Semua yang kita butuhkan ada di dalam Kristus. Seandainya saja kita bisa mempelajarinya! Dialah sumber segala pengetahuan.

Kita harus mengakui bahwa kita tidak tahu segalanya. Tetapi kita tahu di mana mencari tahu, karena kita mengenal Seseorang yang tahu segalanya.

Kristus telah dijadikan hikmat bagi kita. Kita perlu bersandar pada hal itu. Semua harta karun hikmat dan pengetahuan ada di dalam Dia.


Senin: Berakar dan Bertumbuh di dalam Kristus

Apakah salah satu prinsip menjalani hidup Kristen?

Hidup dalam Kristus (Kolose 2:6).

Apa artinya menerima Yesus?

Dengan menerima Pribadi Yesus, buka hanya ajaran-Nya. Menerima Yesus juga mencakup menerima semua ajaran-Nya.

Menerima Kristus berarti mati terhadap diri sendiri, penyerahan diri sepenuhnya kepada Kristus yang hidup.

Firman yang Hidup (Yesus) tidak dapat dipisahkan dari Firman yang Tertulis (Alkitab). Keduanya adalah dua sisi dari koin yang sama.

Melalui apa kita mengenal Yesus?

Hanya melalui Kitab Suci kita dapat mengenal Yesus. Kita “berjalan” atau menjalani hidup kita “di dalam Dia,” artinya kita membiarkan Firman dan Roh-Nya membimbing kita dalam semua keputusan dan tindakan kita.

Apa artinya Kolose 2:7? Hendaklah kamu berakar di dalam Dia..

Dari kata rhizoo= akar, berarti menjadi stabil, berakar, dikuatkan dengan akar dan secara kiasan menjadi kokoh, benar-benar berakar.

Kata kerja rhizoo menunjukkan kestabilan, nutrisi, dan kehidupan yang diperoleh dari hubungan dengan Kristus (” di dalam Dia “). Seperti akar pohon yang menancap dalam-dalam ke bumi untuk kestabilan dan nutrisi, demikian pula iman kita harus menancap dalam-dalam pada ajaran yang benar dan makanan yang kokoh mengenai Mesias.

Kemajuan yang stabil terjadi ketika kita berlandaskan atau berakar. Orang Kristen tidak boleh menjadi gulma tanpa akar, yang diterbangkan oleh setiap angin doktrin.

Kita menghindari hal ini ketika kita berakar kuat di dalam Yesus Kristus. Akar tidak ada untuk dirinya sendiri: akar ada untuk memberi kekuatan pada tanaman dan membantu tanaman tumbuh.

Bagaimana kita harus bertumbuh?

Kita harus bertumbuh dalam iman yang telah diajarkan kepada kita.

Kita berakar di dalam Kristus dengan menerima Dia sebagai Juruselamat kita dan mengatur hidup kita sesuai dengan Firman-Nya. Itulah cara kita menjadi “teguh dalam iman.”

Tumbuhan sebagai sombol orang percaya (Yesaya 61:3 , Matius 3:10 , Lukas 8:11-15 , 1 Korintus 3:6 .)

Pertama, “pohon tarbantin kebenaran”, “tanaman TUHAN” artinya terus menjadi sempurna di dalam Kristus dengan berpegang teguh pada Dia dan ajaran-Nya.

Kedua, pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik (Mat 3:10). Tampak nyata tetapi sebenarnya tidak bernyawa.

Kita harus menjadi tanaman Tuhan. Dengan berakar dan bertumbuh dalam Firman-Nya. Agar kita dapat berdiri teguh.

Mereka yang menerima ajaran yang tidak alkitabiah berarti menolak Kristus. Mereka menerima ajaran palsu dan akan segera tumbang.


Selasa: Dipaku di Salib

Apa isu yang sedang diperangi Paulus dalam Kolose 2:11-15?

Sinkretisme yang menggabungkan ide-ide dari filsasat-filsafat dan agama-agama lain, seperti paganism, aliran-aliran Yudaisme, dan pemikiran Yunani dengan kebenaran Kristen.

Kolose 2;14, teks yang sering disalahgunakan, sebagai dalil untuk menentang hukum dan pemeliharaan hari sabat.

