Teks: Yos. 5:1-7; Kel. 12:6; 1 Kor. 5:7; Yos. 8:30-35; Ul. 8:11, 14; Ibr. 9:11-12
PENDAHULUAN:
Shalom, kita sudah tiba di pelajaran yang ke tujuh. Kita akan membahas beberapa momen penting Israel ditanah perjanjian.
Beberapa momen itu sebagai berikut:
- Menyunat orang Israel pada saat berada di wilayah musuh. ( Yos. 5:1-9 )
- Merayakan Paskah di tengah bahaya yang mengancam ( Yos. 5:10-12 )
- Membangun mezbah dan menyembah Tuhan saat penaklukan sedang berlangsung ( Yos. 8:30-35 );
- Mendirikan Kemah Suci Tuhan ketika tujuh suku di Israel belum menerima warisan mereka ( Yos. 18:1-2 ).
Momen diatas kita akan pelajari satu persatu. .
Ditengah-tengah persiapan mereka untuk berperang, mereka mengambil waktu berhenti dari semua kesibukan untuk beribadah.
Tuhan yang pertama dan terutama, itu sebabnya sunat, paskah dan membangun mezbah menjadi prioritas.
Seperti mereka, kita juga perlu berhenti meluangkan waktu berkualitas memperbarui komitmen kepada Tuhan. Mengucap syukur atas apa yang telah Ia lakukan kepada kita.
Hal itu dapat ditunjukkan dengan menghidupkan ibadah pagi petang keluarga. Sekali pun ditengah kesibukan kita.
Kita harus tahu bahwa waktu yang dihabiskan bersama Tuhan dan orang-orang terkasih adalah investasi terbaik dari waktu kita yang terbatas.
Mari pelajari pelajaran ini setiap hari. Ambil waktu 10-15 menit. Jangan biarkan kesibukan menghentikan kita untuk tidak belajar.
MINGGU: PERJANJIAN PERTAMA
Teks: Yosua 5:1-7.
Apa hal penting yang harus mereka jalani sebelum berperang? Jawabanya, pembaharuan perjanjian Allah dengan Israel melalui sunat.
Apakah itu sunat?
Sunat adalah tanda lahiriah dari komitmen batin mereka kepada Allah ( Ul. 10:16). Dan itu adalah tanda identitas. Itu adalah cara mereka mengakui bahwa mereka adalah bagian dari keluarga Allah.
Melakukan hal ini sekarang adalah tanda bahwa mereka berbalik dari pola ketidaktaatan mereka.
Kapan sunat pertama kali dilakukan sebagai tanda perjanjian?
Partama kali pada jaman Abraham di Kejadian 17:7-10,” Aku akan mengadakan perjanjian antara Aku dan engkau serta keturunanmu turun-temurun menjadi perjanjian yang kekal, supaya Aku menjadi Allahmu dan Allah keturunanmu.
Kepadamu dan kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini yang kaudiami sebagai orang asing, yakni seluruh tanah Kanaan akan Kuberikan menjadi milikmu untuk selama-lamanya; dan Aku akan menjadi Allah mereka.”
Inilah perjanjian-Ku, yang harus kamu pegang, perjanjian antara Aku dan kamu serta keturunanmu, yaitu setiap laki-laki di antara kamu harus disunat..”
Mengapa Tuhan memerintahkan Yosua untuk menyunat generasi kedua bangsa Israel pada masa penaklukan ini?
Karena sunat adalah tanda perjanjian dan Israel tidak melakukannya pada anak-anak mereka yang lahir dalam 40 tahun di padang gurun!
Generasi baru sekarang berada di awal penerimaan warisan mereka dari Tuhan, tetapi penting bagi Yahweh agar mereka memperbarui hubungan perjanjian mereka dengan-Nya.
Apa tujuan sunat?
(1) Agar mereka selalu ingat kepada Tuhah, mengingat mereka dikelilingi oleh orang-orang kafir dengan praktik keagamaan yang tidak bermoral, dan mereka akan tergoda untuk berkompromi dengan musuh-musuh mereka.
