Teks: 1 Petrus 2:1-3
Tema: Sikap dan tindakan jahat menyebabkan kerusakan besar. Kita bertumbuh sebagai orang percaya melalui pengalaman kita akan Tuhan
INTRO:
Orang ini bernama Michael Lotito. Dia orang yang aneh. Dia punya selera dan kebiasaan makan yang tidak normal. Lotito suka makan logam.
Selama 25 tahun dia telah memakan sebelas sepeda, tujuh kereta belanja, peti mati logam, mesin kasir, mesin cuci, televisi, dan rantai halus sepanjang 660 kaki.
Dia memakan sepeda pertamanya. Dia makan besi-besinya lalu bannya. Makanan terbesarnya adalah sebuah pesawat ringan, terdiri dari 25 ribu pons/ 11 ton aluminium, baja, vinil, kaca Plexiglas, dan karet.
Dia memotong logam menjadi potongan-potongan seukuran kuku jarinya dan mengonsumsinya sekitar dua pon/1 kilo sehari.
Kita pasti setuju bahwa Michel Lotito memiliki nafsu makan yang tidak sehat. Semoa tidak ada yan memiliki selera makan seperti Lotito..
Makanan Rohani
Sekaran cerita Lolito kita kembankan kepada makanan Rohani..Ketika kita pertama kali datang kepada Kristus, kita mempunyai nafsu makan yang sama tidak sehatnya.
kita perlu mengubah selera kita dari makan yang bukan makanan menjadi makanan sejati bagi jiwa kita.
Tentang makanan untuk jiwaa, Petru sanat baik sekali memberikan nasehat..dia katakan,
“Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah.
Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan, jika kamu benar-benar telah mengecap kebaikan Tuhan.” 1 Petrus 2:1-3.
Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah.
Ini adalah daftar penyakit yang menyerang hati manusia. Petrus katakan buang semua itu. Kata lainnya adalah tanggalkan. seperti pakaian-pakaian yang sudah tua, kotor dan tidak diinginkan lagi.
Buanglah berarti berhenti melakukan apa yang biasa dilakukannya.
Karena sifat ini menghancurkan. Membuat rohani kita layu dan loyo. Tidak ada gairah. Perbuatan dosa membuat rohani kita redup. Tidak ada keinginan kepada Firman Allah..
Membuang semua kejahatan, merupakan syarat untuk mempertahankan keinginan akan Firman Tuhan. Hidup dalam dosa mendorong seseorang ke arah yang berlawanan dengan kebenaran..
Petrus memberi tahu kita untuk menanggalkan pakaian kebencian, tipu daya, kemunafikan, iri hati, dan fitnah.
A. Semua kebencian.” Ini adalah kejahatan pertama dalam daftar dosa. Kata kedengkian berarti niat buruk yang berasal dari sifat berdosa kita.
kedengkian adalah keinginan untuk bermusuhan, atau rasa tidak suka yang kuat terhadap sesama kita. Dan ini merusak hubunan kasih denan sesama..
B. tipu daya: kepalsuan, tipu muslihat, rayuan, fitnah, dan pengkhianatan. Penipuan tampak seperti kebenaran sehingga mereka yang tidak waspada bisa tertipu.
tipu daya dan kemunafikan adalah dua hal: dengan tipu daya seseorang dirugikan dan oleh kemunafikan ia ditipu.
C. Kemunafikan, iri hati. Kedua kata ini muncul dalam bentuk jamak dalam bahasa Yunani. Orang munafik berpura-pura menjadi dirinya yang sebenarnya; dia adalah manusia dengan hati ganda dan lidah bohong.
Iri hati adalah sikap yang diekspresikan dalam keinginan untuk memiliki apa yang menjadi milik orang lain. Iri hati seringkali berujung pada menyimpan dendam.
D. “FItnah / perkataan jahat.” Fitnah adalah penyalahgunaan lidah.
Dan ini dikatakan untuk dibuang, supaya ada gairah akan firman Allah..
Orang-orang Kristen jaman dulu setelah dibaptis biasanya melepas dan membuang pakaian yang mereka kenakan pada upacara tersebut.
Setelah dibaptis, mereka mengenakan jubah baru yang mereka terima dari gereja. Bertukar pakaian melambangkan mengesampingkan kehidupan lama dan menjalani kehidupan baru..
Jadi orang yang telah diubahkan ia harus mengesampingkan semua dosa-dosa yang merupakan penghalang untuk menginginkan Firman Allah (Ibr. 12:1).
Menjadi Seperti Bayi
Petrus menyuruh kita menjadi seperti bayi yang baru lahir, dalam arti rohani..
Ilustrasi ini digunakan untuk memanggil kita agar kita mendambakan hal-hal yang berhubungan dengan Tuhan seperti halnya bayi yang baru lahir mendambakan susu secara naluriah, dengan penuh semangat, tanpa henti.
Memang diayat lain, (Ibr. 5:12) susu digunakan sebagai metafora untuk orang Kristen yang belum dewasa.. atau orang Kristen duniawi (1 Kor. 3:1).