Ada dua pengertian utama ayat tersebut:

Pertama, “surat hutang” yang dipakukan pada kayu salib adalah daftar tuduhan yang ditujukan “mendakwa kita,” mirip dengan tulisan yang digantung Pilatus di atas salib Yesus (Mat. 27: 37;

Kedua, hukum upacara yang ditulis oleh Musa (lihat Ul. 31:24-26 ) dipaku di kayu salib.

Dalam konteks yang lebih luas, kita dapat melihat bahwa ayat tersebut jelas berbicara tentang hukum upacara.

Sebelumnya di ayat 13, Paulus mengatakan mereka dahulu mati oleh karena pelanggaran, karena tidak disunat secara hati, telah dihidupkan Allah bersama-sama dengan Yesus.

Ini terjadi sesudah Allah mengampuni segala pelanggaran kita.

Bagaimana cara Allah mengampuni pelanggaran kita? Ayat 14 dengan menghapuskan surat hutang. Bagian ini adalah titik poin penting untuk memahani Kolose 2:16-17.

Apakah yang dimaksud dengan surat hutang?

Datang dari kata cheirographon. berarti tulisan tangan atau dokumen tulisan tangan dan kemudian catatan tertulis tentang hutang seperti surat janji bayar.

Gagasan Paulus tampaknya adalah bahwa dosa-dosa umat manusia telah menumpuk daftar “surat pengakuan hutang” yang begitu besar sehingga tidak akan pernah dapat dilunasi.

Paulus menggunakan cheirographon bukan sebagai hukum itu sendiri, tetapi sebagai catatan tuduhan atas pelanggaran hukum Allah dan yang karenanya menjadi beban bagi kita.

Maka secara formal cheirographon diterjemahkan sebagai literal “surat hutang” dan bahwa secara struktural dan kontekstual, “Ketentuan-ketentuan hukum” ini menggemakan peraturan upacara sunat.

Cheirographon ” harus dipahami dalam kaitannya dengan hukum Musa. ”Kolose 2:14 diakui sebagai “salah satu deskripsi paling jelas dalam Perjanjian Baru tentang apa yang terjadi ketika Yesus mati.”

Paulus secara langsung menghubungkan pengampunan melalui Kristus (ayat 13b) dengan ” surat hutang, dengan ketentuannya ”(ayat 14), yang membutuhkan pengorbanan untuk pengampunan dosa, juga untuk kematian Kristus,

Melalui kematian-Nya, Kristus menyempurnakan sistem ritual — Dia “telah menghilangkannya dengan memakukannya di kayu salib”

Paulus menegaskan pengampunan Allah yang lengkap. Melalui Kristus, Tuhan telah “membatalkan,” “mengesampingkan,” “dipakukan di kayu salib” “catatan tertulis dari dosa-dosa kita yang oleh ketentuan hukum mendakwa kita.”

Ellen White mengatakan, “Sistem upacara terdiri dari simbol-simbol yang menunjuk pada Kristus. . . . Hukum inilah yang diambil Kristus. . . Dan itu ditiadakan-Nya dengan memakukannya pada kayu salib: ‘Kolose 2:14. (Patriarchs and Prophets (Hagerstown, MD: Review and Herald Pub. Assn., 1958), 365.)

Dengan menghancurkan bukti dosa kita, Tuhan juga telah “melucuti pemerintah dan penguasa” (2:15) karena tidak mungkin lagi bagi mereka untuk menuduh mereka yang telah diampuni.

Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk Orang Kristen merasa tidak lengkap dan mencari bantuan mediator yang lebih rendah, karena Kristus telah menyediakan penebusan dan pengampunan penuh.

Paulus tidak bermaksud mengatakan bahwa Sepuluh Perintah Allah dipaku di kayu salib. Apa yang diakhiri dikayu salib adalah hukum upacara. Bukan hukum moral. 10 hukum.


Rabu: Bayangan atau Substansi?

Praktik-praktik Yahudi-Kristen apa yang disoroti oleh Paulus dalam Kolose 2:16-19?