Dengan sunat, dimaksudkan sebagai simbol operasi rohani pada hati seseorang. Seperti yang diperintahkan Musa kepada generasi kedua bangsa Israel, “Sunatlah hatimu dan janganlah lagi kamu tegar tengkuk.” ( Ulangan 10:16 )
(2) Agar celaan Mesir dapat dihapuskan;
(3) Agar mereka dapat dipersiapkan dengan benar untuk mengikuti merayakan Paskah, yang tidak boleh dimakan oleh siapa pun yang tidak disunat, Kel . 12:48 ;
(4) Sebagai ujian iman, dimana saat itu mereka sedang ada didaerah musuh yang ingin menghancurkan mereka.
Untuk apa perjanjian diperbaharui?
Agar generasi baru yang akan memiliki tanah perjanjian, menyadari hubungan istimewa mereka dengan TUHAN, pemilih tanah tersebut.
Pembaruan tanda perjanjian dilakukan sebagai respons atas tindakan Allah yang penuh kasih karunia dan mukjizat telah membawa Israel menyeberangi Sungai Yordan dengan selamat.
Apakah yang mendorong perjanjian?
Rasa syukur. Bersyukur atas apa yang telah Tuhan lakukan. Bukan untuk mendapat keuntungan, tapi karena Tuhan telah memberkati.
Bagaimana mereka menyimbangkan antara persiapan untuk perang dan persiapan rohani?
Kampanye militer mereka sudah dekat, seluruh perkemahan sibuk dengan persiapan perang, namun mereka mengutamakan persiapan rohani dengan melakukan ritual ibadah selama tiga hari.
Mengapa mereka mengutamakan ibadah?
Untuk merayakan hubungan mereka dengan Allah. Karena Allah telah membebaskan mereka dari Mesir.
Mengapa itu perlu dirayakan? Karena sadar pertempuran ini milik Tuhan. Tanpa Tuhan persiapan dan taktik mereka tidak berguna.
Tuhanlah yang menganugerahkan kemenangan dan keberhasilan kepada mereka. Artinya, kebangunan rohani harus mendahului semua aktivitas agar berhasil.
Apaka rumus Yesus kepada kita agar berhasil?
Tertulis dalam Matius 6:33, “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu”
Apa artinya cari dahulu kerajaan Allah?
Kata cari dahulu dari kata Yunani proton artinya terkemuka, terdepan, menonjol, paling penting. Cari “dahulu” berarti yang pertama dalam waktu, tempat, urutan, dan kepentingan.
Kata pertama menunjukkan perhatian utama dan paling dominan. Dalam istilah lain adalah prioritas. Prioritas adalah yang didahulukan dan diutamakan daripada yang lain.
Jadi rumus Yesus,” cari dahulu kerajaan Allah,” adalah menomor satukan Tuhan dibandingkan hal-hal lainnya.
Sesibuk apa pun kita dalam berjuang dalam hidup sehari-hari, utamakan Tuhan.
Jadi jangan lupa memprioritaskan hal terpenting dalam hidup kita, yaitu pembaruan komitmen kita kepada Kristus setiap hari.
Pelajaran ini saya akan tutup dengan cerita:
Pada masa pemerintahan Ratu Elizabeth I, seorang pedagang yang sibuk dipilih oleh Yang Mulia untuk menjadi duta besar.
Setelah diberitahu tentang tugas ini, ia minta izin, dengan alasan bahwa hal itu akan menyebabkan kerugian finansial dan akan mengganggu pengawasan kegiatan industrinya.
Ratu menjawab, “Anda urus urusan saya di luar negeri, dan saya akan mengurus urusan Anda di dalam negeri.”
Pria itu menerima tugas tersebut dan pergi selama beberapa tahun. Sekembalinya, ia mendapati bahwa Ratu, sesuai janjinya, telah mengurus urusannya dengan lebih dari cukup.
Seperti cerita diatas, untuk menjadi murid Yesus yang setia, kita harus memberikan prioritas utama kepada Juruselamat dalam segala hal, percaya sepenuhnya kepada-Nya untuk memenuhi kebutuhan kita.
Siapa yang mengutamakan Tuhan, pada akhirnya akan menemukan Tuhan bersamanya!
Barangsiapa mengutamakan Tuhan di tempat kedua, maka dia tidak akan memberi Tuhan tempat lagi.
SENIN: PASKAH
Teks: Yosua 5:10 ; Kel. 12:6 ; Im. 23:5 ; Bil. 28:16 ; Ul. 16:4 , 6
Kegiatan kedua setelah penaklukan adalah perayaan paskah. Perayaan ini berlangsung pada malam hari keempat belas bulan itu.
Apakah itu paskah dan seberapa penting itu?