Dalam konteks Petrus melihat susu sebagai sesuatu yang dibutuhkan semua orang Kristen untuk memelihara kehidupan baru mereka di dalam Kristus..
Sehingga mereka akan “bertumbuh” dalam keselamatan..
Jadi ketika Petrus mengatakan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, ia ingin kita memiliki karakter seorang bayi..
Anak-anak yang baru lahir tidak mempunyai niat jahat; mereka tidak mempunyai tipu muslihat atau kelicikan; mereka tidak mempunyai kemunafikan, tidak ada iri hati, tidak ada kata-kata jahat. Mereka bersih dari segala kejahatan ini
Petrus menggunakan bahasa kiasan ini untuk memberikan gambaran mental kepada pembaca tentang bayi yang menginginkan makanan, karena siapa pun yang pernah menjadi orang tua pasti tahu bagaimana bayi yang baru lahir mengungkapkan keinginannya untuk diberi makan secara teratur.
Orang percaya membutuhkan Firman Tuhan seperti bayi membutuhkan susu.
Saat Petrus ketakan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, dia sedan membandinkan tentang kekuatan kerinduan, keinginan dari bayi yang baru lahir akan air susu ibu mereka.
Bayi yang baru saja keluar dari rahim ibunya dan menangis meminta ASI, itu adalah kerinduan pertama bayi yang baru lahir yang dirancang oleh Tuhan..
Ini menggambarkan betapa kuatnya orang percaya seharusnya menginginkan Firman Allah.
Kata selalu ingin kata kerja perintah yang memerintahkan orang beriman untuk sangat menginginkan atau mendambakan sesuatu.
Kata lainnya adalah Hasrat. Seperti Hasrat seorang suami atau istri terhadap pasangannya. Hasrat inin makan.
Hasrat/kerinduan yang mendalam yang dimiliki seseorang terhadap orang yang dicintainya yang telah meninggal. keinginan orang tua agar anaknya yang bandel bertobat.
Jadi selalu ingin = hasrat yang kuat dan menggebu-gebu terhadap Firman Allah.
Bayi yang barui lahir ingin susu murni..susu murni dan rohani yang dimaksud disini adalah Firman Tuhan yang seutuhnya.
Maksud Petrus adalah bahwa Firman Tuhan itu murni dan tidak mengandung bahan tambahan apa pun. Makanan Firman ini sama sekali tidak mengandung campuran apa pun yang jahat.
Maka dalam konteks ini Petrus menyerukan agar kita menerima firman Allah, satu-satunya Firman yang tidak bersalah, tanpa ketidaksempurnaan, cacat, pengenceran atau apa pun yang dapat menipu atau menyesatkan!
Ilustrasi
Pada tahun 2008 yang lalu, terjadi satu skandal susu di Tiongkok. Dimana kandungan susu formula dipalsukan dengan bahan kimia melamin, yang mengakibatkan batu ginjal dan kerusakan ginjal lainnya pada bayi.
Bahan kimia tersebut digunakan untuk meningkatkan kandungan nitrogen pada susu encer, sehingga susu tampak memiliki kandungan protein yang lebih tinggi agar dapat lolos uji kendali mutu.
300.000 anak yang terkena dampak, 54.000 diantaranya dirawat di rumah sakit, 6 bayi mati karena susu palsu tersebut.. Nama perusahaan susu tersebut adalah Sanlu Group..
“Pedagang yang tidak jujur akan menambahkan zat lain kedalam susu untuk mendapatkan lebih banyak keuntungan. Ini adalah susu yang “menipu”.
Susu atau ajaran yang sehat
Petrus menyuruh kita untuk merindukan susu yang murni artinya tidak tercemar atau tidak terkontaminasi.
Mazmur 19:8–9 dan 119:140 mengatakan bahwa Firman Tuhan itu murni dan bersih. Menggambarkan Firman sebagai sumber susu rohani yang murni bagi orang percaya.
Bagaimana kita “meminum” “susu rohani yang murni”? gunakan 5 jari kita: Mendengar, membaca, mempelajari, menghafal, meditasi dan aplikasi..
Meminum susu Firman berarti ‘mengecap’ lagi dan lagi seperti apa Dia, karena dengan mendengarkan firman Tuhan, orang-orang percaya mengalami sukacita persekutuan pribadi dengan Tuhan sendiri.
Alkitab secara harfiah adalah Tuhan yang berbicara kepada Anda. Ini adalah alat Allah dalam keselamatan dan alat Allah untuk bertumbuh menjadi orang Kristen yang dewasa..
Ini adalah cetak biru bagi orang Kristen.
Petrus katakan, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan.
Singkatnya, tujuan dari keinginan untuk mendapatkan susu rohani yang murni dari Allah adalah pertumbuhan dalam keserupaan dengan Kristus.
Sama seperti bayi tumbuh paling baik jika diberikan susu murni, demikian pula orang percaya akan bertumbuh paling baik jika diberi susu murni dari Firman Tuhan.
Sedih rasanya melihat ada orang yang kekurangan gizi, lemah, dan terhambat perkembangannya.