Dalam Kolose 1:21, 22, 27, dan 2:13 ada kesan bahwa gereja Kolose sebagian besar adalah non-Yahudi, walaupun orang Yahudi pasti ada dan kelihatanyan mereka membentuk “elemen penting Yahudi di dalam gereja,” catatan sejarah mengatakan bahwa “Kolose memiliki populasi Yahudi yang cukup banyak. ”

David Garland menyatakan, “Orang Kristen non-Yahudi yang baru dibentuk di Kolose sedang diganggu tentang iman mereka oleh orang-orang Yahudi yang suka bertengkar” dan “yang disebut memelihara waktu dan musim sebagaimana diperlukan untuk keselamatan mereka.”

Nasihat Paulus jelas: “Janganlah seorang pun menghakimi kamu” (MILT). Kata hakim (krinetō) secara kontekstual berarti “memberikan penilaian yang tidak menyenangkan.”

“..mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat..”

Sebelum membahas istilah perayaan, bulan baru, sabat, perlu ada komentar tentang “makanan dan minuman”.

Dalam Bahasa Yunani disebut brosis dan posis mungkin menunjuk pada “makan” dan “minum,” kata ini lebih baik diterjemahkan secara kontekstual dengan kata benda “makanan” dan “minuman,”

Karena “makanan dan minuman datang dalam konteks sunat dan perayaan hari-hari khusus,” tampaknya “

kata-kata ini pasti mengacu pada persembahan makan dan minuman yang disajikan oleh orang Israel.”

Sabat dalam kolose 2:16

Kata sabat dalam bahasa aslinya memiliki berbagai arti, termasuk Sabat mingguan dan sabat upacara tahunan, dimana itu diidentifikasi melalui hubungan linguistik serta konteksnya.

Karena beberapa teks Perjanjian Baru, termasuk Kolose 2:16, dapat dipahami hanya melalui pemahaman yang akurat tentang PL, itu sebabnya penting untuk mempertimbangkan hal-hal tersebut.

Pertama adalah penyebutan tiga serangkai tahun, bulan, minggu. Komentator setuju bahwa ketiga kata ini mewakili urutan logis dan progresif (tahunan, bulanan, dan mingguan), serta pembagian lengkap waktu sakral.

Kolose 2 dan Hosea 2 memiliki keserasian, terdiri dari pengelompokan tiga bagian; keduanya memiliki urutan yang sama (pertama “hari raya”, “bulan baru”, akhirnya “sabat”)

Analisis linguistik menunjukkan bahwa “hari raya” (ḥag) dalam Hosea 2:10 merujuk pada satu atau lebih hari raya peziarahan — Paskah / Roti Tidak Beragi, Pentakosta, dan / atau Tabernakel.

Berikutnya adalah bulan baru (ḥōdeš) —ini digunakan menentukan tanggal untuk menentukan waktu.

Kemudian frasa “sabatnya” (šabbattāh) ini diidentifikasi sebagai sabat seremonial Israel, bukan Sabat mingguan, karena tidak pernah diucapkan dengan cara ini. Untuk sabat mingguan selalu disebut sebagai “Sabat-Ku.”

Penyelidikan linguistik Kolose 2:16 menunjukkan bahwa istilah hari raya dalan Yunani heortē dibatasi pada tiga perayaan ziarah yang sama. Sementara neomēnia menunjukkan perayaan bulan baru, sabbata mencakup “waktu istirahat” non-ziarah dari Hari Pendamaian dan Sangkakala.

Oleh karena itu, Paulus tidak berlebihan membuat daftar heortē (perayaan ziarah) dan sabbata (“waktu istirahat”).

Singkatnya, perayaan peziarah, bulan baru, rangkaian upacara Sabat di Hosea sesuai dengan yang ada di Kolose.

“Bulan mengatur tanggal untuk hari raya keagamaan lainnya.” Posisi tengah bulan baru ini, yang digunakan untuk menghitung acara keagamaan lainnya, menguatkan kesimpulan bahwa Sabat disini merujuk pada sabat seremonial, karena Sabat mingguan tidak pernah ditentukan oleh perhitungan bulan.

Kata “sabat” diterapkan dalam Perjanjian Lama setidaknya pada tiga hal selain hari ketujuh mingguan, yaitu, pada sabat sebagai suatu institusi, untuk istirahat pada tanah, dan pada hari-hari yang ditentukan untuk perayaan seremonial selain dari Sabat mingguan.

Kita dapat memahami penggunaannya, ketika disebutkan dalam serangkaian perayaan seperti itu, sebagai referensi utama untuk hari-hari yang ditetapkan untuk perayaan ritual.