Paskah dari kata pesah, berasal dari peristiwa, Ketika Tuhan “melewati” rumah-rumah orang Ibrani yang telah mengolesi tiang pintu rumah mereka dengan darah ketika Tuhan menghukum tanah Mesir. Itu adalah paskah pertama.
Perayaan Paskah dimulai pada tanggal 14 bulan pertama, dan Hari Raya Roti Tidak Beragi dimulai pada tanggal 15, berlangsung tujuh hari sampai tanggal 21 bulan itu (Kel 12:15).
Paskah menjadi perayaan yang paling penting karena merayakan pembebasan bangsa Israel dari dominasi dan penindasan Mesir yang membawa kemerdekaan nasional dan kebebasan beragama bagi mereka.
Domba Paskah akan dikorbankan setiap tahun untuk memperingati acara tersebut.
Begitu pentingnya Paskah sehingga semua hari raya lainnya tanggalnya mengacu pada bulan Paskah yang Allah nyatakan sebagai “Bulan inilah akan menjadi permulaan segala bulan bagimu; itu akan menjadi bulan pertama bagimu tiap-tiap tahun.”(Kel 12: 2).
Paskah kedua Israel dirayakan di Gunung Sinai, sebelum berangkat ke Kadesh-Barnea (Bil 9:1).
Setelah itu, paskah tidak pernah dirayakan selama tahun-tahun pengembaraan mereka di padang gurun.
Mengapa merayakan paskah penting sebelum mereka berperang?
Sebagai pengingat terutama untuk generasi baru, bahwa Allah telah membebaskan Israel dari tangan kuat orang Mesir, dan akan berfungsi sebagai dorongan bahwa Dia dapat dan sekarang akan melakukan hal yang sama dengan kota Yerikho yang dijaga ketat.
Perayaan Paskah menandai dimulainya era baru dalam sejarah Israel.
Jadi Sunat dan Paskah keduanya akan berfungsi untuk menarik mata Israel kembali kepada Yahweh dan diingatkan akan janji-janji-Nya yang tidak dapat diubah untuk berperang bagi mereka dan memberi mereka tanah itu.
Jika sunat merupakan pengingat akan jati diri mereka, perayaan Paskah merupakan pengingat akan jati diri Allah.
Perayaan Paskah mengakui bahwa mereka adalah umat perjanjian Allah dan mengakui bahwa Allah perjanjian mereka adalah Allah yang Mahakuasa.
Apakah yang dirujuk oleh perayaan paskah?
Merujuk kembali kepada penebusan bangsa Israel dari perbudakan Mesir. Namun, Hari Raya ini juga menunjuk ke depan kepada penggenapan antitipikalnya dalam Anak Domba Allah ( Yoh. 1:29 , 36 ; 1 Kor. 5:7 ; 1 Pet. 1:18-19 ), yang menebus kita dari perbudakan dosa.
Apakah paskah permanen atau sementara?
Apakah perayaan itu sementara atau permanen ditentukan oleh sejauh mana tipologinya (simbolnya) telah digenapi di PB dan membawa makna baru..
Perjanjian Baru dengan tegas berbicara tentang Paskah dalam istilah pengorbanan. “Kristus, domba Paskah kita, telah dikorbankan” (1 Kor 5:7).
Nah, setelah Kristus sebagai domba paskah dikorbankan, apakah perayaan Paskah tidak diperlukan lagi?
Jawabannya adalah tidak!” paskah masih tetap berlanjut, tetapi makna dan ritualnya telah berganti menjadi baru.
Maka makna baru paskah bukan lagi peringatan pembebasan dari berbudakan Mesir..
Arti barunya adalah peringatan pembebasan dari belenggu dosa melalui kematian Kristus dan proklamasi pembebasan-Nya di masa depan pada saat kedatangan-Nya (“kamu memberitakan kematian Tuhan sampai dia datang” 1 Kor 11:26).
Ritual baru ini terdiri dari dua unsur perjamuan Paskah, yaitu roti dan anggur.
Jadi, Kristus menggenapi tipologi pengorbanan Paskah, bukan dengan menghentikan pemeliharaannya tetapi dengan mengubah perayaan itu menjadi lambang yang cocok untuk penebusan-Nya.
Yesus mengubah Paskah menjadi peringatan kematian-Nya ( Mat. 26:26-29.