Namun yang lebih menyedihkan adalah melihat orang-orang percaya mengalami kekurangan gizi dan keterbelakangan rohani.
Kita semua harus termotivasi bertumbuh kuat dan dewasa di dalam Kristus.
, Untuk menjadi lebih serupa dengan Kristus, Anda perlu mengetahui Firman Allah (1Ptr. 2:2). Anda perlu mengetahui bagaimana Kristus hidup ketika Dia berada di bumi, dan satu-satunya tempat untuk mempelajarinya adalah Kitab Suci, yang merupakan wahyu Kristus.
Kristus adalah fokus dari keseluruhan Alkitab, dan Anda perlu mempelajarinya untuk mengetahui seperti apa Dia. Terlalu sering kita mempelajari Alkitab hanya untuk argumen teologis atau untuk menjawab pertanyaan.
Hal-hal tersebut memang penting, namun tujuan utama dari pembelajaran Alkitab adalah untuk mengetahui lebih banyak tentang Kristus sehingga Anda dapat menjadi seperti Dia.
Dalam novel No Blade of Grass, virus perusak menyerang rumput di dunia. Bukan hanya rumput di halaman rumput tetapi semua rumput, termasuk gandum, barley, rye, oat, dan beras.
Dalam hitungan bulan, dunia akan terjerumus ke dalam kelaparan dan kekerasan yang menyertainya. Orang-orang memulai dengan berkelahi, lalu membunuh, demi makanan.
Novel ini menggambarkan sebuah adegan yang terjadi di dunia nyata pada masa kelaparan..
Nabi Amos berbicara tentang kelaparan yang berbeda. Dia menyebutnya kelaparan “mendengar firman Tuhan” (Amos 8:11)
Kekurangan makanan dapat menyebabkan penyakit dan kematian. kelaparan akan Firman dapat menimbulkan akibat yang kekal.
Kalua kita tidak mengakses Firman Tuhan, kita kekurangan hikmat menjalani hidup dan pesan kehidupan kekal di dalam Kristus.
Kita membutuhkan “susu yang murni dari firman, supaya [kita] dapat bertumbuh” (1Petrus 2:2).
Dunia sedang haus akan pengetahuan tentang Tuhan yang dapat memenuhi kebutuhan hati manusia. Mari bantu mengisi hati mereka dengan membagikan Firman-Nya..
Penutup
ilustrasi yang kuat tentang seseorang yang “mencicipi” Firman Tuhan:
Sebuah kisah indah dan menyentuh diceritakan tentang seorang gadis muda Perancis yang terlahir buta. kemudian dia belajar membaca dengan sentuhan, seorang teman memberinya salinan Injil Markus dalam huruf Braille.
Dia terlalu sering membacanya hingga jari-jarinya menjadi kapalan dan tidak peka. untuk mendapatkan kembali perasaannya, dia memotong kulit ujung jarinya.
Namun tragisnya, kapalan yang dialaminya digantikan oleh bekas luka permanen dan bahkan lebih tidak sensitif.
Dia dengan terisak-isak memberikan ciuman selamat tinggal pada buku itu, sambil berkata, “FAREWELL, FAREWELL, SWEET WORD OF MY HEAVENLY FATHER..
Saat melakukan hal itu, dia mendapati bahwa bibirnya bahkan lebih sensitif daripada jari-jarinya, dan dia menghabiskan sisa hidupnya membaca harta karunnya yang besar dengan bibirnya.
Seandainya setiap orang Kristen memiliki hasrat yang besar terhadap Firman Tuhan..
Selama operasi, seorang ahli bedah berpengalaman bertanya kepada seorang dokter muda, yan masih belajar, “Siapa orang paling penting di ruang operasi ini?”
Dia menjawab, “Saya kira perawat inilah yang akan membantu Anda dengan cara yang efisien.” Dokter bedah itu menggelengkan kepalanya dan berkata, “Tidak, orang yang paling penting di ruangan ini adalah pasiennya.”
Dalam belajar Alkiab kitalah yang penting..
Pertama, dekati Alkitab berdasarkan kebutuhan Anda sendiri, bukan sekadar mengajarkannya kepada orang lain.
Kedua, dekati Alkitab dengan kerendahan hati. Jangan mencoba membuat Alkitab mengatakan apa yang Anda ingin katakan, tetapi belajarlah untuk menemukan apa yang Tuhan katakan.
Semakin banyak Anda membaca Alkitab, semakin Anda ingin membacanya. Jika Anda ingin bertumbuh dalam kasih karunia, temuilah Tuhan setiap hari.
Sediakan tempat dan waktu untuk berdoa dan belajar Alkitab. Jadilah orang Kristen yang Alkitabiah. Jangan biarkan satu hari pun berlalu tanpa meluangkan waktu berduaan dengan Tuhan.
Apakah yan dikatakan Petrus kepada kita? buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah.
Apa yan perlu kita lakukan untuk membuang kejahatan? jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani,
Mengapa kita perlu memiliki keinginan/Hasrat akan Firman Allah? Supaya bertumbuh dan beroleh keselamatan..