Poin penting:

Yang sangat penting untuk pemahaman kita tentang ayat ini adalah penafsiran Paulus sendiri: bahwa semua itu “adalah bayangan dari hal-hal yang akan datang, tetapi hakikatnya adalah Kristus” ( Kolose 2:17).

Hari-hari upacara ini, seperti kurban-kurban, menunjuk pada karya Kristus (lihat 1 Korintus 5:7 , 1 Korintus 15:23 ).

Sebaliknya, Sabat hari ketujuh ditetapkan di Eden, sebelum dosa, dan jauh sebelum kurban-kurban upacara di tempat kudus diadopsi; oleh karena itu, itu bukanlah bayangan yang akan dihapuskan setelah salib.

Meskipun Sabat hari ketujuh bukanlah pokok bahasan di sini, bagaimana Anda dapat menerapkan nasihat Paulus tentang tidak menghakimi orang lain?


Kamis: Perintah-perintah Manusia

Kolose 2:20-23.

“Apabila kamu telah mati bersama-sama dengan Kristus dan bebas dari roh-roh dunia, mengapakah kamu menaklukkan dirimu pada rupa-rupa peraturan, seolah-olah kamu masih hidup di dunia:

jangan jamah ini, jangan kecap itu, jangan sentuh ini; semuanya itu hanya mengenai barang yang binasa oleh pemakaian dan hanya menurut perintah-perintah dan ajaran-ajaran manusia.

Peraturan-peraturan ini, walaupun nampaknya penuh hikmat dengan ibadah buatan sendiri, seperti merendahkan diri, menyiksa diri, tidak ada gunanya selain untuk memuaskan hidup duniawi.”

Pemeliharaan upacara-upacara Yahudi sebagai “roh-roh dunia” (Kolose 2:8,20). Ini termasuk ranah duniawi sebagaimana Bait Suci duniawi. Umat-umat Tuhan adalah warganegara surga.

Hukum-hukum upacara tidak lagi menjadi beban karena itu semua adalah bayangan dari kematian Kristus.

Memang hukum upacara diberikan oleh Allah, namun setelah semuanya memenuhi tujuannya, itu tidak berlaku lagi.

Semua peraturan itu tidak berlaku lagi di kayu salib dengan Tuhan sendiri merobek tirai pemisah bilik Suci dan bilik Maha Suci di Bait Suci. Sejak saat ini, orang Kristen tidak lagi terikat dengan semua peraturan tersebut.

Jika orang Kristen masih mengikuti peraturan-peraturan tersebut, mereka menyamakan diri dengan dunia yang justru sedang lenyap yang berbeda dengan dunia baru yang Yesus janjikan.

Fakta lain adalah, orang Farisi dan ahli taurat telah menambahkan ketentuan-ketentuan manusia ke dalam hukum Musa.

Pemeliharaan upacara-upacara Perjanjian Lama yang telah digenapi di dalam Kristus tidak lagi dapat dianggap kewajiban dari Allah, melainkan hanya sebagai tuntutan yang diberlakukan oleh manusia. Itu justru seperti menjadi beban bagi iman bukan memperkuat.

Ini justru bisa menjadi pembanding antara mereka yang melakukannya dan yang tidak melakukannya. seolah-olah yang melakukan lebih unggul dari yang tidak melakukan; yang melakukan dianggap berjasa bagi keselamatan yang lain tidak.

Sepanjang sejarah, para ahli Alkitab telah menyerah pada godaan untuk mengeluarkan Keputusan keagamaan untuk merebut peran Roh Kudus dalam membimbing orang percaya mengenai teks Kitab Suci. Kristus adalah sumber mata air kebenaran. Dia adalah Firman yang hidup.