Paskah dan Perjamuan Kudus menandakan realitas yang bahkan lebih mulia: bahwa umat tebusan akan masuk ke Kanaan surgawi.
Yohanes sang pewahyu menggambarkan peristiwa “penyeberangan” yang antitipikal ini sebagai 144.000 orang yang berjalan di atas lautan kristal, Laut Merah dan Sungai Yordan yang antitipikal, di hadapan takhta Allah ( Wahyu 4:6 ; 7:9-10 ) dan merayakan Paskah dan Perjamuan Kudus yang antitipikal pada perjamuan kawin Anak Domba ( Mat. 26:29 , 19:9 ).
Apa yang dapat kita pelajari dari perayaan paskah ketiga ini?
- Bahwa dalam keadaan apa pun kita berada, agama harus menjadi perhatian utama kita. Seperti Israel, walau mereka menghadapi situasi yang genting, namun mereka mengutamakan ibadah lebih dahulu sebelum berperang.
- Bahwa kita harus menaruh keyakinan penuh kepada Allah bahkan ditengah bahaya yang paling mengerikan.
SELASA: ALTAR PEMBARUAN
Teks: Yosua 8:30-31, Ulangan 11:26-30 , Ulangan 27:2-10 .
Apa motivasi Yosua membangun mezbah bagi Tuhan?
Untuk meneguhkan perjanjian Tuhan dengan umat-Nya, sekaligus penggenapan istruksi Musa sebagaimana yang telah ditetapkan (Ulangan 11:26-30 , Ulangan 27:2-10 ).
Apa istruksi Musa disana?
Kalau mereka sudah menyeberang sungai Yordan, mereka harus mendirikan mezbah dan mempresembahkan korban bakaran dan korban keselamatan di gunung Ebal.
Bagaimana Yosua menggenapi perintah itu?
Yosua 8:30-35 mencatat, “Yosua mendirikan mezbah di gunung Ebal bagi TUHAN, Allah Israel..” itu terjadi setelah mereka mengalahkan Ai.
Diatas mezbah dipersembahkan korban bakaran dan keselamatan, sebagai tanda pengabdian kepada Allah, sebagai korban yang hidup di dalam dan melalui seorang Perantara.
Disana juga ditulis Salinan hukum Musa. Kemudian dibacakan perkataan hukum taurat, berkat dan kutuknya. Semua mereka mendengar.
Berkat akan dibacakan dari Gunung Gerizim dan kutuk dari Gunung Ebal . Kedua gunung ini terletak di tengah Tanah Perjanjian dan akan berfungsi sebagai “pengingat” tentang pentingnya ketaatan pada hukum Allah untuk memastikan berkat Allah turun.
Sayangnya, ingatan Israel berumur pendek, sebagaimana diungkapkan dalam Kitab Hakim-Hakim!
Apa yang ingin ditegaskan dengan membaca hukum taurat?
Untuk menegaskan kembali dasar hubungan mereka dengan TUHAN. Karena generasi pertama yang telah meninggalkan Mesir telah gagal dan tidak memasuki tanah itu.
Mereka telah jatuh di bawah kutukan Hukum Taurat akibat ketidaktaatan dan kurangnya iman mereka kepada Allah.
Kegagalan mereka tidak berarti bahwa generasi baru harus gagal. Mereka diberi kesempatan yang sama seperti para pendahulu mereka untuk meneguhkan perjanjian mereka dengan Tuhan saat mereka memasuki tanah itu.
Selain penaklukan, apa sebenarnya yang lebih penting bagi mereka?
Kesetiaan pada tuntutan hukum Allah. Penaklukan hanyalah satu langkah dalam penggenapan rencana Allah bagi Israel dan pemulihan seluruh umat manusia.
Kesetiaan pada ajaran Taurat merupakan pertanyaan utama dalam takdir umat manusia.
Mengapa Yosua menulis salinan hukum Taurat di atas batu-batu besar yang dilabur putih, berbeda dengan batu-batu mezbah?
Karena batu-batu tersebut, yang kemungkinan berisi Sepuluh Perintah Allah, membentuk sebuah monumen terpisah di sekitar mezbah, yang senantiasa mengingatkan bahwa hubungan perjanjian mereka dengan Tuhan didasarkan pada Hukum Taurat dan ketaatan mereka terhadapnya.
Dan disini, Yosua, yang bertindak sebagai pemimpin rohani Israel, menulis salinan hukum Taurat, seperti yang akan dilakukan oleh calon raja ( Ul. 17:18–20 ).
Siapakah yang digambarkan Yosua di perjanjian baru?
Yosua menggambarkan Yehoshua (Yesus), yang misinya, antara lain, adalah memimpin umat manusia kembali kepada ketaatan kepada Allah.
Untuk mencapai tujuan ini, Ia harus menghadapi pertentangan dengan kuasa-kuasa jahat. Tujuan utamanya adalah memenuhi persyaratan perjanjian bagi kita:
“Sebab di dalam Dia semua janji Allah adalah “ya”, dan di dalam Dia “amin”, bagi kemuliaan Allah melalui kita” ( 2 Korintus 1:20 ).
Coba praktekkan kegiatan rohani apa, yang memiliki fungsi yang sama seperti membangun mezbah pada zaman Yosua?
RABU: DITULIS DI BATU
Teks: Yosua 8:32-35
Gunung Gerizim dan gunung Ebal (( Ulangan 11:29 ; Ulangan 27:4 , 13, Yosua 8:30 , 33). Dua gunung ini saling berhadapan.
Apa nama dua gunung yang disebutkan dalam pelajaran ini?
Gerizim merupakan gunung yang subur dan indah, sedangkan Ebal terdiri dari batu kapur, dengan lereng berbatu dan tandus, berwarna cokelat tua, dan tandus. Gunung itu tampak mati.
Letak kedua gunung ini di wilayah Tepi Barat, lembah di antara kedua gunung ini adalah lokasi Nablus (Sikhem kuno).
Apa yang dilambangkan kedua gunung ini?
Kedua gunung ini melambangkan berkat dan kutuk. Gunung Gerizim melambangkan berkat, karena subur, hijau, penuh pepohonan, melambangkan kehidupan dan sukacita yang datang dari ketaatan pada Tuhan.
Gunung Ebal melambangkan kutuk, karena tandus, berbatu, suram, melambangkan konsekuensi dosa dan ketidaktaatan.
Apa yang dilakukan Yosua diantara kedua gunung tersebut?
Pertama, membangun mezbah dari batu yang tidak dipahat. Kedua, diatas mezbah mempersembahkan korban bakaran dan keselamatan.
Ketiga, menuliskan salian hukum Musa diatas batu-batu di depan orang Israel.
Keempat, membacakan berkat dan kutukan pada pertemuan khusus di lereng Gunung Ebal dan Gunung Gerizim.
Ini adalah “sebuah amfiteater alami … yang mampu menampung banyak orang. Disini mereka berkemah untuk mempersembahkan korban.
Pembacaan berkat dan kutuk ini mandat dari Musa bila nanti mereka menyeberang sungai Yordan. Musa sendiri tidak masuk tanah Kanaan.
Bagaimana seremonial pembacaan hukum taurat dengan kutuk dan berkatnya?
Mereka berdiri sebelah menyebelah tabut. Kemudian berhadapan dengan imam dan pengangkat tabut.
Setengah dari mereka menghadap gungung Gerizim dan setengahnya lagi menghadap gunung Ebal. Suku yang menghadap Gerizim mengucapkan kata berkat, yakni suku Simeon, Lewi, Yehuda, Isakhar, Yusuf dan Benyamin.
Suku yang menghadap Ebal dan mengucapkan kutuk, yakni suku Ruben, Gad, Asyer, Zebulon, Dan serta Naftali.
Sementara suku Lewi menyampaikan dengan suara nyaring kutukan bila mereka tidak setia dan mereka harus menyambut dengan kata ‘Amin”.
Berikut kutukan tersebut:
- Terkutuk orang yang membuat patung pahatan atau patung tuangan.
- Terkutuklah orang yang memandang rendah ibu dan bapanya
- Terkutuklah orang yang menggeser batas tanah sesamanya manusia.
- Terkutuklah orang yang memperkosa hak orang asing, anak yatim dan janda.
- Terkutuklah orang yang tidur dengan isteri ayahnya
- Terkutuklah orang yang tidur dengan binatang apa pun
- Terkutuklah orang yang tidur dengan saudaranya perempuan, anak ayah atau anak ibunya.
- Terkutuklah orang yang tidur dengan mertuanya perempuan.
- Terkutuklah orang yang membunuh sesamanya manusia dengan tersembunyi.
- Terkutuklah orang yang menerima suap untuk membunuh seseorang yang tidak bersalah.
- Terkutuklah orang yang tidak menepati perkataan hukum Taurat ini dengan perbuatan.
Sebaliknya mereka akan diberkati bila setia menaati hukum. Berikut berkat-berkat-Nya”
- Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang.
- Diberkatilah buah kandunganmu, hasil bumimu dan hasil ternakmu, yakni anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu.
- Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu.
- Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar.
- Musuh mereka akan kalah.
- Memberkati segala usaha
- Menjadi umat yang kudus. (Ulangan 28).
Upacara yang dilaksanakan di Gunung Ebal dan Gunung Gerizim mengajarkan lebih dari sekadar prinsip bahwa ketaatan mendatangkan berkat dan ketidaktaatan mendatangkan kekurangan berkat dalam hidup.
Upacara ini juga mengajarkan solusi Allah atas masalah dosa dalam kehidupan apa pun.
Di sini mereka secara simbolis memberlakukan dua kemungkinan cara berhubungan dengan perjanjian.
Korban-korban yang dipersembahkan di sana menunjuk kepada Yesus, yang menanggung segala kutukan perjanjian itu, sehingga semua orang yang percaya kepada-Nya dapat menikmati berkat-berkatnya ( Gal. 3:13 , 2 Kor. 5:21)
Mengapa perlu menuliskan salinan perjanjian itu pada batu-batu?
Agar mereka tidak lupa. Sehingga mereka selalu ingat kepada Tuhan, terlebih ketika hidup mereka sudah Makmur. Kaya.
Apa yang bisa membuat mereka lupa Tuhan? Kesibukan dan pengaruh luar. Kekayaan. Allah lain.
Apa yang perlu kita lakukan agar tidak melupakan Tuhan?
Beberapa monument yang senantiasa mengingatkan kita akan Tuhan seperti, perjamuan kudus, sabat, persepuluhan dan persembahan, dll.
Renungan: Apakah kesibukan dan hiruk pikuk kehidupan dapat membuat kita melupakan Tuhan? Jelaskan.
KAMIS: MERINDUKAN KEHADIRAN-NYA
Teks: Yosua 18:1-2
Dari pasal 8 kita melompat jauh ke pasal 18. Pasal ini lanjutan dari pasal 13 sampai 17, yaitu cerita pembagian tanah untuk setiap suku Israel.
Namun belum semua mereka mendapat tanah pusaka. Masih ada tujuh suku lagi. Namun pembagian tanah itu terhenti sebentar.
Apa yang membuat pembagian tanah itu terhenti?
Karena ada pertemuan jemaat di Silo (18:1). Disana mereka menempatkan kemah pertemuan. Pertemuan ini terjadi setelah Efraim menerima warisan mereka.
Yosua memerintahkan seluruh jemaat untuk berkumpul di Silo, dan di sanalah Kemah Suci didirikan, agar, setelah tanah itu ditaklukkan, penyembahan kepada TUHAN dapat dilakukan secara teratur sesuai dengan hukum Taurat.
Mengapa pusat beribadatan berpindah dari Gilgal?
Pusat peribadatan pada awal mereka masuk tanah Kanaan ada di Gilgal. Namun karena mereka sudah merebuat Kanaan, pusat peribadatan dipindah ketengah-tengah negeri itu.
Silo adalah lokasi yang lebih sentral untuk kemah pertemuan. Ini menandakan peralihan dari keadaan perang, dengan perkemahan utama di Gilgal, menjadi keadaan istirahat.
Perindahan ini petunjuk dari Tuhan (Ul 12:5-6). Namun Silo sebagai pusat peribadatan bukan lokasi permanen. Lokasi permanen akan dipilih melalui Daud di Yerusalem.
Namun untuk saat itu, bangsa Israel harus beribadah kepada Tuhan di Silo. Kemah Suci tetap berada di Silo selama masa Hakim-Hakim.
Apa tujuan pendirian kemah pertemuan atau tempat kudus?
Pembangunan kemah itu diperintahkan dalam Kitab Keluaran. Kemah itu akan menjadi tempat persembahan korban bagi generasi-generasi berikutnya (Kel. 29:42).
Persembahan korban merupakan bagian penting dari perjanjian Israel, dan kemah itu dikuduskan untuk perannya oleh kehadiran dan kemuliaan Allah.
Korban yang dipersembahkan di kemah, yang dilakukan menurut hukum Taurat dan oleh para imam, akan menjadi perlindungan terhadap penyembahan berhala.
Kemah pertemuan berdiri sebagai pengingat yang kuat akan hubungan perjanjian Israel dengan Allah yang telah menyelamatkan mereka dan menyediakan tanah peristirahatan dan keamanan.
Pendirian Kemah Pertemuan dalam Yosua 18:1 merupakan cara lain Kitab Yosua menandakan penggenapan janji-janji perjanjian Allah.
Siapa yang memerintahkan agar kemah pertemuan didirikan?
Dalam Ulangan 12:1–14, Allah memerintahkan kemah itu didirikan di tempat yang dipilih dari semua suku dan di mana TUHAN akan “menempatkan Nama-Nya di sana sebagai kediaman-Nya (dari shkn)” (Ulangan 12:5, 11; 14:23; 16:2, 6, 11; 26:2).
Menariknya, Ulangan memerintahkan tempat ini didirikan setelah Israel menyeberangi Sungai Yordan menuju “tempat peristirahatan dan milik pusaka yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu” (12:9), dan setelah TUHAN memberikan “keamanan dari segala musuhmu di sekelilingmu, sehingga kamu dapat hidup dengan aman” (12:10).
Apakah tema utama dari Yosua?
Kehadiran Allah di tengah-tengah Israel telah memungkinkan kepemilikan tanah itu dan akan menjadi sumber berkat yang terus-menerus bagi Israel dan, melalui mereka, bagi seluruh bumi ( Kej. 12:3 ).
Apakah yang harus menjadi pusat perhatian utama mereka?
Penyembahan kepada Allah. Bahkan melebihi penaklukan dan pembagian tanah! Agar perhatian mereka terus terjaga maka kemah suci didirikan agar mereka menyadari bahwa Allah hadir ditengah-tengah mereka dan mereka harus mengikuti perjanjian mereka dengan Tuhan.
Saat ini kita tidak memiliki tempat kudus sebagai tanda kehadiran Allah secara fisik, bagaimana kita menyadari bahwa Allah hadir ditengah-tengah kita?
Dengan memiliki pengharapan kepada Yesus sebagai Imam besar kita di Bait Suci Sorgawi (Ibr 5:19-20; 9:11-12 ; dan Ibrani 10:19-23).
Dengan senantiasa bersandar pada karya yang Kristus selesaikan di kayu Salib dan di Bait Suci surgawi, kita dapat menantikan dengan iman saat Allah sekali lagi akan tinggal di antara umat-Nya, tetapi kali ini akan selamanya.
JUMAT: RINGKASAN DAN KESIMPULAN
Ayat Hafalan
“Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.” Matius 6:33
Pendahuluan
Pelajaran minggu ini adalah tentang memprioritaskan hubungan rohani kita bahkan di tengah “urgensi” kehidupan yang tiada henti.
1. UTAMAKAN TUHAN (SABTU – JUMAT)
Saat Israel menghadapi penaklukan Kanaan, Tuhan memimpin Yosua untuk membangun kembali hubungan perjanjian-Nya dengan umat-Nya.
• Ritual sunat diberlakukan kembali ( Yos. 5:2 )
• Paskah dirayakan ( Yos. 5:10 )
• Hukum Taurat beserta ketetapan-ketetapan dan peraturan-peraturannya diulangi kepada umat, dan suatu peringatan didirikan ( Yos. 8:30-35 )
• Kemah Suci didirikan di Silo ( Yos. 18:1, 2 )
Keseluruhan pelajaran menekankan prioritas pada hal-hal rohani atas hal-hal duniawi.
• “Carilah dahulu Kerajaan Allah…” ( Mat. 6:33 ).
• “Sering kali, kehidupan sehari-hari terasa menekan kita dengan urgensi begitu banyak hal penting sehingga kita lupa memprioritaskan hal terpenting dalam hidup kita: pembaruan komitmen kita kepada Kristus setiap hari.” Pelajaran hari minggi, paragraf terakhir (lihat juga pel hari sabtu, paragraf terakhir)
2. JANGAN MENCELA NAMA TUHAN (MINGGU, SELASA)
A. Diberlakukannya kembali sunat menggambarkan pembaharuan perjanjian Allah dengan umatNya ( Yos. 5:2-5 ).
Hal ini diwajibkan oleh hukum Taurat Lewi sebelum umat diizinkan untuk merayakan Paskah (lihat Kel. 12:48 ).
Penghentian ritual sunat sejak pemberontakan di Kadesh telah menjadi saksi abadi bagi Israel bahwa perjanjian mereka dengan Allah, yang merupakan lambang yang ditetapkan, telah dilanggar. Dan penghentian perayaan Paskah, peringatan pembebasan mereka dari Mesir, telah menjadi bukti ketidaksenangan Tuhan atas keinginan mereka untuk kembali ke tanah perbudakan. PP 485.2
B. Lebih jauh lagi, hal itu mengakhiri celaan bangsa-bangsa, khususnya Mesir, terhadap orang Israel dan Tuhan mereka.
“Celaan Mesir” ( Yos. 5:9; Bil. 14:13-16; Ul. 9:27, 28 ).
Musuh-musuh mereka telah menang karena Israel telah mengembara begitu lama di padang gurun, dan mereka dengan mengejek menyatakan bahwa Allah orang Ibrani tidak mampu membawa mereka ke Tanah Perjanjian. Tuhan kini telah secara nyata menyatakan kuasa dan kebaikan-Nya dengan membuka Sungai Yordan di hadapan umat-Nya, dan musuh-musuh mereka tidak dapat lagi mencela mereka. PP 486.1
Celaan ini lebih ditujukan kepada Allah Israel daripada kepada bangsa Israel sendiri. Ketika kita mengaku melayani Allah, tetapi dalam perilaku kita menyangkal-Nya, kita mencela nama-Nya (lihat Rm. 2:22-25; Kol. 2:11, 12 ).
3. INJIL ADALAH OBAT BAGI KUTUKAN HUKUM TAURAT (SELASA, RABU)
A. Ketika memasuki tanah itu, Yosua membangun sebuah tugu peringatan dan sebuah mezbah di Gunung Ebal sesuai dengan petunjuk Musa ( Yos. 8:30-35; Ul. 27:1-8 ).
• Tuhan secara konsisten mendesak umat-Nya untuk mengingat hukum-Nya ( Ulangan 4:9, 10 ).
“Yosua merupakan gambaran dari Yehoshua (Yesus) di Perjanjian Baru, yang misinya, antara lain, adalah untuk membawa umat manusia kembali kepada ketaatan kepada Tuhan.” Qtly, Sel, paragraf terakhir; lihat juga Rm. 8:3, 4
B. Gunung Ebal dulunya adalah “gunung kutukan” ( Ulangan 27:13 ).
• Mungkin tampak aneh bahwa Tuhan mendirikan sebuah tugu peringatan untuk hukum di tempat khusus ini, tetapi ada pelajaran di sini yang sangat penting.
“Mengapa di gunung kutukan? Ini tepat. Di tempat di mana kutukan hukum Taurat dibacakan terhadap orang berdosa, harus juga ada indikasi sarana kasih karunia dan pengampunan. Korban di altar itu menggambarkan Kristus.” Tafsir Alkitab SDA, Vol. 2, hlm. 215
Hukum Taurat menyingkapkan dosa-dosa manusia, tetapi tidak menyediakan jalan keluar. Meskipun menjanjikan kehidupan bagi yang taat, hukum Taurat menyatakan bahwa maut adalah bagian dari pelanggar. Hanya Injil Kristus yang dapat membebaskan manusia dari penghukuman atau pencemaran dosa. GC 467.4
Tidak seorang pun dapat dengan tepat menyampaikan hukum Allah tanpa Injil, atau Injil tanpa hukum Taurat. Hukum Taurat adalah Injil yang diwujudkan, dan Injil adalah hukum Taurat yang disingkapkan. KOL 128.2
KESIMPULAN
Fakta bahwa mezbah itu didirikan di Gunung Ebal, gunung tempat kutukan itu dijatuhkan, sangatlah penting, menunjukkan bahwa karena pelanggaran mereka terhadap hukum Allah, Israel telah pantas menerima murka-Nya, dan murka itu akan segera ditimpakan, jika bukan karena penebusan Kristus, yang diwakili oleh mezbah kurban. PP 500.2 (Pel, Jum, par 1)
Ibadah di zona perang, apakah zona perang kita saat ini? mungkin banyak hal, apa pun itu, utamakan Tuhan. Beribadah kepada-Nya ditengah kesibukan kita.











Mantap Pak Pend
terimakasih bu