Kesimpulan

  1. Sebagaimana pada zaman rasul-rasul manusia mencoba oleh tradisi dan filsafat untuk merusakkan iman dalam Kitab Suci, demikian pula pada dewasa ini, oleh menyenangkan perasaan suka “mengkritik yang lebih tinggi,” evolusi, spiritisme, teosofi dan panteisme, musuh kebenaran yang sedang berusaha untuk memimpin jiwa-jiwa ke dalam jalan-jalan yang terlarang.
  2. Pekerjaan kritik yang lebih tinggi, dalam menganalisis, menerka, memulihkan kembali, adalah memusnahkan iman dalam Kitab Suci sebagai kenyataan Ilahi.
  3. Oleh spiritisme, orang banyak diajar untuk percaya bahwa kemauan adalah hukum yang tertinggi, bahwa surat izin adalah kemerdekaan, dan bahwa manusia bertanggung jawab hanya kepada dirinya sendiri.
  4. Kebenaran Allah harus menjadi mata Pelajaran untuk renungan dan meditasi umat-umat Tuhan. Mereka harus menganggap Kitab Suci sebagai suara Allah yang berbicara langsung kepada mereka. Dengan demikian orang Kristen akan mendapati akal budi yang Ilahi.
  5. Penyempurnaan di dalam kristus melibatkan pengenalan akan Dia dan pertumbuhan di dalam Dia. Hal ini melindungi seseorang dari penyesatan oleh guru-guru palsu.
  6. Penyempurnaan di dalam Kristus juga melibatkan kepercayaan semata-mata kepada-Nya untuk keselamatan, bukan pada peraturan-peraturan.
  7. Peristiwa-peristiwa seremonial Perjanjian Lama hanyalah bayangan dari karya dan pengorbanan Kristus di masa depan. Semua Gambaran ini akan berakhir dengan kematian-Nya. Sementara Sepuluh Perintah Allah, termasuk hari Sabat. Masih berlaku bagi orang-orang Kristen.

Sebuah pesan inspiratif untuk semua orang beriman.

• Kolose 2:1 Siapakah penerima surat Rasul Paulus yang diilhami dari penjara kepada orang-orang Kristen di Kolose yang dituju?

• Hasil positif apa yang diharapkan Rasul Paulus bagi semua orang yang membaca surat ini? Kolose 2:2

• Kolose 2:3 Mengapa Rasul Paulus menekankan bahwa semua harta kebijaksanaan dan pengetahuan terdapat di dalam Bapa surgawi kita dan Kristus? (lihat juga Kolose 2:9-10 )

• Kata-kata penegasan apa yang disampaikan Rasul Paulus kepada para penerima surat ini? Kolose 2:5

• Bagaimana kita dapat tetap teguh dalam iman kita kepada Kristus?

• Nasihat positif apa yang diberikan Rasul Paulus kepada para penerima surat ini? Kolose 2:6-7

• Apa artinya hidup dalam Kristus Yesus dengan cara yang sama seperti kita menerima Dia sebagai Juruselamat dan Tuhan kita?

• Apa kesaksian Anda tentang menerima Yesus sebagai Juruselamat pribadi Anda dan belajar berjalan bersama-Nya?

Sebuah peringatan bagi semua orang beriman.

• Kolose 1:1a Mengapa Rasul Paulus mengalami “konflik besar” ketika ia memikirkan penerima surat ini? (lihat Kolose 1:4,8 )

• Siapakah yang berusaha menipu mereka dengan kata-kata persuasif? Wahyu 12:9, Kejadian 3:4-5

• Mengapa penting untuk mengingat bahwa semua tipu daya berasal dari Bapa Kebohongan? ( Yohanes 8:44 )

• Tipuan spesifik apa yang dibawa oleh guru-guru palsu kepada pengikut Yesus di Kolose dan wilayah sekitarnya? Kolose 2:11-23

• Apakah isi tulisan tangan dari peraturan-peraturan yang dipaku pada kayu salib? (Kolose 12:14)

• Mengapa para pengikut Yesus tidak lagi diwajibkan untuk mengikuti hukum-hukum upacara yang diberikan kepada anak-anak Israel?

• Bagaimana perbedaan antara Sabat seremonial dengan Sabat mingguan yang diberikan di Eden dan ditegaskan kembali dalam perintah keempat? Kejadian 2:1-3, Keluaran 20:8-11

• Teguran apa yang Yesus berikan kepada guru-guru palsu yang berusaha menegakkan tradisi manusia di atas perintah-perintah Allah? Matius 15:7-9

• Bagaimana kita dapat menghindari disesatkan oleh guru-guru palsu? Mazmur 119:105, Yesaya 8:20, Yohanes 7:16-18, 16:13 , dll.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *